Jurnalpantura.Com, Kudus - Diawali dengan Penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa, Rapat Pleno terbuka rekapitulasi Penghitungan suara Pilkada Kudus 2018 telah dilangsungkan siang tadi, di Aula Lt 2 Gedung KPU Kabupaten Kudus, Rabu 04/07/2018.
Acara yang dijaga ketat oleh pihak pengamanan baik dari Polres, Kodim dan Satpol PP Kudus, berjalan dengan lancar dan aman.
Saat Rekapitulasi Untuk Pilgub Jateng yang hanya dihadiri oeh saksi paslon Gubernur dari nomor urut dua tersebut diperoleh hasil Pasangan Calon Gubernur dari Nomor urut 1 Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin memenangi perolehan suara di Kabupaten Kudus.
Dengan jumlah total perolehan suara Pilgub Jateng 2018, paslon nomor urut 1 (Ganjar Pranowo –Taj Yasin) sebesar 348.352 suara (73,55 %) sedangkan paslon nomor urut 2 (Sudirman Said – Ida Fauziah) perolehi 125.243 suara (26,44 %).
Sedangkan untuk jumlah DPT dan DPPh serta DPTb adalah 617.785, jumlah suara sah 473.595, suara tidak sah 46.994 sehingga jumlah suara sah dan tidak sah adalah 520.589.
Partisipasi pemilih pada pemilihan Gubernur di wilayah Kabupaten Kudus adalah sebesar 84,26 %.
Sementara itu pada sesi rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilbup Kudus 2018, dari 5 pasangan calon, hanya saksi dari dua pasangan calon, yakni saksi paslon nomor urut empat Akhwan-Hadi dan paslon nomor urut lima Tamzil-Hartopo, kedua saksi tersebut dengan seksama ikut menyaksikan jalannya rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilbup Kudus.
Hasil rekapitulasi di tingkat KPU Kabupaten Kudus Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus diperoleh hasil Jumlah total perolehan suara Pilbup Kudus 2018, paslon nomorurut 1 (An-Noor) peroleh total 194.093 suara, paslon nomor urut 2 (Harjuna) sebesar 7.393 suara, paslon nomor urut 3 (Hartini-Bowo) sebesar 76.792 suara, paslon nomor urut 4 (Akhwan-Hadi) sebesar 11.151 suara dan paslon nomor urut 5 (TOP) memperoleh angka sebesar 213.990 suara.
Jumlah DPT dan DPPh dan DPTb pada Pilbup Kudus 2018 adalah sebesar 617.785, suara sah sebesar 503.419, suara tidak sah sebesar 16.891, suara sah dan tidak sah sebesar 520.310, Partisipasi pemilih sebesar 84,25 %.
Dari prosentase perolehan diperoleh angka prosentase suara Pilbup Kudus tahun 2018 pada setiap calon, paslon nomorurut 1 sebesar 38,55 %, paslon nomor urut 2 sebesar 1,46 %, paslon nomor urut 3 sebesar 15,25 %, paslon nomorurut 4 sebesar 2,21 %, paslon nomorurut 5 sebesar 42,50 %.
Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada warga masyarakat di Kabupaten Kudus, yang telah memberikan partisipasi pemilihan melebihi target 80 persen pemilih seperti yang dicanangkan oleh KPU.
“Saya juga berterimakasih kepada Panitia Pengawas Pemilu, Polres Kudus, TNI dan Satpol PP yang telah bahu membahu melaksanakan dan menjaga Pesta Demokrasi di Kudus ini menjadi aman dan Kondusif,” katanya.
“ Saya juga yakin hasil Rekapitulasi ini tidak akan ada langkah hukum gugatan dan sebagainya mengingat selisih angka perbedaan yang melebihi satu persen seperti disyaratkan dalam undang-undang pemilu, serta melihat tidak ada angka perbedaan yang berarti antara kami baik enyelenggara maupun pengawas serta keputusan saksi yang menerima hasil rekaitulasi ini,” ujarnya.
Tahapan berikutnya kami menunggu selama 3 x 24 Jam, “ bila tidak ada upaya hukum apapun dari pihak yang merasa terdapa selisih, pihanya akan segera menetapkan Pasangan Tamzil dan Hartopo Sebagai Bupati Kudus periode 2018-2023,” tambah Khanafi menjelaskan. (J02 /A01)
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Serentak 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Serentak 2018. Tampilkan semua postingan
Juli 04, 2018
Juni 26, 2018
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seperti diketahui sebagian besar daerah di Indonesia akan berlangsung perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Ada 171 Pilkada yang di gelar serentak besuk Rabu 27/06/2018.
Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.
Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.
“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.
“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.
Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.
Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.
Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)
Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.
Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.
“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.
“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.
Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.
Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.
Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat dan anggota Polres Kudus serta Kodim 0722, memadati kawasan Simpangtujuh Kudus, Senin 25/06/2018 malam untuk mengikuti istighosah bersama Pilkada damai yang bertajuk " Istigosah Dan Tablig Akbar Dalam Rangka Mewujudkan Pilgub Jateng Dan Pilbup Kudus Aman Dan Damai ".
Kapolres Rembang AKBP Agusman Gurning Sik.MH mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sebab bisa diberikan kesempatan menggelar acara istighosah bersama.
" Rasa syukur kami sampaikan, malam ini kita diberikan kesempatan serta hidayah Allah bisa berkumpul berdoa bersama bersama Ulama, Umaro dan Masyarakat Kabupaten Kudus agar suasana Pilkada tetap kondusif dan berjalan damai,"kata dia.
Kemudian ia juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bisa bersikap netral. Sehingga nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Di sini ada sekitaran 1.941 TPS yang tersebar di Sembilan kecamatan. Besar harapan saya dapat memberikan layanan kepada masyarakat sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,"ujarnya.
"Saya mengimbau tetap netral jangan berpihak apa yang disampaikan pimpinan laksanakan. Sanksi jelas baik ringan dan dipecat dengan tak hormat. Berikan pelayanan masyarakat," pesan Agusman terhadap jajaran TNI-Polri yang hadir.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Suorufudin berpesan supaya Pilkada damai harus diikuti dengan baik dan mengedepankan persaudaraan.
Kemudian, dalam ceramahnya ia juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menjaga etika atau sikap.
"Pilkada (Pilgub) itu kan 5 tahunan. Jangan saling menghujat dan tetap menjaga kerukunan."ucap dia. (J02/A01)
Kapolres Rembang AKBP Agusman Gurning Sik.MH mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sebab bisa diberikan kesempatan menggelar acara istighosah bersama.
" Rasa syukur kami sampaikan, malam ini kita diberikan kesempatan serta hidayah Allah bisa berkumpul berdoa bersama bersama Ulama, Umaro dan Masyarakat Kabupaten Kudus agar suasana Pilkada tetap kondusif dan berjalan damai,"kata dia.
Kemudian ia juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bisa bersikap netral. Sehingga nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Di sini ada sekitaran 1.941 TPS yang tersebar di Sembilan kecamatan. Besar harapan saya dapat memberikan layanan kepada masyarakat sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,"ujarnya.
"Saya mengimbau tetap netral jangan berpihak apa yang disampaikan pimpinan laksanakan. Sanksi jelas baik ringan dan dipecat dengan tak hormat. Berikan pelayanan masyarakat," pesan Agusman terhadap jajaran TNI-Polri yang hadir.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Suorufudin berpesan supaya Pilkada damai harus diikuti dengan baik dan mengedepankan persaudaraan.
Kemudian, dalam ceramahnya ia juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menjaga etika atau sikap.
"Pilkada (Pilgub) itu kan 5 tahunan. Jangan saling menghujat dan tetap menjaga kerukunan."ucap dia. (J02/A01)
Langganan:
Postingan (Atom)



