Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Maret 14, 2018
by Unknown
Maret 14, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kegiatan test IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (Serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang)leher rahim, setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5%. Sebanyak kurang lebih 42 orang anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLIII dan Anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang XL mengikuti kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker servis dengan menggunakan metode IVA (inspeksi visual dengan asam asetat).
Mengambil tempat di Rumah Sakit Kartika Husada Jl Jenderal Sudirman No 64 Kudus. kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke 72 tahun 2018 di wilayah Kodim Kudus dan Kodim Jepara.
Ketua Persit KCK Cabang XLIII Ny. Cica Papiyanti Sentot Dwi Purnomo menyampaikan kegiatan seperti ini sudah sering juga dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan maupun oleh puskesmas setempat.
“Saya mengharapkan dengan pemeriksaan hari ini, ibu-ibu lebih mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuh masing-masing. Untuk memberi pemahaman tentang IVA test, akan diberikan sedikit penjelasan oleh dokternya langsung”, Ujar Cica.
“Sekarang ini setiap saat di rumah sakit ada saja pasien baru yang menderita kanker serviks”, kata Dr. Anggoro DPD, Kepala Rumah Sakit Bhakti Husada, Rabu 14/03/2018.
Pihaknya menjelaskan jika dibandingkan dengan metode Pap Smear, metode IVA merupakan pemeriksaan yang lebih simple. Hasil pemeriksaan lebih cepat dan singkat karena langsung bisa dilihat pada perubahan warna serviknya. Berbeda dengan Pap smear yang membutuhkan waktu 7-10 hari untuk melihat hasilnya.
“Setiap manusia memiliki sel kanker, akan tetapi bagaimana kanker itu berkembang tergantung dengan pola hidup. Aktivitas fisik di rumah paling tidak sekitar 10-15 menit olahraga, itu dapat menekan sel kanker kita untuk berkembang. Jangan lupa untuk menjaga pola makan yang sehat, makan sayur-sayuran dan buah-buahan, itu penting sekali”, ujarnya. (J02 /A01)
Maret 07, 2018
by Unknown
Maret 07, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - 191 akseptor KB mengikuti kegiatan pelayanan KB gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bekerjasama dengan Muslimat NU.
Kegiatan pelayanan KB gratis diselenggarakan dalam rangka Bhakti Sosial Muslimat NU dilaksanakan Klinik Masyitoh Jln kyai Telingsing No 51 Desa Sunggingan kecamatan Kota Kabupaten Kudus.
Tampak hadir dalam kegiatan Pelayanan KB Gratis tersebut Pasiter Kodim Kudus Kapten Inf Heru Cahyono, Dewi Masyitoh Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial P3AP2KB, Ruliono, S.Pd Kasi Pelayanan KB Dinas Sosial P3AP2KB, tim medis UPT Puskesmas Kabupaten Kudus dan para pendamping akseptor KB.
Dalam keterangannya Ir Dewi Masyitoh, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial menyambut baik kegiatan ini. Dewi Masyitoh juga menyampaikan bahwa dalam bakti sosial ini telah memberikan pelayanan akseptor KB dengan rincian, Akseptor KB Implan sejumlah 144 dan Akseptor KB IUD ada 47. (J02 /A01)
Kegiatan pelayanan KB gratis diselenggarakan dalam rangka Bhakti Sosial Muslimat NU dilaksanakan Klinik Masyitoh Jln kyai Telingsing No 51 Desa Sunggingan kecamatan Kota Kabupaten Kudus.
Tampak hadir dalam kegiatan Pelayanan KB Gratis tersebut Pasiter Kodim Kudus Kapten Inf Heru Cahyono, Dewi Masyitoh Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial P3AP2KB, Ruliono, S.Pd Kasi Pelayanan KB Dinas Sosial P3AP2KB, tim medis UPT Puskesmas Kabupaten Kudus dan para pendamping akseptor KB.
Dalam keterangannya Ir Dewi Masyitoh, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial menyambut baik kegiatan ini. Dewi Masyitoh juga menyampaikan bahwa dalam bakti sosial ini telah memberikan pelayanan akseptor KB dengan rincian, Akseptor KB Implan sejumlah 144 dan Akseptor KB IUD ada 47. (J02 /A01)
Februari 28, 2018
by Unknown
Februari 28, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah menilai pentingnya masyarakat mengetahui, memahami dan lebih waspada dalam mengkonsumsi makanan dan obat.
Untuk itulah BBPOM melakukan Komonikasi, Informasi, Edukasi atau yang lebih dikenal dengan nama KIE. Acara KIE diselenggarakan oleh BBPOM Jawa Tengah bekerja sama dengan Ir Ali Mahir anggota DPR RI komisi IX.
Mengambil tema "Waspada Penyalahgunaan Obat dan Obat Ilegal, Badan POM Hadir Dan Melindungi Masyarakat" Pelaksanaan KIE kali ini diselenggarakan di di Gedung Serba guna Graha Yudha Reksa Desa Kirig kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.
Turut hadir Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi, SH, MH, dalam materi yang disampaikan dihadapan tamu undangan menyampaikan, Negara Indonesia saat ini sedang mengalami darurat narkoba.
Untuk itulah sudah menjadi kewajiban dan harus menjadi perhatian bahwa narkoba harus kita perangi bersama.
Sedangkan kepala BBPOM Dra Endang Pudjiwati MM menjelaskan kepada masyarakat bahwa tugas POM adalah sebagai Kordinator dalam pengawasan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional, kosmetik dan pangan.
"Badan POM dibuat untuk melindungi dan meningkatkan jaminan produk obat dan makanan yang aman, berkhasiat dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Endang.
Dalam kesempatan KIE yang diselenggarakan Selasa, 27/02/2018 tersebut juga di jelaskan mengenai bahaya obat ilegal dan obat palsu. (J02 /A01)
Untuk itulah BBPOM melakukan Komonikasi, Informasi, Edukasi atau yang lebih dikenal dengan nama KIE. Acara KIE diselenggarakan oleh BBPOM Jawa Tengah bekerja sama dengan Ir Ali Mahir anggota DPR RI komisi IX.
Mengambil tema "Waspada Penyalahgunaan Obat dan Obat Ilegal, Badan POM Hadir Dan Melindungi Masyarakat" Pelaksanaan KIE kali ini diselenggarakan di di Gedung Serba guna Graha Yudha Reksa Desa Kirig kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.
Turut hadir Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi, SH, MH, dalam materi yang disampaikan dihadapan tamu undangan menyampaikan, Negara Indonesia saat ini sedang mengalami darurat narkoba.
Untuk itulah sudah menjadi kewajiban dan harus menjadi perhatian bahwa narkoba harus kita perangi bersama.
Sedangkan kepala BBPOM Dra Endang Pudjiwati MM menjelaskan kepada masyarakat bahwa tugas POM adalah sebagai Kordinator dalam pengawasan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional, kosmetik dan pangan.
"Badan POM dibuat untuk melindungi dan meningkatkan jaminan produk obat dan makanan yang aman, berkhasiat dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Endang.
Dalam kesempatan KIE yang diselenggarakan Selasa, 27/02/2018 tersebut juga di jelaskan mengenai bahaya obat ilegal dan obat palsu. (J02 /A01)
Januari 26, 2018
by Unknown
Januari 26, 2018
JURNALPANTURA.COM - Mahasiswa Akbid Kudus kini akan merasakan ketenangannya dalam penyelenggaraan praktek pembelajarannya, setelah sebuah kerjasama kelembagaan telah di tandatangani dengan RSUD Loekmonohadi Kudus.
Hal ini tak lepas dari tangan dingin Musthofa, Bupati Kudus yang telah sukses dengan pendidikan dasar dan menengah ini kemudian tak lantas membuat Bupati Kudus Musthofa berpuas diri. Dia ingin memajukan dunia pendidikan tinggi. Salah satunya adalah Akbid Kudus.
Sekolah kebidanan yang sebelumnya milik Pemkab ini, kini dialih kelola oleh Yayasan Muria Bina Insan Mulia. Bahkan pengembangan ke depan telah dipersiapkan. Yakni bukan hanya menjadi Akbid namun politeknik.
Hal ini dikatakan Bupati Kudus ketika menyaksikan penandatanganan MoU antara RSUD dr Loekmono Hadi dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dengan Akbid Kudus. Acara singkat ini dilangsungkan di lantai III RSUD dr. Loekmono Hadi, Jumat 26-01-2018.
MoU ini bertujuan agar ada sebuah manfaat dari sinergi yang dibangun antara Akbid dengan Pemkab Kudus. Ini sebagai perwujudan tridarma perguruan tinggi yang nantinya memberi manfaat nyata bagi masyarakat secara luas.
"Saya tidak ingin meninggalkan kegelapan dunia pendidikan. Ini adalah tanggung jawab saya untuk kemajuan pendidikan," kata Bupati pagi itu yang tidak ingin MoU ini hanya sekadar seremoni belaka.
Untuk itulah perlu sinergi/kerjasama yang dituangkan dalam MoU tersebut. Diantaranya mengenai praktik bagi mahasiswa di instansi pemerintah. Termasuk fokus untuk pendidikan vokasi yang memiliki porsi 70 persen di lapangan.
"Untuk itulah saya ingin para dosen lebih banyak on the spot di lapangan. Dan saya berharap ada kajian-kajian baru," pesannya.
Di Akbid ini Bupati menegaskan bahwa tidak boleh memungut uang gedung. Maka biaya bisa lebih ringan bagi penyiapan bidan yang andal yang akan menangani pasien/masyarakat kelak.
"Bagi lulusan yang berprestasi akademis bagus, punya integritas, serta mau bekerja keras akan kami beri kesempatan untuk bekerja nantinya," kata Bupati menutup sambutan arahan.
Seusai acara, Bupati Musthofa memberikan ucapan selamat bagi RSUD dr. Loekmono Hadi atas penghargaan yang diterima di akhir 2017 dan awal 2018 ini. Yakni Penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari KPK dan Penghargaan Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB. (J02)
Hal ini tak lepas dari tangan dingin Musthofa, Bupati Kudus yang telah sukses dengan pendidikan dasar dan menengah ini kemudian tak lantas membuat Bupati Kudus Musthofa berpuas diri. Dia ingin memajukan dunia pendidikan tinggi. Salah satunya adalah Akbid Kudus.
Sekolah kebidanan yang sebelumnya milik Pemkab ini, kini dialih kelola oleh Yayasan Muria Bina Insan Mulia. Bahkan pengembangan ke depan telah dipersiapkan. Yakni bukan hanya menjadi Akbid namun politeknik.
Hal ini dikatakan Bupati Kudus ketika menyaksikan penandatanganan MoU antara RSUD dr Loekmono Hadi dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dengan Akbid Kudus. Acara singkat ini dilangsungkan di lantai III RSUD dr. Loekmono Hadi, Jumat 26-01-2018.
MoU ini bertujuan agar ada sebuah manfaat dari sinergi yang dibangun antara Akbid dengan Pemkab Kudus. Ini sebagai perwujudan tridarma perguruan tinggi yang nantinya memberi manfaat nyata bagi masyarakat secara luas.
"Saya tidak ingin meninggalkan kegelapan dunia pendidikan. Ini adalah tanggung jawab saya untuk kemajuan pendidikan," kata Bupati pagi itu yang tidak ingin MoU ini hanya sekadar seremoni belaka.
Untuk itulah perlu sinergi/kerjasama yang dituangkan dalam MoU tersebut. Diantaranya mengenai praktik bagi mahasiswa di instansi pemerintah. Termasuk fokus untuk pendidikan vokasi yang memiliki porsi 70 persen di lapangan.
"Untuk itulah saya ingin para dosen lebih banyak on the spot di lapangan. Dan saya berharap ada kajian-kajian baru," pesannya.
Di Akbid ini Bupati menegaskan bahwa tidak boleh memungut uang gedung. Maka biaya bisa lebih ringan bagi penyiapan bidan yang andal yang akan menangani pasien/masyarakat kelak.
"Bagi lulusan yang berprestasi akademis bagus, punya integritas, serta mau bekerja keras akan kami beri kesempatan untuk bekerja nantinya," kata Bupati menutup sambutan arahan.
Seusai acara, Bupati Musthofa memberikan ucapan selamat bagi RSUD dr. Loekmono Hadi atas penghargaan yang diterima di akhir 2017 dan awal 2018 ini. Yakni Penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari KPK dan Penghargaan Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB. (J02)
by Unknown
Januari 26, 2018
Setidaknya hal tersebut telah diakui oleh kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dengan penghargaan yang telah diberikan kepada RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sebagai Role Model penyelenggara pelayanan publik kategori Sangat Baik, tingkat Nasional.
Penghargaan tersebut, diberikan langsung oleh Menteri PAN-RB, Asman Abnur pada Rabu (24-01-2018). Terang Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar saat ditemui isknews.com di ruang aula usai penandatangan MoU Akbid Pemkab dengan RSUD dr Loekmono Hadi, Jumat 26-01-2018.
Dikatakan Aziz, Penghargaan ini berdasar hasil evaluasi terhadap 72 Kabupaten/Kota sebagai role model, sesuai dengan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 21 tahun 2017 tentang penetapan Provinsi, Kabupaten/Kota, Kementerian/Lembaga dan unit penyelenggaraan pelayanan publik, sebagai lokasi penyelenggaraan evaluasi pelayanan publik tahun 2017.
Aziz memberikan keterangan terkait program-programnya dalam memberikan pelayanan selama ini. Diantaranya, SPGDT K119 atau sistem penanggulangan pasien gawat darurat terpadu, dimana telah diterapkan aplikasi gawat darurat berupa K 119 yang sistem kerjanya setara dengan 911 di luar negeri.
Aplikasi yang berbasis android tersebut, dikembangkan oleh tim IT Kabupaten Kudus untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat, baik itu layanan kecelakaan, kebakaran maupun bencana.
"Aplikasi K119 tersebut terintegrasi dengan semua Rumah Sakit, Puskesmas, Damkar dan BPBD maupun Kepolisian," jelasnya.
Kemudian, ada strategi menurunkan pasien psikiatri atau disingkat Semarpatri. Yaitu Inovasi yang bergerak di pelayanan kesehatan jiwa dan inovasi yang datang dari unit Hemodialisa, yaitu Care Love Be Healty Keedne (CLBK).
"Inovasi lainnya yaitu rumah sakit sayang lingkungan bernuansa alam (Rusa Saling Bersalam) dan inovasi layanan perawat primer (Lemper Prima)," imbuhnya.
Lebih lanjut, penghargaan role model kali ini sebagai evaluasi kinerja pelayanan publik supaya lebih baik lagi.
"Saya berharap kinerja pelayanan ini, sebagai suntikan semangat untuk terus berinovasi dan berkompetisi mewujudkan pelayanan prima," harap Aziz. (J02)
Januari 25, 2018
by Unknown
Januari 25, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seratus Tiga Puluh Dua Anggota Pengawas Pemilu Desa (PPD) yang tersebar di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Kudus mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini di sampaikan oleh ketua Panwas Kabupaten Kudus M Wahibul Minan, saat mendampingi ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menerima secara simbolis penyerahan Sertifikat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Tino Angga Kusuma.
Dalam keterangan nya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan, tugas pengawas pemilu itu sangat berat, mereka harus mobile ke sana dan kemari demi menjaga jalanya pemilu berjalan dengan lancar.
"Oleh sebab itu, agar pengawas yang ada di lapangan merasa tenang, izinkan kami ikut berpartisipasi dengan cara menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas sebagai anggota PPD," ungkapnya sesaat setelah penyerahan simbolis Sertifikat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu 24/01/2018. (J02)
Hal ini di sampaikan oleh ketua Panwas Kabupaten Kudus M Wahibul Minan, saat mendampingi ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menerima secara simbolis penyerahan Sertifikat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Tino Angga Kusuma.
Dalam keterangan nya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan, tugas pengawas pemilu itu sangat berat, mereka harus mobile ke sana dan kemari demi menjaga jalanya pemilu berjalan dengan lancar.
"Oleh sebab itu, agar pengawas yang ada di lapangan merasa tenang, izinkan kami ikut berpartisipasi dengan cara menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas sebagai anggota PPD," ungkapnya sesaat setelah penyerahan simbolis Sertifikat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu 24/01/2018. (J02)
Desember 03, 2017
by Unknown
Desember 03, 2017
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Kegiatan memperingati hari AIDS I Desember pada tahun 2017 ini mengambil tema " SAYA BERANI SEHAT ".
Kegiatan yang di selenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Kudus (AMARKU) dilaksanakan di halaman Gedung Olah Raga (GOR) Wergu kudus, Ahad 03/12/2017.
Selain AMARKU peringatan hari AIDS ini juga didukung oleh sadar AIDS DAN TB ( TUBERKOLOSIS).
Peringatan hari AIDS kali ini diisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti, Pemeriksaan kesehatan di mobil pelayanan kesehatan oleh tim medis dari RS MARDIRAHAYU ( 1 dokter an dr Yuliana wara dan 4 perawatan meliputi cek kesehatan tensi darah dan gula darah , Tim Medis dari RSUD Loekmono Hadi ( 3 dokter dan 4 perawat meliputi giat KTS ( konseling testing Sukarela ) m dan tidak. Medis dari RS Aishiyah dan Donor darah yang diadakan di mobil PMI.
Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan Joko PUTRANTO, Menyampaikan apresiasi kepada sukarelawan - sukarelawan yang selama ini sudah membantu dalam penanggulangan dan pendampingan bagi korban AIDS.
Dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus diberi cinderamata sebuah buku yang ditulis oleh Relawan dari Yogyakarta.Buku tersebut menceritakan kehidupan seorang penderita, Dari sebelum divonis sebagai penderita sampai hari-hari berat yang harus dilalui seorang penderita AIDS.
Selain kepala dinas kesehatan kegiatan hari ini ini juga dihadiri oleh Dr Azis Azhar kepala RSUD Loekmono Hadi, Perwakilan karang taruna se kab kudus, Perwakilan tim Penggerak PKK se kab kudus, Perwakilan fatayat Nu kab kudus, Perwakilan muslimat Nu kab kudus, IDI ( ikatan dokter indonesia), PPNI ( persatuan perawat nasional indonesia ).(J02)
Kegiatan yang di selenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Kudus (AMARKU) dilaksanakan di halaman Gedung Olah Raga (GOR) Wergu kudus, Ahad 03/12/2017.
Selain AMARKU peringatan hari AIDS ini juga didukung oleh sadar AIDS DAN TB ( TUBERKOLOSIS).
Peringatan hari AIDS kali ini diisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti, Pemeriksaan kesehatan di mobil pelayanan kesehatan oleh tim medis dari RS MARDIRAHAYU ( 1 dokter an dr Yuliana wara dan 4 perawatan meliputi cek kesehatan tensi darah dan gula darah , Tim Medis dari RSUD Loekmono Hadi ( 3 dokter dan 4 perawat meliputi giat KTS ( konseling testing Sukarela ) m dan tidak. Medis dari RS Aishiyah dan Donor darah yang diadakan di mobil PMI.
Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan Joko PUTRANTO, Menyampaikan apresiasi kepada sukarelawan - sukarelawan yang selama ini sudah membantu dalam penanggulangan dan pendampingan bagi korban AIDS.
Dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus diberi cinderamata sebuah buku yang ditulis oleh Relawan dari Yogyakarta.Buku tersebut menceritakan kehidupan seorang penderita, Dari sebelum divonis sebagai penderita sampai hari-hari berat yang harus dilalui seorang penderita AIDS.
Selain kepala dinas kesehatan kegiatan hari ini ini juga dihadiri oleh Dr Azis Azhar kepala RSUD Loekmono Hadi, Perwakilan karang taruna se kab kudus, Perwakilan tim Penggerak PKK se kab kudus, Perwakilan fatayat Nu kab kudus, Perwakilan muslimat Nu kab kudus, IDI ( ikatan dokter indonesia), PPNI ( persatuan perawat nasional indonesia ).(J02)
November 24, 2017
by Unknown
November 24, 2017
Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.
Oleh sebab itu Puskesmas Ngembal Kulon bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tumpang Krasak, Mengadakan kegiatan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk, Jumat 24/11/2017.
Bertempat Di Dukuh Badongan RT 01 RW III Desa Tumpang Krasak, Puskesmas dan Pemdes Desa setempat memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Program PSN yaitu, 1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain 2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tumpang Krasak Bambang Gunarjo mengapresiasi kegiatan Puskesmas Ngembal Kulon yang tanpa diminta oleh masyarakat sudah dengan sendiri nya mengadakan sosialisasi tentang PSN.
"Diharapkan kepada masyarakat agar lebih sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya"tegasnya.
Jangan sampai setelah ada yang terkena penyakit demam berdarah, Baru berramai-ramai membersihkan lingkungan, Ungkapnya.(J02)
by Unknown
November 24, 2017
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Ratusan siswa-siswi dari Tiga SD yaitu SD 1, SD 3 dan SD 4 Undaan Kidul, Mengikuti jaln sehat yang diadakan dalam rangka Peringatan Hari PGRI ke 72.
Para Siswa-siswi dengan didampingi oleh masing-masing Guru mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing dengan antusiasme tinggi mengikuti Jalan Sehat di halaman SDN 1 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jumat 24/11/2017.
Rofiqoh S.Pd ketua PGRI Ranting Undaan Kidul mengatakan bahwa start dan finish berlangsung di halaman SDN 1 Undaan.
"Tujuan acara jalan sehat ini, Disamping Olah Raga untuk kesehatan, Agar para siswa dan pengajar 3 Sekolah Dasar ini, Semakin terjalin keakraban dan kebersamaannya"lanjutnya.
Tema yang diusung serupa dengan tema peringatan HUT PGRI ke 72 dan Hari Guru Nasional 2017 Kabupaten Kudus, yakni "Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter".
Usai pelaksanaan jalan sehat, Para guru dari ke tiga sekolah tersebut mengadakan acara Tasyakuran di Aula SDN 1 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.(J02)
Para Siswa-siswi dengan didampingi oleh masing-masing Guru mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing dengan antusiasme tinggi mengikuti Jalan Sehat di halaman SDN 1 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jumat 24/11/2017.
Rofiqoh S.Pd ketua PGRI Ranting Undaan Kidul mengatakan bahwa start dan finish berlangsung di halaman SDN 1 Undaan.
"Tujuan acara jalan sehat ini, Disamping Olah Raga untuk kesehatan, Agar para siswa dan pengajar 3 Sekolah Dasar ini, Semakin terjalin keakraban dan kebersamaannya"lanjutnya.
Tema yang diusung serupa dengan tema peringatan HUT PGRI ke 72 dan Hari Guru Nasional 2017 Kabupaten Kudus, yakni "Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter".
Usai pelaksanaan jalan sehat, Para guru dari ke tiga sekolah tersebut mengadakan acara Tasyakuran di Aula SDN 1 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.(J02)
November 22, 2017
by Unknown
November 22, 2017
JURNALPANTURA.COM, Blora - Pemkab Blora melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan bantuan sosial kepada Yemima Fara Natalia (2) penderita penyakit Hydrocephalus, Senin 20/11/2017.Yemina anak pertama pasangan Partono (29) dan Rahayu Widasari (19) warga RT 02/RW 03 Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah.
Pemberian bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos P3A Sri Handoko S.Sos, M.Si dan Kepala Dinkes dr. Henny Indriyanti M.Kes dan diterimakan langsung kepada orang tua Yemima, Partono dan Rahayu Widasari disaksikan Camat Japah, Kiswoyo dan Kades Pengkolrejo, Senen.
“Kali ini atas arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kami datang untuk memberikan bantuan sosial berupa dana sosial, sejumlah kebutuhan makanan balita dan sembako. Semoga ini bisa membantu pengobatan adek Yemima,” ucap Kepala Dinsos P3A Sri Handoko S.Sos, M.Si.
Di tempat yang sama, Kepala Dinkes dr. Henny Indriyanti M.Kes menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pengobatan Yemima ke RSUP Sardjito Yogyakarta. Dinas Kesehatan akan mengantarkan memakai ambulance ke Yogyakarta, Selasa 21/11/2017.
“Semua dokumennya sudah diurus dan akan dirujuk ke RSUP dr.Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan pengobatan. Hari Selasa, berangkat pukul 03.00 WIB dari Blora, dimana biaya pengobatannya menggunakan BPJS Kesehatan,” kata dr. Henny Indrayanti M.Kes.
Menurutnya, kunjungan yang dilakukan Dinsos P3A dan Dinas Kesehatan kali ini sebagai tindak lanjut kunjungan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si mewakili Bupati Djoko Nugroho pada bulan Maret 2016 silam yang menjanjikan akan memfasilitasi pengobatan ke ahli penyakit Hydrocephalus yang ada di RSUP Sardjito Yogyakarta.
Saat dikunjungi Wakil Bupati dan Dinas Kesehatan di bulan Maret 2016 lalu Yemima masih berusia dua bulan. Rahayu Widasari (ibunya-red) menjelaskan bahwa anaknya tersebut hanya bisa menangis karena merasakan sakit dan kepalanya yang semakin berat.
Sejak usia kandungan 9 bulan dokter sudah mengatakan bahwa di dalam kepala bayi ada sebuah cairan hitam. Saat lahir kondisinya normal, namun setelah itu lama lama kepalanya membesar.
Sejak usia kandungan 9 bulan dokter sudah mengatakan bahwa di dalam kepala bayi ada sebuah cairan hitam. Saat lahir kondisinya normal, namun setelah itu lama lama kepalanya membesar.
Sebelumnya, kata Rahayu, anaknya sudah pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Elizabeth Semarang. Namun dokter disana tidak berani melakukan tindakan operasi karena usia bayi yang masih terlalu muda, apalagi resikonya sangat berat karena kondisi kepala bayi masih lunak. Tulang tengkoraknya belum sempurna.
“Setelah dari RS Elizabeth Semarang, Pemkab sudah pernah memfasilitasi pengobatan kembali ke RS Muwardi Solo. Namun setelah diperiksa secara medis, ternyata tidak bisa dilakukan operasi karena volume otaknya kecil sekali sehingga dokter ahli tidak ada tindakan. Akan percuma jika dilakukan operasi, otak tetap tidak bisa berkembang,” terang dr. Henny Indrayanti M.Kes.
Masih menurut dr. Henny Indrayanti, sebagai upaya lanjutan pihaknya kali ini akan membantu pengobatan ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Ia berharap hasil terbaik bisa diperoleh Yemima di RSUP dr. Sardjito tersebut.
“Hasil pemeriksaan dari RS Elizabeth Semarang dan RS Muwardi Solo saya minta untuk dibawa ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta besok pagi sebagai rekam medik pasien. Apapun hasilnya, kami berharap orangtua harus siap menghadapinya. Kita semua berharap yang terbaik untuk adek Yemima,” lanjutnya.
Untuk menjaga kesehatan tubuhnya, ia menyarankan agar asupan makanan bergizi tetap dipenuhi agar daya tahan tubuh anak tetap baik dan kuat. Saat dikunjungi Senin siang (20/11), Yemima juga baru saja selesai makan siang disuapi Ibunya.
Partono dan Rahayu Widasari sebagai orang tua adek Yemima mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemkab Blora yang sudah memfasilitasi pengobatan bagi anaknya. Apapun hasilnya nanti, kedua orang tua ini siap menerimanya.
“Semoga anak kami bisa sembuh. Namun apapun hasilnya nanti kami berdua siap menghadapinya. Terimakasih atas bantuan yang diberikan,” kata Partono didampingi Rahayu Widasari. (J02)
November 15, 2017
by Unknown
November 15, 2017
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Totalitas Bupati Kudus H. Musthofa tak perlu lagi diragukan. Dirinya menyebut bahwa kebijakannya untuk bidang kesehatan di Kudus, sangat berpihak pada masyarakat. Inovasi yang ada disupport dengan anggaran yang cukup.
Demikian dikatakan Bupati dua periode ini pada Seminar Kesehatan HKN ke-53 tahun 2017 di Pendopo Kabupaten, Rabu (15/11). Selain Bupati Kudus, seminar ini juga menghadirkan Prof. Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK dari Undip dan dr. Aris Jatmiko, MM, AAK Deputi Direksi Wil. Jateng DIY BPJS Kesehatan.
Dengan gamblang, Musthofa memaparkan kebijakannya di Kudus. Bahwa kesehatan merupakan kunci meraih hidup yang sejahtera. Untuk itu all out menjadi sebuah kata kunci dalam pelayanan kesehatan.
"Masyarakat kami hanya cukup dengan KTP, bisa terlayani di puskesmas dan rumah sakit di kelas III. Tanpa BPJS," jelas Bupati yang melaksanakan program ini sejak awal 2015 lalu.
Bahkan, kemudahan layanan kesehatan terus ditingkatkan. Sarpras pendukung dengan support SDM berkompeten siap memberikan pelayanan terbaik. Anggaran kesehatan di Kudus mencapai 14,72% dari total APBD.
"Bahkan, kini dengan aplikasi K-119, masyarakat dengan mudah terlayani dalam kondisi darurat, dengan sistem yang terintegrasi," tambahnya di hadapan peserta se Eks-karesidenan Pati, Kab. Demak dan Kab. Grobogan ini.
Namun demikian, Bupati tetap mendorong masyarakat Kudus tetap sehat. Taman yang dilengkapi jogging track dan fasilitas olahraga adalah salah satu bukti keseriusannya bagi kesehatan masyarakat secara luas. Tentu banyak kebijakan lain dalam mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat.
Sementara itu, Prof. Anies memaparkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan. Begitu pula sebaliknya. Karena keduanya berhubungan timbal balik.
Sedangkan dr. Aris Jatmiko memaparkan peran BPJS kesehatan terhadap gerakan masyarakat hidup sehat. Dengan sehat yang diawali dari individu dan kekuarga inilah yang akan menjadikan Indonesia sehat.(J10)
November 13, 2017
by Unknown
November 13, 2017
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke 53 yang di selenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kudus, Diantaranya Senam Germas yang diikuti oleh 1100 Peserta dengan peserta pegawai yang ada di masing-masing UPT Puskesmas, Mahasiswa STIKES yang Ada di Kabupaten Kudus.
Masih dalam rangkaian HUT HKN, Hari ini DKK menyelenggarakan Upacara Bendera memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke 53 tingkat Kabupaten di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Senin 13/11/2017.
Hari Kesehatan Nasional ke 53 tahun 2017 tingkat Kabupaten Kudus kali mengambil tema "Sehat Keluargaku sehat Indonesiaku" dengan Inspektur Upacara Drs. Noor Yasin (Sekretaris Daerah Kab. Kudus) dan sebagai komandan Upacara Drs. Joko Dwi Putranto ( Kepala Dinas Kesehatan Kab.Kudus).
Drss. Noor Yasin, MM diam sambutannya menyampaikan, Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa telah terselenggaranya Upacara Hari Kesehatan Nasional ke 53 Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Kudus ,dengan tema : "Sehat keluargaku sehat indonesiaku".
" Keluarga merupakan titik awal terwujudnya masyarakat yang sehat , sehingga pemerintahan di lintas sektoral lembaga dalam penanganan kesehatan dapat terwujud " tambahnya.
Dengan memperingati Hari Kesehatan Sebagai momentum pembangunan kesehatan Rakyat Indonesia, dengan menggelorakan tiga nilai utama : integritas, kerja keras dan gotong royong dengan mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkeadilan. (J02)
Masih dalam rangkaian HUT HKN, Hari ini DKK menyelenggarakan Upacara Bendera memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke 53 tingkat Kabupaten di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Senin 13/11/2017.
Hari Kesehatan Nasional ke 53 tahun 2017 tingkat Kabupaten Kudus kali mengambil tema "Sehat Keluargaku sehat Indonesiaku" dengan Inspektur Upacara Drs. Noor Yasin (Sekretaris Daerah Kab. Kudus) dan sebagai komandan Upacara Drs. Joko Dwi Putranto ( Kepala Dinas Kesehatan Kab.Kudus).
Drss. Noor Yasin, MM diam sambutannya menyampaikan, Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa telah terselenggaranya Upacara Hari Kesehatan Nasional ke 53 Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Kudus ,dengan tema : "Sehat keluargaku sehat indonesiaku".
" Keluarga merupakan titik awal terwujudnya masyarakat yang sehat , sehingga pemerintahan di lintas sektoral lembaga dalam penanganan kesehatan dapat terwujud " tambahnya.
Dengan memperingati Hari Kesehatan Sebagai momentum pembangunan kesehatan Rakyat Indonesia, dengan menggelorakan tiga nilai utama : integritas, kerja keras dan gotong royong dengan mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkeadilan. (J02)
Oktober 11, 2017
by Unknown
Oktober 11, 2017
Tampak hadir dalam acara tersebut Arif Budi Santoso, ST (Sekretaris Dinas PMD Kab. Kudus), Sri Subekti, S.Pd (Disdikpora Kab. Kudus), Diyah Arum, SE (Dinas Sosial P3A P2KB Kab. Kudus), Sri Sumarni, S.Km (Dinkes Kab. Kudus), Camat Kaliwungu (Muhammad Fitriyanto, S.Tp, M.Si), Kapten Inf Yoyok Yusmanto (Danramil 09/Kaliwungu), AKP Dwi Jati Usodo, SH (Kapolsek Kaliwungu), drg. Yuskal Yusrizal (Ka UPT Puskesmas Kaliwungu) dan Darsan (Kades Mijen).
Kepala Desa Mijen dalam sambutannya, kami ucapkan selamat datang di Posyandu Pusporini Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu.
"Posyandu Pusporini ada 7 kegiatan Posyandu yang mana sasaran Balita sekitar 832 balita dengan 35 kader " jelas Kades Mijen menjelaskan.
Dimana Kegiatan di Posyandu Pusporini ini meliputi pemeriksaan, penimbangan, pemberian makanan sehat untuk balita. penyuluhan dan pelayanan kesehatan meliputi pelayanan KB, imunisasi, pemeriksaan dan pelayanan ibu hamil.
Di Posyandu Pusporini juga ada pelayanan ibu-ibu lansia berupa pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan bagi lansia.
Sekretaris Dinas PMD Kab. Kudus (Arif Budi Siswanto, ST) mewakili kepala Dinas menyampaikan, Kita ingin tahu sejauh mana kegiatan Posyandu di Desa Mijen dan kami harapkan Posyandu sudah terintegrasi dengan PKB dan PAUD di Desa Mijen.
"Saya harapkan dengan lomba penilaian Posyandu ini dapat menambahkan motifasi para kader penggerak PKK " tambahnya.(J02)
Oktober 01, 2017
by Unknown
Oktober 01, 2017
JURNALPANTURA.COM, Kudus - 180 masyarakat yang menderita penyakit mata katarak mengikuti Operasi Katarak gratis yang di Adakan Rumah Sakit Kartika Husada kabupaten Kudus, Ahad 01/10/2017.
Operasi Katarak tersebut dalam rangka Peringatan HUT TNI ke 72.Rumah Sakit Kartika Husada sebagai Rumah sakit tentara bekerjasama dengan PT Djarum Kudus melalui program Djarum Foundation.
Hadir dalam acara Operasi Katarak tersebut, Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma.SE.M.Sp ( Dandim 0722/Kudus), Mayor Inf Sagimin (Kasdim 0722/Kudus), Dr.Anggoro Dp (Ka.Rs.Kartika Kudus), Purnomo Nugroho ( mewakili presiden direktor PT.Djarum), Joko Dwi Prutanto(Kepala dinas kesehatan Kab.Kudus), Prof Suharto (Spesialis mata dan ketua yayasan bina netra Yogyakarta).
Dandim 0722/Kudus dalam sambutanya, Mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu pelaksanaan kegiatan Operasi Katarak ini." Kepada masyarakat yang pada kesempatan kali ini belum beruntung mengikuti Operasi katarak, kami mohon maaf karena keterbatasan waktu dan tempat"harapnya.
Pada Operasi Katarak ini memang hanya 65 penderita yang berkesempatan mengikuti Operasi dari 180 orang yang mendaftar.(J02)
Operasi Katarak tersebut dalam rangka Peringatan HUT TNI ke 72.Rumah Sakit Kartika Husada sebagai Rumah sakit tentara bekerjasama dengan PT Djarum Kudus melalui program Djarum Foundation.
Hadir dalam acara Operasi Katarak tersebut, Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma.SE.M.Sp ( Dandim 0722/Kudus), Mayor Inf Sagimin (Kasdim 0722/Kudus), Dr.Anggoro Dp (Ka.Rs.Kartika Kudus), Purnomo Nugroho ( mewakili presiden direktor PT.Djarum), Joko Dwi Prutanto(Kepala dinas kesehatan Kab.Kudus), Prof Suharto (Spesialis mata dan ketua yayasan bina netra Yogyakarta).
Dandim 0722/Kudus dalam sambutanya, Mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu pelaksanaan kegiatan Operasi Katarak ini." Kepada masyarakat yang pada kesempatan kali ini belum beruntung mengikuti Operasi katarak, kami mohon maaf karena keterbatasan waktu dan tempat"harapnya.
Pada Operasi Katarak ini memang hanya 65 penderita yang berkesempatan mengikuti Operasi dari 180 orang yang mendaftar.(J02)
September 17, 2017
by Unknown
September 17, 2017
JURNALPANTURA.COM, Semarang - Kasus Pil PCC yang merenggut nyawa anak-anak di Kendari, direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng mengantisipasi peredaran obat keras bertuliskan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).
"Sudah saya instruksikan ke jajaran dan Polres wilayah Polda Jateng. Wujud antisipasi berupa sosialisasi bahaya PCC maupun penyelidikan ke masing-masing warga," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, Kamis 14 /09/2017.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan segera berkoordinasi dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kasus itu terjadi di Kendari. Tidak menutup kemungkinan terjadi juga di Jateng. Kami koordinasikan dulu," kata Djarod.
Melengkapi, Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati menyebut PCC termasuk obat keras. Dia menuturkan belum mengetahui komposisi PCC.
"Kami harus uji lab dulu. Karena obat tidak terdaftar itu komposisinya sesuka yang membuat. Makanya bahaya," bebernya.
Endang memastikan pihaknya belum menemukan peredaraan PCC di wilayah Jawa Tengah. Dia mengimbau warga harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
"Pilihlah produk obat maupun makanan yang sudah didaftarkan di BPOM, melalui aplikasi BPOM Check. Bisa diunduh melalui Playstore," tambahnya.
Sejatinya, pil PCC tak masuk dalam kategori narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Namun, obat tersebut memiliki efek yang mirip dengan narkoba, lantaran langsung menyerang sistem saraf pusat.
"Itu tidak masuk dalam kategori narkoba , semacam obat anti-depresan, tapi punya efek yang miri-mirip, " kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid Cerdas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Susanto.
Disampaikan, pil ini memang banyak beredar di luar Jawa. Obat-obat yang punya efek semacam itu, yang banyak beredar di Jawa Tengah dan kota-kota di Pulau Jawa lainnya adalah Trihex, Hexymer, dan lainnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova saat gelar perkara pengungkapan peredaran narkoba jenis baru yaitu ganja cair yang dijual lewat facebook, Senin 17 April 2017
"Ini harusnya, adalah obat-obatan yang tidak dijual bebas, tapi faktanya banyak tersedia di pasaran, sehingga masyarakat begitu mudah mendapatkannya," ucap Susanto.
Menurut dia, untuk menanggulangi penyalahgunaan obat-obat semacam ini, yang punya efek langsung menyerang sistem saraf pusat, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait.
"Kasus semacam ini butuh penanganan serius dari, karena efeknya yang cukup berbahaya bagi masyarakat secara luas," ujarnya.
Ditambahkan, obat-obat semacam ini juga menimbulkan efek kecanduan atau adiktif. Sehingga, mereka yang mengkonsumsinya cenderung akan terus menambah dosis pemakaian, untuk menimbulkan efek tertentu.
"Ini yang bisa menyebabkan kematian, terkadang tak hanya menambah dosis, melainkan mencampurnya dengan jenis obat lain," imbuhnya.(J02)
"Sudah saya instruksikan ke jajaran dan Polres wilayah Polda Jateng. Wujud antisipasi berupa sosialisasi bahaya PCC maupun penyelidikan ke masing-masing warga," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, Kamis 14 /09/2017.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan segera berkoordinasi dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kasus itu terjadi di Kendari. Tidak menutup kemungkinan terjadi juga di Jateng. Kami koordinasikan dulu," kata Djarod.
Melengkapi, Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati menyebut PCC termasuk obat keras. Dia menuturkan belum mengetahui komposisi PCC.
"Kami harus uji lab dulu. Karena obat tidak terdaftar itu komposisinya sesuka yang membuat. Makanya bahaya," bebernya.
Endang memastikan pihaknya belum menemukan peredaraan PCC di wilayah Jawa Tengah. Dia mengimbau warga harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
"Pilihlah produk obat maupun makanan yang sudah didaftarkan di BPOM, melalui aplikasi BPOM Check. Bisa diunduh melalui Playstore," tambahnya.
Sejatinya, pil PCC tak masuk dalam kategori narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Namun, obat tersebut memiliki efek yang mirip dengan narkoba, lantaran langsung menyerang sistem saraf pusat.
"Itu tidak masuk dalam kategori narkoba , semacam obat anti-depresan, tapi punya efek yang miri-mirip, " kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid Cerdas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Susanto.
Disampaikan, pil ini memang banyak beredar di luar Jawa. Obat-obat yang punya efek semacam itu, yang banyak beredar di Jawa Tengah dan kota-kota di Pulau Jawa lainnya adalah Trihex, Hexymer, dan lainnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova saat gelar perkara pengungkapan peredaran narkoba jenis baru yaitu ganja cair yang dijual lewat facebook, Senin 17 April 2017
"Ini harusnya, adalah obat-obatan yang tidak dijual bebas, tapi faktanya banyak tersedia di pasaran, sehingga masyarakat begitu mudah mendapatkannya," ucap Susanto.
Menurut dia, untuk menanggulangi penyalahgunaan obat-obat semacam ini, yang punya efek langsung menyerang sistem saraf pusat, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait.
"Kasus semacam ini butuh penanganan serius dari, karena efeknya yang cukup berbahaya bagi masyarakat secara luas," ujarnya.
Ditambahkan, obat-obat semacam ini juga menimbulkan efek kecanduan atau adiktif. Sehingga, mereka yang mengkonsumsinya cenderung akan terus menambah dosis pemakaian, untuk menimbulkan efek tertentu.
"Ini yang bisa menyebabkan kematian, terkadang tak hanya menambah dosis, melainkan mencampurnya dengan jenis obat lain," imbuhnya.(J02)
Agustus 13, 2017
by Unknown
Agustus 13, 2017
JURNALPANTURA.COM, Demak – Bertempat di SMP Negeri 2 Demak, acara Pencanangan Kampanye MR (Measles Rubella) digelar Selasa 08/08/2017.Acara dihadiri oleh Bupati Demak HM. Natsir, Wakil Bupati Drs. Joko Sutanto, Sekda dr. Singgih Setyono, M.Kes dan Forkopimda Kabupaten Demak. Sebanyak 200 peserta dari seluruh elemen masyarakat juga mengikutiacara tersebut.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, bermutu, komprehensif, dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk pelayanan imunisasi. Kabupaten Demak juga ikut berpartisipasi aktif mendukung terwujudnya Indonesia bebas 3 penyakit yakni tetanus, cacar dan polio. Diharapkan Kedepannya nanti masyarakat juga terbebas dari berbagai macam penyakit.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menggalakkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), merupakan cara yang harus diterapkan untuk hidup sehat, sehingga nantinya akan terlahir generasi penerus yang sehat, kuat, produktif dan berdaya saing.Penyakit sekecil apapun kalau dibiarkan bisa mematikan. Penyakit apapun harus ditanggulangi demi terwujudnya generasi yang sehat dan kuat lahir batin menuju Demak yang lebih sehat dan bermartabat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto, SKM. MM.pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwaCampak dan Rubella atau dabagen bukanlah penyakit yang mematikan. Namun jika disertai dengan penyakit pendamping lainnya, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Terlebih bagi ibu hamil yang terjangkit penyakit ini, utamanya pada kehamilan trimester pertama. Penyakit ini bisa menyebabkan keguguran dan kelainan janin, seperti kelainan pada jantung, tuli, gangguan penglihatan, sampai pada kelambatan perkembangan anak. Meskipun di Kabupaten Demak tidak ditemukan anak yang lahir karena sindrom rubella kongenital, namun masih ditemukan kasus campak dan rubella. Untuk itu masyarakat perlu melakukan pencegahan agar terlindung dari campak dan rubella.
“Dengan imunisasi MR diharapkan dapat memutus transmisi virus campak dan rubella dengan cara meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit ini secara tepat. Selain itu diharapkan imunisasi tersebut dapat menurunkan angka kesakitan campak dan rubella,” katanya.
Guvrin menambahkan bahwa vaksin MR diberikan secara berkelanjutan untuk anak usia 9 bulan hingga yang berusia kurang dari 1,5 tahun dan anak usia kelas 1 Sekolah Dasar. “Saya berharap nantinya sebanyak 280.886 anak di Kabupaten Demak bisa mendapatkan imunisasi ini,” tambahnya.
Seluruh masyarakat diharapkan dapat tambahnya mendukung dan berperan serta aktif dalam upaya mencapai Eliminasi Campak dan Pengendalian Rubella pada tahun 2020 melalui Kampanye Imunisasi MR. Masyarakat yang memiliki anak berusia dibawah 15 tahun dihimbau untuk mendatangi posyandu ataupun fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi MR. Mengingat pada bulan Agustus ini imunisasi dilakukan serentak untuk anak usia sekolah. Sedangkan bulan September nanti imunisasi ditujukan untuk anak usia balita, yakni usia 9 bulan sampai 5 tahun.(J02)
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, bermutu, komprehensif, dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk pelayanan imunisasi. Kabupaten Demak juga ikut berpartisipasi aktif mendukung terwujudnya Indonesia bebas 3 penyakit yakni tetanus, cacar dan polio. Diharapkan Kedepannya nanti masyarakat juga terbebas dari berbagai macam penyakit.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menggalakkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), merupakan cara yang harus diterapkan untuk hidup sehat, sehingga nantinya akan terlahir generasi penerus yang sehat, kuat, produktif dan berdaya saing.Penyakit sekecil apapun kalau dibiarkan bisa mematikan. Penyakit apapun harus ditanggulangi demi terwujudnya generasi yang sehat dan kuat lahir batin menuju Demak yang lebih sehat dan bermartabat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto, SKM. MM.pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwaCampak dan Rubella atau dabagen bukanlah penyakit yang mematikan. Namun jika disertai dengan penyakit pendamping lainnya, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Terlebih bagi ibu hamil yang terjangkit penyakit ini, utamanya pada kehamilan trimester pertama. Penyakit ini bisa menyebabkan keguguran dan kelainan janin, seperti kelainan pada jantung, tuli, gangguan penglihatan, sampai pada kelambatan perkembangan anak. Meskipun di Kabupaten Demak tidak ditemukan anak yang lahir karena sindrom rubella kongenital, namun masih ditemukan kasus campak dan rubella. Untuk itu masyarakat perlu melakukan pencegahan agar terlindung dari campak dan rubella.
“Dengan imunisasi MR diharapkan dapat memutus transmisi virus campak dan rubella dengan cara meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit ini secara tepat. Selain itu diharapkan imunisasi tersebut dapat menurunkan angka kesakitan campak dan rubella,” katanya.
Guvrin menambahkan bahwa vaksin MR diberikan secara berkelanjutan untuk anak usia 9 bulan hingga yang berusia kurang dari 1,5 tahun dan anak usia kelas 1 Sekolah Dasar. “Saya berharap nantinya sebanyak 280.886 anak di Kabupaten Demak bisa mendapatkan imunisasi ini,” tambahnya.
Seluruh masyarakat diharapkan dapat tambahnya mendukung dan berperan serta aktif dalam upaya mencapai Eliminasi Campak dan Pengendalian Rubella pada tahun 2020 melalui Kampanye Imunisasi MR. Masyarakat yang memiliki anak berusia dibawah 15 tahun dihimbau untuk mendatangi posyandu ataupun fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi MR. Mengingat pada bulan Agustus ini imunisasi dilakukan serentak untuk anak usia sekolah. Sedangkan bulan September nanti imunisasi ditujukan untuk anak usia balita, yakni usia 9 bulan sampai 5 tahun.(J02)
Langganan:
Postingan (Atom)















