Jurnalpantura.Com, Kudus - Dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahmi dan kekeluargaan diantara pimpinan dan anggota, Keluarga Besar Koramil 05/Mejobo menggelar acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1439 H bertempat di RM Ikan Bakar Nasuky Mubarok Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus sekaligus dilanjutkan acara arisan dan pertemuan rutin bulanan anggota Persit Ranting 06 dijajaran Koramil 05 pada Rabu (04/07/2018) sore
Pada kesempatan tersebut Danramil 05/Mejobo Kapten Inf Sukaryono yang didampingi Ny. Endah Sukaryono mengajak para anggota untuk senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat, anugerah dan hidayah-Nya, kita telah sampai puncak kemenangan dan kebahagiaan dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Lebih lanjut Danramil menegaskan, Halal Bihalal ini sebagai upaya menjaga tali silaturahmi bukan hanya personil Koramil akan tetapi dengan anggota Persit Koramil. Harapannya akan terbentuk ikatan kekeluargaan yang kuat sebagai satu keluarga yang besar dan harmonis.
“Idul Fitri ini kita jadikan momen untuk saling memaafkan dan menjaga hubungan harmonis dan tali silaturahmi diantara Danramil dengan anggota beserta keluarganya,” kata Danramil.
Selanjutnya Kapten Inf Sukaryono juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh anggota Koramil Mejobo yang telah melaksanakan tugas dengan baik.
Diantaranya adalah Pengamanan Pilkada Kabupaten Kudus, Kunjungan Ibu Panglima TNI di wilayah Kabupaten Kudus. Semua anggota telah melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan sepenuh hati.
"Terima kasih kepada Ibu Ketua Persit KCK Ranting 06 Koramil 05/Mejobo beserta anggota yang telah mendukung tugas suami maupun kegiatan organisasi Persit semua berjalan dengan baik. Jaga keharmonisan rumah tangga, perhatikan dengan serius tentang masa depan anak-anak kita dengan baik dan terencana", pungkasnya. (J12/A02)
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Juli 05, 2018
Juni 21, 2018
by Unknown
Juni 21, 2018
Jurnalpantura.Com, Jepara - Setelah pelaksanaan apel pengecekan oleh Kasdim Jepara Mayor Inf M Nurul Chabibi SH, di lanjutkan dengan acara Halal Bihalal seluruh anggota Kodim dengan PKL ( Pedagang Kaki Lima ) seputaran lingkungan Makodim Jepara khususnya PKL alun-alun kabupaten Jepara yang bertempat di halaman Kodim Jepara, Kamis 21/06/2018.
Acara di mulai dengan sambutan Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST dan di lanjutkan dengan penyerahan Banner dengan ukuran 40 cm x 50 cm secara simbolis kepada perwakilan PKL yang berisi tentang menjaga kebersihan dan membuang sampah seusai dengan tempatnya. Acara di akhiri dengan salam-salaman berjabat tangan berkeliling, baik anggota maupun PKL.
Dalam sambutannya Dandim menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh anggota dan bapak ibu PKL yang hadir.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada hadirin semuanya, semoga amal ibadah kita selama puasa Ramadhan kemarin di terima disisi Allah SWT. Saya ucapkan selamat datang kepada bapak ibu PKL yang hadir memenuhi undangan kami, acara seperti ini mungkin baru pertama kali di adakan Kodim, karena selama saya menjabat Dandim saya melihat kesadaran warga dalam membuang sampah khususnya di seputaran alun-alun Jepara sangat kurang, oleh karenanya saya mengundang bapak ibu PKL dalam acara Halal bihalal ini untuk membantu dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan”. Kata Fahrudin Hidayat.
Dandim juga menyampaikan untuk kebersihan lingkungan merupakan tugas kita semua, terkhusus bapak ibu PKL sangat mempunyai peran yang penting dalam kebersihan, semisal ada warga yang membeli makanan/minuman atau apapun di tempat bapak ibu, sambil di ingatkan untuk membuang sampah di tempatnya, ataupun sampah bekas dagangan bapak ibu untuk di taruh di tempat yang di sediakan.
“ Nanti kami akan bantu bapak-ibu PKL untuk tempat sampahnya, mungkin kantong plastik besar untuk menampung sampah. Kami juga akan memberikan Banner kecil tentang kebersihan untuk di pasang di gerobak/lokasi tempat bapak ibu berjualan”, tegas Dandim. (J02 /A01)
by Unknown
Juni 21, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Halal bi Halal gabungan para wirausahawan se Eks Karesidenan Pati diantaranya, Pengusaha Property Pati Raya (KKPPR), Komunitas Pedagang Bakso (KBP), Paguyuban Penjual Parfum Pati Raya (P3R), Komunitas Pedagang Snack Blora (KPSB) yang tergabung dalam komunitas JBO : Jual Beli Online Kudus bersama Yayasan Mukti Khazanah Indonesia (YMKI) mengadakan temu kangen dalam bingkai halal bi halal dan seminar Self Talk. Rabu, 20/06/2018.
Pada Kesempatan tersebut hadir Para pembina wirausahawan dari Semarang dan juga ahli tele marketing serta pakar SelfTalk pemilik CV Arsyana wangi Ahmad Subakir dari Kendal.
Kegiatan ini selain halal bi halal juga di manfaatkan untuk melakukan diskusi dan seminar tentang prospek Pemasaran menggunakan fasilitas Tehnologi internet serta mengenalkan betapa pentingnya memahami materi SelfTalk dalam setiap pelaku usaha.
"Self talk adalah kata kata yang sering kita ucapkan dan sering kali kita tidak menyadari perkataan itu. Self talk yang sering anda katakan pada diri sendiri sebenarnya adalah cerminan dari bawah sadar anda" Terang Subakir dihadapan peserta halal bi halal Di Hotel @HOM.
Jadi setiap realitas fakta riil yg terjadi pada setiap orng tergantung bagaimana orang tersebut ber selftalk, bila selftalk nya positive maka akan terjadi positive demikian pula sebaliknya, tambahnya.
Selain itu, Ketua Panitia acara Rudianto menuturkan ide halal bi halal dengan mengundang berbagai komunitas wirausaha lintas kabupaten ini adalah dalam rangka menyatukan Visi bahwa sebagai seorang wirausahawan akan sukses kuncinya harus membangun jaringan komunikasi dan selalu positive thingking.
"kami hanya sekedar ingin berbagi ilmu dan pengalaman sesama pelaku usaha, sehingga kedepan kita bisa merancang berbagai pengembangan bisnis yang lain yang lebih menarik." terangnya.
Dalam kesempatan itu, Mukhlis salah satu pembina Yayasan Mukti Hazanah Indonesia YMKI selaku pemprakarsa kegiatan ini mengatakan, "Usai pertemuan halal bi halal ini kita akan segera membetuk unit2 bisnis lain yg lebih prospektif salah satunya adalah biro haji dan umroh melalu PT Cendana Tiga Tour Wisata yang Alhamdulillah kita di tunjuk oleh pusat untuk membuka cabang di sini" tuturnya.
Kedepan seluruh anggota gabungan berbagai komunitas wirausahawan yang tergabung dalam komunitas Jual Beli Online ini bisa berangkat haji dan umroh bersama melalui PT Cendana Tiga Tour kita ini, harapnya yang di Aamiini seluruh peserta.
Ada empat hal yg di bahas dalam kegiatan halal bi halal ini yaitu pertama penyampaian materi selftalk, kedua sosialisasi program bisnis dan pembentukan tim kerja, ketiga ikrar halal bi halal dan yang keempat kesimpulan dan penetapan program usaha.
Antusiasme dan semangat para pengunjung luar biasa terutama setelah mendapatkan pencerahan tentang materi selftalk.
Kustianto salah satu peserta yang juga Owner percetakan, sekaligus calon ketua Biro Haji dan Umroh area Pati Raya dalam acara ini menyampaikan, "Entah kenapa dan entah bagaimana dalam tahun ini area karesidenan Pati bisa memberangkatkan 50 calon umroh dan calon haji" demikian selftalknya. (MD/A02)
Pada Kesempatan tersebut hadir Para pembina wirausahawan dari Semarang dan juga ahli tele marketing serta pakar SelfTalk pemilik CV Arsyana wangi Ahmad Subakir dari Kendal.
Kegiatan ini selain halal bi halal juga di manfaatkan untuk melakukan diskusi dan seminar tentang prospek Pemasaran menggunakan fasilitas Tehnologi internet serta mengenalkan betapa pentingnya memahami materi SelfTalk dalam setiap pelaku usaha.
"Self talk adalah kata kata yang sering kita ucapkan dan sering kali kita tidak menyadari perkataan itu. Self talk yang sering anda katakan pada diri sendiri sebenarnya adalah cerminan dari bawah sadar anda" Terang Subakir dihadapan peserta halal bi halal Di Hotel @HOM.
Jadi setiap realitas fakta riil yg terjadi pada setiap orng tergantung bagaimana orang tersebut ber selftalk, bila selftalk nya positive maka akan terjadi positive demikian pula sebaliknya, tambahnya.
Selain itu, Ketua Panitia acara Rudianto menuturkan ide halal bi halal dengan mengundang berbagai komunitas wirausaha lintas kabupaten ini adalah dalam rangka menyatukan Visi bahwa sebagai seorang wirausahawan akan sukses kuncinya harus membangun jaringan komunikasi dan selalu positive thingking.
"kami hanya sekedar ingin berbagi ilmu dan pengalaman sesama pelaku usaha, sehingga kedepan kita bisa merancang berbagai pengembangan bisnis yang lain yang lebih menarik." terangnya.
Dalam kesempatan itu, Mukhlis salah satu pembina Yayasan Mukti Hazanah Indonesia YMKI selaku pemprakarsa kegiatan ini mengatakan, "Usai pertemuan halal bi halal ini kita akan segera membetuk unit2 bisnis lain yg lebih prospektif salah satunya adalah biro haji dan umroh melalu PT Cendana Tiga Tour Wisata yang Alhamdulillah kita di tunjuk oleh pusat untuk membuka cabang di sini" tuturnya.
Kedepan seluruh anggota gabungan berbagai komunitas wirausahawan yang tergabung dalam komunitas Jual Beli Online ini bisa berangkat haji dan umroh bersama melalui PT Cendana Tiga Tour kita ini, harapnya yang di Aamiini seluruh peserta.
Ada empat hal yg di bahas dalam kegiatan halal bi halal ini yaitu pertama penyampaian materi selftalk, kedua sosialisasi program bisnis dan pembentukan tim kerja, ketiga ikrar halal bi halal dan yang keempat kesimpulan dan penetapan program usaha.
Antusiasme dan semangat para pengunjung luar biasa terutama setelah mendapatkan pencerahan tentang materi selftalk.
Kustianto salah satu peserta yang juga Owner percetakan, sekaligus calon ketua Biro Haji dan Umroh area Pati Raya dalam acara ini menyampaikan, "Entah kenapa dan entah bagaimana dalam tahun ini area karesidenan Pati bisa memberangkatkan 50 calon umroh dan calon haji" demikian selftalknya. (MD/A02)
Juni 10, 2018
by Unknown
Juni 10, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Sebagai salah satu wadah atau komonitas yang selama ini peduli dengan pemberdayaan masyarakat khususnya produk UMKM, Crew Jual Beli Online (JBO) Divisi Sanggar Batik Affar mengadakan buka puasa bersama.
Bertempat di Sanggar Batik di Perum Muria, Jum'at 07/06/2018, tampak hadir Yaskur instruktur Sanggar Batik, Anggota JBO dan crew Sanggar Batik itu sendiri.
Selain buka bersama, Komunitas juga melakukan diskusi tentang prospek eduwisata batik affar.
Penyelenggara buka puasa bersama, Bambang menuturkan," ide buka bersama ini secara spontan saja, dengan hanya persiapan 1 hari,” tuturnya.
Dipilihnya lokasi Muria sebagai tempat berbuka puasa karena ditempat ini merupakan tempat berkumpulnya crew sanggar batiik Affar.
“ Ada dua hal yang di bahas dalam kegiatan ini yaitu jembatan pertama dengan melibatkan komunitas kita dapat dikenal masyarakat ramai, dan dengan konsep mandaran mencerminkan budaya khas Kudus yang rahat,rukun,gayeng,” Tambahnya
Bambang berharap dengan acara tersebut, komonitas JBO khususnya dan Kudus pada umumnya lebih dikenal secara luas lagi dikancah nasional maupun internasional dengan tradisi dan Budaya nya, tegasnya.
Sementara itu salah satu inisiator, Eko Pramono yang juga juragan mebel, mengapresiasai ide kreatif dari komunitas JBO.
" ini merupakan hal baru di Kota Kudus, sanggar batik berbuka sambil diskusi,” terangnya.
Eko berharap buka bersama ini dapat dikembangkan dan dikemas dengan baik agar menjadi destinasi wisata baru di Kota Kudus “ Kedepan saya harap dikonsep yang lebih bagus agar lebih rame dan mengundang animo masyarakat banyak,” pungkasnya. (mad/A02)
Bertempat di Sanggar Batik di Perum Muria, Jum'at 07/06/2018, tampak hadir Yaskur instruktur Sanggar Batik, Anggota JBO dan crew Sanggar Batik itu sendiri.
Selain buka bersama, Komunitas juga melakukan diskusi tentang prospek eduwisata batik affar.
Penyelenggara buka puasa bersama, Bambang menuturkan," ide buka bersama ini secara spontan saja, dengan hanya persiapan 1 hari,” tuturnya.
Dipilihnya lokasi Muria sebagai tempat berbuka puasa karena ditempat ini merupakan tempat berkumpulnya crew sanggar batiik Affar.
“ Ada dua hal yang di bahas dalam kegiatan ini yaitu jembatan pertama dengan melibatkan komunitas kita dapat dikenal masyarakat ramai, dan dengan konsep mandaran mencerminkan budaya khas Kudus yang rahat,rukun,gayeng,” Tambahnya
Bambang berharap dengan acara tersebut, komonitas JBO khususnya dan Kudus pada umumnya lebih dikenal secara luas lagi dikancah nasional maupun internasional dengan tradisi dan Budaya nya, tegasnya.
Sementara itu salah satu inisiator, Eko Pramono yang juga juragan mebel, mengapresiasai ide kreatif dari komunitas JBO.
" ini merupakan hal baru di Kota Kudus, sanggar batik berbuka sambil diskusi,” terangnya.
Eko berharap buka bersama ini dapat dikembangkan dan dikemas dengan baik agar menjadi destinasi wisata baru di Kota Kudus “ Kedepan saya harap dikonsep yang lebih bagus agar lebih rame dan mengundang animo masyarakat banyak,” pungkasnya. (mad/A02)
Juni 08, 2018
by Unknown
Juni 08, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Guna mempererat silaturrahmi antara kepolisian dengan para insan pers yang ada di Kabupaten Kudus, Polres Kudus pada hari ke-23 puasa, menggelar buka puasa dengan puluhan jurnalis media cetak, elektronik dan online di rumah makan Sudirman, Jln Jendral Sudirman, Kamis 07/06/2018.
Kapolres menyampaikan, agar wartawan tetap memberikan masukan dan koreksi kepada pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya, di wilayah hukum Polres Kudus.
"Buka puasa bersama dengan awak media ini, juga menjadi tempat menjalin Silaturahmi antara pihak kepolisian dan awak media yang selama ini membantu tugas-tugas kepolisian," kata Kapolres Agusman Gurning.
Pada kesempatan itu juga Agusman, memengucapkan rasa terimakasihnya kepada para jurnalis karena selama ini telah banyak membantu tugas-tugas kepolisian khususnya dalam penyebaran informasi kepada publik.
“Dengan adanya Pers telah membuat dunia ini menjadi terang khususnya dalam penyebaran informasi, ” ujarnya dihadapan awak media.
Apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang dilaksanakan setelah lebaran, banyaknya berita hoax yang beredar hingga membuat keresahan di masyarakat. Sudah menjadi tugas bersama untuk memerangi penyebaran berita yang tidak bertanggung jawab tersebut, tentunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mengimbangi pemberitaan yang menyejukan dan bertanggung jawab, tutupnya. (J02 /A01)
Kapolres menyampaikan, agar wartawan tetap memberikan masukan dan koreksi kepada pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya, di wilayah hukum Polres Kudus.
"Buka puasa bersama dengan awak media ini, juga menjadi tempat menjalin Silaturahmi antara pihak kepolisian dan awak media yang selama ini membantu tugas-tugas kepolisian," kata Kapolres Agusman Gurning.
Pada kesempatan itu juga Agusman, memengucapkan rasa terimakasihnya kepada para jurnalis karena selama ini telah banyak membantu tugas-tugas kepolisian khususnya dalam penyebaran informasi kepada publik.
“Dengan adanya Pers telah membuat dunia ini menjadi terang khususnya dalam penyebaran informasi, ” ujarnya dihadapan awak media.
Apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang dilaksanakan setelah lebaran, banyaknya berita hoax yang beredar hingga membuat keresahan di masyarakat. Sudah menjadi tugas bersama untuk memerangi penyebaran berita yang tidak bertanggung jawab tersebut, tentunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mengimbangi pemberitaan yang menyejukan dan bertanggung jawab, tutupnya. (J02 /A01)
Juni 05, 2018
by Unknown
Juni 05, 2018
Jurnalpantura.Com, Demak - Pemerintah Kabupaten Demak menyelenggarakan Kegiatan Pasar Murah dalam rangka menyambut Ramadhan dan Idhul Fitri 1439 H yang bertempat di Desa Jragung Kecamatan Karangawen, Acara Dibuka langsung oleh Bupati Demak H.M Natsir yang di dampingi Danramil Karangawen Kapten Kav N.Pasaribu mewakili Dandim Demak, Senin 04/06/2018.
Dalam kesempatannya Danramil Karangawen mengatakan, Kami sangat mendukung dengan di adakannya pasar murah dan di harapkan kegiatan semacam ini harus terus di laksanakan serta dengan adanya bazar untuk masyarakat golongan menengah ke bawah dapat terbantu akan kebutuhan sembako terutama menjelang hari Raya Idul Fitri.
”Stand kami dari kodim bekerjasama dengan Primkopad dan Persit KCK Cabang XXXVII Dim 0716/Demak, Bahan pokok yang dijual dipasar murah ini antara lain beras dengan harga Rp.140.000, minyak goreng Rp.12.000, gula pasir Rp.11.000 dan telor Rp. 28.000 “, Jelas Danramil.
Tambahnya, untuk harga dari bahan pokok diatas itu, lebih murah bila dibandingkan dengan dipasaran pada umumnya, sedangkan tujuan dari bazar ini adalah untuk meningkatkan tali silahturahmi antara TNI AD dan masyarakat, khususnya ya berada di lingkungan desa Jragung Karangawen Demak.
Maksud dari Kegiatan Pasar Murah ini yaitu untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok dan membantu masyarakat di Kabupaten Demak dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 1439 H. (J02/A01)
Dalam kesempatannya Danramil Karangawen mengatakan, Kami sangat mendukung dengan di adakannya pasar murah dan di harapkan kegiatan semacam ini harus terus di laksanakan serta dengan adanya bazar untuk masyarakat golongan menengah ke bawah dapat terbantu akan kebutuhan sembako terutama menjelang hari Raya Idul Fitri.
”Stand kami dari kodim bekerjasama dengan Primkopad dan Persit KCK Cabang XXXVII Dim 0716/Demak, Bahan pokok yang dijual dipasar murah ini antara lain beras dengan harga Rp.140.000, minyak goreng Rp.12.000, gula pasir Rp.11.000 dan telor Rp. 28.000 “, Jelas Danramil.
Tambahnya, untuk harga dari bahan pokok diatas itu, lebih murah bila dibandingkan dengan dipasaran pada umumnya, sedangkan tujuan dari bazar ini adalah untuk meningkatkan tali silahturahmi antara TNI AD dan masyarakat, khususnya ya berada di lingkungan desa Jragung Karangawen Demak.
Maksud dari Kegiatan Pasar Murah ini yaitu untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok dan membantu masyarakat di Kabupaten Demak dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 1439 H. (J02/A01)
Mei 24, 2018
by Unknown
Mei 24, 2018
Jurnalpantura.Com, Jepara - Bupati Jepara bersama Forkopimda Kabupaten Jepara mengunjungi Masjid Jami Baitul Muttaqin Desa Gidangelo RT 02 RW I, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.
Kedatangan rombongan Bupati Jepara di sambut Ustadz Abdul Ghofur beserta pengurus Masjid Baitul Muttaqin dan masyarakat sekitar. Masjid Baitul Muttaqin menjadi tempat pelaksanaan Safari Ramadhan oleh Bupati Jepara bersama Forkopinda Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara beserta rombongan tiba di Masjid Jami Baitul Muttaqin Desa Gidangelo sekitar pukul 18.45 wib, dilanjutkan dengan sholat Isya' dan sholat taraweh berjamaah yang di pimpin oleh Bupati Jepara KH Ahmad Marzuki SE, selaku imam sholat, dan di lanjutkan dengan acara ramah tamah dan Penyerahan kenang - kenangan antara lain 5 buah sarung, 5 buah sajadah, 5 buah mukena dan 5 buah Al-qur'an.
Ustad Abdul Ghofur mewakili pengurus Ta'mir Masjid Jami Baitul Muttaqin menyampaikan Kami atas nama pengurus Masjid Jami Baitul Muttaqin mengucapkan sugeng rawuh dan terimakasih kepada rombongan safari ramadhan pada malam hari ini, Sholawat serta salam bagi kita semua yang senantiasa masih diberikan kesehatan dan dapat menjalankan ibadah sholat taraweh bersama di Masjid Jami Baitul Muttaqin ini, Alhamdulillah selama 3 tahun Masjid Jami Baitul Muttaqin ini dibangun total, dan sumber dana swadaya masyarakat desa gidangelo.
Sementara itu Bupati Jepara KH Ahmad Marzuqi SE, menyampaikan Atas nama Pemerintah Daerah dan rombongan kami mengucapkan banyak terima kasih masyarakat Desa Gidangelo ini dengan baik.
"Kegiatan safari ramadhan ini sudah menjadi Program dari pemerintah daerah Kabupaten Jepara, dengan Safari Ramadhan kita bisa menyerap aspirasi langsung masyarakat."ujarnya. Rabu 23/05/2018 malam.
Kami menghimbau kepada pak camat, pak petinggi dan pak RW/RT untuk menghidupkan kembali Poskamling kita guna menjelang lebaran dan situasi yang saat ini. Kami mohon Pak Petinggi dan Pak RW/RT mendata warga baru maupun pendatang dan ditanya dengan baik. "Poskampling juga sebagai salah satu sarana berkumpulnya warga, sehingga terjaga tali silaturahmi dan komunikasi antar sesama warga di lingkungan sekitar."Tutupnya. (J02 /A01)
Mei 17, 2018
by Unknown
Mei 17, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Ribuan warga Kudus, Jawa Tengah menyaksikan visualisasi tradisi "dandangan" dalam menyambut datangnya bulan Ramadan yang diwariskan oleh Sunan Kudus.
Visualisasi tradisi dandangan kali ini, menampilkan tari kolosal. Tari yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Kudus mengambarkan sejarah perjalanan kabupaten Kudus sejak zaman sunan Kudus.
Para pedagang dari berbagai daerah sejak tanggal 06/05/2018, sudah memanfaatkan momen tradisi tersebut dengan menggelar lapaknya untuk berjualan. Ada lebih dari 300 pedagang, mulai dari Jl Pemuda, Jl Ramelan hingga Jl Sunan kudus.
Sejak siang, masyarakat Kudus memenuhi kawasan Simpang Tujuh Kudus untuk menyaksikan secara langsung Visualisasi Dandangan. Visualisasi pentas kolosal Dandangan mengejawantahkan pesan toleransi antar umat beragama, seperti yang sudah di ajarkan Sunan Kudus.
Melalui sendra tari dan teater yang menceritakan sejarah perjalanan Kabupaten Kudus sejak zaman Sunan Kudus, dengan melibatkan peserta berbagai macam etnis dan agama. Diawali dengan penabuhan bedug oleh Bupati Kudus yang didampingi oleh tokoh agama, tokoh masyarakat serta Kapolres Kudus, perwakilan Dandim Kudus, Ketua Pengadilan Negeri serta Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, di Simpangtujuh Kudus, Rabu, 16/05/2018.
Bupati Kudus Musthofa menyatakan tradisi Dandangan telah mengakar kuat ratusan tahun lalu. Tradisi warisan Syeh Ja'far Shodig untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Musthofa mengajak semua masyarakat Kudus untuk terus membangun Kudus, menjunjung tinggi toleransi, karena tanpa itu semua pembangunan Kudus tidak akan bisa seperti ini, ungkapnya.
"Toleransi antar umat beragama terlihat jelas dikudus. Semua berkumpul jadi satu disini, menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita," kata Musthofa SE.MM, Bupati Kudus dua periode ini. (J02 /A01)
Visualisasi tradisi dandangan kali ini, menampilkan tari kolosal. Tari yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Kudus mengambarkan sejarah perjalanan kabupaten Kudus sejak zaman sunan Kudus.
Para pedagang dari berbagai daerah sejak tanggal 06/05/2018, sudah memanfaatkan momen tradisi tersebut dengan menggelar lapaknya untuk berjualan. Ada lebih dari 300 pedagang, mulai dari Jl Pemuda, Jl Ramelan hingga Jl Sunan kudus.
Sejak siang, masyarakat Kudus memenuhi kawasan Simpang Tujuh Kudus untuk menyaksikan secara langsung Visualisasi Dandangan. Visualisasi pentas kolosal Dandangan mengejawantahkan pesan toleransi antar umat beragama, seperti yang sudah di ajarkan Sunan Kudus.
Melalui sendra tari dan teater yang menceritakan sejarah perjalanan Kabupaten Kudus sejak zaman Sunan Kudus, dengan melibatkan peserta berbagai macam etnis dan agama. Diawali dengan penabuhan bedug oleh Bupati Kudus yang didampingi oleh tokoh agama, tokoh masyarakat serta Kapolres Kudus, perwakilan Dandim Kudus, Ketua Pengadilan Negeri serta Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, di Simpangtujuh Kudus, Rabu, 16/05/2018.
Bupati Kudus Musthofa menyatakan tradisi Dandangan telah mengakar kuat ratusan tahun lalu. Tradisi warisan Syeh Ja'far Shodig untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Musthofa mengajak semua masyarakat Kudus untuk terus membangun Kudus, menjunjung tinggi toleransi, karena tanpa itu semua pembangunan Kudus tidak akan bisa seperti ini, ungkapnya.
"Toleransi antar umat beragama terlihat jelas dikudus. Semua berkumpul jadi satu disini, menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita," kata Musthofa SE.MM, Bupati Kudus dua periode ini. (J02 /A01)
Mei 16, 2018
by Unknown
Mei 16, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seribu lilin menyala dihalaman Mapolres Kudus. Aksi tersebut sebagai simbol duka untuk para korban tragedi bom bunuh diri Surabaya dan Sidoarjo.
Aksi menyalakan seribu lilin duka itu, digelar oleh puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus, Selasa 15 /05/2018 malam.
Dalam aksi yang bertema Seribu Lilin Untuk Perdamaian Negeri, selain doa untuk para korban juga dibacakan pernyataan sikap bersama yang mengecam dan mengutuk keras aksi terorisme, mendukung sepenuhnya aparat keamanan untuk bertindak secara cepat dan tegas.
Pernyataan Sikap Bersama ini di tandatangani oleh Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Ketua PC PMII Kudus M Solikul Hadi, DEMA IAIN Kudus Yudhistira Pradipta, SEMA IAIN M Taufiq Nur Azis, BEM UMK M Habiburrohman.
"Aksi malam ini merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap korban terorisme dari mulai Depok hingga Surabaya." kata M Solikul Hadi. Tak ada agama yang mengajarkan ataupun membenarkan tindak kekerasan, tambah ketua PC PMII tersebut, tambahnya.
Terkait dengan tragedi di Surabaya, Sidoarjo, Jakarta dan di seluruh lokasi teror, Kapolres Kudus menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kudus, tidak terprovokasi.
“Jangan terprovokasi dengan isu yang tidak bertanggung jawab. Karena semua hanya ingin mengadu domba dan memecah belah bangsa,” katanya.
Sebagai mahasiswa harus berpartisipasi aktif dalam menangkal dan menolak segala bentuk terorisme dan juga Paham Radikalisme agar tidak berkembang di masyarakat, tutup Agusman Gurning. (J02 /A01)
Aksi menyalakan seribu lilin duka itu, digelar oleh puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus, Selasa 15 /05/2018 malam.
Dalam aksi yang bertema Seribu Lilin Untuk Perdamaian Negeri, selain doa untuk para korban juga dibacakan pernyataan sikap bersama yang mengecam dan mengutuk keras aksi terorisme, mendukung sepenuhnya aparat keamanan untuk bertindak secara cepat dan tegas.
Pernyataan Sikap Bersama ini di tandatangani oleh Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Ketua PC PMII Kudus M Solikul Hadi, DEMA IAIN Kudus Yudhistira Pradipta, SEMA IAIN M Taufiq Nur Azis, BEM UMK M Habiburrohman.
"Aksi malam ini merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap korban terorisme dari mulai Depok hingga Surabaya." kata M Solikul Hadi. Tak ada agama yang mengajarkan ataupun membenarkan tindak kekerasan, tambah ketua PC PMII tersebut, tambahnya.
Terkait dengan tragedi di Surabaya, Sidoarjo, Jakarta dan di seluruh lokasi teror, Kapolres Kudus menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kudus, tidak terprovokasi.
“Jangan terprovokasi dengan isu yang tidak bertanggung jawab. Karena semua hanya ingin mengadu domba dan memecah belah bangsa,” katanya.
Sebagai mahasiswa harus berpartisipasi aktif dalam menangkal dan menolak segala bentuk terorisme dan juga Paham Radikalisme agar tidak berkembang di masyarakat, tutup Agusman Gurning. (J02 /A01)
Mei 15, 2018
by Unknown
Mei 15, 2018
Jurnal Pantura, Sragen – Kemandirian masyarakat dalam menjawab masalah masalah kebutuhan hidup dinilai sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terbentuknya ormas Federasi Pekerja Mandiri (FPM) diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi dan membantu pengentasan kemiskinan.
”Kami akan bergerak sampai ke pelosok desa, kami akan mendata kegiatan masyarakat baik di bidang pertanian, peternakan, usaha kecil dan sebagainya,” kata Ketua DPC FPM Kabupaten Sragen Joko Siswanto, Senin 14/05/2018.
Usai pelantikan Pengurus DPC FPM Kabupaten Sragen di Pendopo Sumonegoro, Joko menyampaikan, sebanyak 52 orang dari berbagai bidang profesi, ada dosen, ada guru, pengusaha, petani, kaum devabel, ada wirausahawan telah dilantik oleh Ketua DPD FPM Jawa Tengah.
Setelah ini mereka bakal bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Joko, Federasi ini akan membantu pekerja seperti UKM, ojek dan sebagainya di kabupaten Sragen. Saat ini jumlah pengurus di Sragen baru 52.
Namun, selain anggota yang tidak jadi pengurus juga banyak sehingga akan didata kembali setelah pelantikan.
”Sudah banyak yang kontak saya yang siap menjadi anggota,” ujarnya.
Sementara itu Wakil ketua DPP FPM Pusat, Edi Suwandi, SH, menyampaikan, pihaknya menghimpun pekerja non formal, seperti petani, peternak, nelayan dan pedagang kecil. Dia menegaskan, FPM merupakan organisasi non politik. Hanya saja mendukung dan bersinergi dengan pemerintah.
“Organisasi ini membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Intinya kita mendukung pemerintah untuk membantu masyarakat. Kita berharap DPC FPM kabupaten Sragen ini dapat segera bekerja dan memiliki arti bagi masyarakat,” papar Edi.
Pada sesi lain, Mey Sulistyoningsih ketua Umum DPW Jawa Tengah dalam sambutanya menyampaikan, "Federasi Pekerja Mandiri harus melek tehnologi, dizaman yang serba digital ini tdk ada alasan bagi para wirausahawan untuk aktiv berbisnis, pola zaman dulu masih terpancang pada modal dan harus punya kios atau toko kalau mau ber bisnis, sementara zaman sekarang ini, bisnis tidak harus punya modal besar, karena memasarkan produk nya orang lain pun bisa, dengan menggunakan tehnologi bisa memasarkan produk hanya menggunkan hp atau intenet" paparnya.
" Contoh kemandirian itu sudah di buktikan oleh Federasi Pekerja Mandiri DPW Jawa tengah, kita punya kandang ayam dengan model close house, kandang tanpa bau, hanya dalam waktu 2 bulan modal bisa terkumpul 2 milyar, pertengahn puasa sudah chik in 40.000 ekor, kandang ke 2 bulan Agustus kita buat lagi" terang Mey.
Selain itu , kita juga memiliki usaha berjamaah lain nya, yakni usaha cafe..sehingga kalau kita kumpul kumpul sudah tidak usah menyewa lagi,
Selain itu bila di sragen ini ada yang ahli ternak sapi, segera sampaikan ke DPW FPM, akan kita carikan investor" tambahnya. (Mad/A01)
Terbentuknya ormas Federasi Pekerja Mandiri (FPM) diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi dan membantu pengentasan kemiskinan.
”Kami akan bergerak sampai ke pelosok desa, kami akan mendata kegiatan masyarakat baik di bidang pertanian, peternakan, usaha kecil dan sebagainya,” kata Ketua DPC FPM Kabupaten Sragen Joko Siswanto, Senin 14/05/2018.
Usai pelantikan Pengurus DPC FPM Kabupaten Sragen di Pendopo Sumonegoro, Joko menyampaikan, sebanyak 52 orang dari berbagai bidang profesi, ada dosen, ada guru, pengusaha, petani, kaum devabel, ada wirausahawan telah dilantik oleh Ketua DPD FPM Jawa Tengah.
Setelah ini mereka bakal bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Joko, Federasi ini akan membantu pekerja seperti UKM, ojek dan sebagainya di kabupaten Sragen. Saat ini jumlah pengurus di Sragen baru 52.
Namun, selain anggota yang tidak jadi pengurus juga banyak sehingga akan didata kembali setelah pelantikan.
”Sudah banyak yang kontak saya yang siap menjadi anggota,” ujarnya.
Sementara itu Wakil ketua DPP FPM Pusat, Edi Suwandi, SH, menyampaikan, pihaknya menghimpun pekerja non formal, seperti petani, peternak, nelayan dan pedagang kecil. Dia menegaskan, FPM merupakan organisasi non politik. Hanya saja mendukung dan bersinergi dengan pemerintah.
“Organisasi ini membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Intinya kita mendukung pemerintah untuk membantu masyarakat. Kita berharap DPC FPM kabupaten Sragen ini dapat segera bekerja dan memiliki arti bagi masyarakat,” papar Edi.
Pada sesi lain, Mey Sulistyoningsih ketua Umum DPW Jawa Tengah dalam sambutanya menyampaikan, "Federasi Pekerja Mandiri harus melek tehnologi, dizaman yang serba digital ini tdk ada alasan bagi para wirausahawan untuk aktiv berbisnis, pola zaman dulu masih terpancang pada modal dan harus punya kios atau toko kalau mau ber bisnis, sementara zaman sekarang ini, bisnis tidak harus punya modal besar, karena memasarkan produk nya orang lain pun bisa, dengan menggunakan tehnologi bisa memasarkan produk hanya menggunkan hp atau intenet" paparnya.
" Contoh kemandirian itu sudah di buktikan oleh Federasi Pekerja Mandiri DPW Jawa tengah, kita punya kandang ayam dengan model close house, kandang tanpa bau, hanya dalam waktu 2 bulan modal bisa terkumpul 2 milyar, pertengahn puasa sudah chik in 40.000 ekor, kandang ke 2 bulan Agustus kita buat lagi" terang Mey.
Selain itu , kita juga memiliki usaha berjamaah lain nya, yakni usaha cafe..sehingga kalau kita kumpul kumpul sudah tidak usah menyewa lagi,
Selain itu bila di sragen ini ada yang ahli ternak sapi, segera sampaikan ke DPW FPM, akan kita carikan investor" tambahnya. (Mad/A01)
Mei 14, 2018
by Unknown
Mei 14, 2018
Jurnalpantura.Com, Demak - Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan Kab.Demak mempersembahkan festifal kuliner yang bertempat di depan halaman Stadion Pancasila Kabupaten Demak guna menyambut bulan suci ramadhan 1439 H. Senin, 14/05/2018.
Sebanyak 70 gerai makanan turut ramaikan festival kuliner menyambut bulan Ramadhan 1439 H yang berlangsung di Stadiun Pancasila Demak mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Mei 2018. Acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Demak HM. Natsir bertanda secara resmi membuka acara tersebut.
Dalam sambutannya Natsir minta agar para peserta festival kuliner untuk selalu bersemangat serta berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang digeluti. ”Berikan, tunjukkan, dan sajikan produk kuliner saudara baik makanan berat maupun camilan ringan dengan harga bersaing. Beri nama-nama yang menarik, sehingga para pecinta kuliner akan penasaran untuk mencicipi, mencoba kemudian berbondong-bondong memborongnya” ungkapnya.
Acara yang di hadiri Bupati Demak HM. Natsir ,Kadin Dindankop UMKM, Siti Zuarin, MM,Kapolres Demak, diwakili Kompol Sofiatun SH,Dandim 0716, diwakili Mayor Inf Harianto,Kajari Demak, diwakili Lilik Setiyani,SH.MH,Sekda Kab Demak, dr. Singgih Setyono Mke,Kepala OPD serta tamu undangan guna mempromosikan baik melalui kegiatan semacam ini maupun melalui media sosial yang sekarang ini marak dilakukan para kawula muda. Karena dengan foto-foto makanan yang menarik tentunya akan menggugah selera para pecinta kuliner untuk mencobanya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak Dra. Siti Zuarin, MM menyampaikan, Festival kuliner merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan serta sebagai ajang promosi produk makanan dan minuman yang ada di Kabupaten Demak.
Sebagai pecinta kuliner Kepala Staf Kodim 0716/Demak Mayor Inf Harianto mengatakan bahwa masyarakat akan tahu macam-macam produk kreasi makanan lokal yang kita miliki. “Saat ini kuliner merupakan bisnis yang sedang berkembang di Indonesia. Munculnya berbagai makanan yang unik dan menarik serta tren sebagai gaya hidup masyarakat menjadi bukti bahwa sektor kuliner di Kab.Demak berkembang dengan pesat”, ungkapnya.
Festival yang buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB tersebut akan dimeriahkan oleh Ikatan Kesenian Pemuda Nusantara cabang Demak. selain bisa menikmati berbagai macam kuliner para pengunjung juga bebas mengikuti lomba karaoke yang diselenggarakan oleh panitia. “ Berbagai kuliner ini juga akan di promosikan pada Demak expo 2018 juni mendatang. (J02 /A01)
Sebanyak 70 gerai makanan turut ramaikan festival kuliner menyambut bulan Ramadhan 1439 H yang berlangsung di Stadiun Pancasila Demak mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Mei 2018. Acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Demak HM. Natsir bertanda secara resmi membuka acara tersebut.
Dalam sambutannya Natsir minta agar para peserta festival kuliner untuk selalu bersemangat serta berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang digeluti. ”Berikan, tunjukkan, dan sajikan produk kuliner saudara baik makanan berat maupun camilan ringan dengan harga bersaing. Beri nama-nama yang menarik, sehingga para pecinta kuliner akan penasaran untuk mencicipi, mencoba kemudian berbondong-bondong memborongnya” ungkapnya.
Acara yang di hadiri Bupati Demak HM. Natsir ,Kadin Dindankop UMKM, Siti Zuarin, MM,Kapolres Demak, diwakili Kompol Sofiatun SH,Dandim 0716, diwakili Mayor Inf Harianto,Kajari Demak, diwakili Lilik Setiyani,SH.MH,Sekda Kab Demak, dr. Singgih Setyono Mke,Kepala OPD serta tamu undangan guna mempromosikan baik melalui kegiatan semacam ini maupun melalui media sosial yang sekarang ini marak dilakukan para kawula muda. Karena dengan foto-foto makanan yang menarik tentunya akan menggugah selera para pecinta kuliner untuk mencobanya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak Dra. Siti Zuarin, MM menyampaikan, Festival kuliner merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan serta sebagai ajang promosi produk makanan dan minuman yang ada di Kabupaten Demak.
Sebagai pecinta kuliner Kepala Staf Kodim 0716/Demak Mayor Inf Harianto mengatakan bahwa masyarakat akan tahu macam-macam produk kreasi makanan lokal yang kita miliki. “Saat ini kuliner merupakan bisnis yang sedang berkembang di Indonesia. Munculnya berbagai makanan yang unik dan menarik serta tren sebagai gaya hidup masyarakat menjadi bukti bahwa sektor kuliner di Kab.Demak berkembang dengan pesat”, ungkapnya.
Festival yang buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB tersebut akan dimeriahkan oleh Ikatan Kesenian Pemuda Nusantara cabang Demak. selain bisa menikmati berbagai macam kuliner para pengunjung juga bebas mengikuti lomba karaoke yang diselenggarakan oleh panitia. “ Berbagai kuliner ini juga akan di promosikan pada Demak expo 2018 juni mendatang. (J02 /A01)
Mei 13, 2018
by Unknown
Mei 13, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seratusan pengusaha foto copy yang ada di Kabupaten Kudus yang selama ini tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Foto Copy (PPFC) Surya Menara Lestari. Ahad pagi 13/05/2018, mengadakan kegiatan pengesahan ADART) di Gedung JHK Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Selama ini para pengusaha foto copi membentuk Paguyuban salah satunya, Untuk meningkatkan dan mengembangkan prospek usaha fotokopi di Kabupaten Kudus.
Ditemui pada kegiatan tersebut, Pembina Paguyuban, Sutiyono, menegaskan bahwa paguyuban fotokopi ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.
"Paguyuban ini bermula dari inisiatif saya untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan para pengusaha fotokopi di Kudus. Insiatif tersebut kemudian apresiasi dan disepakati oleh teman-teman pengusaha fotokopi hingga terbentuklah paguyuban ini di tahun 2017," ungkapnya.
Dikatakan Sutiyono, nantinya paguyuban ini akan menjadi wadah bagi para pengusaha fotokopi dalam hal suplai kebutuhan usaha maupun tempat untuk sharing berbagai permasalahan dalam mengembangkan usaha fotokopi.
"Sejak tahun 2000, saya belajar dunia fotokopi. Saya melihat perawatan mesin fotokopi harus mendatangkan dari luar daerah. Dari situ saya berfikir, mengapa putra daerah tidak dikembangkan untuk menjadi teknisi fotokopi. Selain membuka lapangan kerja, juga lebih efisien dalam hal biaya perawatan," kata Sutiyono dalam sambutannya di kegaitan tersebut.
Sutiyono tidak memungkiri, jika pengusaha fotokopi itu konsumtif. Dalam satu minggu bisa mengeluarkan dana Rp. 1 - 3 juta, untuk belanja kebutuhan usaha fotokopi. Dari situ, munculah ide untuk membentuk sebuah paguyuban yang dapat menaungi dan mengkover kebutuhan dari para pengusaha fotokopi di Kabupaten Kudus. (J02 /A01)
Selama ini para pengusaha foto copi membentuk Paguyuban salah satunya, Untuk meningkatkan dan mengembangkan prospek usaha fotokopi di Kabupaten Kudus.
Ditemui pada kegiatan tersebut, Pembina Paguyuban, Sutiyono, menegaskan bahwa paguyuban fotokopi ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.
"Paguyuban ini bermula dari inisiatif saya untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan para pengusaha fotokopi di Kudus. Insiatif tersebut kemudian apresiasi dan disepakati oleh teman-teman pengusaha fotokopi hingga terbentuklah paguyuban ini di tahun 2017," ungkapnya.
Dikatakan Sutiyono, nantinya paguyuban ini akan menjadi wadah bagi para pengusaha fotokopi dalam hal suplai kebutuhan usaha maupun tempat untuk sharing berbagai permasalahan dalam mengembangkan usaha fotokopi.
"Sejak tahun 2000, saya belajar dunia fotokopi. Saya melihat perawatan mesin fotokopi harus mendatangkan dari luar daerah. Dari situ saya berfikir, mengapa putra daerah tidak dikembangkan untuk menjadi teknisi fotokopi. Selain membuka lapangan kerja, juga lebih efisien dalam hal biaya perawatan," kata Sutiyono dalam sambutannya di kegaitan tersebut.
Sutiyono tidak memungkiri, jika pengusaha fotokopi itu konsumtif. Dalam satu minggu bisa mengeluarkan dana Rp. 1 - 3 juta, untuk belanja kebutuhan usaha fotokopi. Dari situ, munculah ide untuk membentuk sebuah paguyuban yang dapat menaungi dan mengkover kebutuhan dari para pengusaha fotokopi di Kabupaten Kudus. (J02 /A01)
Mei 11, 2018
by Unknown
Mei 11, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pekik merdeka dan yel-yel semangat, diteriakkan oleh seribu kader DPC PDI Perjuangan Kudus. Mereka berkumpul di kantor DPC partai berlambang banteng moncong putih ini pada Jumat 11/05/2018, sesaat sebelum diberangkatkan untuk mengikuti apel siaga PDI Perjuangan Jawa Tengah di Surakarta.
Rombongan apel yang mengangkat tema 'Tetep Setia Megawati Setia NKRI' ini dilepas oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Masan didampingi sejumlah pengurus DPC. Peserta apel terdiri dari pengurus dan kader partai mulai dari tingkat DPC hingga ranting dengan menggunakan 20 bus.
Masan yang juga Calon Bupati Kudus 2018-2023 nomor urut 1 ini berpesan agar DPC PDI Perjuangan Kudus menunjukkan kekompakan dan kebersamaan selama mengikuti apel. Karena soliditas partai penting dalam menyambut pilkada serentak tahun ini.
"Tahun ini secara solid kita bersama harus memenangkan calon gubernur Jawa Tengah dan calon bupati Kudus yang sama-sama nomor urut 1," pesannya yang disambut kompak oleh semua kader.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa kader partainya dalam kondisi solid. Semuanya dari pengurus dan kader DPC hingga ranting dan anak ranting di Kudus siap untuk melaksanakan apapun perintah partai.
Apalagi tahun ini akan segera dilangsungkan pilkada serentak. DPC PDI Perjuangan Kudus dengan suara bulat siap untuk menyukseskan dan memenangkan calon dari PDI Perjuangan. Yakni Ganjar-Yasin sebagai Gubernur dan Wagub Jateng serta Masan-Noor Yasin sebagai Bupati dan Wabup Kudus.
"Kesiapan DPC PDI Perjuangan Kudus termasuk tentunya dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019 mendatang," tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus yang juga Bupati Kudus dua periode ini. (J02 /A01)
Rombongan apel yang mengangkat tema 'Tetep Setia Megawati Setia NKRI' ini dilepas oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Masan didampingi sejumlah pengurus DPC. Peserta apel terdiri dari pengurus dan kader partai mulai dari tingkat DPC hingga ranting dengan menggunakan 20 bus.
Masan yang juga Calon Bupati Kudus 2018-2023 nomor urut 1 ini berpesan agar DPC PDI Perjuangan Kudus menunjukkan kekompakan dan kebersamaan selama mengikuti apel. Karena soliditas partai penting dalam menyambut pilkada serentak tahun ini.
"Tahun ini secara solid kita bersama harus memenangkan calon gubernur Jawa Tengah dan calon bupati Kudus yang sama-sama nomor urut 1," pesannya yang disambut kompak oleh semua kader.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa kader partainya dalam kondisi solid. Semuanya dari pengurus dan kader DPC hingga ranting dan anak ranting di Kudus siap untuk melaksanakan apapun perintah partai.
Apalagi tahun ini akan segera dilangsungkan pilkada serentak. DPC PDI Perjuangan Kudus dengan suara bulat siap untuk menyukseskan dan memenangkan calon dari PDI Perjuangan. Yakni Ganjar-Yasin sebagai Gubernur dan Wagub Jateng serta Masan-Noor Yasin sebagai Bupati dan Wabup Kudus.
"Kesiapan DPC PDI Perjuangan Kudus termasuk tentunya dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019 mendatang," tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus yang juga Bupati Kudus dua periode ini. (J02 /A01)
by Unknown
Mei 11, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Hari Bhayangkara yang diperingati setiap tanggal 1 juli, menjadi momen special bagi seluruh anggota kepolisian dan masyarakatdiseluruh Indonesia, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan hari jadi polisi tersebut.
Di usianya yang ke 72 ini institusi kepolisian sudah semakin matang dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.
Untuk itu dalam rangka memeriahkan hari Bhayangkara ke 72, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)Muria Raya bekerjasama dengan kepolisian resor Kudus, Jawa Tengah, bermaksud mengadakan Lomba video pendek, Dengan tema “Polisi Sahabatku”.
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasubag Humas AKP Sumbar Wijaya menyatakan Dengan lomba ini diharapakan polisi sebagai pengayom masyarakat akan semakin dekat dengan rakyat.
“Tujuan diadakan lomba video pendek dengan tema polisi sahabatku ini agar semakin mempererat hubungan anggota kepolisian dengan masyarakat, khususnya diwilayah kabupaten kudus” jelas Sumbar, kamis 10/05/2018.
Selain itu, IJTI yang seluruh anggotanyamerupakan sekumpulan jurnalis televisi,baik local maupun nasional,yang kesehariannya tidak jauh dari dunia broadcasting dan pertelevisian, ingin berbagi pengalaman dengan masyarakat dalam membuat video pendek, yang sekarang ini sudah menjadi trend khususnya bagi generasi milineal.
“Kami pilih lomba video pendek,dengan durasi hanya 1 menit, karena dengan video pendek tentu di era saat ini siapa saja bisa mengabadikan momen-momen yang sering dijumpai di tengah masyarakat,baik itu berupa peristiwa,feature, dan cerita kemanusian, dengan melibatkan jajaran anggota polres kudus, dalam mengaplikasikannya mereka bisa menggunakan kamera DSLR,Handycam, Smart Phone dan sebagainya” terang Galih Manunggal ketua panitia.
Dalam lomba video dengan tema Polisi Sahabatku ini total hadiah yang diraih mencapai 16 juta rupiah. Selain juara 1,2, 3, juga ada juara favorit. Adapun syarat syaratnya, Galih yang juga Jurnalis Tvone menjelaskan sangat mudah dan peserta baik perseorangan atau kelompok tidak dipungut biaya alias gratis.
SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA VIDEO PENDEK POLISI SAHABAT KU:
1. Peserta lomba adalah WNI (warga Negara Indonesia)
2. Video yang dikirim adalah video asli karya sendiri
3. Video yang diikutsertakan harus sesuai dengan tema lomba, yakni “polisi sahabat kita”
4. Tema video pendek (live shot bukan animasi atau slide foto) dengan bermuatan unsur polri
5. Video diambil diwilayah hokum polres kudus
6. Menggunakan atribut polri yang sesuai dan tepat
7. Durasi video maksimal 1 menit
8. Video yang dilombakan harus video yang diproduksi tahun 2017 – 2018
9. Pengambilanvideo dapat dilakukan dengan kamera apa saja, minimum resolusi 800x600 pixel
10. Karya tidak mengandung SARA dan pornogarafi
11. Peserta wajib follow akum media social IJTI Muria Raya, instagram @polreskudus, instagram @ijti_muriaraya, facebook Ijti Muria Raya dan twitter @ijtimuriaraya
12. Upload video diakun instagram dan jangan lupa mantion ke @ijti_muriaraya dan @polreskudus. Beri caption menarik dan sertakan hastag #ijtimuriaraya #lombaijtimuriaraya #juriijti #polreskudus #videopolisisahabatkita #polreskudusijtimuriaraya
13. Karya video pemenangakan menjadi hak milik panitia dan dapatdigunakan untuk publikasi panitia
14. Penggunaan backsound/ ilustrasi music menjadi tanggung jawab peserta
15. Like video terbanyak menjadi salah satu pertimbangan dewan juri
16. Karya video belum pernah dipublikasikan di medsos maupun media lainnya
17. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
18. Aspek penilaian dewan juri :
1. Kesesuaian dengan tema
2. keunikan dan orisinalitas cerita
3. Keseimbangan estetik (aspek teknis penyutradaraan, editing dan sinematografi visual)
4. koherensi tematik (konsistensi , karakter dan alur cerita)
5. pesan yang disampaikan
"Selanjutnya festival video pendek 'Polisi Sahabatku' akan dilakukan penilaian oleh beberapa juri, diantaranya, Ketua Umum IJTI Pusat Yadi Hendriana, Jurnalis Antv Joko , dan Bidang Humas Polres kudus," tutup Galih. (J02 /A01)
Di usianya yang ke 72 ini institusi kepolisian sudah semakin matang dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.
Untuk itu dalam rangka memeriahkan hari Bhayangkara ke 72, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)Muria Raya bekerjasama dengan kepolisian resor Kudus, Jawa Tengah, bermaksud mengadakan Lomba video pendek, Dengan tema “Polisi Sahabatku”.
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasubag Humas AKP Sumbar Wijaya menyatakan Dengan lomba ini diharapakan polisi sebagai pengayom masyarakat akan semakin dekat dengan rakyat.
“Tujuan diadakan lomba video pendek dengan tema polisi sahabatku ini agar semakin mempererat hubungan anggota kepolisian dengan masyarakat, khususnya diwilayah kabupaten kudus” jelas Sumbar, kamis 10/05/2018.
Selain itu, IJTI yang seluruh anggotanyamerupakan sekumpulan jurnalis televisi,baik local maupun nasional,yang kesehariannya tidak jauh dari dunia broadcasting dan pertelevisian, ingin berbagi pengalaman dengan masyarakat dalam membuat video pendek, yang sekarang ini sudah menjadi trend khususnya bagi generasi milineal.
“Kami pilih lomba video pendek,dengan durasi hanya 1 menit, karena dengan video pendek tentu di era saat ini siapa saja bisa mengabadikan momen-momen yang sering dijumpai di tengah masyarakat,baik itu berupa peristiwa,feature, dan cerita kemanusian, dengan melibatkan jajaran anggota polres kudus, dalam mengaplikasikannya mereka bisa menggunakan kamera DSLR,Handycam, Smart Phone dan sebagainya” terang Galih Manunggal ketua panitia.
Dalam lomba video dengan tema Polisi Sahabatku ini total hadiah yang diraih mencapai 16 juta rupiah. Selain juara 1,2, 3, juga ada juara favorit. Adapun syarat syaratnya, Galih yang juga Jurnalis Tvone menjelaskan sangat mudah dan peserta baik perseorangan atau kelompok tidak dipungut biaya alias gratis.
SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA VIDEO PENDEK POLISI SAHABAT KU:
1. Peserta lomba adalah WNI (warga Negara Indonesia)
2. Video yang dikirim adalah video asli karya sendiri
3. Video yang diikutsertakan harus sesuai dengan tema lomba, yakni “polisi sahabat kita”
4. Tema video pendek (live shot bukan animasi atau slide foto) dengan bermuatan unsur polri
5. Video diambil diwilayah hokum polres kudus
6. Menggunakan atribut polri yang sesuai dan tepat
7. Durasi video maksimal 1 menit
8. Video yang dilombakan harus video yang diproduksi tahun 2017 – 2018
9. Pengambilanvideo dapat dilakukan dengan kamera apa saja, minimum resolusi 800x600 pixel
10. Karya tidak mengandung SARA dan pornogarafi
11. Peserta wajib follow akum media social IJTI Muria Raya, instagram @polreskudus, instagram @ijti_muriaraya, facebook Ijti Muria Raya dan twitter @ijtimuriaraya
12. Upload video diakun instagram dan jangan lupa mantion ke @ijti_muriaraya dan @polreskudus. Beri caption menarik dan sertakan hastag #ijtimuriaraya #lombaijtimuriaraya #juriijti #polreskudus #videopolisisahabatkita #polreskudusijtimuriaraya
13. Karya video pemenangakan menjadi hak milik panitia dan dapatdigunakan untuk publikasi panitia
14. Penggunaan backsound/ ilustrasi music menjadi tanggung jawab peserta
15. Like video terbanyak menjadi salah satu pertimbangan dewan juri
16. Karya video belum pernah dipublikasikan di medsos maupun media lainnya
17. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
18. Aspek penilaian dewan juri :
1. Kesesuaian dengan tema
2. keunikan dan orisinalitas cerita
3. Keseimbangan estetik (aspek teknis penyutradaraan, editing dan sinematografi visual)
4. koherensi tematik (konsistensi , karakter dan alur cerita)
5. pesan yang disampaikan
"Selanjutnya festival video pendek 'Polisi Sahabatku' akan dilakukan penilaian oleh beberapa juri, diantaranya, Ketua Umum IJTI Pusat Yadi Hendriana, Jurnalis Antv Joko , dan Bidang Humas Polres kudus," tutup Galih. (J02 /A01)
Mei 02, 2018
by Unknown
Mei 02, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kepolisian Sektor (Polsek) Undaan memiliki cara unik memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 02/05.
Bukan dengan mengadakan Upacara Bendera ataupun perlombaan. Adalah Kapolsek Undaan Akp Anwar, selama peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rabu 02/05/2018 memakai seragam Sekolah Dasar (SD). Bahkan saat memberikan pengarahan kepada anggota kepolisian yang ada di Polsek Undaan, AKP Anwar tetap memakai seragam SD.
Pada saat memberikan pengarahan, ada saja anggota Polsek Undaan yang tersenyum bahkan tertawa karena mungkin dianggap lucu dan aneh.
"Sekarang ini, mungkin seragam SD yang saya pakai tampak lucu, padahal ada makna yang tersirat, dengan seragam putih merah ini." katanya dihadapan anggota saat memberikan pengarahan harian di halaman Mapolsek Undaan, Jln Kudus-Purwodadi.
Seragam putih merah ini lah yang menjadikan kita mengerti akan baca dan tulis, tambahnya.
Kegiatan ini juga sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Dengan bersekolah kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang pastinya bermanfaat baik bagi kita sendiri maupun orang lain, tutupnya. (J02 /A01)
Bukan dengan mengadakan Upacara Bendera ataupun perlombaan. Adalah Kapolsek Undaan Akp Anwar, selama peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rabu 02/05/2018 memakai seragam Sekolah Dasar (SD). Bahkan saat memberikan pengarahan kepada anggota kepolisian yang ada di Polsek Undaan, AKP Anwar tetap memakai seragam SD.
Pada saat memberikan pengarahan, ada saja anggota Polsek Undaan yang tersenyum bahkan tertawa karena mungkin dianggap lucu dan aneh.
"Sekarang ini, mungkin seragam SD yang saya pakai tampak lucu, padahal ada makna yang tersirat, dengan seragam putih merah ini." katanya dihadapan anggota saat memberikan pengarahan harian di halaman Mapolsek Undaan, Jln Kudus-Purwodadi.
Seragam putih merah ini lah yang menjadikan kita mengerti akan baca dan tulis, tambahnya.
Kegiatan ini juga sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Dengan bersekolah kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang pastinya bermanfaat baik bagi kita sendiri maupun orang lain, tutupnya. (J02 /A01)
by Unknown
Mei 02, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Dalam rangka grand opening gedung Serbaguna Graha Idola, pengurus serta jajaran idola group adakan jalan sehat bersama warga. Jalan sehat yang diselenggarakan dan berpusat di depan Gedung Serbaguna Graha Idola di Jln Raya Jurang Gondosari Gg 7 Utara Pasar Pon atau sebelah selatan Baldes Jurang.
Kegiatan jalan sehat tersebut sangat banyak diminati masyarakat, pasalnya jalan sehat tersebut tak dipungut biaaya sepersenpun alias gratis serta di bagikan ratisan dooeprize.
Jaln sehat dimulai pukul 06.15 wib yang di lepas oleh pengurus idola group, jalan sehat start di depan gedung serbaguna graha idola kemudian pesrta berjalan ketimur melewati jalan poros desa sampai pertigaan balaidesa jurang, kemudian ke utara sampai pertigaan sukun dilanjutkan ke barat sampai pertigaan tugu gondosari keselatan sampai pertigaan gang kutilang masuk ke kiri sampai ke graha idola kembali.
Dalam sambutannya, Zaenal Abidin selaku ketua panitia menyampaikan jalan sehat ini adalah dalam rangka launching gedung serbaguna Graha Idola, jalan sehat ini adalah sebagai salah satu rangkaian acara launching gedung serbaguna.
"Tidak hanya jalan sehat saat pembukaan tapi juga ada festival pasar ndeso". Katanya. Pasar Ndeso sendiri adalah menyajikan berbagai macam jenis makanan khas ndeso yang saat ini hampir punah dan tak di kenali oleh anak cucu kita, selain itu juga masih ada acara lain seperti khotmil qur'an serta istighosah yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 04/05/2018 kemudian pada 05/05/2018 yaitu puncak acara akan dilaksankan pengajian umum uang akan di hadiri oleh KH. NOOR KHALIM MA'RUF serta akan di selingi hiburan qosidah modern EL SHINTA dari semarang"ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa"Dengan adanya beberapa rangkaian acara grand opening gedung serbaguna graha idola, kami selaku pengurus berharap semoga acara ini berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun"imbuhnya. (J02/A01)
Kegiatan jalan sehat tersebut sangat banyak diminati masyarakat, pasalnya jalan sehat tersebut tak dipungut biaaya sepersenpun alias gratis serta di bagikan ratisan dooeprize.
Jaln sehat dimulai pukul 06.15 wib yang di lepas oleh pengurus idola group, jalan sehat start di depan gedung serbaguna graha idola kemudian pesrta berjalan ketimur melewati jalan poros desa sampai pertigaan balaidesa jurang, kemudian ke utara sampai pertigaan sukun dilanjutkan ke barat sampai pertigaan tugu gondosari keselatan sampai pertigaan gang kutilang masuk ke kiri sampai ke graha idola kembali.
Dalam sambutannya, Zaenal Abidin selaku ketua panitia menyampaikan jalan sehat ini adalah dalam rangka launching gedung serbaguna Graha Idola, jalan sehat ini adalah sebagai salah satu rangkaian acara launching gedung serbaguna.
"Tidak hanya jalan sehat saat pembukaan tapi juga ada festival pasar ndeso". Katanya. Pasar Ndeso sendiri adalah menyajikan berbagai macam jenis makanan khas ndeso yang saat ini hampir punah dan tak di kenali oleh anak cucu kita, selain itu juga masih ada acara lain seperti khotmil qur'an serta istighosah yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 04/05/2018 kemudian pada 05/05/2018 yaitu puncak acara akan dilaksankan pengajian umum uang akan di hadiri oleh KH. NOOR KHALIM MA'RUF serta akan di selingi hiburan qosidah modern EL SHINTA dari semarang"ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa"Dengan adanya beberapa rangkaian acara grand opening gedung serbaguna graha idola, kami selaku pengurus berharap semoga acara ini berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun"imbuhnya. (J02/A01)
April 30, 2018
by Unknown
April 30, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kodim 0722 Kudus selain bertugas menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan, juga menyelenggarakan pembinaan teritorial guna untuk menyiapkan wilayah pertahanan darat dalam menjaga keamanan diwilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok.
Salah satu contoh pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 08/Gebog selain tugasnya sebagai seorang Bintara Pembina Desa Serka Suyoto juga tidak jarang melakukan kegiatan kemanusiaan.
Seperti yang ia lakukan pada hari Senin 30/04/2018 pagi, Babinsa Serka Suyoto yang didampingi Kadus III Sutrisno dengan mendatangi warga binaannya yang kurang mampu bernama Ibu Sunipah (67) di Dukuh Karangrejosari RT 02 RW II Desa Jurang Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Serka Suyoto menuturkan, Ibu Sunipah merupakan seorang janda yang ditinggal suaminya. Suaminya bernama Kasmuji meninggal dunia karena sakit 8 tahun silam. Dulu suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani dan demi menghidupi keempat anaknya Ibu Sunipah sehari-hari bekerja buruh serabutan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kurang mampu, Kodim 0722/Kudus melalui Babinsa Koramil 08/Gebog Serka Suyoto menyampaikan dukungan moral dan semangat kepada Ibu Sunipah serta memberikan bantuan Sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang dibuktikan dengan pemberian Bansos dari Kodim 0722/Kudus.
“Kami selaku Babinsa Desa Jurang mendo'akan semoga Ibu Sunipah selalu diberikan kesehatan dan umur panjang, terus bersemangat serta tidak lupa selalu bersyukur dan ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa", ucap Serka Suyoto.
Dari kegiatan tersebut, mengajarkan kita akan pentingnya saling peduli kepada satu sama lain, karena kita semua merupakan mahkluk sosial yang hidup dalam lingkungan masyarakat.(J02 /A01)
Salah satu contoh pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 08/Gebog selain tugasnya sebagai seorang Bintara Pembina Desa Serka Suyoto juga tidak jarang melakukan kegiatan kemanusiaan.
Seperti yang ia lakukan pada hari Senin 30/04/2018 pagi, Babinsa Serka Suyoto yang didampingi Kadus III Sutrisno dengan mendatangi warga binaannya yang kurang mampu bernama Ibu Sunipah (67) di Dukuh Karangrejosari RT 02 RW II Desa Jurang Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Serka Suyoto menuturkan, Ibu Sunipah merupakan seorang janda yang ditinggal suaminya. Suaminya bernama Kasmuji meninggal dunia karena sakit 8 tahun silam. Dulu suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani dan demi menghidupi keempat anaknya Ibu Sunipah sehari-hari bekerja buruh serabutan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kurang mampu, Kodim 0722/Kudus melalui Babinsa Koramil 08/Gebog Serka Suyoto menyampaikan dukungan moral dan semangat kepada Ibu Sunipah serta memberikan bantuan Sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang dibuktikan dengan pemberian Bansos dari Kodim 0722/Kudus.
“Kami selaku Babinsa Desa Jurang mendo'akan semoga Ibu Sunipah selalu diberikan kesehatan dan umur panjang, terus bersemangat serta tidak lupa selalu bersyukur dan ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa", ucap Serka Suyoto.
Dari kegiatan tersebut, mengajarkan kita akan pentingnya saling peduli kepada satu sama lain, karena kita semua merupakan mahkluk sosial yang hidup dalam lingkungan masyarakat.(J02 /A01)
April 23, 2018
by Unknown
April 23, 2018
Jurnalpantura.Com, Semarang - Prestasi demi prestasi kembali di raih oleh SB Barracuda. SSB Barracuda sendiri merupakan SSB binaan Brimob Srondol kelompok umur 2008 kembali meraih juara dalam Turnamen Festifal Edukasi Sepak Bola yang diselenggarakan oleh IKA SSB (Ikatan Keluarga Antar Sekolah Sepak Bola) Semarang. Ahad, 22/04/2018.
Pada turnamen yang diselenggarakan di lapangan Bumirejo, Banyumanik, Kota Semarang ini SSB Barracuda berhasil meraih juara 3.
Turnamen yang diikuti oleh 16 tim SSB se kota Semarang dan sekitarnya ini dibagi menjadi dua sesi yakni tanggal 15 dan 22 April. Dengan pola permainan yang tidak biasa. Yakni pemain yang bertanding sebanyak 5 pemain saat sesi pertama dan 7 pemain saat sesi kedua. Berbeda dengan pertandingan biasa yang mempertandingkan 9 pemain dari awal hingga akhir laga. Hal ini bertujuan untuk memupuk kekompakan antar pemain dalam pertandingan.
Iptu Arif Fachrudin Kepala Official SSB Barracuda pada turnamen kali ini mengatakan “Tujuan utama kami mengikuti turnamen ini bukan semata-mata mencari juara, namun memberi jam terbang kepada para pemain agar memiliki cukup pengalaman untuk menghadapi turnamen yang lebih besar.”
Diharapkan dengan diadakanya turnamen ini akan mempererat silaturmahmi antar pengurus maupun pemain SSB se kota Semarang dan sekitarnya. Serta menambah kemampuan dan pengalaman bagi pemain untuk menghadapi event-event besar yang akan datang. (J02 /A01)
Pada turnamen yang diselenggarakan di lapangan Bumirejo, Banyumanik, Kota Semarang ini SSB Barracuda berhasil meraih juara 3.
Turnamen yang diikuti oleh 16 tim SSB se kota Semarang dan sekitarnya ini dibagi menjadi dua sesi yakni tanggal 15 dan 22 April. Dengan pola permainan yang tidak biasa. Yakni pemain yang bertanding sebanyak 5 pemain saat sesi pertama dan 7 pemain saat sesi kedua. Berbeda dengan pertandingan biasa yang mempertandingkan 9 pemain dari awal hingga akhir laga. Hal ini bertujuan untuk memupuk kekompakan antar pemain dalam pertandingan.
Iptu Arif Fachrudin Kepala Official SSB Barracuda pada turnamen kali ini mengatakan “Tujuan utama kami mengikuti turnamen ini bukan semata-mata mencari juara, namun memberi jam terbang kepada para pemain agar memiliki cukup pengalaman untuk menghadapi turnamen yang lebih besar.”
Diharapkan dengan diadakanya turnamen ini akan mempererat silaturmahmi antar pengurus maupun pemain SSB se kota Semarang dan sekitarnya. Serta menambah kemampuan dan pengalaman bagi pemain untuk menghadapi event-event besar yang akan datang. (J02 /A01)
by Unknown
April 23, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pamerkan kekompakan antara Orang tua dan anak dengan berjalan lenggak-lenggok mengikuti irama, diatas karpet merah yang digelar mengelilingi ruangan kelas. Itu tadi merupakan salah satu cara TK Birrul Walidain merayakan Hari Kartini tahun 2018.
Diikuti sekitar 180 siswa bersama orang tuanya, puluhan siswa bergembira mengikuti beberapa lomba yang di gelar dilingkungan TK Birrul Walidain, Jln Wachid Hasyim Kudus. Ahad, 22/04/2018.
Kepala TK Birrul Walidain Kurniasih menjelaskan, selama ini kami selalu membuat acara pada setiap Hari Kartini, dan setiap tahun pasti berbeda.
"Untuk tahun ini kami mengadakan lomba yang membutuhkan kerja sama dan kekompakan bagi para orang tua siswa, yaitu lomba APE".
Lomba Alat Peraga Edukasi (APE) diikuti lima orang tua siswa dalam satu kelompoknya, pihak sekolah hanya menyediakan satu kardus Aqua yang kemudian oleh masing-masing kelompok bebas di kreasikan, kata Kurniasih menjelaskan kepada Jurnalpantura.Com.
Masih menurut kepala TK Birrul Walidain, berbagai macam perlombaan yang digelar di hari Kartini ini bertujuan agar sesama orang tua siswa semakin akrab dan kompak, disamping tentunya bisa memberikan manfaat bagi orang tua dan anak, pungkasnya. (J02 /A01)
Diikuti sekitar 180 siswa bersama orang tuanya, puluhan siswa bergembira mengikuti beberapa lomba yang di gelar dilingkungan TK Birrul Walidain, Jln Wachid Hasyim Kudus. Ahad, 22/04/2018.
Kepala TK Birrul Walidain Kurniasih menjelaskan, selama ini kami selalu membuat acara pada setiap Hari Kartini, dan setiap tahun pasti berbeda.
"Untuk tahun ini kami mengadakan lomba yang membutuhkan kerja sama dan kekompakan bagi para orang tua siswa, yaitu lomba APE".
Lomba Alat Peraga Edukasi (APE) diikuti lima orang tua siswa dalam satu kelompoknya, pihak sekolah hanya menyediakan satu kardus Aqua yang kemudian oleh masing-masing kelompok bebas di kreasikan, kata Kurniasih menjelaskan kepada Jurnalpantura.Com.
Masih menurut kepala TK Birrul Walidain, berbagai macam perlombaan yang digelar di hari Kartini ini bertujuan agar sesama orang tua siswa semakin akrab dan kompak, disamping tentunya bisa memberikan manfaat bagi orang tua dan anak, pungkasnya. (J02 /A01)
April 22, 2018
by Unknown
April 22, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Suasana Peringatan Hari Kartini dan perjuangannya dalam Emansipasi Wanita begitu terlihat di pasar 'Krempyeng' yakni pasar tiban duit bathok yang ada di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, belakang KUD Bae, Ahad 22/04/2018 pagi tadi.
Pasar yang selama ini identik dengan kekumuhan oleh managemen JBO di sulap menjadi pasar edukasi dan destinasi wisata di desa tersebut.
"Momen hari Kartini ini kami jadikan kebangkitan bagi crew JBO yang kami bina, dengan menyulap pasar yang selama ini terkesan kumuh menjadi pasar warna warni, tidak hanya itu, sekitar 90% pedagang di pasar ini adalah kaum ibu ibu, dimana 30% nya merupakan kepala keluarga alias tulang punggung bagi keluarganya, sehingga pada peringatan Hari Kartini ini semua pedagang pasar kompak memakai kebaya untuk menghargai perjuangan pahlawan wanita," ujar kordinator pasar tiban Banbang dipenda.
Bahkan pedagang pasar yang selama ini 'ewuh pakewuh' dengan kegiatan formalitas, khusus pada momen hari Kartini semuanya melakukan apel pagi di lokasi pasar, tidak lupa dalam apel ini pedagang pasar mengawalinya dengan iringan musik lagu lagu RA Kartini.
Dr Murtono Pembantu rektor 1 Universitas Muria Kudus yg sekaligus pembina pasar tiban yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang dan crew manajemen JBO pasar tiban, tidak hanya dalam menghargai jasa pahlawan, tapi juga dalam menciptakan pasar yang kumuh dengan baner warna warni, sehingga selain bisa menjadi destinasi wisata baru, hal ini juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli.
"Ini sangat bagus dan kreatif, karena disamping merubah lingkungan yang kumuh dengan aneka ornamen warna warni sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru, ide ini juga bisa mendongkrak perekonomian mereka sendiri," ujar penggiat wirausaha ini.
Sementara dari pantauan media ini, ide pedagang dalam memperingati hari kartini dengan memakai kebaya tidak hanya menjadi daya tarik pembeli, tapi beberapa murid tk jiga terlihat rombongan kecil dengan membeli aneka jajanan pasar, apalagi di lokasi pasar juga di sediakan hiburan eduwisata kelinci dan memanah oleh managemen JBO.
"Pasar ini menginspirasi mas, dan bisa memberi edukasi pada anak-anak, walau ini baru pertama kalinya, saya berharap bisa dipertahankan, terutama pada peringatan hari-hari nasional dan keagamaan, jika pedagang komitmen saya yakin perekonomian masyarakat juga ikut terangkat, misal pada agustusan, pedagang memakai pakaian adat atau pakaian yang sesuai dengan tema, pasti akan lebih bagus," ujar Yanto warga wergu yang kebetulan lewat dan minum kangen water di pasar tiban tersebut. (J02 /A01)
Pasar yang selama ini identik dengan kekumuhan oleh managemen JBO di sulap menjadi pasar edukasi dan destinasi wisata di desa tersebut.
"Momen hari Kartini ini kami jadikan kebangkitan bagi crew JBO yang kami bina, dengan menyulap pasar yang selama ini terkesan kumuh menjadi pasar warna warni, tidak hanya itu, sekitar 90% pedagang di pasar ini adalah kaum ibu ibu, dimana 30% nya merupakan kepala keluarga alias tulang punggung bagi keluarganya, sehingga pada peringatan Hari Kartini ini semua pedagang pasar kompak memakai kebaya untuk menghargai perjuangan pahlawan wanita," ujar kordinator pasar tiban Banbang dipenda.
Bahkan pedagang pasar yang selama ini 'ewuh pakewuh' dengan kegiatan formalitas, khusus pada momen hari Kartini semuanya melakukan apel pagi di lokasi pasar, tidak lupa dalam apel ini pedagang pasar mengawalinya dengan iringan musik lagu lagu RA Kartini.
Dr Murtono Pembantu rektor 1 Universitas Muria Kudus yg sekaligus pembina pasar tiban yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang dan crew manajemen JBO pasar tiban, tidak hanya dalam menghargai jasa pahlawan, tapi juga dalam menciptakan pasar yang kumuh dengan baner warna warni, sehingga selain bisa menjadi destinasi wisata baru, hal ini juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli.
"Ini sangat bagus dan kreatif, karena disamping merubah lingkungan yang kumuh dengan aneka ornamen warna warni sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru, ide ini juga bisa mendongkrak perekonomian mereka sendiri," ujar penggiat wirausaha ini.
Sementara dari pantauan media ini, ide pedagang dalam memperingati hari kartini dengan memakai kebaya tidak hanya menjadi daya tarik pembeli, tapi beberapa murid tk jiga terlihat rombongan kecil dengan membeli aneka jajanan pasar, apalagi di lokasi pasar juga di sediakan hiburan eduwisata kelinci dan memanah oleh managemen JBO.
"Pasar ini menginspirasi mas, dan bisa memberi edukasi pada anak-anak, walau ini baru pertama kalinya, saya berharap bisa dipertahankan, terutama pada peringatan hari-hari nasional dan keagamaan, jika pedagang komitmen saya yakin perekonomian masyarakat juga ikut terangkat, misal pada agustusan, pedagang memakai pakaian adat atau pakaian yang sesuai dengan tema, pasti akan lebih bagus," ujar Yanto warga wergu yang kebetulan lewat dan minum kangen water di pasar tiban tersebut. (J02 /A01)
Langganan:
Postingan (Atom)






















