Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Juli 06, 2018

Satu Anggota F-PKS Dan Dua Anggota F-PDI Resmi jadi Anggota DPRD Kabupaten Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - DPRD Kabupaten Kudus melantik secara resmi Sayid Yunanta, Hadi Sucahyana dan Ali Imron sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD periode 2014-2019.

Sayid Yunanta menggantikan Setiyo Budi Wibowo yang maju sebagai Cawabup pada Pilbup Kudus 2018 bergandengan dengan Sri Hartini, Hadi Sucahyana menggantikan Masan yang maju sebagai Cabup bergandengan dengan Noor Yasin dan Ali Imron menggantikan Hartopo yang juga maju sebagai Cawabup berpasangan dengan M Tamzil, di gedung DPRD Kabupaten Kudus, Jum'at 06/07/2018 siang.

Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kudus Tahun 2018, sesuai SK Gubernur Jateng nomor : 170/7 Th 2018 tanggal 5 Februari  tentang Peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Penggantian Anggota DPRD Kabupaten Kudus sisa Masa Jabatan Tahun 2014-2019.

Bertindak sebagai pengambil sumpah, Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni yang juga disaksikan sejumlah tamu undangan yang terdiri dari Forkopinda Kabupaten Kudus, anggota DPRD Kabupaten Kudus dan ratusan undangan lainnya.

Pada kesempatan yang baik ini, dirinya menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Masan dan Hartopo sebagai anggota DPRD Kabupaten Kudus yang berasal dari daerah pemilihan dua (Undaan - Mejobo - Bae) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan juga Setiyo Budi Wibowo dari PKS berasal dari Dapil I (kota-jati).

Untuk anggota yang baru di lantik, pihaknya berharap dapat segera menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kudus sesuai dengan tugas dan kewenangan yang telah diamanahkan oleh konstitusi.

Dikatakan Yusuf Roni, setelah dilantik, tentu jalin kerjasama yang selama ini terjalin baik untuk kepentingan masyarakat Kudus pada umumnya.

"Sebagai wujud mengemban amanah rakyat dan menjadi semangat baru demokrasi, "kata Yusuf Roni. 

Karena tujuan dari semua itu adalah tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat, menegakkan supremasi hukum, tersalurkannya aspirasi masyarakat dan terciptanya demokrasi sebagaimana yang dicita-citakan bersama, ujarnya. (J02 /A01)

Juni 11, 2018

Dengan Program Terukur, Tidak Ugal-Ugalan Wujudkan Kudus Makmur Bermartabat

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pemilukada telah lazim menjadi ajang tebar janji, yang tidak sedikit hanya kamuflase yang tidak terukur atau berdasarkan data yang sahih. Namun tidak demikian dengan Pasangan Akhwan-Hadi Sucipto (AKHI), yang menyusun programnya berbasis kebutuhan dengan memperhatikan daya dukung anggaran daerah.

”Kami sangat hati-hati menyusun program, tidak asal-asalan apalagi ugal-ugalan, karena dapat berdampak pada macetnya pembangunan, apalagi jika terjadi deficit anggaran”, jelas calon wakil bupati Paslon AKHI, Hadi Sucipto.

Program kerja Pasangan AKHI mengutamakan jaminan pendidikan gratis setidaknya hingga SMA bagi seluruh anak yatim dan piatu baik di sekolah negeri maupun swasta. Selain itu, persoalan masih banyaknya dana pungutan serta iuran, semisal berbentuk uang gedung yang membebani orang tua siswa, jika akan ditata dan dicarikan jalan keluar, agar kedepan tidak ada lagi pungutan, namun sekolah juga mendapatkan biaya operasional yang memadai untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas.

Di bidang kesehatan, pasangan AKHI bertekad untuk mempermudah layanan gratis berobat baik rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit, milik pemerintah maupun sawasta, dengan Kartu Kudus Sehat (KKS). Selain itu, akan dilakukan upgrading, atau peningkatan fasilitas layanan, terutama ruang perawatan agar lebih nyaman. Dan yang tidak kalah penting adalah memberikan solusi agar tidak ada penumpukan atau antrian berkepanjangan untuk memperoleh layanan kesehatan, dengan memaksimalkan fungsi Puskesmas, utamanya dalam hal rehabilitatif.

”Masyarakat berhak memperoleh layanan kesehatan yang lebih manusiawi, tidak mengantri hingga tujuh jam. Karenanya, kami akan maksimalkan peran Puskesmas, dengan meningkatkan peralatan medis, gedung, hingga dokter sepesialis beserta tenaga medis pendukung”, kata Hadi Sucipto.

Selanjutnya yang menjadi kerpihatinan saat ini adalah adanya mobilisasi tenaga kerja dari Kudus ke beberapa daerah tetangga, di antaranya Jepara, Demak dan Semarang. Menurut pasangan AKHI, fenomena ini mengindikasikan ada persoalan pada pengembangan investasi di Kudus, yang berakibat para pencari kerja di Kudus harus “lari” ke Jepara. AKHI memandang penting untuk memunculkan kepercayaan investor agar membuka usahanya di Kudus.

Selain birokrasi yang bersih dari pungutan, ijin yang sederhana, cepat, mudah, dan murah, yang tidak kalah penting adalah revisi RTRW yang mengakomodir kebutuhan investasi. ”Intinya, bagaimana investasi tetap tumbuh, namun tidak sembarangan, tetap dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial. Sebab angka pengangguran di Kudus masih terbilang tinggi, di angka 22.727 orang”, terang Akhwan.

Adapun di bidang pertanian, pasangan AKHI akan melaksanakan program regenerasi petani, mengingat tingginya angka penurunan rumah tangga petani di Kudus. Dalam survey 2003-2013 lalu, diketahui telah terjadi penurunan sebanyak 51,82 %, dari semula 106.359 rumah tangga pertanian, kini hanya ada 51.359. Selain itu, persoalan klasik petani seperti pupuk, juga harus segera diselesaikan, dengan memastikan semua petani terdaftar di Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) dan mendapatkan kartu tani.

Dalam catatan pasangan AKHI. Tak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan guru dan pemuka agama. Guru dimaksud baik PNS maupun Non PNS, baik di lingkungan Kemendikbud maupun Kemenag.

”Di Data kami, misalnya untuk guru non PNS di lingkungan Kemenag, setidaknya ada guru sebanyak 545 (RA), 1.558 (MI), 896 (MTS), 508 (MA), 4.013 (Madin), 5.409 (TPQ) yang perlu ditingkatkan kesejahteraannya. Termasuk juga guru PNS dari level TK hingga SMP”, jelas Hadi Sucipto.

Pasangan AKHI juga memastikan memperhatikan pemuka agama, setidaknya untuk 1.822 imam masjid, 651 takmir masjid, 1.564 imam musholla, 27 pemangku gereja, 3 klenteng dan 9 vihara di Kabupaten Kudus. (J02 /A01) 

Mei 07, 2018

Fadli Zon Dan Ahmad Dhani Ajak Masyarakat Kudus 2018 Ganti Bupati

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kampanye terbuka Pasangan Sri Hartini - Setia Budi Wibowo yang dilaksanakan di lapangan Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, dari pagi dipenuhi puluhan ribu massa simpatisan dari partai pengusung, Partai Gerindra, PKS dan PBB. 

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon dan Artis ternama Ahmad Dhani menjadi sosok yang ditunggu-tunggu oleh simpatisan yang memenuhi lapangan Honggosoco, Ahad 06/05/2018.

Fadli Zon yang hadir sekitar pukul 15.00, menyerukan kepada seluruh Pengurus Partai Gerindra Kabupaten Kudus, Jawa Tengah untuk memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Sri Hartini-Setia Budi Wibowo dengan bekerja keras dan semaksimal mungkin. 

"Tidak hanya pengurus dan kader Gerindra, tapi juga kepada kader PKS maupun PBB dan semua masyarakat Kudus yang ingin perubahan ". Kata Fadli Zon saat memberikan orasi politik dihadapan massa peserta kampanye.

Sebagai kader terbaik partai Gerindra dan secara langsung di beri restu oleh Prabowo Subianto, kader harus bekerja keras melakukan perubahan demi masyarakat kudus dengan cara menjadikan Sri Hartini dan Bowo menjadi Bupati dan wakil Bupati Kudus, tegasnya. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Musisi Ahmad Dhani." 2018 harus ganti Bupati dan pasangan Sri Hartini - Bowo yang pantas menjadi Bupati Kudus 2018 - 2023, " katanya.
Ia berjanji akan kembali hadir menyapa masyarakat Kudus ketika Hartini Bowo menjadi Bupati Kudus.

Selain Fadli Zon dan Ahmad Dhani, Kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Sri Hartini-Setia Budi Wibowo yang dikemas dengan rapat akbar tersebut, juga dihubungi oleh Grup Musik yang personilnya Perempuan yaitu, El Hawa.

Tampak hadir Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid, sejumlah pengurus parpol pendukung, yakni PKS dan PBB. (J02 /A01) 

April 30, 2018

Pemilik PO Bus Haryanto Bersama Nurhana Meriahkan Kampanye Terbuka TOP

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Sesuai jadwal kampanye terbuka, pasangan nomor urut lima mendapatkan giliran melaksanakan sekali kampanye terbuka.

Kampanye terbuka pasangan Tamzil - Hartopo di gelar di lapangan Rendeng, Ahad 29/04/2018. Dihadiri ribuan massa simpatisan kampanye TOP di mulai dari pagi pukul 09.00 dan berakhir sore hari.

Sejumlah artis ternama seperti Jihan Audi dan Ricky Likoer hadir dalam kampanye pasangan TOP. Tidak hanya itu, pemilik PO Bus Haryanto bersama istri Nurhana ikut memeriahkan acara kampanye tersebut.

Dalam orasinya, pasangan TOP mengajak simpatisan yang hadir untuk memilih pasangan TOP besuk 27/06/2018. Hal itu juga di sampaikan oleh mantan Bupati Kudus H Soedarsono yang turut hadir dan memberikan orasinya.

Walau sejumlah perkelahian tampak beberapa kali terjadi di acara kampanye pasangan TOP hingga petugas kepolisian dan keamanan dari pasangan TOP harus turun berbaur ke massa simpatisan yang memenuhi lapangan Rendeng, acara kampanye terbuka berlangsung aman.

Dari pantauan di lapangan, banyaknya bendera PDI Perjuangan yang berkibar dan ditutupnya banner partai Golkar yang bergambar pasangan Annor di depan kantor Golkar oleh pihak tidak bertanggung jawab menjadi perhatian tersendiri. (J02 /A01)

April 26, 2018

Konsolidasi Alap-alap Merah Untuk Kemenangan Pasangan TOP

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Temu kangen dan konsolidasi Pasukan Alap-alap Merah berlangsung Kamis pagi tadi, 26/04/2018, dirumah Ketua Alap-alap Merah, Bambang yang beralamat di Ngembal Kulon RT 05 RW I kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Acara konsolidasi yang juga dihadiri oleh Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kudus nomer urut 5, Muhammad Tamzil dan Hartopo.

Sugito selaku sekretaris Alap-alap Merah mengatakan, “Bahwa misi Alap-alap Merah adalah mendukung dan mensukseskan pasangan TOP menjadi Bupati Kudus 2018-2023,” ujarnya.

Alap-alap Merah lahir sebagai pasukan pengamanan dan gigih dalam pengaman serta pemenangan calon yang didukung. Untuk Pilkada 2018, Alap-alap Merah bersatu memperjuangkan pasangan TOP menjadi Bupati Kudus, tegasnya dihadapan anggota Alap-alap Merah.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut, juga membahas strategi pemenangan untuk pasangan TOP dan juga pengamanan saat acara kampanye terbuka yang akan dilaksanakan di lapangan Rendeng.

Di akhir acara, Penasehat Alap-alap Merah, Heris Paryono menyampaikan,"kita akan bersinergi bahu membahu memenangkan HM Tamzil dan Hartopo menjadi Bupati Kudus 2018-2023. kini saatnya membahagiakan rakyat jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus berbuat untuk kabupaten Kudus  yang lebih baik,” tuturnya. (J02 /A01)

April 15, 2018

Pasangan AKHI Pilih Santuni Anak Yatim Dan Pengobatan Gratis Daripada Kampanye Terbuka

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Mendapat jatah kampanye terbuka pada Pilkada Serentak 2018, Sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, yang juga telah disepakati bersama.

Bahwa pasangan nomor urut Empat mendapatkan giliran pertama untuk melaksanakan kampanye terbuka, Ahad 15/04/2018.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus nomor urut 4 Akhwan - Hadi Sucipto (AKHI ) memilih aksi bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Aksi pelayanan langsung kepada masyarakat dinilai lebih bermanfaat ketimbang pamer dukungan yang tidak menarik simpati masyarakat dan terkesan hura-hura.

Pelaksanaan pemeriksaan dan pengobatan digelar serentak di sembilan titik di masing-masing kecamatan yang ada. Akhwan dan Hadi menyambangi sejumlah lokasi sambil menyapa masyarakat yang sedang mendapat pelayanan.

Ditemui di lokasi pengobatan gratis di Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati, Akhwan mengakui berdasarkan jadwal KPU Kabupaten Kudus pihaknya diberi kesempatan untuk melaksanakan kampanye terbuka pada hari ini.

"Namun dengan beberapa pertimbangan, kami dari tim AKHI tidak akan melaksanakan kampanye terbuka dan menggantinya dengan kegiatan kampanye simpatik pemeriksaan dan pengobatan gratis yang dilaksanakan di sembilan titik di masing-masing kecamatan secara serentak" ujarnya.

Kampanye simpatik, lanjut Akhwan, bakal mendapat respon bagus dari masyarakat. "Daripada merugikan masyarakat, kita cari kampanye yang elegan. Turun langsung dan memberi pelayanan, saya kira masyarakat bisa menilai," imbuhnya.

Dalam sehari ini Tim Akhi beserta rombongan tim pemenagannya melakukan kunjungan ke posko-posko pelaksanaan pengobatan gratis di Sembilan titik, bahkan di Dawe Akhwan dan Hadi Sucipto juga melakukan penanaman bibit pohon serta memberikan santunan bagi anak yatim dan warga kurang mampu. (J02 /A01)

April 08, 2018

Pasangan Nomor Empat Secara Serentak Kukuhkan Tim Desa Empat Di kecamatan Bae, Empat Di kecamatan Jati

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Empat Desa di kecamatan Bae dan Empat Desa di kecamatan Jati, Sabtu malam 07/04/2018 secara serentak dilaksanakan pengukuhan tim pemenangan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus pada pilkada 2018 Akhwan – Hadi Sucipto (Akhi).

Pembentukan koordinator Tim Pemenangan tingkat Desa (kordes) dan koordinator Rukun Tetangga (Korte) di kecamatan Bae yaitu  di Desa Bae, Purworejo, Panjang dan Peganjaran.

Sedangkan di kecamatan Jati pengukuhan di Empat Desa diantaranya, Desa Jati Kulon, Jati Wetan, Tanjung karang dan Jetiskapuan.

Dalam pidato politiknya Calon Bupati Akhwan yang didampingi Calon wakil Bupati Hadi Sucipto, menjabarkan secara rinci dan detil visi dan misinya yang dikenal sebagai Sapto Gayuh dihadapan tim kordes dan korte.

“Salah satu misi kami adalah mengembalikan Kudus sebagai Kota Santri dan memberikan solusi membuka lapangan pekerjaan berbasis sumber daya lokal kecamatan setempat, “ ujar Akhwan saat menyampaikan sebagaian kecil kutipan visi misinya.

Pengukuhan tim ditingkat RT dan RW sebetulnya hanya simbolis, karena sebenarnya tim tersebut sudah bergerak jauh-jauh hari, tambah Akhwan.

Sedangkan Hadi Sucipto yang juga Calon Wakil Bupati yang mendampingi Akhwan menambahkan, hingga kini diperkirakan pembentukan Tim Pemenangan Paslon Akhi sudah mencapai sekitar 60 – 70 persen, dari sabanyak 132 desa dan kelurahan, di sembilan kecamatan se Kabupaten Kudus.

“Dan hampir setiap malam kami terus melakukan seremonial pengukuhan, agar segera tim dapat secara resmi bergerak memenangkan calonnya, kordes dan korte yang dibentuk dalam rangka pemenangan pemilu paslon cabup dan cawabup Kudus nomer urut 4 itu, merata di sembilan kecamatan se Kabupaten Kudus..” terang Hadi yang juga mantan Birokrat ini.
Mengenai desa yang belum dibentuk kordes dan korte, pihaknya optimis akan bisa akan terbentuk semuanya, karena masih banyak waktu untuk mencapai target pembentukan kordes dan korte di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kudus. (J02 /A01)

Maret 10, 2018

Pasangan ANNOR Dampingi Atiqoh Deklarasikan Perempuan Gayeng, Santri Gayeng Dan Pemuda Gayeng

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Peringatan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 08/03/2018 kemarin, Istri dari Calon Gubernur Ganjar Pranowo, Atiqoh Ganjar Pranowo didampingi oleh Masan dan Noor Yasin yang merupakan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus nomer urut satu, bersama ratusan komonitas mendeklarasikan Perempuan Gayeng, Santri Gayeng dan Pemuda Gayeng.

Disamping deklarasi tersebut, istri Calon Gubernur no urut satu juga melakukan Nandur Bareng di kawasan Wisata Wonosoco Desa Wonosoco kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.

Atiqoh Ganjar Pranowo mengatakan, Dihari perempuan sudah selayaknya keadilan dan kesetaraan gender antar perempuan dan laki-laki.

"Perempuan memiliki peran penting untuk menjaga keberlangsungan sebuah lingkungan, termasuk menjaga persatuan berbangsa dan bernegara," ucapnya di hadapan peserta Nandur Bareng dan Deklarasi Perempuan Gayeng, Pemuda Gayeng, Santri Gayeng, Sabtu 10/03/2018.

Dalam peringatan Hari Perempuan ini, juga diisi dengan Nandur Bareng. Atiqoh didampingi ANNOR menyerahkan 1000 bibit pohon Trambesi dan 500 Pohon Mangga kepada Pemuda dan Pemudi Gayeng untuk ditanam di lokasi Wisata Wonosoco. (J02 /A01)

Maret 05, 2018

Akhirnya CFD Dilarang Untuk Kegiatan Kampanye

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Car Free Day yang setiap hari Ahad dengan menutup beberapa ruas jalan diantaranya Jln Simpangtujuh, Jln Ramelan, Jln Ahmad Yani dan Jln Pemuda. Berdasarkan beberapa penelitian oleh ahli lingkungan kegiatan Car Free Day (CFD) dapat mengurangi gas polutan diantaranya berkurangnya CO sebesar 67 % dan Nitrogen Monoksida (NO) berkurang 80 %, sedangkan debu berkurang 34 %.

Tidak hanya bagi kesehatan, ajang CFD menjadi tempat rekreasi bersama keluarga, berkumpul dengan teman dan bersosialisasi dengan masyarakat. Di acara CFD masyarakat tidak hanya melaksanakan olahraga tapi juga sebagai ajang wisata kuliner hingga berbelanja Fashion.

CFD menjadi alternatif tempat berkumpulnya ribuan masyarakat, memasuki masa kampanye Pilkada Serentak 2018 dimana Kabupaten Kudus ada pesta demokrasi lima tahunan yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. CFD menjadi salah satu tempat yang sangat strategis untuk berkampanye.

Untuk itu Panwas Kabupaten Kudus mengundang Stakeholder diantaranya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum Pemkab, Polres Kudus, Kesbangpol, Satpol PP dan Liaison Organizer (LO) atau tim penghubung dari kelima pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kudus. Terkait pro kontra kegiatan CFD menjadi ajang kampanye.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Moch Khanafi menjelaskan, PKPU No 4 th 2017 dan UU Pilkada No 10 tahun 2011 telah jelas menyebutkan lokasi atau tempat mana yang boleh dan tidak boleh untuk berkampanye. "Untuk CFD sendiri memang tidak ada regulasi yang mengatur secara jelas, mari kita bersama-sama menyatukan persepsi demi menjaga agar Kudus tetap kondusif," kata Khanafi.

Kabag Hukum Pemerintah Kabupaten Kudus Suhastuti, SH menjelaskan tujuan awal diselenggarakannya CFD yaitu sebagai sarana publik untuk rekreasi, Olahraga serta wisata kuliner yang dikunjungi oleh ribuan masyarakat Kudus dari berbagai macam profesi dan CFD juga di biaya oleh APBD.

Sedangkan Sam'ani Inkatoris, Plt Kadishub membenarkan apa yang dikatakan oleh kabag Hukum Pemkab, bahkan Plt Dishub tersebut menambahkan bahwa selain kegiatan CFD dibiayai oleh APBD, CFD juga ditunggui oleh ASN dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan, Satpol PP yang tersebar di beberapa titik disamping  juga ada Polri dan TNI yang ikut mengamankan kegiatan.

 "Alangkah baiknya jika untuk kampanye dicarikan tempat lain selain di acara CFD," Pinta Sam'ani ketika pertama kali digelarnya CFD (Ahad 13/06/2010) menjabat sebagai kepala LH Kabupaten Kudus.

Dari pihak Polres Kudus yang diwakili oleh Kasat Intelkam AKP Mulyono, SH mengatakan salah satu aturan dari kampanye adalah tidak boleh menyertakan anak-anak dan terlibatnya ASN sedangkan di CFD banyak sekali dihadiri oleh anak-anak.
"ketika APK saja dilarang di lokasi Simpangtujuh, maka kegiatan kampanye seharusnya juga tidak dilaksanakan kecuali sewaktu kampanye damai yang di selenggarakan oleh KPU beberapa waktu lalu, " kata Mulyono mengingatkan hasil kesepakatan bersama di RM Lembu Kuring.

 Ahmad Sholeh perwakilan LO dari paslon ANNOR agak keberatan jika alasan banyak ASN dan anak-anak sehingga kampanye di CFD dilarang karena lokasi CFD hampir sama dengan lokasi pasar yang juga tempat umum dan tak jarang ada anak-anak dan ASN.
"Namun sekali lagi kami akan mengikuti apapun hasil dari kesepakatan malam ini," lanjut perwakilan LO dari paslon no satu yang lebih dikenal dengan nama Babe Setiawan.

Sedangkan ke Empat LO dari paslon nomor dua hingga lima menyatakan menolak CFD digunakan untuk sarana kampanye atau kegiatan politik apapun, dengan alasan CFD merupakan kegiatan yang di fasilitasi okeh pemerintah maka secara penafsiran merupakan salah satu tempat yang tidak diperbolehkan untuk kegiatan kampanye.

Akhirnya semua perwakilan dari dinas terkait dan perwakilan LO dari masing-masing pasangan calon yang hadir pada rapat yang di selenggarakan oleh Panwas, Sabtu malam 03/03/2018, menyepakati bahwa kegiatan Car Free Day di lingkungan Simpangtujuh dan sekitarnya dilarang dipergunakan untuk kegiatan kampanye. (J02 /A01)

Februari 21, 2018

Saat Kampanye Damai Panwaskab Kudus Temukan Pelanggaran

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus mengadakan Rapat Evaluasi kampanye damai dan pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak 2018 yang dilaksanakan hari Ahad 18/02/2018 kemarin.

Dalam rapat yang dipimpin Oleh ketua KPU Kudus Moh Khanafi menyampaikan kepada tim sukses pasangan calon agar menyampaikan pemberitahuan tentang jadwal kampanye kepada kepolisian, KPU dan Pengawas Pemilu.

Sedangkan Kabag Ops AKBP Tugiyanto mewakili Polres Kudus mengingatkan kepada tim paslon untuk mematuhi hukum yang berlaku dan jangan sampai ada peraturan yang dilanggar.

"Setiap kegiatan kampanye timses harus memberitahukan kepada pihak Polres dua atau tiga hari sebelumnya, "kata Tugiyanto.

M Wahibul Minan ,ketua Panwas Kabupaten Kudus menambahkan bahwa komitmen yang sudah disepakati malam ini harus dipatuhi oleh Timses Paslon.

"Jangan sampai terulang kembali pelanggaran seperti kampanye damai kemarin, ". Dari catatan pihak Bawaslu ada beberapa pelanggaran yang dilakukan paslon saat kampanye damai diantaranya, jumlah kendaraan yang melebihi dari jumlah yang di sepakati dan juga dugaan keterlibatan anak dibawah umur dalam kampanye damai, tambahnya. (J02 /A01)

Februari 14, 2018

Para Pendukung Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Teriakan Yel-yel Saat Dilangsungkan Pengundian Nomer Urut

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Ratusan massa pendukung dari kelima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus pada Pilkada Serentak 2018 memadati halaman parkir Hotel Griptha yang terletak di Jl R Agil Kusumadya Kudus bahkan sampai melu ber di jalan yang ada di depan hotel.

Pihak kepolisian menutup jalan Jl R Agil Kusumadya dari dan menuju terminal Induk Kudus. Para pendukung pasangan calon tak hentinya meneriakkan yel-yel dukungan sambil membawa poster pasangan calon.

Dalam Pengundian yang dilaksanakan di Ruang Majesty Hotel Griptha, undian nomor urut 1 jatuh pada pasangan An Noor (Masan-Noor Yasin), nomor urut 2 pasangan Harjuna (Nor Hartoyo-Junaidi), Pasangan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo mendapat nomor urut 3, Nomor urut 4 jatuh pada pasangan AKHI (Akhwan-Hadi Sucipto) sedangkan nomor urut 5 diterima pasangan TOP (Tamzil-Hartopo).

Tidak mau kalah dengan massa yang diluar, pendukung pasangan calon yang berada di dalam ruangan juga ikut meneriakkan yel-yel dukungan, melihat suasana yang ramai, Ketua KPU Kabupaten Kudus memberikan waktu secara bergilir kepada masing-masing tim pendukung untuk meneriakkan yel-yel nya dengan kesepakatan saat  berjalannya rapat pleno Pengundian Nomer Urut, tidak ada suara yel-yel yang bersahutan. "Hormati Pleno, untuk itu masing-masing tim pendukung kami berikan kesempatan untuk meneriakkan yel-yel secara bergantian," Kata Ketua KPU.

Dalam rapat pleno ini, Khanafi menyampaikan, Pengundian Nomer Urut ini sangat penting dilakukan, karena berhubungan nantinya dengan pencetakan Alat Peraga kampanye (APK) dan surat suara saat Pilkada 27/06/2018,". (J02 /A01)

Februari 12, 2018

KPU Kabupaten Kudus Tetapkan Lima Pasang Calon Bupati Dan Wakil Bupati Pada Pilkada 2018

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, akhirnya menetapkan lima pasang calon Bupati dan wakil Bupati Kudus pada Pilkada Serentak 2018.

Kelima pasangan calon yang ditetapkan dua berasal dari jalur perseorangan dan tiga dari jalur partai politik. Dari partai politik diantaranya Masan-Noor Yasin, Muhammad Tamzil - Hartopo dan Sri Hartini - Setia Budi Wibowo, serta Akhwan Hadi Sucipto, Nor Hartoyo - Junaidi berasa dari jalur perseorangan.

Dari kelima pasang calon hanya tiga yang hadir saat penetapan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kudus di Hotel Kenari Jl kenari No 2 turut Desa Panjunan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yaitu, Nor Hartoyo, M Tamzil Dan Masan, Senin 12/02/2018.

"Penetapan pasangan calon ini sudah sah karena sesuai dengan hasil rapat pleno KPU Kudus," kata Ketua KPU Moh Khanafi.

Anggota KPU juga telah memverifikasi berkas dokumen persyaratan baik secara administrasi maupun verifikasi faktual, tambah Khanafi.

Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, selanjutnya pasangan calon akan melakukan pengambilan nomor urut, yang rencananya dilakukan besuk hari Selasa 13/02/2018. (J02 /A01)

Februari 02, 2018

15 Partai Politik Di Kudus, Satu Dinyatakan BMS

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Usai dilaksanakannya verifikasi faktual terhadap Partai Politik yang ada di Kabupaten Kudus mulai 30/01/2018 hingga 01/02/2018 yang lalu dan juga penyerahan Hasil Verifikasi Faktual Parpol di kantor KPU Kudus.

ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, Untuk hasil keseluruhan verifikasi faktual parpol yang mempunyai kursi di DPRD Kabupaten ada 11 partai yang dinyatakan MS(memenuhi syarat) ditambah partai baru ada tiga dan satu partai baru dinyatakan BMS(belum memenuhi syarat).

"Dua partai baru yang telah dinyatakan Memenuhi syarat yaitu Perindo dan Berkarya, sedangkan PSI dinyatakan MS karena telah melengkapi syarat bersamaan verifikasi faktual parpol kemarin dan satu parpol baru dinyatakan BMS yaitu PKPI," terang Ketua KPU sesaat setelah penyerahan Hasil verifikasi faktual parpol di Gedung KPU, Jumat 02/02/2018.

Untuk PKPI yang masih BMS (Belum memenuhi syarat) di berikan kesempatan melengkapi persyaratan mulai 03/02 - 05/02/2018.

Tanggal 17 Februari 2018 akan di umumkan secara nasional parpol yang berlaga di 2019 dengan akumulasi di masing-masing kabupaten yang dijadikan pijakan. Verifikasi di laksanakan dengan memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan di terapkan kepada parpol lama maupun parpol baru, lanjut ketua KPU menambahkan. (J02)

Sebelas Partai Politik Peserta Pemilu 2014 Di Kabupaten Kudus Dinyatakan Memenuhi Syarat Ikuti Pemilu 2019

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus telah menyelesaikan Verifikasi Faktual Partai Politik Peserta Pemilu 2014.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kudus Moch Khanafi saat menggelar rapat Penyampaian Hasil Verifikasi Faktual Parpol di Sekretariat KPU Kabupaten Kudus di Jln.Ganesha Purwosari kecamatan Kota.

"Selama tiga hari sejak tanggal 30/01 -  01/02/2018 anggota KPU yang dibagi menjadi 5 tim telah melaksanakan Verifikasi Faktual ke 11 Parpol peserta pemilu 2014 yang ada di Kabupaten Kudus dan dinyatakan Memenuhi Syarat," kata Moch Khanafi, Jumat 02/02/2018.

Anggota KPU yang dipimpin oleh komisioner KPU dengan didampingi anggota Panwas Kabupaten, mendatangi satu persatu sekretariat kantor parpol untuk mengecek keberadaan kantor parpol, Anggota parpol sesuai data Sipol dan 30% keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik, lanjut ketua KPU Kudus.

Sementara dari hasil Verifikasi Faktual ke 11 partai politik itu diantaranya, Gerindra, PKS, Demokrat, PBB, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Hanura, PAN, Nasdem dan Golkar. (J02)

Januari 31, 2018

Mas Bowo Dampingi Pengurus DPD PKS Saat Verifikasi Faktual Oleh KPU Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Setelah sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinyatakan lolos verifikasi faktual tingkat kepengurusan pusat (DPP) oleh KPU Pusat, Senin 30/01/2018.

Di hari kedua Verifikasi Faktual, Selasa 31/01/2018, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus  juga mendatangi kantor sekretariat DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jl Bhakti No 31 Kudus.

Dipimpin salah satu komisioner KPU Naily Syarifah S.Psi, anggota Panwaskab Eni Setyaningsih dan Rif'an, meneliti tiga komponen yang diverifikasi faktual di tingkat daerah, yaitu kepengurusan inti, domisili kantor, serta keterwakilan perempuan.

Setiap Budi Wibawa Anggota DPRD dari Fraksi PKS bersama sejumlah pengurus tampak hadir pada saat pelaksanaan Verifikasi Faktual oleh KPU, Rabu 31/01/2018.

Mas Bowo menyatakan seluruh pengurus DPD PKS hadir saat KPU Kudus Verifikasi Faktual dilakukan, bahkan jajaran Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) hadir dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) serta Kartu Tanda Anggota (KTA), yakni Sayid Yunanta, Junaidi, dan Girman.

Selain dokumen KTP-el dan KTA, surat keterangan dari camat dan surat penyataan pengurus DPD, yaitu form F4 parpol yang menerangkan domisili secretariat PKS Kudus sekarang juga turut disiapkan guna kelengkapan dokumen.

“Saat ini kami juga sudah menyiapkan keterwakilan perempuan dalam pengurusan, PKS menghadirkan 30% pengurus perempuan yakni 9 dari 27 jumlah pengurus di DPD PKS Kudus, beserta 5% atau 50 kader lainnya dari 959 anggota PKS yang telah didaftarkan dalam verifikasi parpol.” Terang Mas Bowo.

Sayid Yunanta, Ketua PKS Kabupaten Kudus optimis PKS Kudus lolos sebagai peserta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. (J02)

Januari 30, 2018

Partai Gerindra Jadi Parpol Pertama DiVerifikasi Faktual Oleh KPU Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menggelar verifikasi faktual selama 3 hari, mulai Selasa 30/01/2018  hingga Kamis 01/02/2018. Hari pertama, KPU Kabupaten Kudus hanya akan memverifikasi faktual satu partai yaitu Partai Gerindra. 
Ketua KPU Kabupaten Kudus Moch Khanafi yang ikut melakukan verifikasi faktual di DPC Partai Gerindra Jl Conge, Karangbener kecamatan Bae Kabupaten Kudus menjelaskan, selama 3 hari KPU akan menggelar kegiatan verifikasi faktual partai politik peserta Pemilu 2019.
Menurut Khanafi," Dalam verifikasi Parpol selama tiga hari ini, Komisioner KPU dibagi menjadi lima tim yang bertugas mendatangi kantor parpol satu persatu," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra, Sunaryo mennyatakan bahwa proses pelaksanaan verifikasi faktual untuk partai Gerindra tidak ada kendala yang berarti. "Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan diri, baik dari Sipol, Pengurus partai, Kantor sekretariat dan juga kuota 30% perempuan," kata Dhe Naryo. 
Bahkan kami partai Gerindra Kabupaten Kudus patut berbangga  karena menjadi partai politik pertama yang di verifikasi faktual oleh KPU, tambahnya. (J02) 

Januari 27, 2018

Mulai 30 Januari Parpol Peserta Pemilu Akan DiVerifikasi Oleh KPU Kabupaten Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Menindaklanjuti putusan MK Nomor 53/PUU-XV/2017 yang menyatakan bahwa Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014 harus dilakukan verifikasi faktual keanggotaan, maka KPU Kabupaten Kudus menggelar rapat persiapan Verifikasi Faktual di ruang Sudut Pintar Lantai 2 Gedung KPU Kudus Jln.Ganesha Purwosari kecamatan Kota Kabupaten Kudus.

Dalam rapat tersebut Ketua KPU Kudus menjelaskan bahwa, KPU akan melakukan Verifikasi Faktual kepengurusan dan keanggotaan Parpol peserta pemilu 2014 pada tanggal 30/01-01/02/2018.

"Verifikasi Faktual parpol ini sesuai dengan jadwal yang terdapat di PKPU Nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2017, " Jelas Moch Khanafi.

Perubahan tersebut mengatur tentang tahapan, Program dan Jadwal Pemilu tahun 2019, lanjutnya.

Sedangkan Divisi Hukum, Pengawasan Pencalonan dan Kampanye KPU Kabupaten Kudus, Naily Syarifah, S.Psi menyatakan, Persyaratan parpol peserta pemilu diantaranya harus punya kepengurusan minimal 75% di kab/kota di setiap Provinsi serta 30% perwakilan perempuan dalam kepengurusan.

"Verifikasi Faktual nantinya akan dilaksanakan dengan mendatangi Kantor Parpol serta mencocokkan data Sipol yang di serahkan ke KPU" ujar Naily di hadapan peserta rapat, Sabtu 27/01/2018.

Turut hadir dalam rapat persiapan Verifikasi Faktual Parpol perwakilan Panwas Kabupaten dan sejumlah perwakilan parpol yang ada di Kabupaten Kudus di antaranya, Partai Golkar, Partai Demokrat, PDIP, PKB, PPP, PAN, Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra, PBB, Berkarya, Perindo, PDI. (J02)

Januari 26, 2018

KPU Kabupaten Kudus Serahkan Hasil Penelitian Perbaikan Kepada Timses Bacabup Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menggelar rapat Penyampaian Hasil Penelitian Perbaikan Dokumen Pencalonan Dan Syarat Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 yang dihadiri oleh tim sukses kelima bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus,Jumat 26/01/2018.

Selain tim sukses masing-masing bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, rapat ini juga di hadiri oleh jajaran Panwas Kabupaten dan Kesbangpol Kabupaten Kudus.
Dalam rapat tersebut, Ketua KPU Kabupaten Kudus menyampaikan, bahwa anggota KPU sudah melakukan penelitian sesuai kaidah dan aturan yang ditetapkan kepada dokumen persyaratan pencalonan.

"Berkas administrasi syarat pencalonan sudah selesai dilakukan penelitian dan mulai 27/01 -  11/02/2018 akan dilaksanakan verifikasi faktual berkas persyaratan tersebut" Ungkap Moh Khanafi di hadapan peserta rapat, Aula Kantor KPU Kudus Jln.Ganesha no 10 Desa Purwosari.

Sedangkan ketua Panwas Kabupaten, M Wahibul Minan mengharapkan semua timses bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus agar bisa menjaga diri sehingga Kudus tetap kondusif.

"Untuk Timses yang bermain di Medsos agar lebih bisa menahan diri, jangan sampai Black Campaign", karena di musim Pilkada seperti ini,  akun - akun medsos yang berpotensi sebagai provokator di Awasi oleh pihak kepolisian, tegasnya mengingatkan. (J02)

Januari 21, 2018

DEPROK Atau Politik Uang Merusak Tatanan Demokrasi

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Budaya transaksional yang terjadi di masyarakat belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Dengan istilah DEPROK (Gede Keprok) yang berarti mana yang memberi uang dengan jumlah besar itulah yang dipilih saat pemilihan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus Noor Hartoyo saat menyampaikan pidato politik dihadapan tim pemenangan "Saguyup Saeko Proyo" di Center Harjuna Jln Musium kretek turut Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Kepada tim pemenangan, Noor Hartoyo yang juga Bakal Calon Bupati dari jalur Perseorangan menyampaikan pentingnya membangun kebersamaan dan selalu mengingat bahwa tujuan kita berjuang bukan semata - mata hanya meraih kemenangan, tapi kita berjuang membangun peradaban dan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat.

"Harus kita mulai dari diri sendiri untuk melakukan perubahan, dengan tidak melakukan kampanye hitam dan politik Uang " tegasnya dihadapan tim pemenangan Harjuna, Ahad 21/01/2018.

Kalau semua dinilai dengan uang maka pemimpin yang dihasilkan akan lupa dengan Rakyat karena sibuk mengembalikan modal saat pencalonan.

Jangan sampai demokrasi itu rusak karena ambisi yang menghalalkan segala cara. Karena budaya transaksional merusak demokrasi dan tata nilai masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara, jangan sampai demokrasi justru menghasilkan kesenjangan baru, untuk itu kepada para kordes, tim perekrutan dukungan dan simpatisan yang hadir untuk selalu bertekad dan menguatkan keyakinan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk perbaikan,lanjut Hartoyo. (J02)

Januari 19, 2018

Pasangan Harjuna Tidak Akan Keluarkan Ongkos Lebih Besar Dari Pendapatan Seorang Bupati Selama Lima Tahun

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang maju dalam Pilkada Serentak tahun 2018 melalui jalur Perseorangan, Noor Hartoyo dan Junaidi (HARJUNA) mengumpulkan awak media, baik cetak maupun o
nline di RM Kampung Rawa Jln Lingkar Selatan turut Desa Gulang Kecamatan Mejobo Kudus.

Di hadapan awak media Hartoyo menyampaikan, Media sebagai salah satu pilar demokrasi dengan cara menyampaikan informasi kepada masyarakat yang sebenarnya, jelas hitam putihnya. Sehingga masyarakat tidak terjebak pada pilihan mereka, karena persoalan Pemilu adalah persoalan masa depan bangsa.

Media harus mampu bersikap objektif. Dalam kesempatan tersebut Pasangan Harjuna juga menegaskan tekat untuk memenangkan Pilkada secara bersih dan tidak akan menggunakan praktik - Praktik kotor seperti Black Campaign dan politik uang.

Terkait Pembiayaan Pasangan Harjuna menegaskan, tidak akan mengeluarkan lebih dari pendapatan seorang bupati selama lima tahun.

"Dengan cost yang tinggi tidak mungkin seorang bupati akan berjalan dengan wajar dan bersih, pasti ada niat untuk mengembalikan ongkos yang sudah di keluarkan selama pencalonan" Ungkapnya.

Pasangan Harjuna akan berusaha menjaga idealisme dengan menjaga koridor dan komitmen dimana perubahan tidak akan terjadi bila seorang calon pemimpin masih menggunakan cara yang sama dengan pemimpin terdahulu, tambahnya.

Turut hadir dalam jumpa pers, Jumat 19/01/2018, Ketua tim sukses pasangan Harjuna Habib Ali Murtadho, Ketua tim pengumpulan dukungan H Muchid dan tim pemenangan Saguyup Saeko Proyo. (J02)

Top Ad 728x90