Jurnalpantura.Com, Kudus - Kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kudus Tamzil - Hartopo (TOP) semakin tak terbantahkan, hal ini dapat diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus melalui infopemilu.kpu.go.id mempublikasikan hasil perolehan suara yang telah masuk 100 %. Kamis, 28/06/2018 sore.
Pasangan yang diusung oleh PKB, PPP, dan Hanura ini semakin tak terkejar perolehan suaranya dari pasangan lainya.
Dari 1.941 TPS yang tersebar di 132 PPS, Pasangan TOP meraup 214.213 suara, jauh meninggalkan empat pasangan lainya. Sedangkan pasangan Annor mendapat 194.205 suara, Hartini - Bowo mendapatkan 76.904 suara, pasangan AKHI mendapatkan 11.315 suara dan pasangan Harjuna 7.369 suara.
Menurut ketua KPU Kabupaten Kudus Moh Khanafi mengatakan, secara umum pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 berjalan lancar dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya termasuk tinggi yaitu lebih dari 84%.
"Untuk Hitung cepat yang dilakukan KPU ini masih hasil sementara dan belum bersifat final, karena masih menunggu rekapitulasi faktual dari hasil C1."kata Khanafi.
Terkait rekapitulasi, hari kamis, 28/06/2018 ini sudah mulai dilaksanakan di tingkat PPK di sembilan kecamatan, tambahnya.
Sedangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 nomor urut Lima, H Mohammad Tamzil mengatakan, selain dari hasil hitung cepat dari KPU, pihaknya juga mempunyai data perolehan suara dari masing-masing TPS.
"Dari data yang Jami miliki, kami unggul di Enam Kecamatan."tambahnya.
Pihaknya bersyukur atas kemenangan ini dan mengucapkan terima kasih kasih kepada masyarakat Kudus yang sudah mempercayakan suaranya untuk dirinya. (J02 /A01)
Juni 28, 2018
by Unknown
Juni 28, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Masyarakat Kabupaten Kudus akan memiliki Bupati dan Wakil Bupati baru periode 2018-2023. Pasca Pilkada Serentak 2018 yang dilaksanakan, Rabu 27/06/2018 kemarin.
Dari hasil hitung cepat yang di rilis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus, Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kudus nomor urut lima Tamzil-Hartopo (TOP), nampaknya bakal menjadi pemenang dalam gelaran Pilkada Kudus 2018. TOP memperoleh suara terbanyak mengungguli empat paslon lainnya berdasarkan hitung cepat sementara.
Hingga siang ini, Kamis 8/06/2018, TOP memperoleh 207.315 suara atau 42,47 persen. Data yang tercatat sudah mencapai 96,78 persen atau 1443 dari 1491 TPS yang ada di Kota Kretek.
TOP mengungguli pesaing kuatnya paslon nomor urut 1 Masan-Noor Yasin (An-Noor) yang memperoleh 187.394 suara atau 38,39 persen. Diikuti pasangan Hartini-Bowo yang memperoleh 75.427 suara atau 15,45 persen, Akhwan-Hadi Sucipto 10.919 suara atau 2,24 persen, dan terakhir Hartoyo-Junaidi 7.065 suara atau 1,45 persen.
TOP berhasil menang di lima kecamatan sedangkan empat kecamatan lainnya dimenangkan An-Noor. Paslon yang didukung koalisi PKB, Hanura, dan PPP ini unggul di Kecamatan Bae, Jekulo, Dawe, Kota, dan Gebog. Sedangkan kecamatan Undaan, Kaliwungu, Jati, dan Mejobo kalah dari An-Noor.
"Kemenangan ini milik masyarakat Kudus, sudah saatnya kita bersatu untuk membangun Kudus semakin maju. " Kata Calon Bupati H.M Tamzil saat ditemui di Tamzil Center, kompleks Ruko PO Haryanto, Rabu 27/06/2018 malam.
Kemenangan tersebut disambut gembira pendukung TOP yang langsung berkumpul di Tamzil Center di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Tamzil dalam pernyataan mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini dan berterima kasih kepada masyrakat Kudus yang kembali memberikan amanah untuknya lima tahun ke depan. (J02 /A01)
Dari hasil hitung cepat yang di rilis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus, Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kudus nomor urut lima Tamzil-Hartopo (TOP), nampaknya bakal menjadi pemenang dalam gelaran Pilkada Kudus 2018. TOP memperoleh suara terbanyak mengungguli empat paslon lainnya berdasarkan hitung cepat sementara.
Hingga siang ini, Kamis 8/06/2018, TOP memperoleh 207.315 suara atau 42,47 persen. Data yang tercatat sudah mencapai 96,78 persen atau 1443 dari 1491 TPS yang ada di Kota Kretek.
TOP mengungguli pesaing kuatnya paslon nomor urut 1 Masan-Noor Yasin (An-Noor) yang memperoleh 187.394 suara atau 38,39 persen. Diikuti pasangan Hartini-Bowo yang memperoleh 75.427 suara atau 15,45 persen, Akhwan-Hadi Sucipto 10.919 suara atau 2,24 persen, dan terakhir Hartoyo-Junaidi 7.065 suara atau 1,45 persen.
TOP berhasil menang di lima kecamatan sedangkan empat kecamatan lainnya dimenangkan An-Noor. Paslon yang didukung koalisi PKB, Hanura, dan PPP ini unggul di Kecamatan Bae, Jekulo, Dawe, Kota, dan Gebog. Sedangkan kecamatan Undaan, Kaliwungu, Jati, dan Mejobo kalah dari An-Noor.
"Kemenangan ini milik masyarakat Kudus, sudah saatnya kita bersatu untuk membangun Kudus semakin maju. " Kata Calon Bupati H.M Tamzil saat ditemui di Tamzil Center, kompleks Ruko PO Haryanto, Rabu 27/06/2018 malam.
Kemenangan tersebut disambut gembira pendukung TOP yang langsung berkumpul di Tamzil Center di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Tamzil dalam pernyataan mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini dan berterima kasih kepada masyrakat Kudus yang kembali memberikan amanah untuknya lima tahun ke depan. (J02 /A01)
Juni 26, 2018
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Muspika Kecamatan Gebog menggelar doa bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menjelang pilkada Kabupaten Kudus.
Doa bersama ini digelar di Rumah Dinas Camat Gebog Arif Suwanto, S.Sos, Selasa 26/6/2018.
Pada kesempatan tersebut Danramil Gebog Kapten Inf A. Bashir yang menghadiri acara Doa Bersama mengatakan bahwa Pilkada besuk hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 sudah dilaksanakan.
Masa kampanye kata Danramil, sudah berakhir. Kemarin dan hari ini merupakan masa tenang sebelum tepat pada 27/06/2018 akan dilangsungkan pesta demokrasi di Indonesia.
Untuk itu pada 26 Juni, kata dia, Kodim Kudus yang bersinergi dengan Polres Kudus telah melakukan pergeseran pasukan. Baik personel dari unsur TNI maupun Polri serta dari unsur linmas di tempat pemungutan suara (TPS)," ujarnya.
Upaya dari TNI dan Polri diwilayah Kecamatan Gebog beserta seluruh stake holder sambungnya, dalam rangka pengamanan pelaksanaan tahapan pilkada Kabupaten Kudus sudah dilakukan secara maksimal. Tujuannya tercipta suasana Kamtibmas yang kondusif dalam perayaan pesta demokrasi di wilayah Kecamatan Gebog khususnya di Kabupaten Kudus.
Menurut Kapten A. Bashir deklarasi dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah telah dilakukan. Itu dilakukan demi bentuk keseriusan kita ingin menciptakan wilayah Kabupaten Kudus yang aman dan damai.
“Indeks kerawanan pemilu wilayah Kecamatan Gebog relatif aman dan kondusif. Untuk itu kita harus buktikan dengan seluruh dukungan dan keseriusan Muspika Gebog, Koramil dan Polsek Gebog bisa menjadikan Kecamatan teraman dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018,” tuturnya.
Oleh karena itu tambah dia, sebagai upaya terakhir dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban serta kelancaran Pilkada, Muspika Kecamatan Gebog bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama. Semoga kata dia, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan limpahan rahmatnya agar segala bentuk upaya dan kerja keras demi mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di wilayah Kecamatan Gebog dapat berjalan aman dan kondusif.
“Semoga apa yang kita harapkan dan kita impikan dapat terwujudnya Pilkada yang berjalan aman lancar damai dan sejuk", pungkasnya
Selesai Doa Bersama jajaran Muspika Kecamatan Gebog, yang didampingi tim terkait melaksanakan peninjauan dan patroli ke desa-desa di wilayah Kecamatan Gebog. (J02/A01)
Doa bersama ini digelar di Rumah Dinas Camat Gebog Arif Suwanto, S.Sos, Selasa 26/6/2018.
Pada kesempatan tersebut Danramil Gebog Kapten Inf A. Bashir yang menghadiri acara Doa Bersama mengatakan bahwa Pilkada besuk hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 sudah dilaksanakan.
Masa kampanye kata Danramil, sudah berakhir. Kemarin dan hari ini merupakan masa tenang sebelum tepat pada 27/06/2018 akan dilangsungkan pesta demokrasi di Indonesia.
Untuk itu pada 26 Juni, kata dia, Kodim Kudus yang bersinergi dengan Polres Kudus telah melakukan pergeseran pasukan. Baik personel dari unsur TNI maupun Polri serta dari unsur linmas di tempat pemungutan suara (TPS)," ujarnya.
Upaya dari TNI dan Polri diwilayah Kecamatan Gebog beserta seluruh stake holder sambungnya, dalam rangka pengamanan pelaksanaan tahapan pilkada Kabupaten Kudus sudah dilakukan secara maksimal. Tujuannya tercipta suasana Kamtibmas yang kondusif dalam perayaan pesta demokrasi di wilayah Kecamatan Gebog khususnya di Kabupaten Kudus.
Menurut Kapten A. Bashir deklarasi dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah telah dilakukan. Itu dilakukan demi bentuk keseriusan kita ingin menciptakan wilayah Kabupaten Kudus yang aman dan damai.
“Indeks kerawanan pemilu wilayah Kecamatan Gebog relatif aman dan kondusif. Untuk itu kita harus buktikan dengan seluruh dukungan dan keseriusan Muspika Gebog, Koramil dan Polsek Gebog bisa menjadikan Kecamatan teraman dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018,” tuturnya.
Oleh karena itu tambah dia, sebagai upaya terakhir dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban serta kelancaran Pilkada, Muspika Kecamatan Gebog bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama. Semoga kata dia, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan limpahan rahmatnya agar segala bentuk upaya dan kerja keras demi mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di wilayah Kecamatan Gebog dapat berjalan aman dan kondusif.
“Semoga apa yang kita harapkan dan kita impikan dapat terwujudnya Pilkada yang berjalan aman lancar damai dan sejuk", pungkasnya
Selesai Doa Bersama jajaran Muspika Kecamatan Gebog, yang didampingi tim terkait melaksanakan peninjauan dan patroli ke desa-desa di wilayah Kecamatan Gebog. (J02/A01)
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seperti diketahui sebagian besar daerah di Indonesia akan berlangsung perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Ada 171 Pilkada yang di gelar serentak besuk Rabu 27/06/2018.
Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.
Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.
“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.
“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.
Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.
Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.
Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)
Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.
Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.
“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.
“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.
Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.
Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.
Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat dan anggota Polres Kudus serta Kodim 0722, memadati kawasan Simpangtujuh Kudus, Senin 25/06/2018 malam untuk mengikuti istighosah bersama Pilkada damai yang bertajuk " Istigosah Dan Tablig Akbar Dalam Rangka Mewujudkan Pilgub Jateng Dan Pilbup Kudus Aman Dan Damai ".
Kapolres Rembang AKBP Agusman Gurning Sik.MH mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sebab bisa diberikan kesempatan menggelar acara istighosah bersama.
" Rasa syukur kami sampaikan, malam ini kita diberikan kesempatan serta hidayah Allah bisa berkumpul berdoa bersama bersama Ulama, Umaro dan Masyarakat Kabupaten Kudus agar suasana Pilkada tetap kondusif dan berjalan damai,"kata dia.
Kemudian ia juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bisa bersikap netral. Sehingga nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Di sini ada sekitaran 1.941 TPS yang tersebar di Sembilan kecamatan. Besar harapan saya dapat memberikan layanan kepada masyarakat sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,"ujarnya.
"Saya mengimbau tetap netral jangan berpihak apa yang disampaikan pimpinan laksanakan. Sanksi jelas baik ringan dan dipecat dengan tak hormat. Berikan pelayanan masyarakat," pesan Agusman terhadap jajaran TNI-Polri yang hadir.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Suorufudin berpesan supaya Pilkada damai harus diikuti dengan baik dan mengedepankan persaudaraan.
Kemudian, dalam ceramahnya ia juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menjaga etika atau sikap.
"Pilkada (Pilgub) itu kan 5 tahunan. Jangan saling menghujat dan tetap menjaga kerukunan."ucap dia. (J02/A01)
Kapolres Rembang AKBP Agusman Gurning Sik.MH mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sebab bisa diberikan kesempatan menggelar acara istighosah bersama.
" Rasa syukur kami sampaikan, malam ini kita diberikan kesempatan serta hidayah Allah bisa berkumpul berdoa bersama bersama Ulama, Umaro dan Masyarakat Kabupaten Kudus agar suasana Pilkada tetap kondusif dan berjalan damai,"kata dia.
Kemudian ia juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bisa bersikap netral. Sehingga nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Di sini ada sekitaran 1.941 TPS yang tersebar di Sembilan kecamatan. Besar harapan saya dapat memberikan layanan kepada masyarakat sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,"ujarnya.
"Saya mengimbau tetap netral jangan berpihak apa yang disampaikan pimpinan laksanakan. Sanksi jelas baik ringan dan dipecat dengan tak hormat. Berikan pelayanan masyarakat," pesan Agusman terhadap jajaran TNI-Polri yang hadir.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Suorufudin berpesan supaya Pilkada damai harus diikuti dengan baik dan mengedepankan persaudaraan.
Kemudian, dalam ceramahnya ia juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menjaga etika atau sikap.
"Pilkada (Pilgub) itu kan 5 tahunan. Jangan saling menghujat dan tetap menjaga kerukunan."ucap dia. (J02/A01)
by Unknown
Juni 26, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komando Distrik Militer (Kodim) 0722 / Kudus menggelar apel gelar pasukan pengamanan pilkada tahun 2018 di lapangan Markas Kodim 0722, Senin 25/06/2018.
Apel melibatkan seluruh prajurit di wilayah Kodim 0722 dan personil BKO Yonif 410/Alugoro.
Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo dalam amanatnya, mengatakan, apel gelar pasukan pengamanan pilkada serentak tahun 2018, merupakan hal yang sangat penting, untuk mengecek kesiapan pasukan pengamanan. Baik kesiapan dari segi personel maupun materiilnya.
“Keberhasilan suatu tugas dapat dilihat dari perencanaan, persiapan serta pengendalian,” katanya dihadapan peserta Apel.
Ia menambahkan, apel gelar pasukan juga bertujuan menegaskan kembali komitmen tugas dan kesiapan prajurit serta satuan, dalam mengamankan penyelengaraan pilkada serentak.
”Saya berharap akan terwujudnya keberhasilan dalam pelaksanaan tugas membantu Polri dalam pengamanan pilkada serentak 2018 di wilayah Kodim Kudus” katanya.
Dandim berpesan kepada seluruh prajurit TNI, menjaga netralitas. Hindari upaya yang dapat menyeret kepada politik praktis.
“Juga sangat penting menjaga objektifitas keluarga kita, jangan sampai dapat dihasut informasi yang menyesatkan bahkan fitnah. Jangan sampai terpengaruh kampanye hitam dan politik uang,” kata Dandim.
Lebih lanjut Dandim juga mengingatkan personil BKO dari Yonif 410/ALG agar menjaga dan menghormati adat istiadat setempat. Danramil harus bertanggung jawab terhadap personil yang di BKO kan di wilayahnya. (J02 /A01)
Apel melibatkan seluruh prajurit di wilayah Kodim 0722 dan personil BKO Yonif 410/Alugoro.
Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo dalam amanatnya, mengatakan, apel gelar pasukan pengamanan pilkada serentak tahun 2018, merupakan hal yang sangat penting, untuk mengecek kesiapan pasukan pengamanan. Baik kesiapan dari segi personel maupun materiilnya.
“Keberhasilan suatu tugas dapat dilihat dari perencanaan, persiapan serta pengendalian,” katanya dihadapan peserta Apel.
Ia menambahkan, apel gelar pasukan juga bertujuan menegaskan kembali komitmen tugas dan kesiapan prajurit serta satuan, dalam mengamankan penyelengaraan pilkada serentak.
”Saya berharap akan terwujudnya keberhasilan dalam pelaksanaan tugas membantu Polri dalam pengamanan pilkada serentak 2018 di wilayah Kodim Kudus” katanya.
Dandim berpesan kepada seluruh prajurit TNI, menjaga netralitas. Hindari upaya yang dapat menyeret kepada politik praktis.
“Juga sangat penting menjaga objektifitas keluarga kita, jangan sampai dapat dihasut informasi yang menyesatkan bahkan fitnah. Jangan sampai terpengaruh kampanye hitam dan politik uang,” kata Dandim.
Lebih lanjut Dandim juga mengingatkan personil BKO dari Yonif 410/ALG agar menjaga dan menghormati adat istiadat setempat. Danramil harus bertanggung jawab terhadap personil yang di BKO kan di wilayahnya. (J02 /A01)
Langganan:
Postingan (Atom)






