Jurnalpantura.Com, Jepara - Peristiwa bunuh diri terjadi di Desa Lebak RT 01 RW II kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara, Rabu 04/07/2018.
Pelaku bunuh diri diketahui bernama MNR (30) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu.
Peristiwa bunuh diri ini pertama kali diketahui oleh tetangganya yang bernama Rif'an dan istrinya . Saat dirinya diberitahu putrinya yang balita, bahwa di belakang rumah dibawah pohon durian, terlihat sosok yang tergantung di atas pohon.
"Kemudian saya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Pakis Aji." katanya.
Tak lama berselang, petugas Polsek datang dengan membawa tim medis dari Puskesmas Pakis Aji ke TKP. Segera petugas melakukan penurunan pelaku dugaan bunuh diri untuk dilakukan pemeriksaan kondisi pelaku.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr Anjar, di peroleh kesimpulan bahwa pelaku diperkirakan sudah meninggal sekitar 8 jam yang lalu. Pelaku diperkirakan melakukan bunuh diri sekitar pukul 22.00 malam sebelumnya.
"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pelaku, kami menduga pelaku murni melakukan gantung diri." ujarnya.
Sementara itu dari keterangan keluarga, bahwa MNR selama ini diketahui menderita depresi dikarenakan persoalan keluarga. (J02 /A01)
Tampilkan postingan dengan label Bunuh diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunuh diri. Tampilkan semua postingan
Juli 04, 2018
Juni 21, 2018
by Unknown
Juni 21, 2018
Jurnalpantura.Com, Demak - Kehebohan terjadi di sekitar Jl. Raya Onggorawe Semarang-Demak Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Kehebohan itu terjadi saat warga menemukan seorang laki laki tewas tergantung di rangka Baliho setinggi 5 Meter.
Korban yang kemudian diketahui bernama AK (44) yang beralamatkan di Jl. Gemah Selatan I RT 08 RW VI Kelurahan Gemah Pedurungan Semarang yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kamis, 21/06/2018.
Korban ditemukan pertama kali oleh warga, sekitar pukul 06.00 WIB kemudian melaporkan ke kades Sidogemah.
Selanjutnya Kades bersama warga Sidogemah mengecek di lokasi kejadian selanjutnya melaporkan ke Koramil Sayung dan Polres Demak.
” Kejadian ini murni gantung diri , tidak di temukan tanda-tanda penganiayaan, disamping itu pula di tubuh korban ditemukan cairan yang diduga sperma di celana panjang korban dan lidahnya menjulur,” kata Petugas Polsek Sayung yang didampingi Babinsa Sidogemah.
Abas Nastain, Kades setempat menambahkan jika, "Korban tergantung di rangka Baliho setinggi 5 Meter ini menggunakan kawat alumunium dan korban masih mengenakan Helm,kaos warna Orange, celana kain warna hijau, Sendal jepit warna Hitam beserta Tas Ransel".terangnya
Adapun barang korban yang berada dekat Korban 1 unit SPM Yamaha Vega nopol H 6864 SH dalam keadaan terkunci setang, yang diduga merupakan milik korban.
Selanjutnya Jenazah korban di evakuasi dan dibawah ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Kabupaten Demak guna dilakukan visum. (J02/A01)
Korban yang kemudian diketahui bernama AK (44) yang beralamatkan di Jl. Gemah Selatan I RT 08 RW VI Kelurahan Gemah Pedurungan Semarang yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kamis, 21/06/2018.
Korban ditemukan pertama kali oleh warga, sekitar pukul 06.00 WIB kemudian melaporkan ke kades Sidogemah.
Selanjutnya Kades bersama warga Sidogemah mengecek di lokasi kejadian selanjutnya melaporkan ke Koramil Sayung dan Polres Demak.
” Kejadian ini murni gantung diri , tidak di temukan tanda-tanda penganiayaan, disamping itu pula di tubuh korban ditemukan cairan yang diduga sperma di celana panjang korban dan lidahnya menjulur,” kata Petugas Polsek Sayung yang didampingi Babinsa Sidogemah.
Abas Nastain, Kades setempat menambahkan jika, "Korban tergantung di rangka Baliho setinggi 5 Meter ini menggunakan kawat alumunium dan korban masih mengenakan Helm,kaos warna Orange, celana kain warna hijau, Sendal jepit warna Hitam beserta Tas Ransel".terangnya
Adapun barang korban yang berada dekat Korban 1 unit SPM Yamaha Vega nopol H 6864 SH dalam keadaan terkunci setang, yang diduga merupakan milik korban.
Selanjutnya Jenazah korban di evakuasi dan dibawah ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Kabupaten Demak guna dilakukan visum. (J02/A01)
Mei 30, 2018
by Unknown
Mei 30, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seorang pemuda bernama Slamet Jumantoro dengan alamat RT 02 RW III Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri di sebuah pohon Alpukat di Bumi Perkemahan Kajar, Desa kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Pemuda yang selama hidupnya di kenal sebagai pemuda yang rajin membantu orang tuanya dan juga mempunyai usaha Angkringan yang cukup ramai di Jln Nuri, Wergu Kulon.
Menurut Kapolsek Dawe yang datang bersama dengan tim medis, menyampaikan kebenarannya.
"Benar memang ada ditemukan warga yang gantung diri, dan kasusnya sekarang sudah di tangani oleh Polsek Dawe," kata Kapolsek Dawe AKP Suharyanto, Selasa, 29/05/2018.
Sementara itu, berdasarkan informasi di lokasi kejadian korban pertama kali ditemukan oleh pelajar MTS Ma'ahid yang sedang berwisata di Area Buper Kajar, sekitar pukul 10.45, Kemudian pelajar tersebut melaporkan penemuan tersebut kepada penjaga Buper Kajar, yaitu Karsidi (50).
Kemudian oleh Dr H. Noor Hasyim Afro korban yang masih tergantung di pohon, bersama anggota Polsek Dawe, menurunkannya. Dari pemeriksaan oleh Dokter setempat menyatakan, kemungkinan korban sudah meninggal sekitar 8-10 jam yang lalu dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Kepergian korban tentunya membuat orang tua dan keluarga berduka amat mendalam. Sebab, mereka tidak menyangka jika korban senekat itu mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. (J02 /A01)
Pemuda yang selama hidupnya di kenal sebagai pemuda yang rajin membantu orang tuanya dan juga mempunyai usaha Angkringan yang cukup ramai di Jln Nuri, Wergu Kulon.
Menurut Kapolsek Dawe yang datang bersama dengan tim medis, menyampaikan kebenarannya.
"Benar memang ada ditemukan warga yang gantung diri, dan kasusnya sekarang sudah di tangani oleh Polsek Dawe," kata Kapolsek Dawe AKP Suharyanto, Selasa, 29/05/2018.
Sementara itu, berdasarkan informasi di lokasi kejadian korban pertama kali ditemukan oleh pelajar MTS Ma'ahid yang sedang berwisata di Area Buper Kajar, sekitar pukul 10.45, Kemudian pelajar tersebut melaporkan penemuan tersebut kepada penjaga Buper Kajar, yaitu Karsidi (50).
Kemudian oleh Dr H. Noor Hasyim Afro korban yang masih tergantung di pohon, bersama anggota Polsek Dawe, menurunkannya. Dari pemeriksaan oleh Dokter setempat menyatakan, kemungkinan korban sudah meninggal sekitar 8-10 jam yang lalu dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Kepergian korban tentunya membuat orang tua dan keluarga berduka amat mendalam. Sebab, mereka tidak menyangka jika korban senekat itu mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. (J02 /A01)
Langganan:
Postingan (Atom)


