Top Ad 728x90

Januari 21, 2018

DEPROK Atau Politik Uang Merusak Tatanan Demokrasi

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Budaya transaksional yang terjadi di masyarakat belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Dengan istilah DEPROK (Gede Keprok) yang berarti mana yang memberi uang dengan jumlah besar itulah yang dipilih saat pemilihan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus Noor Hartoyo saat menyampaikan pidato politik dihadapan tim pemenangan "Saguyup Saeko Proyo" di Center Harjuna Jln Musium kretek turut Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Kepada tim pemenangan, Noor Hartoyo yang juga Bakal Calon Bupati dari jalur Perseorangan menyampaikan pentingnya membangun kebersamaan dan selalu mengingat bahwa tujuan kita berjuang bukan semata - mata hanya meraih kemenangan, tapi kita berjuang membangun peradaban dan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat.

"Harus kita mulai dari diri sendiri untuk melakukan perubahan, dengan tidak melakukan kampanye hitam dan politik Uang " tegasnya dihadapan tim pemenangan Harjuna, Ahad 21/01/2018.

Kalau semua dinilai dengan uang maka pemimpin yang dihasilkan akan lupa dengan Rakyat karena sibuk mengembalikan modal saat pencalonan.

Jangan sampai demokrasi itu rusak karena ambisi yang menghalalkan segala cara. Karena budaya transaksional merusak demokrasi dan tata nilai masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara, jangan sampai demokrasi justru menghasilkan kesenjangan baru, untuk itu kepada para kordes, tim perekrutan dukungan dan simpatisan yang hadir untuk selalu bertekad dan menguatkan keyakinan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk perbaikan,lanjut Hartoyo. (J02)

Januari 20, 2018

Awali Gerakan Coklit Serentak KPU Kudus Gelar Apel Kesiapan

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - KPU Kabupaten Kudus mengawali Gerakan Pencocokan dan Penelitian Serentak Nasional (Coklit) dengan menggelar Apel di halaman kantor KPU di Jln.Ganesha Purwosari kecamatan Kota Kabupaten Kudus.

Apel itu sendiri diikuti oleh seluruh anggota KPU, PPK Kecamatan Kota beserta PPS dan PPDP Kelurahan Purwosari, Sabtu, 20/01/2018.

Dalam sambutannya ketua KPU Kabupaten Kudus, Moh Hanafi menyampaikan, Apel pagi ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan para petugas yang akan turun langsung ke masyarakat.

"Coklit serentak ini ditujukan menggugah kesadaran masyarakat, serta menyempurnakan proses pendataan agar di peroleh data yang berkualitas dengan akurasi tinggi" kata Moh Khanafi.

Saat ini KPU Kudus menyiapkan 1.491 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan mendatangi kurang lebih 7.455 rumah penduduk yang tersebar di Kudus yang di mulai hari ini, 20/01/2018 sampai 18/02/2018, lanjutnya menjelaskan. (J02)

Januari 19, 2018

Kelestarian Seni Dan Budaya Harus Jadi Tanggung Jawab Semua Pihak

by
Jurnalpantura.Com Kudus - Keberagaman seni dan budaya Jawa Tengah menjadi bagian dari kekayaan budaya nusantara. Agar terjaga kelestariannya, semua harus terlibat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa seni budaya daerah merupakan kekayaan negara bernilai tiada terhingga, maka harus dirawat dan dihidupkan.
“Semua harus terlibat, termasuk bapak dan Ibu yang ada di sini untuk ikut melestarikan budaya terutama kepada generasi muda bangsa. Kekayaan seni budaya daerah tidak hanya nguri-uri tetapi juga harus diuripi atau dihidupkan,” ujar Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS saat pengarahan sekaligus membuka Rakerda Komite Seni Budaya Nasional (KSBN) Jateng di Hotel Swiss Belinn Saripetojo Surakarta, Jumat 19/01/2018. 
Rakerda yang dirangkai dengan sarasehan seni budaya nusantara bertema “Peningkatan Pemahaman Ideologi Negara” itu, dihadiri Mayjend TNI (Purn) Hendardji Soepandji SH, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, serta sekitar 200 peserta terdiri dari pelaku seni, budayawan, serta perwakilan instansi terkait dari 35 kabupaten/ kota se-Jateng.
Menurut Sekda, menjaga dan melestarikan budaya nusantara bukan berarti antibudaya asing. Melainkan bisa memilah dan memilih, saring dan sharing budaya yang beragam di tengah era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, serta bagaimana pemahaman terhadap ideologi negara.
Tidak kalah penting adalah memberikan pemahaman tentang budaya daerah sejak dini kepada anak-anak, dan mengajak mereka mencintai budaya asli nusantara. Tidak perlu yang muluk-muluk, mulailah dari tingkat keluarga dengan pengenalan unggah-ungguh, kesenian dan budaya lokal, kuliner, kemudian di sekolah melalui pelajaran muatan lokal.
Selain itu, berikan peluang atau kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda bangsa untuk melakukan kolaborasi budaya antar daerah. Terlebih Jawa Tengah memiliki kesenian dan budaya lokal yang khas di masing-masing daerah. Seperti tari Bedoyo. Gambyong, Topeng Ireng, Jaran Kepang, dan Lengger.
“Harapan saya mudah-mudahan bisa direnungkan, bagaimana agar seni budaya kita di Jawa Tengah yang hampir punah bisa bangkit kembali,” katanya.
Seiring kemajuan teknologi, imbuh Sri Puryono, keberadaan media sosial bisa membantu untuk membangkitkan dan menggerakkan masyarakat, mengenal dan melestarikan budaya nusantara. Apabila ada kegiatan, pagelaran, araupun segala hal yang menyangkut seni budaya, dapat disebarluaskan melalui media sosial.
“Kalau ada event terkait seni budaya yang diviralkan melalui media sosial, hal itu mampu mengundang orang datang berbondong-bondong. Seperti festival rambut gimbal, festival Sungai Serayu, reog paguyuban, ketoprak PNS di Kabupaten Pati namanya Praja Budaya,” terangnya.
Ketua Panitia Sarasehan dan Rakerda KSBN Jateng, Rofai MSi mengatakan, KSBN dibentuk dengan harapan berbagai kebudayaan dan kesenian lokal bisa dikembangkan dengan baik. Selain itu juga mampu menyaring dan menyeleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan norma norma budaya indonesia.
“Maksud diadakannya kegiatan ini, adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya pelaku seni dan budaya terhadap Pancasila sebagai  ideologi bangsa,” jelasnya.
Sedangkan tujuan kegiatan yang berlangsung dua hari atau Kamis-Jumat (18-19 Januari), imbuh Rofai, yaitu supaya tercipta kesamaan pemahaman dan sinergitas semua elemen masyarakat, termasuk pelaku seni dan budaya serta pemerintah. (J02) 

Pasangan Harjuna Tidak Akan Keluarkan Ongkos Lebih Besar Dari Pendapatan Seorang Bupati Selama Lima Tahun

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang maju dalam Pilkada Serentak tahun 2018 melalui jalur Perseorangan, Noor Hartoyo dan Junaidi (HARJUNA) mengumpulkan awak media, baik cetak maupun o
nline di RM Kampung Rawa Jln Lingkar Selatan turut Desa Gulang Kecamatan Mejobo Kudus.

Di hadapan awak media Hartoyo menyampaikan, Media sebagai salah satu pilar demokrasi dengan cara menyampaikan informasi kepada masyarakat yang sebenarnya, jelas hitam putihnya. Sehingga masyarakat tidak terjebak pada pilihan mereka, karena persoalan Pemilu adalah persoalan masa depan bangsa.

Media harus mampu bersikap objektif. Dalam kesempatan tersebut Pasangan Harjuna juga menegaskan tekat untuk memenangkan Pilkada secara bersih dan tidak akan menggunakan praktik - Praktik kotor seperti Black Campaign dan politik uang.

Terkait Pembiayaan Pasangan Harjuna menegaskan, tidak akan mengeluarkan lebih dari pendapatan seorang bupati selama lima tahun.

"Dengan cost yang tinggi tidak mungkin seorang bupati akan berjalan dengan wajar dan bersih, pasti ada niat untuk mengembalikan ongkos yang sudah di keluarkan selama pencalonan" Ungkapnya.

Pasangan Harjuna akan berusaha menjaga idealisme dengan menjaga koridor dan komitmen dimana perubahan tidak akan terjadi bila seorang calon pemimpin masih menggunakan cara yang sama dengan pemimpin terdahulu, tambahnya.

Turut hadir dalam jumpa pers, Jumat 19/01/2018, Ketua tim sukses pasangan Harjuna Habib Ali Murtadho, Ketua tim pengumpulan dukungan H Muchid dan tim pemenangan Saguyup Saeko Proyo. (J02)

Januari 18, 2018

Tol Sepanjang 178,6 Km Siap Beroperasi Sebelum Lebaran 2018

by
Jurnalpantura.Com, Sragen - Progres pembangunan Tol Solo-Kertosono sepanjang 178,6 kilometer telah mencapai sekitar 95 persen. Proyek yang merupakan bagian dari Tol Tans Jawa tersebut siap beroperasi sebelum Lebaran 2018.
“Pembangunan Tol Soker tidak ada kendala apa-apa. Dari Ngasem sampai perbatasan Jatim pembangunan fisik sudah 95 persen. Sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo, sebelum lebaran 2018 siap beroperasi dan ini harus kita sepakati,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP di sela-sela tinjauan pembangunan Tol Solo-Kertosono (Soker) di ruas Sragen, Kamis 18/01/2018. 
Sekda menjelaskan, jalan tol penghubung Jawa Tengah dengan Jawa Timur tersebut rencananya akan diresmikan pada Januari 2018. Namun karena ada perubahan-perubahan desain, seperti overpassdan underpass, peresmian ditunda sekitar dua atau tiga bulan ke depan.
“Beberapa perubahan desain untuk overpass maupun underpass itu karena kebutuhan masyarakat. Dan ini perlu persetujuan dari pemerintah,” katanya.
Ditambahkan, setelah beroperasi, keberadaan jalan tol dapat memangkas waktu tempuh antara Solo sampai Kertosono dari empat jam menjadi dua jam. Artinya jalur tersebut mampu meningkatkan efisiensi di bidang transportasi dan logistik. Selain itu, keberadaan jalan yang melalui beberapa kabupaten itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilaluinya.
“Di ruas Sragen, exit tol tidak hanya di Pungkruk tapi juga di Sambungmacan, karena di ruas tersebut akan dikembangkan kawasan industri,” katanya.
Tol Soker terdiri dari ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer dan ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 88,33 kilometer. Secara keseluruhan jalam tol ini memiliki 10 Simpang susun, yaitu Simpang Susun Kartosuro, Bandara, Solo, jalan ke Purwodadi, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Madiun, Caruban, dan Nganjuk.
Jalan Tol Soker dibangun dengan struktur perkerasan rigid pavement atau perkerasan beton. Selain itu, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melintas dari sisi jalan tol ke sisi jalan yang lain, akan dibangun lebih dari 170 bangunan perlintasan berupa overpass dan underpass.
Usai meninjau Tol Soker, Sekda yang didampingi Kepala Satker Tol Solo-Kertosono, Agung Sutarjo, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Jateng Peni Rahayu serta para pejabat terkait lainnya, meninjau jalur Tol Boyolali-Salatiga. Sekda dan rombongan menyusuri langsung ruas Tol Boyolali-Plumbon Salatiga dari exit Tol Sragen.
Dalam kesempatan itu, Sekda meninjau ruas tol penghubung Kota Salatiga dengan Kota Solo tersebut sembari melihat aktivitas pembangunan, mendengarkan penjelasan para pelaksana proyek, serta memberikan arahan terkait kendala yang dihadapi. (J02) 

Januari 17, 2018

PPS Gelar Bintek PPDP Agar Hasilkan Data Pemilih Yang Akurat

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan Wergu Wetan menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) bagi Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP).

Bertempat di Aula kelurahan, sebanyak 10 anggota PPDP yang berasal dari beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Wergu Wetan saat pelaksanaan Pilkada Serentak 27/06/2018 nanti.

Ketua PPS Wergu Wetan, Gatot S dalam arahannya mengharapkan kepada anggota PPDP untuk memastikan akurasi data pemilih sesuai faktual pemilih. "Dengan bekerja secara profesional akan menghasilkan kualitas daftar pemilih dengan akurasi data yang tepat, sehingga tidak terjadi kesalahan di kemudian hari" ujarnya dihadapkan petugas PPDP, Rabu malam 17/01/2018.

Dalam kesempatan Bintek tersebut juga di perkenalkan anggota Panitia Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan yaitu Siti Chotimah SE.

Dalam sambutannya petugas PPD kelurahan Wergu Wetan mengajak kepada semua pihak dari mulai PPS, Perangkat kelurahan serta petugas PPDP untuk bisa saling bersinergi dan bekerja sama agar Pilkada Serentak 2018 bisa terlaksana dengan Jujur dan Adil. (J02)

Top Ad 728x90