Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Juli 17, 2018

Masuki MT 3, Anggota TNI Bantu Petani Semprot Hama Ulat

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Kepedulian anggota TNI terhadap kestabilan stok pangan sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya terhadap para petani padi saja seperti yang terlihat selama ini.

Seperti yang dilakukan Mahmudin, Anggota Koramil Demak Kota, yang turut langsung membantu salah satu warga menanam Polowijo  (kacang hijau), Selasa 17/07/2018.

Awalnya kedatangan Mahmudin hanya ingin melakukan Silaturahmi kepada warga. Tetapi saat melihat salah satu warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota sedang berada di sawahnya, Mahmudin langsung turun ke sawah berniat melakukan pendampingan.

”Saya sedang berada di sawah kacang hijau milik Pak Ridwan Poktan "Sido Dadi" di Desa Mulyorejo. Umurnya sekitar 4-5 minggu” kata Mahmudin.

Kedatangan Mahmudin yang turut serta membantu penyemprotan hama ulat di tanaman kacang hijau milik Ridwan sangat diapresiasi.

Ridwan sendiri menjelaskan, tujuan penyemprotan ini untuk memberikan kesuburan terhadap tanaman kacang dan sebagai langkah proaktif dalam menanggulangi serangan hama tanaman kacang hijau.

Diharapkan para petani melaksanakan penyemprotan ini secara serentak guna penanggulangan hama bisa berjalan dengan efektif, tambah Mahmudin.

Mahmudin juga menyarankan kepada Ridwan dan para petani Polowijo lainya tentang perlunya perawatan untuk sawahnya ini diantaranya harus dipupuk dan disiram. Selain itu rumput liar juga harus rutin dibersihkan agar tidak diganggu hama tanaman. (J02 /A01)

Juli 06, 2018

Sebelum Panen Bersama, Dandim Ajak "Sarapan" Petani Di Sawah

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Sebagai bentuk pembinaan teritorial dan meningkatkan ketahanan nasional di bidang pangan, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Demak Letkol Inf Abi Kusnianto melaksanakan kunjungan kerja bersama Lumbung Banyu Bumi (LBB) ke Desa Ruwit serta Sarapan bareng para petani di Desa Ruwit Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kamis, 05/07/18 kemarin pagi.

Dalam kunjungan kerja bersama Lumbung Banyu Bumi (LBB) ini, Dandim bertatap muka langsung dengan para petani binaan Koramil Wedung di Desa Ruwit.

Dalam sambutanya direktur LBB Satriyo mengatakan “masalah itu bukanlah kegagalan, justru makin banyak masalah yang di hadapi, makin bertambah pengetahun dan keterampilan petani, asal mau belajar dan saling tukar pikiran sesama petani, supaya terjadi peningkatan hasil panen,” terangnya.

Menurutnya Ketua Kelompok Tani harus menjadi motor penggerak untuk memberi semangat para petani lainnya dan memotivasi anggotanya agar tidak putus asa ataupun merasa kecil hati apabila mendapati kendala dan kesulitan dalam penanganan serta pengelolaan tanaman padi yang sedang di budi dayakan, pungkas Satriyo.

Dalam kesempatan itu, Dandim Demak Letkol Inf Abi Kusnianto juga berkesempatan memberikan motivasi kepada para petani “menghadapi segala kemungkinan buruk yang tentunya pasti akan terjadi,bila terjadi musim kemarau, saya sarankan kelompok tani lebih aktif lagi untuk kerja sama antar anggota, apalagi bila curah hujan menipis, ketua Kelompok Tani harus lebih aktif memantau saluran irigasi, mencermati situasi yang ada dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi anggotanya”, kata Dandim Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto memotivasi para petani yang hadir.

Di akhir arahannya Abi Kusnianto mengajak masyarakat petani untuk lebih giat lagi dan turut serta aktif dalam mendukung pemerintah demi mensukseskan swasembada pangan di Kabupaten Demak lebih khususnya di Desa Ruwit. “Sehingga kedepan ketersediaan beras di Desa Ruwit dapat tercukupi dan tidak perlu mengharapkan bantuan dari pemerintah lagi,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Desa Ruwit Supriyanto mengatakan, kunjungan kerja Dandim bersama Direktur LBB ini sangat bermakna dalam kehidupan masyarakat, karena kunjungan ini adalah upaya TNI untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi antara TNI, pemerintah, pengusaha dan masyarakat, dimana dalam akhir-akhir ini persatuan dan kesatuan mendapat cobaan dimana-mana.

Kunjungan Dandim Demak bersama rombongan tersebut mendapat apresiasi positif dari salah satu Ketua Kelompok Tani, Wardi, menurutnya dengan adanya perhatian dari para pejabat tinggi di daerah tersebut semakin memotivasi dan memberikan semangat kepada para petani untuk mengelola lahan sawah yang mereka garap.

Turut dalam acara tatap muka, Danramil Wedung Kapten Inf Triyono,Kepala Desa Ruwit Supriyanto,anggota LBB serta para petani Desa Ruwit, Usai tatap muka Dandim melaksanakan panen padi secara simbolis.(J02 /A01)

Juli 03, 2018

Panen Bersama Varietas L-58 Aromatik Oleh Kodim Demak

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Sebagai salah satu daerah penyumbang pasokan beras baik regional dan nasional, saat ini Kabupaten Demak terus bekerja keras memenuhi kebutuhan pasar terhadap pangan nasional.

Nyatanya, beras asal Demak belum betul - betul berkualitas baik, hal ini seringkali disebabkan petani masih menjalankan sistem konvensional tanpa memperhatikan musim dan perawatan yang semestinya.

Kegagalan yang seringkali dialami petani pada MT 2 lebih cenderung faktor hama wereng, sundep dan tikus.

Untuk itulah, Kodim 0716 Demak bersama Lumbung Banyu Bumi terus bersinergi dan turun ke sawah untuk memperbaiki sistem tata kelola pertanian yang baik dan benar. Tentunya sistem tata kelola ini Bertumpu pada proses awal pendampingan mulai dari memperhatikan masa tanam, air, tanah dan pemberian pupuk rutin dan berkala. 

Petani kedepannya diharapkan mampu mengubah cara dan menjalankan sistem tata kelola yang baik sekaligus dapat memasarkan sendiri berasnya, karena dengan seperti itu petani akan mampu mengangkat kualitas hidupnya.

Petani itu tidak boleh sendiri - sendiri, melainkan harus berkorporasi Membangun sistem kerja berkelompok, mulai dari kelompok kecil, lokal, regional dan nasional seperti yang sering disampaikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Di lahan desa Kuwu kecamatan Dempet, telah dipanen varietas L-58 aromatik oleh Kodim Demak bersama Lumbung Banyu Bumi. Panen perdana bersama Kodim ini akan membuktikan bahwa sistem tata kelola pertanian yang merupakan program CSR dari Lumbung Banyu Bumi berhasil optimal, mulai dari ketahanan padi dari musim dan hama, bulir yang banyak yang menentukan tonase yang bertambah.

Satriyo Seno Surono menjelaskan, "Sistem tata kelola pertanian yang kami jalankan selama ini memang seharusnya sudah di implementasikan ke seluruh wilayah di Jawa tengah bahkan seluruh Indonesia secara massif, agar kita betul-betul dapat membantu petani, merubah mindset petani konvensional sekaligus memakmurkan petani itu sendiri tentunya  dengan demikian Kedaulatan Pangan yang selama ini hanya menjadi Jargon dapat betul-betul diwujudkan di Indonesia".

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Dandim Demak, Letkol Inf. Abi Kusnianto bahwa memang sistem tata kelola pertanian lumbung banyu bumi bukan hanya baik secara sistem namun juga pemuliaan tanah yang menjadi baik dari sebelumnya. Selain itu, Sistem tata kelola alsintan juga harus diperbaiki agar dapat dimanfaatkan petani dengan memperhatikan SDM maintenance alsintan sesuai dengan kapasitasnya serta pengelolaannya melalui BUMDES agar dapat menghidupkan perekonomian desa yang selama ini belum maksimal dan masih  bergantung pada subsidi pemerintah.

Yang terpenting dari Kolaborasi Lumbung Banyu Bumi sebagai Penggagas Sistem Tata Kelola Pertanian, peran TNI juga sangat penting terlebih perlunya sinergitas dari semua pihak, baik pemerintah daerah hingga perangkat desa selaku pengendali dan pelaksana sistem, serta peran TNI selaku pengawal pertanian yang lebih baik serta mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional dan negara lain.

'Kita tidak bisa diam saja melihat petani menjerit saat panen bersamaaan tetapi petani juga harus mengerti bagaimana cara memperbaiki tata kelola pada awal tanam agar harganya tetap tinggi dan kualitas tetap baik karena setelah hasil semua baik, maka pasar akan menyambut dengan sukacita, petani akan semakin percaya diri, pembeli akan datang dengan sendirinya sehingga pemasaran beras Demak tidak lagi dihantui rasa ketakutan oleh petani' ungkap Satriyo Seno Surono saat ditanya bagaimana meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Direktur Lumbung Banyu Bumi sekaligus Wakil Ketua HKTI Provinsi Jawa Tengah bidang Tata Kelola Pertanian, Satriyo Seno Surono menuturkan "Pemasaran dengan sendirinya terwujud dengan sistem pemasaran yang sudah di persiapkan sejak awal tanam dan semua unsur dari petani, pedagang menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan masyarakat akan mendapat pangan  sehat dan murah yang diharapkan".

"Tantangan kita adalah membuka pasar jangka panjang, kelangsungan pangan nasional sangat ditentukan oleh petani dan tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk benar benar memberikan perhatian terhadap nasib petani, khususnya di demak selain itu keberhasilan sektor pertanian sudah sangat dinanti generasi muda untuk bergabung melanjutkan dan membangun sektor pertanian dan peternakan dalam wujudkan pangan, sebagai pengusaha dan pelaku tani. Oleh sebab itu, sayangnya keberhasilan sistem tata kelola pertanian  ini juga di ikuti dengan harga sewa lahan yang mahal tentunya menjadi masalah bagi petani kecil. "Ketentuan sewa menyewa lahan yg harus diperbaiki dalam sistem lelang desa, harga yang memberatkan petani dan hanya mampu d sewa bagi ekonomi tinggi" kata Satriyo Seno Surono. (J02 /A01)

April 05, 2018

Gunakan Jenis Padi Ciherang, Anggota Persit Tanam Padi Bersama

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan dan dalam rangka peringatan HUT Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLIII Kodim 0722 ke 72, Anggota Persit bersama ibu-ibu PKK Desa Larikrejo kecamatan Undaan Kabupaten Kudus melaksanakan tanam padi.

Kegiatan penanaman padi serentak dilaksanakan di lahan persawahan milik Ngaripan yang tergabung dalam Kelompok Tani Mino Utama. Kamis, 05/04/2018.

Penanaman padi dilahan seluas 7000 M2, untuk tahun 2018 merupakan musim tanam 2(MT2).

Menurut ketua Persit Kodim Kudus, Ny Cica Papiyanti Sentot Dwi Purnomo menjelaskan tujuan pendampingan dengan tanam padi serentak ini, agar petani lebih bersemangat dalam MT2 tahun ini.

"Dengan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo dan jenis Padi Ciherang, diharapkan hasil panen yang akan datang lebih berlimpah, "ujarnya menjelaskan. (J02 /A01)

Maret 20, 2018

Dinas Pertanian Bersama Kodim Gelar Rakor LTT

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Upaya penyerapan gabah petani sebagai langkah pemenuhan target dalam bidang Pertanian.
Pemerintah daerah kabupaten Demak melalui Dinas Pertanian bersama Kodim Demak menggelar rapat Luas Tambah Tanam (LTT) di ruang pertemuan Dinas pertanian Kabupaten Demak.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim Demak yang diwakili Pasiter Kapten Inf Triyono, Danramil Sejajaran Kodim Demak, Kadistan Pangan Ir.Wibowo, Ka Bidang Tanaman Pangan Bp hari Wuryanta, Bapak Ahmad Nurhidayat SE.MH dari BBPKH, Beserta tamu undangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Demak.

Rapat LTT ini bertujuan untuk percepatan pelaksanaan program dalam pencapaian target produksi swasembada pangan di wilayah Kabupaten Demak. Untuk itu, diharapkan kinerja stakeholder sergap dapat terus ditingkatkan dengan selalu berkoordinasi dengan Bulog sehingga target dapat tercapai.

Kodim Demak dan Distan telah berupaya secara berkesinambungan agar pencapaian target ini dapat tercapai.
Ditempat terpisah Dandim Demak Letkol Inf Abi Kusnianto mengatakan bahwa Hubungan LTT dengan Sergap ini harus seimbang, LTT bisa kita genjot akan tetapi untuk Sergap harapannya bisa selaras.

"Ini menjadi masukan kita, tanpa LTT yang baik maka Sergapnya tidak akan mendapatkan hasil yang baik pula.” ungkap Dandim, Senin 19/03/2018.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadistan Pangan Ir.Wibowo, pengoptimalan peningkatan pelaksanaan Sergap harus selalu berkoordinasi bersama Kodim 0716/Demak dalam hal ini Babinsa dilapangan, guna melakukan upaya dalam rangka memenuhi saat ini. (J02 /A01)

Maret 15, 2018

Demplot Metode Percontohan Bagi Petani Oleh Anggota TNI

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kepedulian TNI dalam ketahanan pangan, tidak hanya sebatas teori. Dalam hal ini telah dibuktikan oleh anggota Kodim Demak yang bekerja sama dengan PT. Lumbung Banyu Biru.

Kerjasama tersebut diaplikasikan di lapangan dengan cara  Demplot atau Demontration Plot. Demplot sendiri adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Di wilayah Desa Kuwu kecamatan Dempet yang merupakan wilayah binaan Koramil Dempet Kodim Demak, ada beberapa Demplot yang telah dilakukan.

Kopka Ali Ahmadi, Babinsa Desa Kuwu dibantu dua anggota melaksanakan kegiatan penyemaian benih Padi varietas Sertani sebanyak 30kg di Demlot Kodim Demak seluas 1ha,Rabu 14/03/2018.

Dari hasil Demplot itu diketahui bahwa dengan menggunakan bibit padi unggul jenis Sertani terjadi peningkatan produksi pertanian sebanyak 1,5 ton/ha per musim tanam jika di bandingkan dengan penggunaan bibit varietas lokal jenis IR42. Musim tanam sebelumnya, jumlah produksi gabah kering panen per hektarnya hanya 6,1 ton/ha per musim tanam.

Alhamdulillah dengan menggunakan bibit unggul Sertani produksi gabah kering panen per hektarnya mencapai 8,7 ton/ha per musim tanam atau naik sekitar 20 % jelas petani di Desa Kuwu.

Kegiatan Demplot benih padi unggul tersebut juga menjadi ajang bagi para petani untuk mengungkapkan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi selama ini.

Tujuan pelaksanaan Demplot sendiri adalah untuk memberikan contoh bagi petani untuk menerapkan teknologi baru dibidang pertanian.

Pada kesempatan ini juga tim pemateri mensosialisasikan tentang demplot pengolahan lahan,  penanaman (bibit/benih) , pemupukan, pemeliharaan hingga nantinya menuai hasil panen. (J02 /A01)

Januari 10, 2018

Panen Perdana Padi Ciherang Kelompok Tani Subur Makmur

by
Jurnalpantura.Com, Kudus -  Kelompok Tani Subur Makmur untuk pertamanya pagi tadi melakukan panen Perdana jenis padi Ciherang.

Bertempat di Lahan pertanian Blok Balong Cangki Dusun Tampung Desa Gondoarum Kec Jekulo Kabupaten Kudus, panen Perdana Padi jenis Ciherang telah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dengan kelompok tani Subur Makmur.

Ir.Catur Sulistiyanto S.Sos MM, Kadispertan Kudus menyampaikan, Penanaman padi jenis Ciherang ini menggunakan lahan seluas 60 Ha.

"Dengan lahan seluas 60 ha dihasilkan hasil 6,5 ton, Diharapkan dengan padi jenis ini bisa meningkatkan hasil yang diperoleh oleh para petani" ujar Catur. (J02)

November 20, 2017

Pemprov Jateng Keluarkan Program Sak Uwong Selawe Uwit

by
JURNALPANTURA.COM, Semarang - Bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan, Pemprov meluncurka program Sak Uwong Selawe Uwit. Kegiatan yang melibatkan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), TNI dan masyarakat itu merupakan aksi nyata.

Wakil Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP pada apel penanaman pohon bersama Korpri Provinsi Jawa Tengah, TNI, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Sak Uwong Selawe Uwit“, di Lapangan Tembak Kodam IV Diponegoro, Tembalang, Semarang, Senin 20/11/2017. Tak sekadar menanam, namun masyarakat diminta dapat menjaga dan memeliharanya.

“Kepada seluruh masyarakat yang hadir pada kesempatan ini, saya mengajak untuk bisa menjadi pelopor dalam penanaman pohon dan memeliharanya,” katanya.

Kegiatan bhakti sosial penghijauan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 itu, merupakan bagian dari gerakan menanam ”Sak Uwong Selawe Uwit”,  dengan target minimal jumlah yang perlu ditanam selama hidup, yaitu 25 pohon. Aksi penanaman dilakukan melalui berbagai acara dan di manapun berada.

Menurutnya, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk aksi menanam bersama. Baik saat hari ulang tahun, upacara wisuda, pernikahan, melahirkan, talak atau cerai, mengikuti pendidikan dan latihan (diklat), seminar, promosi, sertijab, dan sebagainya. Baik di lahan kritis maupun produktif dan lahan kosong, sehingga menjadi kawasan hijau dan bermanfaat bagi semua.

“Mengenai lokasinya, perlu koordinasi lebih lanjut, sehingga tidak menyalahi aturan. Aja nganti karepe dhewe, nandur kanggo penghijauan, tapi ternyata itu adalah calon lapangan sepak bola, sing dhuwe ora trima, sehingga akan sia-sia,” terang wagub.

Dalam pelaksanaan “Sak Uwong Selawe Uwit, Selawase Urip”, sebagai kelanjutan program penanaman ”One Man One Tree” pada 2009 dan One Billion Indonesian Trees (OBIT) 2010, pohon yang ditanam tidak harus jenis tanaman keras. Bisa juga jenis lain yang multiguna, seperti buah-buahan, sehingga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Heru berharap, melaluu aksi penanaman di berbagai kegiatan, akan semakin banyak pohon yang ditanam dan membawa berkah. Setidaknya dapat mencegah banjir dan tanah longsor, penyerapan air di dalam tanah, bertambahnya oksigen, serta berkah memanen pohon yang ditanam.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jateng menyebutkan, dalam kegiatan bertema “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa” ini dilakukan penanaman berbagai jenis pohon sebanyak 12 ribu batang. Dengan rincian 8.000 pohon telah dilaksanakan Kodam IV Diponegoro, dimulai 10 -16 November 2017. Sedangkan penanaman di Lapangan Tembak Tembalang pada Senin 20/11/2017 sebanyak 1.500 batang pohon.

“Kegiatan tanam pohon bersama Korpri dan TNI ini merupakan kali pertama di Indonesia,” tandasnya.

Bermacam pohon yang ditanam di antaranya mahoni, mangga, jambu kristal, trembesi, jati, petai, dan randu. Lokasi penanaman tersebar di beberapa daerah di Jateng, seperti zona I Armed- 3/105, zona II Dim 0714/SLT termasuk pers atau wartawan, zona III Dim 0733 BS/Smg, zona XI Paldam IV/DIP, Zona XII Yonar-hanudse, zona XIII Yonarhanude, serta Lapbak Perbakn Yonar-handuse.

Usai apel yang diikuti TNI, anggota Korpri Jateng, pelajar, dan masyarakat tersebut, wagub menyerahkan pohon secara simbolis kepada Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjaruli. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama-sama di kawasan lapangan tembak.

November 16, 2017

Antisipasi Kelangkaan Pupuk, Pemkab Kudus Lakukan Pengawasan Di Tingkat Pengecer

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus melakukan pengetatan pengawasan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi dari tingkat distributor hingga pengecer. Hal itu menyusul kelangkaan pupuk seperti di wilayah Undaan beberapa waktu lalu.

"Ini untuk menyikapi kasus kelangkaan pupuk yang diduga karena ulah nakal para pengecer. Seperti kasus di Undaan, " kata Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti dalam rapat koordinasi pembahasan distribusi pupuk di Aula Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar,  Kamis (16/11/2017).
Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, distributor, pengecer, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Sudiharti menyebutkan,  ada banyak masukan dalam rapat koordinasi kali ini, diantaranya adalah pengawasan yang perlu diperketat kepada distributor dan pengecer.
"Nanti semua pengecer akan di cek kemana mereka menjual pupuknya," ujarnya.
Dikatakannya, harusnya pengecer  ketika menjual pupuk bersubsidi disesuaikan RDKK. Jadi harus pakai bukti nota. Selain masalah penjualannya, harga pupuk juga harus sesuai harga eceran tertinggi (HET).

"Di lapangan masih banyak ditemukan pengecer menjual tidak sesuai RDKK. Bahkan mereka ada yang menjual diatas HET," jelasnya.
"Kita akan pantau mereka. Jika membandel mereka akan kita berikan sanksi," tambah dia.
Sementara itu, Kasi Sarana Prasarana Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dispertanpangan Kudus,  Ratih Rustyorini mengatakan, kebutuhan pupuk untuk musim tanam pertama (MT 1) ini sebenarnya telah terpenuhi karena adanya realokasi dengan adanya tambahan alokasi pada 3 November lalu.

Tambahan alokasi pupuk tersebut berupa pupuk urea sebanyak 7.500 ton, SP-36 sebanyak 900 ton, ZA 500 ton, dan NPK 3.683 ton.
"Dengan alokasi tambahan tersebut, maka total alokasi pupuk urea 10.500 ton, SP-36 sebanyak 2.000 ton, ZA sebanyak 4.799 ton, NPK sebanyak 9.983 ton, dan organik masih tetap 4.100 ton," kata dia.

Dijelaskannya, sejauh ini penyerapan pupuk paling tinggi ada di kecamatan Undaan. Itu karena luas tanam di wilayah ini yang paling luas di kabupaten Kudus. Jumlah tanam MT 1 di wilayah Undaan mencapai sekitar 5.700 hektare. Sedangkan yang sudah tanam mencapai 3.700 hektare.

"Untuk wilayah ini, alokasi pupuk urea dalam satu tahun mencapai 3.048 ton, SP-36 sebanyak 1.496,75 ton, ZA sebanyak 1.165 ton, NPK sebanyak 4.451 ton, dan organik 926,2 ton," tukasnya. (J10)

November 10, 2017

Aksi Damai Petani Undaan Hampir Saja Rusuh Karena Tidak Sabar Tunggu Hasil Pertemuan Perwakilan Petani Dengan Anggota DPRD

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Aksi damai yang di lakukan para petani dari pagi hingga siang hari, hampir saja di warnai dengan kericuhan, Karena Para petani yang datang dari kecamatan Undaan ke kantor DPRD Kabupaten Kudus dengan mengendarai puluhan Truck dan mobil bak terbuka, Sudah tidak sabar menunggu hasil pertemuan yang dilakukan oleh perwakilan petani dengan anggota DPRD kudus, Kamis 09/11/2017

Aksi damai para petani yang datang di damping oleh Muspika Kecamatan Undaan beserta kepala Desa se-Kec Undaan ini, Menuntut Pemerintah menindak para distributor pupuk yang nakal dan kalau perlu distributor pupuk tersebut di ganti.Karena sudah menyengsarakan para petani.

Para wakil pimpinan DPRD yang menemui perwakilan para petani dinataranya H Ilwani dan Nurhudi, di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Catur Sulistyanto dan kepala Dinas Perdagangan Sudiharti.

Para anggota Gapoktan bersama P3A yang mewakili petani Undaan saat bertemu dengan para wakil ketua DPRD kudus menyatakan sangat prihatin dengan kelangkaan pupuk yang terjadi.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Gabungan Petani Pengguna Air Wilayah Klambu - Wilalung."Para petani Undaan sangat membutuhkan pupuk, karena Undaan adalah daerah penyangga pangan di kabupaten Kudus"tegas Akrab.

Wakil ketua DPRD Ilwani menegaskan,Kalau terbukti para distributor itu nakal silahkan di ganti saja."Untuk pendistribusian pupuk kami bersama dinas terkait akan mengawal penyaluran pupuk sampai ke tangan petani"jelasnya.

Massa para petani akhirnya bisa ditenangkan setelah salah satu wakil ketua DPRD, Nurhudi dan perwakilan Gapoktan menenangkan massa.(J02)






Oktober 25, 2017

169 kartu Tani Dibagikan Kepada Anggota Kelompok Tani

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Bertempat di Balai Desa Karangbener kecamatan Bae, Dinas Pertanian Dan BRI Unit kecamatan Bae membagikan kartu tani kepada para petani yang Ada di wilayah Desa Karangbener kecamatan Bae.

Sejumlah 169 Kartu Tani di berikan kepada para anggota kelompok tani yang tersebar di Desa Karangbener,  Rabu 25/10/2017.

Sandang Hidayat  selaku kepala desa Karangbener menyampaikan harapannya agar para petani yang menerima kartu tani bisa menggunakan sebaik-baiknya.
"Dengan adanya kartu tani ini sangat membantu dan bermanfaat bagi para petani, seperti saat ingin membeli pupuk dengan kartu tani bisa di pakai sebagai alat pembayarannya"imbuhnya.

"Kita Berharap dengan adanya kartu tani, mempermudah para petani dalam proses pembelian pupuk maupun  benih dan juga sebagai antisipasi kecurangan saat pembelian pupuk maupun lainya " kata BP3 kecamatan Bae Apin Supiana SE.

Dalam acara pemberian kartu tani tersebut dihadiri oleh, Apin Supiana Sp (kepala Bp3 Kecamatan Bae), Erna Ariyanti (Ka BRI Unit Ngetuk), Sandung Hidayat (Kades Karang bener), Para Gapoktan Desa Karangbener, Para petani penerima Kartu tani.

Pembagian kartu tani ini kerjasama dari pihak pertanian dengan tim BRI Unit Ngetuk, khususnya jawa tengah dalam penanganan kartu tani di bagikan melalui masing masing BRI di Unit masing masing.(J02)

Setelah Sholat Subuh Berjamaah Dinas Pertanian Kudus Bagikan Kartu Tani

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Raharjo dengan memakai alat penanaman padi Rice Transplenter bantuan Dinas Pertanian Dan Pangan Kab kudus mengadakan penanaman padi secara simbolis di lahan Anggota Gapoktan  Sri Raharjo.

Tidak hanya penanaman padi saja tapi juga diikuti dengan pembagian kartu Tani bagi para petani yang menjadi anggota kelompok tani.

 Ada perbedaan acara penanaman padi dan pembagian kartu tani ini dengan acara yang sama di tempat lain.

Sebelumnya para Anggota dan tamu undangan melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah terlebih dahulu di Masjid Sabilal Muhtadin Desa Kutuk Kecamatan Undaan, Selasa 24/10/2017.

Tampak mengikuti sholat Subuh tersebut,  Sekda Kab Kusus ( Drs. Noor Yasin), Ketua DPRD Kab. Kudus ( Masan SE.MM),  Kasdim 0722/ kudus (Mayor inf Sagimin),  Kepala dinas pertaniandan Pangan kab. Kudus (Catur Sulistyanto  Ssos.MM), Kepala cabang BRI kab.Kudus

Dalam keteranganya, Kepala Bank BRI Kab Kudus, Dengan diberikannya kartu tani tersebut, Bisa memberikan manfaat bagi para petani.(J02)

Oktober 13, 2017

Hanya Dengan Modal Nekat, Kastono Sukses Panen Sayur Gambas

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Memulai usaha baru tidak selalu harus menjual barang-barang yang wah dengan modal yang besar. Menanam gambas pun bisa menghasilkan uang yang cukup besar untuk ukuran seoraang petani.

Rahasia itu dikisahkan Kastono, Sekretaris kelompok Tani  Wergu Kulon (Sido Dadi), ketika melakukan kegiatan Berkebun sayur, di kawasan tanah pertanian milik kelurahan Wergu Kulon sebelah selatan GOR Kudus, beberapa pekan lalu. Kegiatan ini diikuti sejumlah keluarga, anak-anak, para petani dilingkungan kelompok tani Sido Dadi.

Memulai usaha pertanian pada skala kecil, ujar Tono, bisa dilakukan dengan menanam sayuran gambas pada lahan 2000 meter persegi.Tanaman ini bisa dipanen dalam waktu 45 hari. Pemiliknya cukup mengalokasikan waktu sekitar dua jam per hari untuk perawatan.

"Berdasarkan pengalaman yang saya selama ini, tanaman gambas itu bisa dipanen secara bergiliran dan atau setiap hari. Dengan begitu, produksinya bisa berkelanjutan dan pendapatan yang bisa diperoleh sekitar Rp 5 juta per bulan," ujar Kastono yang juga seorang peternak sapi musiman di kandang sapi dekat rumahnya.
Dia terbuka untuk sekedar berbagi pengalaman dalam bertani agar bisa bermanffat bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Tidak hanya tanaman gambas, usaha pertanian lain yang bisa menguntungkan antara lain tanaman kacang panjang, kedelai, jagung, dan mentimun. Untuk setiap jenis tanaman tersebut terdapat analisa usahanya sendiri-sendiri menurut versi dia.

Soal pemasaran, kata Amal, tidak perlu dikhawatirkan karena bisa dijual secara langsung kepada para pedagang karena memang kebutuhan masyarakaat nya juga relatif besar.
"Dengan menjual gambas Rp 5000 per kg, penjual sudah mendapatkan keuntungan, sebaliknya pembeli/pedagang pun sudah membeli dengan harga murah.

Selama ini harga sayuran mahal harganya karena setidaknya ada delapan rantai distribusi," ujar Kastono.
Lalu bagaimana mendapatkan lahan untuk memulai usaha pertanian? Relatif gampang karena di kawasan Wergu Kulon tersebut  masih luas untuk area yang bisa ditanami.

Seperti yang dilakukan Kastono, cukup sewa lahan bengkok desa wergu Kulon, dia sudah bisa menanam berbagai jenis sayuran di lahan sekitar empat ribu.(Taufiq/J02)

September 17, 2017

Air Waduk Kedung Ombo Aman Untuk Musim Tanam I Di Kabupaten Kudus

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Para petani dikawasan wilayah undaan dipastikan akan segera merealisasikan Musim tanam pertama (MT1) untuk tanaman padi di Kabupaten Kudus.diprediksi dimulai pertengahan Oktober 2017, mengingat penggelontoran air dari Waduk Kedung Ombo melalui Bendung Klambu, Kabupaten Grobogan, baru dimulai Jumat pagi.

"Penggelontoran baru dimulai Jumat 15/9/2017  dari Bendung Klambu, Kabupaten Grobogan, dengan debit air sekitar 4 meter kubik per detik," kata Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Akrab di Kudus, Jumat.

Setelah penggelontoran dilakukan, kata dia, petani masih harus menunggu proses pembasahan jaringan irigasi karena musim kemarau seperti sekarang, biasanya butuh waktu lebih lama untuk pembasahan.

Untuk mencegah pengambilan air dari saluran irigasi menggunakan mesin pompa untuk mengairi lahan pertanian yang bukan lahan irigasi teknis, kata dia, sudah dirapatkan sebelumnya dengan petani terkait.

"Mereka diperkenankan mengambil air menggunakan mesin pompa setelah penggelontoran air berlangsung selama satu bulan," ujarnya.

Terkait kesempatan memulai tanam para petani yang lahannya di daerah hulu, kata dia, diperkirakan pada akhir bulan Oktober 2017, karena untuk tahap awal yang diprioritaskan memang untuk lahan pertanian yang berada di bagian hilir.

Ketersediaan air di Waduk Kedung Ombo, kata Akrab, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam pertama.

"Ketinggian elevasi waduk pada Kamis 14/09/2017 sekitar 87,4 meter, sehingga cukup aman karena batas minimun ketinggian waduk yang memungkinan untuk irigasi sekitar 67,50 meter di atas permukaan laut," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengingatkan, petani untuk tidak perlu khawatir dengan ketersediaan air irigasi selama MT pertama.

Dalam rangka memastikan jadwal penggelontoran air irigasi sesuai jadwal, Pemerintah Kabupaten Kudus dengan diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Catur Sulistiyanto mengawal proses pembukaan pintu airnya hari ini 15/09/2017.
Kedatangan Kepala Dinas Pertania dan Pangan Kudus ke Gedung Pusat Pengaturan pintu Bendung Klambu di Kabupaten Grobogan dengan didampingi kelompok tani dan PPL Kecamatan Undaan.

"Kami hanya ingin membuktikan bahwa pemerintah memenuhi komitmen bahwa penggelontora air ke Kudus dimulai hari ini," ujarnya(J02)

September 16, 2017

Paguyuban Petani Padimas Baturetno Antusias Budidaya Pisang Cavendis Dan Pisang Raja

by
JURNALPANTURA.COM, Wonogiri -  Para pecinta pertanian pisang yang tergabung dalam komunitas petani PADIMAS mengharapkan bisa mengembangkan budidaya tanaman pisang, jenis pisang yang laris di pasaran dan dengan penegelolaan yang baik. Pasalnya, dengan pengelolaan yang baik serta dg memilih komoditas jenis pisang yang tepat, hal ini akan lebih menguntungkan petani karena memiliki pangsa pasar tersendiri dan menjadi kebutuhan rutin setiap hari.

Selain itu, dengan mengembangkan budidaya pisang melalui pola organik diharapkan dapat mengembalikan kesuburan tanah. Pada umumnya tanah pertanian kita sudah terkontaminasi dan dirusak dengan obat atau pupuk kimia, sehingga berdampak pada kondisi tanah yang keras dan menyebabkan tanah tidak produktif.

Harapan itu diutarakan Cak Hary dan Rochmad sang pelopor bertani pisang organik asal Kudus dan juga wirausahawan yang bergerak di bidang pertanian, saat temu shilaturahim penyuluhan dihadapan komunitas petani-petani intelektual dan pecinta pertanian organik di Baturetno Wonogiri, beberapa pekan lalu.

Hadir dalam kesempatan acara penyuluhan tersebut adalah, kepala desa Glesungrejo Andi Wirawan, Direktur Lembaga Peduli Remaja CERIA Akbar Riyadi, SPd, perwakilan Yayasan As Salamah Baturetno Dwi Panggo, AMD. SPd, Kepala sekolah MIM Mbamban Sudarmo, MPdi, Wakasek SMA 1 Baturetno Sulistyo widodo, MPd, kepala sekolah SDIT Ibnu Sina Suwarni SAg, ketua paguyuban  arisan padi mas Baturetno Muhammad Aziz, dan perwakilan kelompok tani desa Balepanjang Jamin dan puluhan peserta dari  pengurus DPC PKS se kecamatan Baturetno Wonogiri.

"Masyarakat saat ini dan kedepannya akan semakin teliti untuk memenuhi kebutuhan pangannya, khususnya jenis buah buahan termasuk buah pisang harus bersih dari unsur kimia. Hal ini  akan memberikan keuntungan kepada para petani pisang organik, karena jelas pasarnya terbuka luas. Jadi peluang untuk mengembangkan usaha budidaya pisang ini sebenarnya sangat besar," ujarnya.

Yang menjadi kendala, tambah pria yang selalu berpenampilan sederhana ini, “umumnya para petani awalnya itu pada semangat menanam, namun setelah tumbuh pada malas merawat”. Sehingga berdampak pada kualitas hasil panen yang tidak memuaskan alias kecil kecil, yang pada gilirannya tidak laku di pasaran”. tambahnya.
Sebenarnya kalau ditangani serius dan dengan perawatan yang intensif, melalui  bertani pisang akan  memberikan keuntungan yang besar bagi para petani.
Bahkan menanam pisang dan dengan perawatan yg intensive, melalui bertani pisang bisa menjadikan seorang petani gajian tiap bulan atau bahkan bisa passive income seperti pensiun sepanjang tahun.“Bila tahun ini menanam 1000 pohon maka tahun depan pohon pisang akan berkembang menjadi 3000 bahkan lebih” ujar Rochmad dihadapan peserta.
"Saya mengingatkan bagi petani yang tertarik bertani pisang, agar memahami  pola pola yang sudah diajarkan oleh Tuhan sang pencipta bumi ," terangnya.
“Rumusnya dari Tuhan itu sederhana, tanah yang baik tanamannya subur subur, sedang tanah yang jelek tanamannya tumbuh merana” demikian terang Taufiq
Jadi, selain perawatan dan pemupukan pohon atau tanaman, untuk menghasilkan panen yang bagus dan laris di pasaran harus memilih jenis komoditas pisang yang diminati masyarakat, jenis buah pisang yang diminati oleh masyarakat adalah pisang Raja, pisang ambon, cavendis, emas dan pisang kepok kuning atau kapok pipit, kelima jenis pisang tersebut laris dipasaran dan mengalami kekurangan pasokan.

Kuncinya adalah pada kesuburan tanah, rata rata kegagalan para petani pisang disebabkan karena tanah sudah tidak subur sehingga produksinya menurun, oleh karena itu, manusia harus mencari solusi dan ada upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah yang sudah rusak tersebut.

Di sekitar kita Tuhan telah memberikan banyak bahan-bahan baku nya baik berupa tumbuh tumbuhan dan tanaman yang bisa diolah untuk dijadikan jamu bagi kesehatan tanah yang sudah sakit. Karena pada hakekatnya dalam hal pertumbuhan tumbuh-tumbuhan memiliki kesamaan dengan makhluk hidup lainnya, bila tercukupi dengan seimbang kebutuhan karbohidrat, mineral, serat, mineral dan asam amino, maka dipastikan tanaman tersebut akan sehat dan subur dengan hasil buah yang memuaskan.
Pada kesmpatan itu, taufiq menceritakan tentang perawatan tanaman dengan pola organik ala formula cak Hary kawannya seorang pencetus formula jamu sehat tanaman . Selain itu. Cak Heri bersama komunitas bengkel bumi telah melakukan penelitian dan uji coba selama 8 tahun, dan hasilnya luar biasa, hasil panen dengan menggunakan formula jamu buatannya, bisa lebih cepat dan lebih subur, misalnya tanaman padi semula satu hektar hanya bisa panen 6 - 8 ton dengan formula JST (red: nama jamu buatannya) bisa menghasilkan 13 ton per hektar. Demikian pula uji coba untuk tanaman pisang di Lampung, hasilnya 3 kali lipat dengan menggunakan pupuk jamu sehat tanaman

Dan Cak Hari memiliki komitmen, setelah uji coba ini berhasil lalu akan terus disebarkan temuannya  ini agar dipraktekkan oleh sahabat-sahabat petani yang lain di seluruh Indonesia.
Unsur unsur atau bahan bahan pupuk JST tersebut adalah,  buah maja 15 buah, lidah buaya 5 kg,waluh 2 kg, katul 5 kg, gula merah 5 kg, tepung beras 5 kg, air kelapa 50liter, air leri 50 liter, susu murni 5 liter, susu kotak batita 3, lalu dilakukan fermentasi selama empat belas hari maka jadilah JST pupuk organik yang memiliki kandungan karbohidrat, serat, protein, mineral, dan asam amino yang bisa menyehatkan tanaman dan mengembalikan kesuburan tanah.Bagi warga yang menginginkan konsultasi dan ingin lebih mengetahui tentang budidaya pisang bisa menghubungi   0819 1402 0218 a/n Taufik.(R.H/J02 )

Agustus 31, 2017

Kodim 0721 Adakan Rakor Bersama Dinas Pertanian Dan Perkebunan Blora

by
JURNALPANTURA.COM, Blora - Rapat kordinasi (Rakor) pengendalian pangan antara Kodim 0721/Blora bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora, Rakor dipimpin Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos diwakili Kasdim Mayor Kav Hyasintus Waleng, P di Aula Makodim 0721/Blora, Jl, Pemuda No.44 Blora, Selasa 29/08/2017.Rakor mengambil tema “Sosialisasi penyerapan gabah petani(sergab) dengan Fleksibilitas Harga untuk memenuhi cadangan pangan nasional” 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Blora Djoko Nugroho diwakili Asisten 2 Setda Blora Slamet Pamuji, SH, MH, Dandim 0721/ Blora Letkol Inf Susilo, S, Sos diwakili Kasdim Mayor Kav Hiyasintus Waleng P S.T, Kapolres Blora diwakili Kompol Sarmidi, Kadinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Blora diwakili Kabid Ketahanan Pangan Suwito, Kabulog sub drive Pati Ahmad Kolhisum, Pasi Ter Dim 0721/ Blora Kapten Inf Surana, para Danramil jajaran Kodim 0721/ Blora, Kepala UPTD pertanian se kab. Blora, Mitra Bulog /Gapoktan /Poktan, perwakilan Babinsa dan Babinkamtibmas serta tamu undangan yang hadir. 

Pada kesempatan itu Kasdim Mayor Kav Hyasintus Waleng, P, ST mewakili Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S, Sos mengucapkan terimakasih dan selamat datang dalam rapat kordinasi pengendalian harga pangan yang diselenggarakan oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan tahun 2017 yang bekerjasama dengan Kodim 0721/ Blora. 

Dalam sambutan Bupati Blora Djoko Nugroho yang diwakili Asisten 2 Slamet Pamuji, SH, MH mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0721/Blora bekerja sama dengan Dinas Pertanian Blora, berlangsung tertib dan lancar. 

Disampaikannya, dengan dilaksanakannya rakor ini akan saling memberikan masukan dan saling bekerjasama antar instansi terkait, dan tercipta suasana kerja yang sinergis. Sehingga harga gabah akan stabil. 

“Target Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Blora sementara ini masih menduduki peringkat 1 dan pada level aman,” ungkapnya. 

Sementara Kabulog sub drive Pati Ahmad Kolhisum mengungkapkan, Sub drive Bulog pati untuk Mov (secara nasional ) yang telah dikirim meliputi Jakarta, Sumbar, Sumut, Kalteng dan Kaltim total sudah mencapai 15 ribu. (J02). 

Agustus 22, 2017

Tim Federasi Pekerja Mandiri Bisnis Visit Touring ke Kudus

by


JURNALPANTURA.COM, KUDUS - "Banyak memandang banyak pengalaman, banyak pengalaman banyak ilmu, banyak ilmu banyak kawan, banyak kawan banyak rizqi”.

Aplikasi dari Al-Hujurat ayat 13
Adalah Federasi Pekerja Mandiri (FPM) DPD provinsi Jateng Minggu 13 Agustus 2017 melakukan agenda rihlah, Bisnis Visit Touring dengan mengunjungi pertanian melon di Desa Kalirejo Undaan Kudus.

Dilanjutkan visit ke peternakkan domba di Desa Wonorejo Tlogowungu Pati, singgah di Resto Puri Kajar Colo Muria Kudus dan dilanjutkan menuju ke rumah batik kain Troso Dewi Shinta Pecangaan Jepara.

Tujuan utama agenda Bisnis Visit Touring ini adalah dalam rangka menjalin hubungan tali shiaturahim antar sesama Anggota FPM di tingkat DPD dan DPC dan mengenalkan beberapa contoh bisnis yang sudah berjalan dan sudah dijalin sebelumnya oleh pengurus FPM.

"Dengan touring begini, kan kita bisa tahu dan belajar langsung di lapangan seperti apa sesungguhnya kegiatan bisnis yang dilakukan oleh masyarakat” demikian ungkap Mei ketua umum DPD FPM Provinsi kepada Jurnal Pantura.

Bisnis Visit Touring kali ini diikuti tidak kurang dari 60 peserta para pengurus DPD FPM Provinsi dan anggotanya, serta jajaran calon pengurus DPC FPM Kudus dan beberapa calon pengurus DPC FPM Jepara.

Dari jajaran pengurus DPD FPM tak ketinggalan profesor Anang Muh Legowo dari Undip, Dr. Mei Sulistiyaningsih ketua Umum sekaligus dosen IKIP PGRI dan Anang Wibowo Sekretaris FPM, Beni bos melon dan sekaligus sebagai kordinator acara Bisnis Visit Touring ini serta beberapa pengurus DPD lainnya.

Sementara dari jajaran DPC FPM Kudus yang mengikuti agenda ini adalah Drs Abdullah Zaim calon ketua FPM Kudus, Hari Kustiyanto Sekretaris dan Ir Setyo Pambudi selaku Wakil Ketua FPM dan beberapa calon pengurus dibawahnya, sedangkan jajaran DPC FPM Jepara  di komandani oleh Mas Tri dengan beberapa kawan kawannya.

Antusiasme dan semangat kekeluargaan para pejuang Entrepreneur FPM dalam kegiatan Bisnis visit touring ini luar biasa, terlihat dari kecerian dan kegembiraan mereka dalam mengikuti setiap etape kunjungan. Dimulai dari  pukul 05.00 hingga sore hari tak nampak ada satupun dari peserta visit yang terlihat kelelahan, canda tawa dan suasana meriah di kebun melon, di balai desa Kalirejo, di warung nasi Gandul Pujasera Pati, bahkan di lokasi Kandang domba milik Dr. Murtono Pati justru para peserta Nampak semakin semangat dan merasa nyaman karena kambing dan kandangnya tidak berbau.

Uniknya para peserta kunjungan justru merasa betah dan senang lalu berselfiria dengan domba domba yang terlihat gemuk dan berbau khas empon empon kesukaan ibu ibu dan mbak-mbak FPM.

Sambutan hangat dengan penuh semangat kekeluargaan dari seluruh lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan Bisnis Visit Touring ini yang membuat para pserta semakin tambah semangat dan betah dalam mengikuti kegiatan rihlah FPM ini.

Kunjungan di lokasi pertanian melon Kalirejo disambut hangat dikantor desa oleh kepala desa dan jajaranya dan dijamu dengan hidangan khas di desa tersebut, saat di Pati di sambut hangat oleh Doktor Murtono dengan hidangan nasi gandul khas Pati, saat singgah di Resto Kajar Colo Muria disambut hangat oleh Ir Setyo Pambudi dengan hidangan kopi hitam khas Colo dengan camilan pohong rebus dan oleh oleh pete dari kebun sendiri.

Iring iringan 13 mobil FPM yang mengangkut para peserta rihlah menjadi perhatian tersendiri bagi para warga sekitar yang dilalui, dikira rombongan gubernur jateng. “awas awas ada gubernur datang, minggir minggir kasih jalan” celethuk salah satu warga yang berada dipinggir jalan di desa Kalirejo saat melintas di depannya.

Selanjutnya kegiatan rihlah Bisnis Visit Touring ini akan menjadi agenda rutin bagi DPD FPM dalam rangka melakukan eksplor dan pengenalan lebih dalam terhadap kegiatan kegiatan bisnis dan UKM di berbagai daerah di seluruh jawa bahkan kedepan di seluruh Indonesia, “Insha Allah, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin FPM  kedepan” terang anang Wibowo sekretaris FPM. ( Taufiq/ER01)

Top Ad 728x90