Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Juli 16, 2018

Kunjungan UMKM Sragen Dan Lomba Kreasi Nasi Goreng Semarakan Pasar Tiban Duit Batok

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Setelah libur selama bulan puasa dan bulan Syawal. Pasar tiban duit bathok yang selama ini dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus  mulai beroperasi kembali. Ahad 15/07/2018.

Untuk menyemarakan dan dimulainya kegiatan Pasar Tiban Duit Batok, pihak manajemen JBO menyelenggarakan Lomba Kreasi Masakan Nasi Goreng.

Lomba yang diikuti tidak hanya anggota JBO tapi juga oleh masyarakat umum. 

"Lomba kreasi nasi goreng ini, bertujuan untuk menjalin tali shilaturahim dan dalam rangka belajar memasak nasi goreng yang sehat dan bergizi" terang Aryo salah satu panitia.

Semua peserta dengan berlomba-lomba membawa kreasi nasi gorengnya untuk ditampilkan kepada dewan juri.

Puluhan pengunjung Pasar Tiban Duit Batok dan anggota JBO yang hadir saat itu, penasaran dengan Kreasi bermacam-macam menu nasi goreng yang ditampilkan. Beberapa diantaranya ingin mencoba merasakan kelezatan nasi goreng.

Dalam perlombaam nasgor tersebut, yang dinilai adalah, kejujuran, rasa, kerapian, kreativitas, kandungan gizi, dan kebersihan.
"Dari seluruh peserta lomba,  masalah rasa hampir sama semua enak," Ungkap Maryuni Fakih salah satu tim penilai.

Dari penilaian Kreasi Nasi Goreng, Empat Kreasi Nasi goreng dari peserta yaitu Tri Murni, Uci, Siti Zuhriah dan Maryam, mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dari dewan pembina Dr Murtono, yang juga Pembantu Rektor 1 UMK.

Sementara itu, Pasar tiban duit bathok juga di kunjungi rombongan UMKM dari Kabupaten Sragen, mereka penasaran dengan adanya kegiatan Pasar Tiban Duit Bathok ini.

Rombongan di pandu oleh pihak manajemen JBO untuk keliling-keliling ke area pasar tiban dan ke taman eduwisata kelinci  serta menikmati aneka kuliner yang dijajakan di pasar tersebut.

"Kami ingin belajar dengan cara melihat langsung ke lokasi pasar tiban duit batok di Kudus ini." Ungkap Ifah, salah satu rombongan UMKM dari Sragen. (Md/A02)

Juni 29, 2018

Produk Makanan Olahan Anggota JBO Dinyatakan Bebas Formalin Oleh BP POM Jateng

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Demi menjaga kualitas produk dan jaminan keamanan mutu pengolahan ikan,  dinas kelautan dan perikanan provinsi Jawa Tengah, melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Kudus, menggelar pelatihan dan pembinaan penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan  bagi unit Pengolahan Ikan (UPI).‎ Acara tersebut digelar, Kamis 28/06/2018 di aula kantor Bidang  perikanan kabupaten Kudus.

Kepala dinas kelautan dan perikanan provinsi jawa tengah yang di wakili oleh Ir Santoso, MS.i dalam sambutan pembukaan acara diklat tersebut
menyampaikan, meski jarang menemui kendala namun pihaknya ingin agar Unit Pengolahan Ikan (UPI) tetap menjaga kualitas dan keamanan produknya.

Saat ini, jumlah UPI di kabupaten Kudus yang tergabung dalam  Asossiasi Pengolahan Ikan dan Pemasar Ikan (APPI) mencapai 35 anggota ‎dan produk mereka sudah mencapai kawasan Jawa tengah, Jawa Barat, Jakarta, Surabaya, Bali dan malaysia.

Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan yang di wakili oleh Kepala Bidang perikanan Fajar S.P  dalam pemaparanya menyampaikan

"‎Kami ingin kompetensi Quality Control di perusahaan pengolahan ikan meningkat demi kepentingan perusahaan ikan itu sendiri, terutama agar produk perikanan mereka terjamin mutu, keamanan dan  bisa diterima di kota tujuan," jelas Fajar. mengenai alasan digelarnya acara ini.

Nantinya, peserta kegiatan ini akan menerima bimbingan dan pembinaan lanjutan, kami berharap kedepan para anggota yang tergabung dalam APPI Assosiasi Pengolahan dan Pemasaran Ikan  kabupaten Kudus akan mendapatkan SMP.

"Materi pelatihan sendiri meliputi Good Manufacturing Practice (GMP), Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) dan HACCP, serta peningkatan kualitas kesehatan UPI  melalui cek BP POM Prov Jateng dilanjutkan observasi lapangan ke kampung Bandeng di desa wisata Loram kulon" sambung Fajar.

Menurut keteranngan M Iqbal, "Beberapa produk dari anggota APPI adalah bandeng presto, otak otak bandeng, bandeng asap, krupuk kulit ikan, teri kering, kripik cumi, rengginang ikan, fish bone, abon ikan, ikan asap dan beberapa reseller' ungkap ketua APPI Kudus, BM Iqbal.

Selain itu, dalam kesempatan acara diklat hadir dan  diramaiakn juga oleh anggota komunitas JBO Jual Beli Online dengan membawa  beberapa  sample produk olahan khas dari bahan baku ikan, seperti Siomey ikan goreng produksi Deby, orak arik pedo produksi Yayuk, juga ceker ayam kombinasi tepung ikan produksi Nok dan bakso ikan oleh maryam, semua dilakukan cek/test oleh BP POM dan dinyatakan bebas formalin. (md/A02)

Juni 26, 2018

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Dinas Perdagangan Liburkan Aktifitas Jual Beli Saat Pilkada Serentak 2018

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seperti diketahui sebagian besar daerah di Indonesia akan berlangsung perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Ada 171 Pilkada yang di gelar serentak besuk Rabu 27/06/2018.

Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.

Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.

“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.

“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS  yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.

Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.

Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.

Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)

Juni 10, 2018

Launching Sanggar Batik Kudusan, JBO Gelar Buka Bersama Dan Sharing Hasil Produksi

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Sebagai salah satu wadah atau komonitas yang selama ini peduli dengan pemberdayaan masyarakat khususnya produk UMKM, Crew Jual Beli Online (JBO) Divisi Sanggar Batik Affar mengadakan buka puasa bersama.

Bertempat di Sanggar Batik di Perum Muria, Jum'at 07/06/2018, tampak hadir Yaskur instruktur Sanggar Batik, Anggota JBO dan crew Sanggar Batik itu sendiri.

Selain buka bersama, Komunitas juga melakukan diskusi tentang prospek eduwisata batik affar.
Penyelenggara buka puasa bersama, Bambang menuturkan," ide buka bersama ini secara spontan saja, dengan hanya persiapan 1 hari,” tuturnya.

Dipilihnya lokasi Muria sebagai tempat berbuka puasa karena ditempat ini merupakan tempat berkumpulnya crew sanggar batiik Affar.

“ Ada dua hal yang di bahas dalam kegiatan ini yaitu jembatan  pertama dengan melibatkan komunitas kita dapat dikenal masyarakat ramai, dan dengan konsep mandaran mencerminkan budaya khas Kudus yang rahat,rukun,gayeng,” Tambahnya

Bambang berharap dengan acara tersebut, komonitas JBO khususnya dan Kudus pada umumnya lebih dikenal secara luas lagi dikancah nasional maupun internasional dengan tradisi dan Budaya nya, tegasnya.

Sementara itu salah satu inisiator, Eko Pramono yang juga juragan mebel, mengapresiasai ide kreatif dari komunitas JBO.

" ini merupakan hal baru di Kota Kudus, sanggar batik berbuka sambil diskusi,” terangnya.

Eko berharap buka bersama ini dapat dikembangkan dan dikemas dengan baik agar menjadi destinasi wisata baru di Kota Kudus “ Kedepan saya harap dikonsep yang lebih bagus agar lebih rame dan mengundang animo masyarakat banyak,” pungkasnya. (mad/A02)

Juni 07, 2018

Tekan Harga Pasar, Pemerintah Kecamatan Kaliwungu Gelar Pasar Murah

by
Jurnalpantura.Com, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kecamatan Kaliwungu merealisasikan rencana pasar murah di Balai Desa Banget, Kamis 07/06/2018. Berbagai macam produk kebutuhan masyarakat dijual dalam pasar murah ini. Dinas Perdagangan menjamin barang-barang yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Namanya saja pasar murah, untuk itu barang yang dijual juga harus lebih murah. Kalau harga sama atau lebih mahal, masyarakat pasti tidak mau beli,” jelas Camat Kaliwungu, M Fitrianto.

Dijelaskan Aan Fitrianto, pasar murah tersebut sengaja digelar menjelang Idul Fitri. Pasar murah digelar bukan untuk menstabilkan harga. Pasalnya, saat ini harga kebutuhan bisa dikatakan masih normal. Kalaupun ada kenaikan masih dalam batas kewajaran.

“Harga bisa lebih murah karena harga yang dikenakan menggunakan harga pokok. Penjual tidak mengambil untung karena kegiatan ini untuk membantu masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya.

Dengan kegiatan pasar murah ini, ujar Camat yang dikenal dengan nama Aan, dia berharap dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Lebaran. Terlebih lagi, dalam pasar murah tersebut penjual menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Seperti beras, gula, minyak goreng, sirup, dan berbagai kue serta roti untuk Lebaran. Bahkan, dalam pasar murah tersebut setiap warga dibatasi, yaitu satu orang satu kupon, dengan harapan agar masyarakat lainya kebagian.

Sejumlah warga yang datang ke pasar murah mengakui harga barang yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Seperti diungkapkan Suprapti yang mengaku ada selisih harga dibangkan harga pasar. “Selisihnya ada yang Rp1.000, ada juga Rp2.000. Intinya lebih murah. Kalau tidak lebih murah pasti warga tidak akan beli,” ujarnya.

Suprapti sendiri mengaku selain membeli gula, dirinya juga membeli beberapa kue kemasan kaleng untuk persiapan Lebaran. Dia mengaku, untuk beberapa produk kue dengan merek tertentu ada yang lagi promo sehingga harganya jauh dibawah harga pasar. “Biasanya di pasaran dijual sekitar Rp27.000, disini hanya dijual Rp21.000, jadi lebih murah,” kata Suprapti lagi. (J02/A01)

Juni 05, 2018

Jelang Idul Fitri, Masyarakat Serbu Pasar Murah Pemkab

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Pemerintah Kabupaten Demak menyelenggarakan Kegiatan Pasar Murah dalam rangka menyambut Ramadhan dan Idhul Fitri 1439 H yang bertempat di Desa Jragung Kecamatan Karangawen, Acara Dibuka langsung oleh Bupati Demak H.M Natsir yang di dampingi Danramil Karangawen Kapten Kav N.Pasaribu mewakili Dandim Demak, Senin 04/06/2018.

Dalam kesempatannya Danramil Karangawen mengatakan, Kami sangat mendukung dengan di adakannya pasar murah dan di harapkan kegiatan semacam ini harus terus di laksanakan serta dengan adanya bazar untuk masyarakat golongan menengah ke bawah dapat terbantu akan kebutuhan sembako terutama menjelang hari Raya Idul Fitri.

”Stand kami dari kodim bekerjasama dengan Primkopad dan Persit KCK Cabang XXXVII Dim 0716/Demak, Bahan pokok yang dijual dipasar murah ini antara lain beras dengan harga Rp.140.000, minyak goreng Rp.12.000, gula pasir Rp.11.000 dan telor Rp. 28.000 “, Jelas Danramil.

Tambahnya, untuk harga dari bahan pokok diatas itu, lebih murah bila dibandingkan dengan dipasaran pada umumnya, sedangkan tujuan dari bazar ini adalah untuk meningkatkan tali silahturahmi antara TNI AD dan masyarakat, khususnya ya berada di lingkungan desa Jragung Karangawen Demak.

Maksud dari Kegiatan Pasar Murah ini yaitu untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok dan membantu masyarakat di Kabupaten Demak dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 1439 H. (J02/A01)

Mei 29, 2018

Dinas Pertanian Dan Pangan Pastikan Hasil Olahan RPH Kudus Lebih Terjamin Dan Aman

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Beredarnya informasi adanya hati sapi dan kerbau yang mengandung cacing pita di pasaran, Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan teliti saat berkeinginan mengkonsumsi terhadap daging dan hati yang dijual. Himbauan ini disampaikan oleh Kepala UPT RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dan Puskeswan Gebog, Sudibyo.

Sebagai upaya untuk menjaga kualitas bahan pangan yang dikonsumsi oleh warga saat ramadan dan hari raya idul fitri.

“ Cacing hati pada dasarnya adalah sejenis cacing pipih yang hidup dan berhabitat di dalam sistem hati dan empedu hewan mamah biak herbivora, termasuk sapi, kambing, unta bahkan kerbau”. Katanya.

Cacing hati ini masuk ke dalam kerbau atau sapi melalui makanan yang mereka makan, yakni dedaunan yang hidup dari area berair . Biasanya di area berair ini muncul banyak larva cacing hati yang juga dikenal dengan nama serkaria.
“Larva yang tertelan sapi ketika mereka memakan dedaunan inilah yang kemudian menginfeksi hati sapi,” ujarnya.

Keberadaan cacing hati pada kerbau atau sapi bisa menyebabkan sapi mengalami beberapa penurunan kondisi kesehatan, seperti penurunan berat badan, masalah pencernaan seperti diare dan kerapnya sapi mengalami muntah dan kembung. Sapi sendiri kehilangan selera makan dan mengalami keluhan fisik seperti tampak layu dan kuyu. Kadang sapi terlihat bermata cekung dan telinga yang turun terkulai.


“ Lebih baik apabila masyarakat membeli hati atau daging baik sapi dan kerbau hasil penyembelihan dari RPH Kudus. Sebab kita melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah dilakukan penyembelihan. Kalau ditemukan hati yang mengandung cacing mita, maka langsung kita musnahkan dengan cara dibakar. Tidak boleh diedarkan ke pasaran ,” tegas Sudibyo.


Menurut Sudibyo, biasanya cacing hati rawan hidup di bagian hati, seperti cacing pita. Sementara bagian paru-paru hidup cacing hermonpos kontartus. Ciri sapi yang mengandung cacing antara lain jika dibelah pada bagian hati sapi terlihat mengeras dan hitam, saat hidup sapi memiliki badan yang kurus. Meskipun makannya banyak, namun badan sapi tidak gemuk, bulu sapi rontok kusam, pada bagian mata terus meler seperti menangis, sering diare, kotorannya lembek bahkan didalam kotoran sering terdapat cacing.

“ Kemungkinan ada sapi dan kerbau serta kambing yang cacingan. Soalnya iklim kita kan basah, sehingga cacing mudah hidup. Biasanya hewan-hewan itu terkena karena diangon saat pagi atau rumput-rumput yang dimakan kondisinya masih banyak oleh embun,” terangnya.

Himbauan ini pun diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ini karena pada bulan ramadan dan idul fitri ada oknum-oknum pedagang yang nekad menjual untuk meraih keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak pada konsumen.

Dijelaskan, hati dan daging yang mengandung cacing pita berbahaya untuk dikonsumsi. Parasit internal itu bisa menyebabkan keguguran saat hamil, anak yang dilahirkan bisa berpenyakit hydrochepalus, sperma mati (mandul) hingga dampak berikut menyebabkan kematian. Sebab serapa supan gizi yang minim pada tubuh.

“ Begini, mungkin saat membeli itu cacing bisa dibersihkan. Namun konsumen tidak mau membuang karena eman-eman sudah dibeli. Padahal didalam hati itu masih terdapat spora-spora telur cacing. Ini tidak akan mati meski dimasak dalam suhu 200 derajat. Cara memusnahkan ya memang dibuang, tidak dimasak. Kalau telur-telur cacing itu masih ke dalam perut, tentu malah akan menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan. Lebih baik jangan dikonsumsi. Cacing itu bisa terdapat pada hati sapi, kerbau dan kambing ,” tukasnya.

Sudibyo memberikan tips untuk konsumen saat membeli daging atau hati. Yaitu memilih daging yang digantung, selain beratnya asli tidak tercampur air juga minim bakteri. Khusus hati jangan memilih bentuknya tidak normal ( ada benjolan-benjolan) dan warnanya pucat.
“ Orang berpuasa dan merayakan idul fitri kan biasanya makan yang lebih enak-enak dari biasanya. Nah, agar tetap bisa menikmati makanan enak tanpa ada dampaknya, maka kami menyampaikan himbauan tadi ,” tandasnya. (J02/A01)

Mei 28, 2018

Stok Pangan Selama Bulan Ramadhan DiKabupaten Kudus Aman

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Bagi sebagian masyarakat kenaikan harga selama bulan Ramadhan sampai mendekati hari raya Idul Fitri sudah dianggap hal biasa. Ada beberapa penyebab kenaikan harga sembako tersebut menjadi sesuatu yang selalu terjadi menjelang Ramadhan hingga mendekati hari raya Idul Fitri,yang diantaranya adalah perilaku konsumen yang berubah di menjelang dan selama Ramadhan, ulah spekulan yang menimbun barang untuk mendongkrak harga barang.

Momen Ramadhan dimanfaatkan sebagian orang untuk mengambil untung dengan cara menimbun barang dengan harapan harga akan naik karena suplay barang ke pasar menjadi berkurang.Hukum ekonomi pun berlaku,permintaan lebih besar daripada persediaan yang ada maka harga akan naik.

Namun hal tersebut tidak secara dominan terjadi di Kudus, Dinas Perdagangan Kudus memastikan persediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri aman. Sejumlah bahan kebutuhan pokok pun menjadi perhatian Dinas ini diantaranya yakni beras, minyak goreng, gula, telor dan daging ayam, dan daging.

Hal tersebut disampaikan oleh Imam Prayitno, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Disdag Kudus, harga kebutuhan pokok tersebut masih akan stabil selama bulan Ramadhan nanti.

"Pertama, yang sensitif adalah beras. Jadi dari sisi harga, sudah mulai menurun, seiring sedang tersedianya pasokan. Kedua, kami juga memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat di Kudus, menjelang bulan Ramadhan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dalam rangka memastikan stok barang tersedia cukup, Pemkab Kudus juga melakukan monitoring di beberapa pasar tradisional dan pedagang besar, termasuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Terkait dengan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat, katanya, komoditas yang mengalami fluktuasi, yakni daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang.
Harga jual cabai pada pekan kedua bulan Mei 2018, kata dia, ada yang mencapai Rp50.000 per kilogram untuk cabai merah besar, sedangkan minggu keempat bulan April 2018 cabai merah besar hanya dijual Rp40.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan Rp2.300 menjadi Rp14.500/kg.

"Bawang merah sempat naik tinggi, namun pekan kedua bulan Mei 2018 turun menjadi Rp28.400/kg dari harga sebelumnya mencapai Rp30.000/kg dan bawang putih yang awalnya dijual Rp28.700/kg juga turun menjadi Rp20.700/kg," ujarnya.
"Untuk stok beras pekan ini mencapai 7.900 ton yang tersimpan di gudang para pedagang, sementara stok berjalan pada pedagang besar, tempat penggilingan, kata dia, setiap harinya bisa mencapai 500-an ton, sedangkan stok gula pasir rata-rata per bulannya mencapai 760 ton,” katanya.

Diterangkannya, stok minyak goreng, perbulannya mencapai 90.000 liter untuk minyak dalam kemasan, tepung terigu setiap bulannya tersedia sebanyak 775 ton yang tersimpan di gudang sejumlah distributor.

“ Khusus komoditas daging, stok di tingkat pedagang juga tersedia cukup, daging sapi pasokan rata-rata per bulannya mencapai 178 ton dan daging ayam ras sebanyak 390 ton, sedangkan telur ayam ras 450 ton,” ujar Imam.

Sementara komoditas sayur cabai merah keriting, kata dia, juga tersedia cukup karena rata-rata per bulan pasokannya mencapai 680 kuwintal, cabai merah besar 765 kuwintal, cabai rawit hijau 680 kuwintal, dan cabai rawit merah 120 kuwintal.

"Bawang merah pasokan per bulannya mencapai 300 kuwintal dan bawang putih sebesar 252 kuwintal, sedangkan kedelai mencapai 130 ton," ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, stok kebutuhan pokok masyarakat, khususnya gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu relatif cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki Ramadhan 2018.

Komoditas pokok beras, stok berjalan di tingkat penggilingan beras dan pedagang beras kondisi persediaan beras bergerak rata-rata per harinya mencapai 500 ton.
"Akhir Mei 2018 hingga awal Juni 2018 diharapkan panen musim tanam kedua dari luar Kudus bisa menambah stok gabah di masing-masing tempat penggilingan padi," ujarnya.

Sedangkan untuk komiditas lain, katanya, saat ini pedagang tidak melakukan penyimpanan barang terlalu lama, sedangkan pasokan setiap hari berjalan seperti biasa mengingat harga komiditas, terutama cabai dan bawang merah serta bawang putih di pasaran saat ini harganya fluktuatif menyesuaikan permintaan dan stok di pasaran.(J02 /A01)

Mei 18, 2018

Kampung Ramadhan Di Kabupaten Rembang Diperpanjang Jadi 28 Hari

by
Jurnalpantura.Com, Rembang - Pelaksanaan Kampoeng Ramadhan tahun ini akan diperpanjang. Dari yang semula digelar 22 hari dibuat lebih lama hingga 28 atau 29 hari mendekati hari Raya Idul Fitri.
Hal itu diungkapkan Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz saat membuka Kampoeng Ramadhan di halaman Rumah Dinas Bupati Rembang, Kamis 17/05/2018 sore.
Menurutnya jika selesai tanggal 22 hari saja belum bisa menjaring pembeli dari orang luar kota. Namun jika dilaksanakan sampai 28 atau 29 hari mendekati Lebaran maka bisa menjaring pembeli dari luar kota.
“Kalau dilaksanakan 22 hari saja maka belum pada tingkatan promosi. Pembeli hanya dari warga lokal Rembang saja. Yang paling tepat sampai akhir Ramadhan, agar oramg yang mudik dari luar kota bisa ke sini,” ujarnya.
Dengan menangkap peluang warga yang tinggal di luar kota mudik, dan datang ke Kampoeng Ramadhan maka kegiatan tersebut benar- benar tidak semata- mata kegiatan formalitas saja.
Terkait teknis berbenturan dengan pelaksnaan tong tong klek yang biasanya kumpul keberangkatan di jalan HOS Cokroaminoto, bisa dipindahkan. Start tong- tong klek bisa dipindah di sekitar perempatan Jaini atau di depan Rumdin Kapolres.
Sementara itu Diah Ajeng salah satu pedagang di Kampoeng Ramadhan sangat setuju jika pelaksanaannya diperpanjang. Ia yakin keuntungan pedagang juga semakin bertambah.
“Wah ya setuju mas, untungku lebih banyak berarti. Nah itu kalo mau lebaran kan banyak yang mudik, malah bagus lagi,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut 50 anak yatim juga mendapat santunan. Sedangkan resmi dibukanya kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan burung dara oleh Bupati dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto. Selanjutnya Para pejabat meninjau semua stand dan berbelanja. (J02 /A01) 

Mei 15, 2018

Kembangkan Sayap Sampai Sragen, FPM Bertekad Bantu Pemerintah Entaskan Kemiskinan

by
Jurnal Pantura, Sragen –  Kemandirian masyarakat dalam menjawab masalah masalah kebutuhan hidup dinilai sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terbentuknya ormas Federasi Pekerja Mandiri (FPM) diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi  dan membantu pengentasan kemiskinan.

”Kami akan bergerak sampai ke pelosok desa, kami akan mendata kegiatan masyarakat baik di bidang pertanian, peternakan, usaha kecil dan sebagainya,” kata Ketua DPC FPM Kabupaten Sragen Joko Siswanto, Senin 14/05/2018.

Usai pelantikan Pengurus DPC FPM Kabupaten Sragen di Pendopo Sumonegoro, Joko menyampaikan, sebanyak 52 orang dari berbagai bidang profesi, ada dosen, ada guru, pengusaha, petani, kaum devabel, ada wirausahawan telah dilantik oleh Ketua DPD FPM Jawa Tengah.

 Setelah ini mereka bakal bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Joko, Federasi ini akan membantu pekerja seperti UKM, ojek dan sebagainya di kabupaten Sragen. Saat ini jumlah pengurus di Sragen baru 52.

 Namun, selain anggota yang tidak jadi pengurus juga banyak sehingga akan didata kembali setelah pelantikan.

”Sudah banyak yang kontak saya yang siap menjadi anggota,” ujarnya.

Sementara itu Wakil ketua DPP FPM Pusat, Edi Suwandi, SH, menyampaikan, pihaknya menghimpun pekerja non formal, seperti petani, peternak, nelayan dan pedagang kecil. Dia menegaskan, FPM merupakan organisasi non politik. Hanya saja mendukung dan bersinergi dengan pemerintah.

“Organisasi ini membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Intinya kita mendukung pemerintah untuk membantu masyarakat. Kita berharap DPC FPM kabupaten Sragen ini dapat segera bekerja dan memiliki arti bagi masyarakat,” papar Edi.

Pada sesi lain, Mey Sulistyoningsih ketua Umum DPW Jawa Tengah dalam sambutanya menyampaikan, "Federasi Pekerja Mandiri harus melek tehnologi, dizaman yang serba digital ini tdk ada alasan bagi para wirausahawan untuk aktiv berbisnis, pola zaman dulu masih terpancang pada modal dan harus punya kios atau toko kalau mau ber bisnis, sementara zaman sekarang ini, bisnis tidak harus punya modal besar, karena memasarkan produk nya orang lain pun bisa, dengan menggunakan tehnologi bisa memasarkan produk hanya menggunkan hp atau intenet" paparnya.

" Contoh kemandirian itu sudah di buktikan oleh Federasi Pekerja Mandiri DPW Jawa tengah, kita punya kandang ayam dengan model close house, kandang tanpa bau, hanya dalam waktu 2 bulan modal bisa terkumpul 2 milyar, pertengahn puasa sudah chik in 40.000 ekor, kandang ke 2 bulan Agustus kita buat lagi" terang Mey.

Selain itu , kita juga memiliki usaha berjamaah lain nya, yakni usaha cafe..sehingga kalau kita kumpul kumpul sudah tidak usah menyewa lagi,
Selain itu bila di sragen ini ada yang ahli ternak sapi, segera sampaikan ke DPW FPM, akan kita carikan investor" tambahnya. (Mad/A01)

Mei 14, 2018

Sambut Ramadhan 70 Gerai Makanan Ramaikan Festival Kuliner

by
Jurnalpantura.Com, Demak - Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan Kab.Demak mempersembahkan festifal kuliner  yang bertempat di depan halaman Stadion Pancasila Kabupaten Demak guna menyambut bulan suci ramadhan 1439 H. Senin, 14/05/2018.

Sebanyak 70 gerai makanan turut ramaikan festival kuliner menyambut bulan Ramadhan 1439 H yang berlangsung di Stadiun Pancasila Demak mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Mei 2018. Acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Demak HM. Natsir bertanda secara resmi membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya Natsir minta agar para peserta festival kuliner untuk selalu bersemangat serta berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang digeluti. ”Berikan, tunjukkan, dan sajikan produk kuliner saudara baik makanan berat maupun camilan ringan dengan harga bersaing. Beri nama-nama yang menarik, sehingga para pecinta kuliner akan penasaran untuk mencicipi, mencoba kemudian berbondong-bondong memborongnya” ungkapnya.

Acara yang di hadiri Bupati Demak HM. Natsir ,Kadin Dindankop UMKM, Siti Zuarin, MM,Kapolres Demak, diwakili Kompol Sofiatun SH,Dandim 0716, diwakili Mayor Inf Harianto,Kajari Demak, diwakili Lilik Setiyani,SH.MH,Sekda Kab Demak, dr. Singgih Setyono Mke,Kepala OPD serta tamu undangan guna mempromosikan baik melalui kegiatan semacam ini maupun melalui media sosial yang sekarang ini marak dilakukan para kawula muda. Karena dengan foto-foto makanan yang menarik tentunya akan menggugah selera para pecinta kuliner untuk mencobanya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak Dra. Siti Zuarin, MM menyampaikan, Festival kuliner merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan serta sebagai ajang promosi produk makanan dan minuman yang ada di Kabupaten Demak.

Sebagai pecinta kuliner Kepala Staf Kodim 0716/Demak Mayor Inf Harianto mengatakan bahwa masyarakat akan tahu macam-macam produk kreasi makanan lokal yang kita miliki. “Saat ini kuliner merupakan bisnis yang sedang berkembang di Indonesia. Munculnya berbagai makanan yang unik dan menarik serta tren sebagai gaya hidup masyarakat menjadi bukti bahwa sektor kuliner di Kab.Demak berkembang dengan pesat”, ungkapnya.

Festival yang buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB tersebut akan dimeriahkan oleh Ikatan Kesenian Pemuda Nusantara cabang Demak. selain bisa menikmati berbagai macam kuliner para pengunjung juga bebas mengikuti lomba karaoke yang diselenggarakan oleh panitia. “ Berbagai kuliner ini juga akan di promosikan pada Demak expo 2018 juni mendatang. (J02 /A01)

Mei 13, 2018

Satu-satunya Paguyuban Foto Copy Sahkan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seratusan pengusaha foto copy yang ada di Kabupaten Kudus yang selama ini tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Foto Copy (PPFC) Surya Menara Lestari. Ahad pagi 13/05/2018, mengadakan kegiatan pengesahan ADART) di Gedung JHK Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Selama ini para pengusaha foto copi membentuk Paguyuban salah satunya, Untuk meningkatkan dan mengembangkan prospek usaha fotokopi di Kabupaten Kudus.

Ditemui pada kegiatan tersebut, Pembina Paguyuban, Sutiyono, menegaskan bahwa paguyuban fotokopi ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

"Paguyuban ini bermula dari inisiatif saya untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan para pengusaha fotokopi di Kudus. Insiatif tersebut kemudian apresiasi dan disepakati oleh teman-teman pengusaha fotokopi hingga terbentuklah paguyuban ini di tahun 2017," ungkapnya.

Dikatakan Sutiyono, nantinya paguyuban ini akan menjadi wadah bagi para pengusaha fotokopi dalam hal suplai kebutuhan usaha maupun tempat untuk sharing berbagai permasalahan dalam mengembangkan usaha fotokopi.

"Sejak tahun 2000, saya belajar dunia fotokopi. Saya melihat perawatan mesin fotokopi harus mendatangkan dari luar daerah. Dari situ saya berfikir, mengapa putra daerah tidak dikembangkan untuk menjadi teknisi fotokopi. Selain membuka lapangan kerja, juga lebih efisien dalam hal biaya perawatan," kata Sutiyono dalam sambutannya di kegaitan tersebut.

Sutiyono tidak memungkiri, jika pengusaha fotokopi itu konsumtif. Dalam satu minggu bisa mengeluarkan dana Rp. 1 - 3 juta, untuk belanja kebutuhan usaha fotokopi. Dari situ, munculah ide untuk membentuk sebuah paguyuban yang dapat menaungi dan mengkover kebutuhan dari para pengusaha fotokopi di Kabupaten Kudus. (J02 /A01)

April 30, 2018

Crew Pasar Tiban Kudus Anjangsana Ke Nasi Tewel Mbak Yeni

by
Jurnalpantura.Com, Pati - Kabupaten Pati mempunyai ragam kuliner yang bisa menandingi daerah lain. Selain sego gandhul dan soto Kemiri, ataupun petis Runting, Pati juga terkenal dengan kuliner sego tewel.

Kuliner ini hanya bisa dijumpai di daerah Pati bagian selatan, atau tepatnya di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo. Di desa itu, ada puluhan penjual nasi tewel yang berjajar di pinggir jalan. Namun dari sekian penjual, nasi tewel Mbak Yeni yang paling tekenal.

Pemilik warung ini yakni Yeni, yang berjualan sejak 1950, meneruskan usaha keluarganya. Yeni merupakan generasi ketiga, meneruskan mertua dan neneknya. Resep turun temurun inilah yang membuat sego tewel warung ini beda dengan warung-warung lain.

Menu yang disajikan pun hanya sego tewel, tak ada yang lain. Hal ini juga yang membuat warung milik Mbak Yeni itu selalu dibanjiri pembeli setiap harinya.

Bahkan hanya dalam waktu tiga jam, ratusan porsi yang disediakan langsung ludes. Padahal ia mulai buka pada pukul 15.00 WIB, dan belum sampai pukul 20.00 WIB sego tewelnya pasti sudah habis.

Dalam waktu yang singkat itu pula, Yeni mengaku sudah menyediakan 30 sd 40 kilogram beras dengan sayur tewel sebanyak 3 panci besar. Kendati begitu, nasinya itu selalu habis tak lebih pukul 20.00 WIB.

“Ini memang turun temurun. Saya termasuk generasi ketiga dari Mbah saya  Menu yang saya jual juga sama dengan generasi sebelum saya,” ujar Yeni saat didatangi jurnal Pantura di warungnya, minggu 29/4/2018) malam. Walau mbak Yeni menjual nasi tewel dengan harga per porsi Rp.3000, namun dia bisa mendapatkn omzet 3.5 sampai dengan 4 juta per hari atau sekitar 100 juta -110 juta per bulan.

Ia mengatakan, sego tewel memiliki cita rasa yang asin, gurih dan pedas sesuai dengan lidah orang Pati. Meski demikian, pengunjung ternyata tak saja berasal dari Pati, tetapi juga wisatawan dari luar daerah seperti Jogja.

Saat ini, Yeni memiliki lima karyawan yang ikut membantu memasak, cuci piring, hingga melayani pembeli. Warungnya tak pernah sepi dari pengunjung.

Seorang pengunjung tengah menerima menu sego tewel yang ia pesan di warung Yeni.

Tampilan sego tewel sangatlah sederhana. Hanya nasi dan kuah tewel saja, tanpa ada lainnya. Meski demikian, kuliner ini mampu memikat pecinta kuliner. Yang ditonjolkan adalah cita rasa klasik warisan kuliner leluhur.

“Semuanya dikemas secara tradisional. Saya sengaja tidak menjual lauk selain tempe. Kalau saya jual lauk selain tempe, itu sama saja mengubah cita rasa dan konsep yang diwariskan pendahulu kami dalam menjual sego tewel,” terangnya.

Dari rasa klasik inilah yang mampu memikat banyak orang. Ariyo misalnya. Penikmat kuliner asal Kudus ini mengatakan, sensasi klasik berbalut tradisional menjadi salah satu alasan dirinya tergila-gila dengan sego tewel. Cita rasa yang gurih dan pedas dianggap menggugah selera makan.

“Di sini, semuanya serba tradisional. Nasinya hanya menggunakan sayur nangka muda atau dikenal dengan tewel. Lauknya cuma ada tempe goreng, kerupuk atau peyek. Nasinya dialasi menggunakan daun jati. Meski begitu, rasanya sangat enak. Justru nuansa tradisional itulah yang saya cari,” tuturnya.

Belum lagi, kata dia, harganya sangat terjangkau. Satu porsi saja, sego tewel dihargai dengan Rp 3 ribu. Tak ayal, satu orang dengan menu sego tewel, minuman, tempe, kerupuk atau peyek bisa dipastikan tak akan lebih dari Rp 10 ribu.

“Harganya juga murah. Meski terkadang saya harus melakukan perjalanan jauh dari  Kudus menuju Desa Tambakromo yang berada di ujung Pati selatan selama setengah jam, tapi saya rela menempuhnya karena memang suka,” ujar pria yang kebetulan bekerja di koperasi SMS Kudus ini. (J02 /A01)

April 22, 2018

Kompak Pakai Kebaya, Pedagang Pasar Tiban Duit Batok Tetap Gayeng Jalankan Aktivitas

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Suasana Peringatan Hari Kartini dan perjuangannya dalam Emansipasi Wanita begitu terlihat di pasar 'Krempyeng' yakni pasar tiban duit bathok yang ada di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, belakang KUD Bae, Ahad 22/04/2018 pagi tadi.

Pasar yang selama ini identik dengan kekumuhan oleh managemen JBO di sulap menjadi pasar edukasi dan destinasi wisata di desa tersebut.

"Momen hari Kartini ini kami jadikan kebangkitan bagi crew JBO yang kami bina, dengan menyulap pasar  yang selama ini terkesan kumuh menjadi pasar warna warni, tidak hanya itu, sekitar 90% pedagang di pasar ini adalah kaum ibu ibu, dimana 30% nya merupakan kepala keluarga alias tulang punggung bagi keluarganya, sehingga pada peringatan Hari Kartini ini semua pedagang pasar kompak memakai kebaya untuk menghargai perjuangan pahlawan wanita," ujar kordinator pasar tiban Banbang dipenda.

Bahkan pedagang pasar yang selama ini 'ewuh pakewuh' dengan kegiatan formalitas, khusus pada momen hari Kartini semuanya melakukan apel pagi di lokasi pasar, tidak lupa dalam apel ini pedagang pasar mengawalinya dengan iringan musik lagu  lagu RA Kartini.

Dr Murtono Pembantu rektor 1 Universitas Muria Kudus yg sekaligus pembina pasar tiban yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang dan crew manajemen JBO pasar tiban, tidak hanya dalam menghargai jasa pahlawan, tapi juga dalam menciptakan pasar yang kumuh dengan baner warna warni, sehingga selain bisa menjadi destinasi wisata baru, hal ini juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli.

"Ini sangat bagus dan kreatif, karena disamping merubah lingkungan yang kumuh dengan aneka  ornamen warna warni  sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru, ide ini juga bisa mendongkrak perekonomian mereka sendiri," ujar penggiat wirausaha ini.

Sementara dari pantauan media ini, ide pedagang dalam memperingati hari kartini dengan memakai kebaya tidak hanya menjadi daya tarik pembeli, tapi beberapa murid tk jiga terlihat rombongan kecil dengan membeli aneka jajanan pasar, apalagi di lokasi pasar juga di sediakan hiburan eduwisata kelinci dan memanah oleh managemen JBO.

"Pasar ini menginspirasi mas, dan bisa memberi edukasi pada anak-anak, walau ini baru pertama kalinya, saya berharap bisa dipertahankan, terutama pada peringatan hari-hari nasional dan keagamaan, jika pedagang komitmen saya yakin perekonomian masyarakat juga ikut terangkat, misal pada agustusan, pedagang memakai pakaian adat atau pakaian yang sesuai dengan tema, pasti akan lebih bagus," ujar Yanto warga wergu yang kebetulan lewat dan minum kangen water di pasar tiban tersebut. (J02 /A01)

April 21, 2018

Pondok Pesantren Wajib Mandiri Demi Pondasi Ekonomi Umat

by
Jurnalpantura.Com, Pati - Di era zaman now kemandirian pondok pesantren dari segi ekonomi, sangat diperlukan. Seperti yang dilakukan Institut Pesantren Mathali"ul Falah (IPMAFA), salah satu institusi pendidikan berbasis agama Islam terbesar di Kabupaten Pati ini, tengah menjalin kemitraan dengan salah satu mini market ternama. Kerjasama ini, diwujudkan dengan membuat minimarket kemitraan yang keberadaannya tak jauh dari lingkungan pesantren.

Seperti yang disampaikan Abdul Ghofarrozin selaku rektor IPMAFA yang mana saat ini pesantren mutlak mandiri dari tiga hal yakni pesantren harus mutlak mandiri dari segi budaya, politik, serta ekonomi.

"Pesantren jangan hanya dipandang sebagai partner ekonomi saja, namun diharapkan dapat dipandang sebagai pelestari budaya serta menjaga NKRI," tegasnya.

Untuk 100 pesantren di Indonesia, merupakan milik swasta. "Pesantren perlu mandiri untuk membangun pondasi ekonomi pondok yang kuat. Bila belum mandiri boleh dan dapat bekerja sama dengan pihak lain," tambahnya. (J02 /A01)

April 17, 2018

PKL GOR makin Bertambah, Dinas Perdagangan Berencana Jadikan Satu Para Pedagang

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah kompleks Gedung Olah Raga, kemarin pagi berkumpul di Aula Dinas Perdagangan Kudus, Senin 16/04/2018.

Para pedagang yang terdiri dari pria dan wanita diundang oleh Dinas Perdagangan untuk diberikan pembinaan dan Penataan terkait semakin bertambahnya jumlah PKL yang ada.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti menyampaikan, Dinas dan Paguyuban pedagang akan melakukan pendataan dan Penataan ulang tentang jumlah pedagang yang ada.

"Jumlah pedagang yang menempati area Sport Center dan samping stadion akan kami cek ulang, jangan sampai ada satu pedagang yang mempunyai dua lapar,"Tegasnya dihadapan PKL.

Sudiharti atau bu Eti menambahkan, hanya pedagang yang ber ktp Kudus yang akan mendapatkan prioritas, dan jika kedapatan pedagang mempunyai dua lapar akan diberi pilihan untuk memilih salah satu. Kepada pedagang Eti juga menyampaikan bahwa Pengurus Paguyuban PKL akan diajak survai ke Kabupaten Pati dan Jepara untuk melihat tenda yang dipakai para pedagang kaki lima di kota tersebut.

Ketua Paguyuban PKL GOR Amin khudhori mengatakan, saat ini jumlah PKL GOR yang terdata Dinas Perdagangan berjumlah 125, Namun seiring semakin ramainya kawasan GOR banyak warga yang membuka lapak baru, sekitar ada 14.

Untuk 14 pedagang yang baru mendaftar ke pengurus Paguyuban, "Kami tidak berjanji jika nantinya waktu di fasilitasi tempat dari Dinas, tidak mendapat bagian kios atau los, karena yang diutamakan yang sudah terdata dulu," jelas Amin.

Paguyuban PKL di komplek GOR bersama Dinas Perdagangan akan berusaha semaximal mungkin menata lahan agar semua pedagang bisa berjualan dengan nyaman, untuk itu pengurus dan Dinas ingin berencana menjadikan satu semua pedagang dalam satu wilayah dengan Naungan tenda besar, papar Amin menjelaskan tujuan ke kota Pati dan Jepara. (J02 /A01)

April 09, 2018

Satu-satunya Koperasi Online Di Jateng Gelar RAT Pertama kalinya

by
Jurnalpantura.Com, Semarang - Untuk pertama kalinya Koperasi Online dibawah Naungan Federasi Pekerja Mandiri mengadakan Rapat Anggota Tahunan untuk pertama kalinya yang dilaksanakan di Gedung Marhaen, Semarang.

Ketua koperasi FPM Jateng Sejahtera  Anang Wibowo menjelaskan, Koperasi Online Jateng Sejahtera, merupakan satu - satunya di Jateng yang terbentuk satu tahun lalu.

Menurut Mey Sulistyoningsih, ketua umum FPM DPD Jateng, "Koperasi FPM Sejahtera Bersama harusnya mendapat penghargaan dari MURI sebagai koperasi pertama online di Jawa Tengah  memiliki angggota lebih dari 217 dalam waktu setahun secara online dan bisa melakukan RAT secara kompak" terang Mey.

"RAT yang dilaksanakan ini terbukti efektif dan efisien serta semakin banyak anggota yang terlibat dalam menyampaikan berbagai masukan dan usulan-usulan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan pelayanan terhadap anggota, khususnya dalam pelayanan administrasi dalam bentuk eletronik " kata Anang  di Semarang, Sabtu 07/04/2018.

Anang menjelaskan bahwa dari total anggota sebanyak 217 orang per Desember lalu, sebanyak 117 anggota atau sekitar 50,% mengikuti RAT tahun buku 2017, dengan mayoritas anggota setuju dengan pertanggungjawaban pengurus mencapai 100%, sedangkan untuk program kerja di tahun 2018 juga mendapatkan persetujuan dari anggota yang hadir dalam RAT.

Ditambahkan Koperasi FPM Jateng Sejahtera mempunyai beberapa kegiatan usaha antara lain : 1. Perdagangan yang dilakukan melalui posko pelayanan dan melalui FPM mart. 2. Pelayanan simpan pinjam, 3. Pembiayaan pembelian barang, 4. Pembiayaan usaha. Adapun omzet koperasi jateng sejahtera per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 96.842.239.50,- dan sisa hasil usaha tahun 2017 sebesar Rp. 7.818.239.50,-
Melalui kegiatan RAT I ini diharapkan bisa diperoleh masukan - masukan positif dari seluruh anggota, sehingga kedepan koperasi FPM Jateng Sejahtera dapat menjadi lebih maju dan berkembang lagi.

Sementara itu, Bendahara koperasi Susi Dewi S.Kom, S.Pd,  memaparkan pihaknya akan menggunakan teknologi internet untuk menyempurnakan dan meningkatkan  kinerja koperasi.

Dengan memanfaatkan internet secara maksimal akan memiliki fitur-fitur, antara lain pendaftaran koperasi online, pengecekan saldo tabungan dan simpanan, transfer antar tabungan, pengecekan outstanding penagihan, pembelian/pembayaran pulsa listrik, Telkom, tiket, hingga pembayaran BPJS Kesehatan dll.

"Intinya, kita ingin memberikan pelayanan prima lewat sistem online kita, layaknya branchless banking," pungkasnya.

Dalam usianya yg masih tergolong baru, Koperasi FPM mampu mengembangkan unit usaha secara berjamaah yakni kegiatan usaha ternak ayam broiler dengan modal 1,8 milyar, modal tersebut digalang dengan cara membuka sertifikat saham kepada seluruh anggota koperasi, dengan nilai saham per lembar Rp. 500.000.

Selain usaha ternak ayam, koperasi juga telah membuka unit usaha berjamaah yakni resto FPM dengan modal 120 juta dengan membuka saham per lembar Rp.500,000. Adapun omzet koperasi per 31/03/2018 sebesar Rp. 96.842.239.50,- dan sisa hasil usaha tahun 2017 sebesar Rp. 7.818.239.50,-
Melalui kegiatan RAT I ini diharapkan bisa diperoleh masukan - masukan positif dari seluruh anggota, sehingga kedepan koperasi FPM JATENG SEJAHTERA dapat menjadi lebih maju dan berkembang lebih pesat. (Mad/J02)

Pasar Tiban Duit Batok, Diramaikan Lomba Nyanyi

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pelaksanaan pasar tiban duit bathok yang ke 4, diramaikan  dengan Lomba Menyanyi dan lomba mewarnai siswa siswi TK se kec Dawe,  kegiatan pasar tiban ini diselenggarakan oleh Komunitas Jual Beli Online (JBO) dan dan Koperasi Sukses Mandiri Sejahtera Kabupaten Kudus, Ahad 08/4/2018.

Lomba ini diikuti oleh peserta TK puluhan siswa-siswi taman kanak-kanak se Kec Dawe, yakni Taman kanak-kanak Kategori  A   dan Taman Kanak-kanak kategori  B. Selain lomba mewarnai kegiatan pasar tiban juga diramaikan dg kegiatan lomba menyanyi dangdut yg diikuti para pengujung dan pedagang pasar tiban.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Aksi komunitas JBO mendidik generasi masa depan dan dalam rangka menggali bakat para penyanyi bersuara emas, juga dalam rangka menyemarakkan pasar Tiban Duit Bathok di Kabupaten Kudus.

 Dalam kegiatan lomba mewarnai dan menyanyi  ini bertindak sebagai dewan yuri adalah Tedjo Pramono, S.Pd dan Sri Elfiyanti Sarjana Psikologi dan Ony sebagai dewan yuri menyanyi.

Adapun dewan yuri memutuskan para pemenang lomba mewarnai akan diumumkam juaranya pada minggu depan, hal ini dimaksudkan agar para pserta lomba dan wali nya msh tetap datang guna menymbung tali shilaturahim dan untuk meramaikn pasar tiban.
 Adapun hasil juara lomba menyanyi tiap minggu akan diumumkn juaranya, dengan standar penilaian suara, sikap dan aksi panggungnya.

Dalam kesempatan pasar tiban kali ini juga di hadiri oleh Letkol H.Sudarsono mantan bupati kudus, beliau  menyampaikan kegiatan lomba lomba ini merupakan kegiatan yang nantinya mampu menumbuhkan cinta dan menyukai kesenian. “Diharapakan anak dan orangtua yang hadir dalam lomba ini nantinya mampu menumbuhkan cinta pada seni". Ungkap Sudarsono.

Selain itu panitia menyediakan  doorprize untuk para peserta yang beruntung.
Sementara itu, semarak pasar Tiban Duit bathok yang di kelola oleh komunitas Jual Beli Online dan koperasi SMS ini,  kian hari kian menarik minat bagi para pedagang dan para pengujung.  Pasar tiban unik ini di buka mulai pukul  07 – 13.00, berlokasi di desa Purworejo sebelah utara KUD kecamatan Bae. Semakin ramenya kegiatan pasar tiban yang sudah berjalan 3 kali pada setiap hari minggu ini dibuktikan dengan ramenya pengunjung dan omzet yang di dapatkan, menurut koordinator lapak pasar Tiban Bambang “Alhamdulillah, sudah 4 minggu ini pasar tiban beroperasi, peminatnya luar biasa, para pedagang yang daftar terus bertambah setiap minggu, awalnya hanya 40 sekarang sudah lebih dari 60 pedagang” terangnya.
 “Selain itu pengunjung yang datang pun juga semakin banyak dari berbagai kalangan, bahkan seperti pasar tiban yang hari minggu 6/4/18 dilaksanakan juga diramikan oleh puluhan  pesepeda dari arah colo muria, kedepan pasar tiban ini akan terus kita kembangkan hingga menjadi rujukan bagi desa-desa lain di kabupaten Kudus dan sekitarnya karena akan kita rancang sebagai pusat eduwisata dengan berbagai kegiatan-kegiatan unik lainnya” imbuhnya. (Mad/J02)

April 02, 2018

Belajar Budidaya Kelapa Kopyor, Anggota DPRD Sulteng Kunjungi Pati

by
Jurnalpantura.Com, Pati - Puluhan anggota dewan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara baru-baru ini  memenuhi ruang Joyokusumo Kantor Setda Kabupaten Pati. Mereka ternyata sangat antusias berkunjung ke Pati untuk mempelajari tentang kelapa kopyor yang ada di Pati.
Rombongan yang di pimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Konawe Selatan Tri Haryono ini diterima langsung oleh Staf Ahli Bidang  Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Pati, Singgih Purnomojati.
Menurut Tri Haryono,  kepala kopyor Pati dinilai paling bagus dibandingkan daerah lain. "Karena itu kita pilih untuk belajar ke sini", ujar Ketua Komisi II Kabupaten Konawe Selatan ini.
Setelah diterima di ruang Joyokusumo  dan mendengarkan paparan kepala dinas pertanian dan peternakan kabupaten Pati, akhirnya rombongan ini langsung menuju ke desa Sendangrejo dan Kalikalong Kecamatan Tayu untuk meninjau langsung budidaya kelapa kopyor yang ada di Pati. (J02 /A01) 

Maret 25, 2018

Lomba Mewarnai Ramaikan Pasar Tiban Duit Batok

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pelaksanaan Lomba Mewarnai yang diselenggarakan oleh Komunitas Jual Beli Online (JBO) dan Pasar Tiban Duit Bathok dibawah binaan Koperasi Sukses Mandiri Sejahtera Kab Kudus, Ahad 25/03/2018.

Dikuti oleh peserta TK sebanyak 80 siswa-siswi taman kanak-kanak se Kec Bae, yakni. Taman kanak-kanak Kategori  A 25 anak dan Taman Kanak-kanak kategori  B 55 anak.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Aksi komunitas JBO mendidik generasi masa depan dan dalam rangka menyemarakkan pasar Tiban Duit Bathok di Kabupaten Kudus.

Dalam kegiatan lomba mewarnai ini bertindak sebagai dewan juri adalah Tedjo Pramono, S.Pd dan Sri Elfiyanti Sarjana Psikologi.

Adapun dari hasil penilaian dewan yuri diputuskan para pemenang lomba yang terbagi menjadi dua kategori diantaranya, kategori B sebagai Juara 3 Ghina Alma Zahira dari Tk Abaxa, Juara 2 Anneke Poppy dari Tk Pembina 2 Gerbang Harapan, Juara 1 diraih oleh Kharsa Alya Zahira dari Tk Mashitoh.
Dalam kategori TK A, sebagai Juara 1 Dilla B  dari TK Al Ahyar, Juara 2 dari TK Nurush Shofa yaitu Hanum, Juara 3 oleh Ghuta  dari TK Al-Ahyar.

Pembantu rektor 1 Universitas Muria Kudus, Doktor H Murtono, M.Pd menyampaikan kegiatan lomba yang diselenggarakan merupakan kegiatan yang nantinya mampu menumbuhkan cinta dan menyukai kesenian.

“Diharapakan anak dan orangtua yang hadir dalam lomba ini nantinya mampu menumbuhkan cinta pada seni. Dan budaya membaca dan menulis akhirya lahir. Dimulai dari kecintaannya terahadap budaya melukis dan mewarnai, peserta juga mewarnai gambar dalam bentuk tema dagang atau pasar Tiban.’’ Ungkap Murtono.
Panitia pun memberikan hadiah kepada para pemenang lomba dalam bentuk piala, piagam dan uang pembinaan.

Selain itu panitia menyediakan bingkisan doorprize untuk para peserta yang beruntung.
Sementara itu, semarak pasar Tiban Duit bathok yang di kelola oleh komunitas Jual Beli Online dan koperasi SMS ini,  kian hari kian menarik minat bagi para pedagang dan para pengujung. Pasar tiban unik ini di buka mulai pukul  08 – 13.00, berlokasi di desa Purworejo sebelah utara KUD kecamatan Bae. Semakin ramainya kegiatan pasar tiban yang sudah berjalan 3 kali pada setiap hari minggu ini dibuktikan dengan ramainya pengunjung dan omzet yang di dapatkan.

Menurut koordinator lapak pasar Tiban Bambang, “Alhamdulillah, sudah 3 minggu ini pasar tiban beroperasi, peminatnya luar biasa, para pedagang yang daftar terus bertambah setiap minggu, awalnya hanya 40 sekarang sudah lebih dari 60 pedagang” terangnya.

“Selain itu pengunjung yang datang pun juga semakin banyak dari berbagai kalangan, bahkan seperti pasar tiban yang hari minggu 25/3/18 dilaksanakan juga diramikan oleh puluhan komunitas senam dari desa Peganjaran, kedepan pasar tiban ini akan terus kita kembangkan hingga menjadi rujukan bagi desa-desa lain di kabupaten Kudus dan sekitarnya karena akan kita rancang sebagai pusat eduwisata dengan berbagai kegiatan-kegiatan unik lainnya” imbuhnya. (Mad/A02)

Top Ad 728x90