Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Juli 13, 2018

Wujud Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat, Anggota Koramil Bantu Pembangunan Talud Desa

by



Jurnalpantura.Com, Jepara - Sebagai aparat teritorial dan sebagai ujung tombak dari TNI yang ada di masyarakat. Salah satu contohnya apa yang telah dilaksanakan oleh anggota Koramil Tahunan dengan membantu Karya Bhakti di Desa Tahunan kecamatan tahunan Jepara, Jum'at 13/07/2018 pagi.

Karya bhati yang di laksanakan yaitu pembuatan talud jalan penghubung dari dukuh Randusari  RT 04 RW I Tahunan menuju Desa Sukodono, yang dilaksanakan masyarakat Tahunan. Pembangunan Talud sepanjang 680 meter, lebar 0,2 meter dan tinggi 0,6 meter dengan sumber dana berasal dari Dana Desa.

Menurut Serda haryono salah satu anggota Koramil Tahunan menyampaikan, Sebagai sub ujung tombak dari TNI, Koramil tahunan senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat. Setiap ada kegiatan di desa atau wilayah binaannya, anggota Koramil tahunan akan siap selalu dalam membantu.

Terkhusus dalam masalah pembangunan desa, karena dengan kehadiran anggota TNI (koramil Tahunan) warga masyarakat akan menjadi lebih semangat dalam kegiatannya.

"Ini sebagai perwujudan TNI dengan rakyat yang mana TNI berasal dari rakyat, serta sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat."tegasnya lebih lanjut. (J02/A01)

Juli 12, 2018

Semangati Anggota, Danramil Gebog Turut Serta Terjun Ke Lokasi

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Salah satu sasaran dari pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018 adalah membangun jalan penghubung di Desa tempat dilaksanakannya TMMD.

Betonisasi jalan dengan panjang 560 M X lebar 3 Meter dan ketebalan 0,15cm. Pembangunan jalan penghubung yang terletak di Dukuh Santren, Desa Klumpit kecamatan Gebog, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018.

Demi kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan pembangunan jalan penghubung tersebut, Danramil Gebog Kapten Inf A. Bashir beserta anggota Koramil Gebog turun langsung kelapangan tempat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA. 2018 bertempat di Dukuh Santren Desa Klumpit, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, Kamis 13/7/2018.

"Bersama warga sekitar dan anggota tetap semangat melakukan kerja bakti berpacu dengan waktu agar TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2018 berjalan dengan sukses dan lancar sesuai dengan ketentuan pimpinan atas," ungkap Danramil Gebog. 

Dengan segenap kemampuan yang kita miliki, kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2018 ini mencapai hasil yang maksimal demi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Gebog ini, jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Babinsa Desa Klumpit Sertu Qomarul Hadi menjelaskan,  percepatan pembangunan fisik harus diimbangi dengan ketersediaan material sehingga kegiatan di TMMD terus dapat berjalan dengan baik.

‘’Saya selaku Babinsa Desa Klumpit tetap fokus dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk terus melakukan pendataan dan mengecek pengiriman material jangan sampai tersendat, apabila sampai pengiriman material kosong jelas akan menghambat target pembangunan betonisasi jalan yang sudah di agendakan secara cermat,’’ ungkap Babinsa Klumpit mengakhiri kegiatan. (J10/A01)

Juli 10, 2018

Bupati Kudus Buka TMMD Sengkuyung Tahap II DI Desa Klumpit

by

Jurnalpantura.Com, Kudus - Dukuh Santren Desa Klumpit, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus menjadi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2018 Kodim 0722/Kudus.

TMMD yang berlangsung dari tanggal 10/07 - 08/07/2018, secara resmi dibuka oleh Bupati Kudus, Musthofa Wartoyo dengan Komandan Upacara Kapten Inf A. Bashir yang sehari-harinya menjabat sebagai Danramil 08 Gebog. Selasa 10/09/2018.

Tampak hadir dalam Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II, jajaran Forkopinda Kabupaten Kudus, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tamu undangan lainya.

Dalam amanatnya, Bupati Kudus yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan, TMMD kali ini mengarah pada pembangunan sarana prasana fasilitas umum dan sosial, yang menjadi  kebutuhan dasar masyarakat di daerah, membuka isolasi antar desa, sehingga semakin meningkat roda perekonomian daerah.

“Dalam rangka membangun karakter generasi penerus bangsa, agar ketahanan bangsa yang dijiwai Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga dari gangguan virus berupa terorisme, radikalisme dan narkoba."Lanjutnya.

Sementara itu Pasi Teritorial Kodim 0722/Kudus Kapten Inf Subekhi dalam laporannya atas nama Dansatgas TMMD menjelaskan, bahwa sebelum pelaksanaan, telah dilaksanakan pra TMMD selama 10 hari.

Dalam kegiatan yang di rencanakan selama 30 hari ini, jelas Subekhi terdapat dua sasaran yaitu sasaran fisik dan non fisik. Untuk kegiatan sasaran fisik yakni membuat betonisasi jalan tembus dari Dukuh Santren menuju Makam Santren dilanjutkan sampai Dukuh Ngaringan yang menggunakan sawah bengkok Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Dengan panjang 560 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 cm.

Termasuk ada pembuatan talut, pembuatan gorong-gorong, pembersihan drainase kanan kiri jalan betonisasi.

Pada kegiatan non fisik, lanjut Subekhi, dilaksanakan kegiatan antara lain sosialisasi bidang agama, sosial, pertanian, pendidikan, kebudayaan, juga pemuda dan olah raga. Selain, itu diberikan juga sosialisasi penanggulangan bencana alam, lingkungan hidup, hukum dan narkoba, Kamtibmas, KB Kesehatan dan Pemutaran film.

“Seluruh kegiatan tersebut ditargetkan selesai sebelum acara berakhir 08/08/2018 mendatang,” pungkasnya. (J10/A02)

Mei 08, 2018

Luangkan Waktu Babinsa Bantu Pembuatan Pagar Makam

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Bintara Pembina Desa (Babinsa)  Desa Jali Koramil 0716-02/Bonang Pelda Jumbadi  membantu masyarakat melaksanakan kegiatan pembuatan pagar pemakaman umum di Dukuh Glegok Desa Jali Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Senin, 07/05/2018.

“Kegiatan ini adalah salah satu bukti nyata sekaligus penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai implementasi dari Binter Koramil 0716-02/Bonang. Hal ini sudah menjadi bagian dari Tugas pokok TNI AD khususnya bidang teritorial untuk membantu segala kesulitan masyarakat yang berada di wilayah binaan,” kata Pelda Jumbadi.

Menurutnya,  kegiatan Sosial semacam ini merupakan bentuk Komunikasi Sosial yang memang harus dilaksanakan oleh Aparat Teritorial dalam rangka mendekatkan diri kepada masyarakat.

Sementara itu Khamim Ketua RW Dukuh Glegok menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Babinsa Koramil 0716-02 Bonang yang telah ikut terjun langsung membantu dalam pembuatan pagar pemakaman umum.

“Disela-sela kesibukannya dalam menjaga keamanan wilayah, Babinsa masih sempat meluangkan waktu dan tenaga untuk datang juga memberikan bantuan serta menyalurkan aspirasi kami guna pembuatan pagar makam ini,apa lagi sebentar lagi bulan puasa. Pastinya banyak orang yang melakukan nyadran, ziarah ke makam para leluhurnya.” ungkapnya. (J02 /A01)

Mei 04, 2018

Sambut Lebaran 2018 Bandara Ahmad Yani Siapkan Diri 3 Kali Lipat

by
Jurnalpantura.Com, Semarang - Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan difungsikan untuk melayani arus mudik dan balik lebaran 2018, namun kepastian fungsional bandara masih menunggu verifikasi dari Kementerian Perhubungan. 
Fungsionalnya bandara diharapkan bisa membantu kelancaran arus mudik dan balik, di mana Jateng masuk dalam perlintasan yang padat karena pemudik dari Jakarta tujuan Jatim pun akan melintasi Jateng.
"Jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani setiap tahun kian bertambah. Insya Allah menjelang Lebaran 2018, bandara bisa difungsikan meski belum optimal," terang Pelaksana Tugas Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi di sela kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Bandara Ahmad Yani, Kamis (3/5).
Ia mengatakan predikat Bandara Ahmad Yani adalah bandara internasional, tapi selama ini masyarakat tidak percaya diri dengan sebutan itu. Namun sebentar lagi, warga Jateng bisa bangga terhadap keberadaan Bandara Ahmad Yani yang megah dan benar-benar sebagai bandara bertaraf internasional.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pembangunan berbagai fasilitas umum dan proyek-proyek strategis nasional di Jateng. Salah satunya pengembangan Bandara Ahmad Yani yang merupakan dambaan pemprov dan masyarakat Jateng. 
Dirut PT Angkasa Pura 1 Faik Fahmi menjelaskan, sampai saat ini pelaksanaan proyek masih sesuai jadwal, bahkan untuk progress paket tiga dan paket empat mengalami deviasi positif di atas rencana. Untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal sesuai dengan kontrak akan selesai pada November 2018, namun target operasional pada Juni 2018.
"Sehingga pada musim mudik Lebaran 2018 bisa difungsikan, dengan catatan sudah mendapatkan verifikasi dari Kementerian Perhubungan," katanya.
Ia memaparkan, pengembangan Bandara Ahmad Yani akan menunjang peningkatan pembangunan di Jateng, karena saat ini kondisi bandara eksisting sudah over capacity di terminal penumpang dan terminal kargo. Kapasitas terminal penumpang akan meningkat 5-6 kali lipat, sedangkan luasan terminal kargo yang sebelumnya 774 meter persegi menjadi 2048 meter persegi atau meningkat hampir 3 kaki lipat. 
"Kapasitas terminal penumpang bandara saat ini 800 ribu per tahun. Setelah adanya pengembangan, terminal bandara diperluas menjadi sekitar 58 ribu meter persegi dan mampu menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun," terangnya.
Menurut dia, upaya penambahan jadwal penerbangan masih terkendala keterbatasan slot. Saat ini winter terdapat 10 permohonan slot time yang outstanding, karena airlines menginginkan penambahan slot di jam-jam sibuk. Penambahan jadwal penerbangan harus mempertimbangkan tiga kapasitas, yakni runway, apron, dan terminal.
Sampai saat ini, lanjut dua, dari lima paket pekerjaan untuk paket satu meliputi lahan dan akses, paket kedua meliputi apron dan exit taxiway sudah selesai 100 persen. Sedangkan sekarang masih dalam tahap pengerjaan konstruksi untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal.
Ia menambahkan, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek antara lain, kondisi lahan yang merupakan area tambak sehingga terjadi penurunan tanah pada lokasi jalan akses kerja. Selain itu kondisi cuaca yang tidak menentu, serta suplai material yang teekadang mengalami kendala karena saat ini tidak sedikit proyek infrastruktur yang ada di Jateng.
Sementara itu, anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka, meminta pengoperasian bandara Ahmad Yani yang baru pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 tidak perlu dipaksakan. Menurutnya, jangan sampai dengan berfungsinya terminal baru di bandara yang pembangunannya belum selesai 100 persen itu, justru memunculkan persoalan-persoalan yang seharusnya tidak terjadi.
"Persoalan keselamatan itu utama. Pimpinan dan anggota komisi A pasti akan mendukung pengoperasian terminal baru jika memang sudah selesai. Kalau belum selesai, kami juga mendukung agar pihak terkait lainnya untuk bersabar," pintanya.
Rieke mengatakan tidak mengapa pengerjaan terminal baru sesuai sesuai kontrak yakni sampai November 2018. Sebab itu pihaknya meminta ada klarifikasi dan koordinasi akhir pada 15 Mei terkait operasional bandara untuk mudik lebaran. Ia pun meminta Komisi VI untuk dilibatkan.  
"Dalam klarifikasi dan koordinasi akhir, kami juga mohon diundang, karena ini bagian dari pengawasan Komisi VI. Jika belum siap katakan belum siap, sekali lagi keselamatan itu penting, kalau belum fix jangan dipaksakan, apalagi sekarang era keterbukaan informasi," pungkasnya. (J02 /A01) 

April 04, 2018

Bupati Kudus Buka TMMD Sengkuyung I

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Bupati Kudus Musthofa SE.MM memimpin Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2018 di Lapangan Desa Gondangmanis Kecamatan Bae, Rabu, 04/04/2018.

Hadir dalam Upacara ini Forkopimda Kabupaten Kudus, Kepala Dinas/Instansi Kabupaten Kudus serta Forkopimcam Kecamatan Bae.

Pada kesempatan ini Bupati Kudus Musthofa membacakan sambutan Heru Sudjatmoko MSi, Plt Gubernur Jawa Tengah.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotongroyong membangun Bangsa.

TMMD juga membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

Dalam TMMD Tahap I Tahun 2018 yang mengambil tema "TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter Dan Kemandirian Bangsa" dilaksanakan di Desa Gondangmanis, akan berlangsung mulai 04/04/2018 sampai dengan 03/05/2018, akan dilaksanakan pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah.

Kegiatan fisik diantaranya pengecoran jalan betonisasi dengan, panjang 487 M, lebar 2,5 M, tebal 15 cm dan pembuatan talud jalan dengan panjang 53 M, lebar 0,4 Cm dan tinggi 2 M. (J02 /A01)

Maret 28, 2018

Pemkab Demak Sosialisasi Peraturan Jasa Konstruksi Kepada Penyedia Jasa konstruksi

by
Jurnalpantura.Com, Demak – “Apik, alus lan atos merupakan kualitas produk yang harus diperhatikan oleh penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Demak dalam membangun Demak tercinta ini,” hal itu diungkapkan oleh Bupati Demak HM. Natsir saat sosialisasi peraturan-peraturan jasa konstruksi kepada penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Demak, selasa 27/03/2018. 

Pada kesempatan yang sama Bupati menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Hal itu menunjukkan komitmen kuat bagi kita untuk membangun proses pengadaan yang transparan, terbuka, menyatu, persaingan sehat, dapat memenuhi ketentuan serta dapat membantu memudahkan para pengelola Pengadaan Barang/Jasa,” jelasnya.

Pengadaan barang/jasa wajib menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. “Kepada penyedia jasa di Kabupaten Demak yang tergabung dalam masyarakat jasa konstruksi agar dalam mengelola pengadaan barang/jasa, benar-benar menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara optimal. Mulai saat ini pahamilah prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Laksanakan pekerjaan pembangunan secara profesional,” pesan Bupati.

“Dengan pengelolaan pengadaan barang/jasa yang baik pada akhirnya mampu mendorong terjadinya inovasi, tumbuh suburnya ekonomi kreatif serta kemandirian industri dalam negeri,” pungkasnya.
Sementara, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Demak Windu Sunardi, SH. MH mengatakan, harus ada komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Demak dengan penyedia jasa konstruksi untuk Bangun Demak Bareng-bareng.

Kepala Bagian Administrasi, Pembangunan dan Kesra Setda Demak Drs. Wahyu Aji, MM selaku ketua Penyelenggara mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan lebih kepada 120 peserta dari perwakilan jasa konstruksi dalam memahami aturan hukum terkait jasa konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Baik itu Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi, Perpres Nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan keempat Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, maupun Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2016 tentang Percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

"Diharapkan sosialisasi ini dapat diaplikasikan dalam melaksanakan pekerjaan. Sehingga pelaksanaan pengadaan barang dan jasa konstruksi akan sesuai dengan aturan, sistem, metode dan prosedur yang telah ditetapkan yaitu bersih dari kolosi dan nepotisme,” imbuhnya.

Sri Wihanarto dari Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia (P3I) selaku Narasumber menjelaskan, ada beberapa etika pengadaan yang harus dipenuhi oleh Penyedia barang/jasa. Diantaranya, tertib dan tanggung jawab, profesional,mandiri dan jujur, tidak saling mempengaruhi, mencegah pemborosan, menghindari conflict of interest, menerima dan bertanggung jawab, menghindari penyalah gunaan wewenang, serta tidak menerima atau memberi hadiah. (J02 /A01) 

Februari 11, 2018

Relawan Bersama Masyarakat Isi Karung Dengan Tanah Guna Perbaiki Tanggul Desa Medini

by
Jurnalpantura.Com,Kudus - Akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kudus beberapa hari ini, khususnya di Desa Medini, kecamatan Undaan, sehingga mengakibatkan longsor nya tanggul kanan Sungai Wulan.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan masyarakat melakukan kerja bakti guna memperkuat sementara tanggul tersebut. Dalam penangananya, warga dan unsur lainya melakukan penambalan menggunakan karung yang diisi tanah, kemudian ditahan menggunakan patok bambu sepanjang tanggul Sungai Wulan.

Tanggul sebelah kanan sepanjang 200 meter, dengan ketinggian tanggul 2 M dan lebar 3 M. "Ini langkah penanganan sementara atau darurat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Camat Undaan Drs Rinardi Budiyanto.

Sedangkan Danramil Undaan kapten Inf Sri Widodo menyampaikan, setelah mendapat laporan tentang tanggul yang longsor, pihaknya langsung memerintahkan jajaran personil Koramil Undaan dibantu tim Siaga Makodim Kudus, membantu warga memperbaiki tanggul tersebut,Ahad 11/02/2018.

" Kegiatan ini merupakan bukti nyata penguatan kemanunggalan TNI bersama rakyat, "imbuhnya. (J02/A1)

Januari 18, 2018

Tol Sepanjang 178,6 Km Siap Beroperasi Sebelum Lebaran 2018

by
Jurnalpantura.Com, Sragen - Progres pembangunan Tol Solo-Kertosono sepanjang 178,6 kilometer telah mencapai sekitar 95 persen. Proyek yang merupakan bagian dari Tol Tans Jawa tersebut siap beroperasi sebelum Lebaran 2018.
“Pembangunan Tol Soker tidak ada kendala apa-apa. Dari Ngasem sampai perbatasan Jatim pembangunan fisik sudah 95 persen. Sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo, sebelum lebaran 2018 siap beroperasi dan ini harus kita sepakati,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP di sela-sela tinjauan pembangunan Tol Solo-Kertosono (Soker) di ruas Sragen, Kamis 18/01/2018. 
Sekda menjelaskan, jalan tol penghubung Jawa Tengah dengan Jawa Timur tersebut rencananya akan diresmikan pada Januari 2018. Namun karena ada perubahan-perubahan desain, seperti overpassdan underpass, peresmian ditunda sekitar dua atau tiga bulan ke depan.
“Beberapa perubahan desain untuk overpass maupun underpass itu karena kebutuhan masyarakat. Dan ini perlu persetujuan dari pemerintah,” katanya.
Ditambahkan, setelah beroperasi, keberadaan jalan tol dapat memangkas waktu tempuh antara Solo sampai Kertosono dari empat jam menjadi dua jam. Artinya jalur tersebut mampu meningkatkan efisiensi di bidang transportasi dan logistik. Selain itu, keberadaan jalan yang melalui beberapa kabupaten itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilaluinya.
“Di ruas Sragen, exit tol tidak hanya di Pungkruk tapi juga di Sambungmacan, karena di ruas tersebut akan dikembangkan kawasan industri,” katanya.
Tol Soker terdiri dari ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer dan ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 88,33 kilometer. Secara keseluruhan jalam tol ini memiliki 10 Simpang susun, yaitu Simpang Susun Kartosuro, Bandara, Solo, jalan ke Purwodadi, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Madiun, Caruban, dan Nganjuk.
Jalan Tol Soker dibangun dengan struktur perkerasan rigid pavement atau perkerasan beton. Selain itu, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melintas dari sisi jalan tol ke sisi jalan yang lain, akan dibangun lebih dari 170 bangunan perlintasan berupa overpass dan underpass.
Usai meninjau Tol Soker, Sekda yang didampingi Kepala Satker Tol Solo-Kertosono, Agung Sutarjo, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Jateng Peni Rahayu serta para pejabat terkait lainnya, meninjau jalur Tol Boyolali-Salatiga. Sekda dan rombongan menyusuri langsung ruas Tol Boyolali-Plumbon Salatiga dari exit Tol Sragen.
Dalam kesempatan itu, Sekda meninjau ruas tol penghubung Kota Salatiga dengan Kota Solo tersebut sembari melihat aktivitas pembangunan, mendengarkan penjelasan para pelaksana proyek, serta memberikan arahan terkait kendala yang dihadapi. (J02) 

November 15, 2017

Tak Miliki Anggaran Cukup, Eskalator Pasar Kliwon Yang Rusak Belum Diperbaiki

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Sudah lebih dari dua pekan ini eskalator di Pasar Kliwon mengalami kerusakan.Praktis hal itu sedikit menganggu mobilitas  pengunjung pasar untuk menuju lantai atas.

Kepala Dinas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, mengatakan, pihaknya belum bisa memperbaiki eskalator Pasar Kliwon yang rusak.Sebab, anggaran untuk perawatan eskalator sudah habis.

"Selama ini untuk anggaran perawatan eskalator di Pasar Kliwon sebesar Rp. 30 juta, namun untuk tahun depan pihaknya sudah menganggarkan lebih," kata Sudiharti saat ditemui di Sela-Sela Seminar Sehari Dalam Rangka HKN Di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu 15/11/2017.

Dikatakan Sudiharti, beban eskalator di Pasar Kliwon dengan yang ada di mall memang beda. Di Pasar Kliwon, naik turun barang yang berat dengan menggunakan eskalator menjadi beban. Sehingga beberapa kali eskalator ini menjadi rusak.

"Dari dua eskalator, posisi eskalator yang naik masih bisa digunakan. Namun untuk eskalator yang turun sudah tidak berfungsi lagi," jelasnya.

Salah seorang pedagang, Suryo (43), menuturkan bahwa eskalator kedua jarang diaktifkan. Bahkan ketika salah satu eskalator rusak, pedagang hanya tahu kalau eskalator itu tidak diaktifkan.
"Karena eskalator tidak bisa difungsikan, kami pun terpaksa harus menggunakan tangga manual untuk sampai ke lantai atas," ucapnya.(J10)

September 27, 2017

Teriakan Yel-Yel "Bersama Rakyat TNI - Polri Kuat" Iringi Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Mengambil tema "Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Masyarakat", Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2017 di laksanakan di lapangan Sepak bola Desa Kalirejo kec Undaan Kab Kudus.

TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2017 diselenggarakan oleh Kodim 0722/Kudus, Sebagai Inspektur upacara Drs Agus Budi Satriyo, Asisten I Pemkab Kudus.Tampak hadir dalam upacara pembukaan tersebut, Mas'an ketua DPRD Kudus, Dandim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudhoyono Kusuma, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning SIK, Hasran SH kajari Kudus, Duta Baskara SH.MH Ka PN Kudus, Muspika kec Undaan, Kepala Desa se-Kecamatan Undaan dan para tamu undangan. 

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I, Program TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya dengan semangat gotong royong membangun  bangsa sehingga kita bersama sama mengawali kembali pelaksanaan TMMD sengkuyung tahap III.

Dengan TMMD  saya merasa senang kegiatan yang berbasis kegotong royongan untuk kemaslahatan membangun jalan dan jembatan bebarengan untuk,meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang lebih layak dan lebih baik,sehingga banyak masyarakat yang termotivasi dan percaya diri setiap potensi yang ada disekitarnya.

kegiatan ini mendapatkan dukungan dari kemeterian pertanian RI sebagai wujud dalam kepedulian pangan,selain kegiatan TMMD tidak ketinggalan upaya untuk terus menedokasi masyarakat tentang Nasionalisme,tentang ancaman Terorisme dan Radikalisme,serta bahaya Narkoba sebagai wawasan kebangsaan.

Kita juga dituntut untuk membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki dan kesiapsiagaan menghadapi setiap.ancaman,tantangan yang sedang akan dihadapi.Mari kita sengkuyung bareng bareng program pembangunan yang mensejahterakan masyarakat desa,bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya.

Program TMMD yang kita laksanakan selama ini sejalan dengan visi pemerintah yaitu terwujudnya indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong.Kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan rakyat. 

Untuk pelaksanaan  program TMMD meliputi  kegiatan Fisik dan Non Fisik, sebagai upaya percepatan pembangunan yang ada ditingkat pedesaaan.
Kegiatan fisik diantaranya Betonisasi jalan panjang 1.300 M lebar 3 M , tinggi 15 Cm.
Sedangkan untuk kegiatan non fisik seperti, Penyuluhan radikalisasi,terorisme dan Bakat komputer, Penyuluhan KB kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, Penyuluhan bela negara, Penyuluhan wawasan kebangsaan, Penyuluhan Kamtibmas,UU lalu lintas dan Narkoba.(J02) 

Agustus 13, 2017

Pemerintah Targetkan Program Satu Juta Rumah

by
JURNALPANTURA.COM, Jakarta - Dalam upaya mendorong pencapaian target dan kualitas perumahan lewat Program Satu Juta Rumah, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kampanye peningkatan kepedulian pemangku kepentingan melalui peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Mengusung tema ‘Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera’, Hapernas yang diperingati setiap tahun pada 25 Agustus ini, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan sektor perumahan dalam menyediakan rumah bagi MBR juga tampak di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/8) yang diresmikan Presiden Joko Widodo. Pameran ini  merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hapernas 2017. IPEX 2017 diramaikan oleh 201 booth dengan rincian 117 booth non-MBR dan 84 booth MBR. Jumlah transaksi  pameran ini diharapkan mencapai Rp. 5 Trilliun, lebih baik dari angka transaksi tahun lalu sebesar Rp. 4,5  Triliun.
Secara serentak, pada IPEX 2017 akan dilakukan penandatanganan akad kredit bagi 1.393 debitur dengan BTN senilai Rp. 167,6 Miliar. Sebanyak 363 debitur akan berakad dengan nilai Rp. 44 Miliar di JCC Jakarta, sementara 1.030 debitur lainnya akan berakad di kota-kota lain di Indonesia dengan nilai Rp. 123,6 Miliar.
“Transaksi dan penandatanganan akad kredit ini sangat penting untuk dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan optimisme publik, sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor konstruksi dan properti,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya pada pembukaan IPEX 2017.
Melalui Hapernas 2017, Kementerian PUPR terus mendorong kemudahan MBR untuk memiliki rumah, yang ditunjang dari aspek regulasi. Tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang Perumahan untuk MBR dan diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Melalui PKE XIII, jumlah izin yang diurus dan waktu pengurusan perizinan akan menjadi lebih singkat dari yang semula 33 izin dan tahapan, menjadi 11 izin. Jumlah hari permohonan perizinan pun lebih singkat, yakni yang awalnya lebih dari 700 hari menjadi 44 hari. Selain mengurangi jumlah izin dan waktu perizinan, biaya perizinan juga lebih hemat 70 persen dari biaya sebelumnya.
Dukungan dari pemerintah daerah tidak kalah pentingnya dalam menunjang pencapaian Program Satu Juta Rumah. Sebagai bentuk apresiasi atas  kontribusi signifikan pemerintah daerah dalam kemudahan layanan perizinan pembangunan rumah MBR, pada pembukaan IPEX 2017, Kementerian PUPR menyerahkan penghargaan kepada sembilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk lebih giat  memberikan layanan yang pro-investasi dan pro-MBR di bidang perumahan dan properti. Sembilan pemerintah daerah yang memperoleh penghargaan tersebut yaitu Pemerintah Provinsi  Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat; Pemerintah Kabupaten Maros, Bandung dan Malang; serta Pemerintah Kota Jambi, Pontianak dan Manado.
Selain optimis dapat mengejar target dari segi kuantitas, pemerintah juga mendorong kualitas lingkungan perumahan. Saat ini, Kementerian PUPR bersama bank-bank penyalur subsidi, pengembang dan para pemangku kepentingan lainnya tengah membahas penyusunan pemeringkatan kualitas perumahan. Kementerian PUPR bersama para pemangku kepentingan juga tengah menjadikan salah satu perumahan MBR sebagai acuan (benchmark) dalam pembangunan perumahan MBR.
Ketersediaan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan umum, jaringan pipa air minum dan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pun terus dikembangkan agar masyarakat memiliki rumah yang layak huni. Upaya ini dilakukan melalui subsidi pembiayaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) kepada pengembang, sehingga biaya-biaya tersebut tidak dibebankan kepada konsumen MBR.
 Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 20/04/2015, di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu program strategis nasional yang berupaya mengatasi tantangan backlog perumahan di Indonesia. Jumlah backlog perumahan di Indonesia sendiri berdasarkan konsep penghunian sebanyak 7,6 juta unit pada 2015 dan diharapkan turun menjadi 5,4 juta unit pada 2019.
 Di tahun ketiga pelaksanaannya, Program Satu Juta Rumah telah menunjukkan hasil cukup baik. Untuk tahun ini, hingga Juli 2017, telah mencapai angka 499.702 unit rumah. Progres tersebut membuat Menteri Basuki optimistis capaian Program Satu Juta Rumah hingga akhir 2017 dapat lebih tinggi dari tahun 2015 sebanyak 699.770 unit dan tahun 2016 sebanyak 805.169 unit.
Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.(J02)

Agustus 08, 2017

Tol Jakarta - Semarang selesai 2018

by
JURNAL PANTURA.COM, Tegal - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Semarang tersambung pada 2018 mendatang. Itu disampaikan Budi saat berkunjung ke Kampus II Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) di Jalan KH Abdul Syukur Kelurahan Margadana Kecamatan Margadana, kemarin.
“Tol dari Jakarta-Semarang selesai sebelum Lebaran tahun depan,” kata Budi.
Menhub mengunjungi PKTJ seusai dirinya meninjau Pelabuhan Pekalongan. Di PKTJ, dia disambut Direktur PKTJ Yudi Karyanto dan upacara pedang pora. Usai berlangsungnya apel, taruna memberikan sambutan dengan menampilkan marching band, kulintang, dan paduan suara.
Menhub datang didampingi sang istri Endang Budi Karya Sumadi, Kepala BPSDM Perhubungan Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Kepala Pusat Pengembangan SDM Pepen Supendi, Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Wisnu Handoko, dan pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lainnya.
Budi menekankan kepada operator tol agar memastikan kehadiran masyarakat. “Misalnya, dengan membuat rest area untuk tempat kegiatan perdagangan. Bagi Pemda yang memiliki tanah, bisa saja rest area diperbesar. Sehingga, dapat dilakukan kemungkinan-kemungkinan agar ekonomi masyarakat bisa tetap hidup,” ujar menteri lulusan Universitas Gajah Mada itu.
Menurutnya, keselamatan merupakan salah satu kriteria keberhasilan transportasi. Untuk itu, Kemenhub tidak hanya membangun di lapangan, namun juga mempersiapkan sumber daya manusia (SDM).
Karena itu, BPSDM diminta untuk melakukan konsolidasi dan peningkatan-peningkatan agar PKTJ dapat berkembang dengan baik.
“Dari (PKTJ, Red.) sinilah kita akan mendapatkan insan-insan transportasi yang memiliki kualifikasi. Secara khusus, saya minta agar mereka (taruna PKTJ, Red.) memiliki mimpi yang tinggi dan terus meningkatkan kualitas diri. Sehingga, nantinya bisa mengisi ruang-ruang kegiatan yang ada di bidang transportasi,” ungkap Budi.(J02)

Rumah Mewah Di Tengah Jalan Tol Di Bongkar

by
JURNALPANTURA.COM, Tegal - Rumah mewah milik H. Sanawi, juragan warung tegal (warteg) yang berada di tengah proyek jalan tol Pejagan-Pemalang berakhir. Alat berat milik PT Waskita Tol Road membongkar bangunan hingga rata.
Tanah bangunan rumah milik Sanawi di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal yang sebelum menolak ganti rugi saat sudah menerima melalui Pengadilan Negeri (PN) Slawi.
Sebelum diratakan dengan alat berat, rumah pengusaha warteg yang berada tepat di tengah ruas tol tersebut tetap berdiri. Sementara rumah lainnya yang sudah dibebaskan langsung dibongkar dan sudah rata dengan tanah. Hanya tinggal rumah sanawi selama beberapa bulan tetap berdiri, meski proyek jalan tol sudah melewati di dekat rumahnya.
Sebelum diratakan dengan tanah, pemilik rumah diberikan kesempatan selama dua hari untuk mengambil semua barang-barang yang ada. Beberapa sebelumnya semua kusen kayu, daun pintu, jendela genteng, pagar rumah sudah diambil untuk digunakan membangun rumah baru. Selama dua hari, beberapa tukang membongkar semua yang bisa digunakan lagi oleh Sanawi.
Setelah pembongkaran ini, Sanawi tengah mencari lahan untuk membangun rumah baru setelah mendapatkan uang ganti rugi. Sanawi juga membenarkan telah menerima uang ganti rugi tersebut.
"Saya lagi cari lahan buat ganti rumah yang lama dengan lebar 15 meter dan panjang 25 meter," ujarnya singkat.
H. Sanawi menunjuk Rakhmanto SH sebagai kuasa hukum. Dia menjelaskan Sanawi menolak ganti rugi karena nilai tawaran yang diajukan PPKom tidak sesuai yang diharapkan. Ada dua pertimbangan dari pemilik rumah sehingga mengajukan penawaran sebesar Rp 2,8 miliar.
"Faktor fisik, rumah tersebut masih baru, yakni dibangun pada tahun 2002 lalu. Rumah itu sudah ada sejak 1965 tapi baru kemudian renovasi," katanya.
Diakuinya, ada perbedaan data dalam SPPT dan sertifikat milik H Sanawi. Dalam SPPT tertulis luas tanah 300 meter lebih tapi dalam sertifikat luas tanah tertulis 266 meter persegi. Tim appraisal dalam melakukan pengukuran tidak melibatkan pemilik rumah dan hanya dihadiri orangtua H Sanawi yang sudah lansia.
"Selain itu orang yang sudah lama dengan yang baru memiliki nilai yang berbeda. Padahal Pak Sanawi sudah lama tinggal disitu," terangnya.
Namun upaya hukum yang ditempuh tidak membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) menolak pengajuan kasasi dari para pemilik lahan. Keputusan MA nomor 414.k/RH/2017 ini bersifat final dan pemohon kasasi tidak bisa mengajukan upaya hukum lanjutan. Sejak itulah, H Sanawi akhirnya menerima ganti rugi yang ditawarkan PPKom sebebsar Rp 1,5 miliar.
Saat ini rumah tersebut sudah dibongkar dan sudah rata. Hanya tinggal tembok-tembok reruntuhan dan sisa-siswa besi beton berserakan. Proyek jalan tol Pejagan-Pemalang Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, terus berjalan.(J02)

Agustus 04, 2017

Musim Kemarau Pembangunan di Demak DIkebut

by


JURNALPANTURA.COM,Demak- Musim kemarau dimanfaatkan untuk memaksimalkan pekerjaan Pengendalian Banjir Sistem Sungai Jragung, Kabupaten Demak. Ditargetkan, proyek ini dapat selesai akhir tahun.

Ada tiga pekerjaan utama yakni normalisasi sungai, perkuatan tebing sungai hingga perbaikan jembatan di sungai yang membentang sejauh 75 kilometer meliputi Jragung, Cabean, hingga Wonokerto. Proyek ini ditargetkan mampu mengendalikan banjir yang sering melanda Demak dan Grobogan.

Pelaksana Pekerjaan Pengendalian Banjir Sistem Sungai Jragung Paket 1, Novi Arifianto menuturkan bahwa musim kemarau seperti ini memang waktu yang pas untuk melaksanakan pekerjaan.

"Kalau hujan dan debit air naik seperti bulan Januari lalu, kami memang berhenti, karena pekerjaan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal," ujarnya, Kamis (20/7/2017).

Saat ini ada kurang lebih 3600 lembar CCSP (dinding penahan tanah) yang akan dipasang di paket 1.
"Paket satu mencakup sungai dengan panjang 12 kilometer, saat ini kurang lebih sudah 1050 lembar yang sudah terpasang," lanjutnya.

Kendati demikian, pemasangan dinding sungai hanya dilakukan di titik yang rawan longsor dan tikungan sungai.

"Memang pemasangan dinding sungai harus sesuai dengan kriteria," papar dia.

Proyek ini, imbuh dia, dikerjakan oleh PT Wijaya Karya. Diharapkan, setelah ini tidak ada banjir saat musim hujan. "Pekerjaan kami kebut supaya selesai tahun ini," tandasnya. (J02/ER02)

Top Ad 728x90