Top Ad 728x90

November 22, 2017

Obligasi Hanya Bisa Dipakai Untuk Pembangunan Infrastruktur Menguntungkan

by
JURNALPANTURA.COM, Semarang - Akselerasi penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah yang tercatat tertinggi se-Indonesia pada periode September 2016-Maret 2017 dengan jumlah 43 ribu jiwa masih belum memuaskan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP. Menurutnya prestasi tersebut belum cukup membahagiakan mengingat masih ada 4,45 juta orang miskin di Jawa Tengah.
“Buat saya (masih) terlalu rendah dan kita tidak bisa bertepuk tangan. Penurunan kita paling tinggi tapi kecil sekali dan belum signifikan. Kalau penurunan bisa sampai tiga juta itu baru boleh mrenges, tepuk tangan, nggulung-gulung,” katanya saat menjadi narasumber pada program dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa, yang disiarkan langsung melalui MNC Trijaya FM dan sejumlah radio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dari Rumah Dinas Puri Gedeh, Selasa 21 /11/2017. 
Ganjar mengatakan anggaran yang dikucurkan untuk program penanggulangan kemiskinan yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota mencapai triliunan rupiah. Namun penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun masih harus terus digenjot. Karenanya perlu terobosan dan inovasi, salah satunya dengan mencari sumber-sumber pembiayaan lain di luar APBD untuk membiayai program infrastruktur yang membutuhkan anggaran paling besar.
“Kalau pembiayaan infrastruktur mengambil dana dari pinjaman PT SMI atau pinjam dari BPD. Maka anggaran yang lain bisa kita pakai untuk penanggulangan kemiskinan ini,” ujarnya.
Pembiayaan proyek infrastruktur melalui penerbitan obligasi daerah ini, imbuh Ganjar, masih belum dilirik oleh pemerintah daerah. Bahkan saat dirinya ingin menerbitkan obligasi tersebut pernah ditolak oleh DPRD Jawa Tengah. Padahal di tengah keterbatasan APBD, obligasi daerah bisa menjadi sumber pembiayaan baru.
Saat ini baru ada tiga kabupaten yang menerapkan obligasi daerah untuk membantu pembiayaan infrastruktur, yakni Kabupaten Temanggung, Grobogan, dan Sragen. Ganjar akan terus mendorong kabupaten/ kota lainnya mengikuti jejak ketiga kabupaten tersebut agar persoalan kemiskinan dapat dikeroyok dengan menggunakan dana baik dari APBD maupun luar APBD.
“Setiap kabupaten/ kota bahkan provinsi bisa menggunakan itu (obligasi daerah) di awal masa jabatan. Sehingga pas waktu satu periode jabatan bisa selesai (proses cicilan),” tuturnya.
Kepala OJK Jawa Tengah dan DIY Bambang Kiswono mengatakan obligasi daerah ini sangat bermanfaat untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Namun infrastruktur yang bisa dibiayai dengan obligasi daerah adalah infrastruktur yang menguntungkan.
“Syaratnya yang dibiayai proyek-proyek yang menguntungkan, misalnya kayak taman itu tidak bisa karena tidak ada keuntungan tapi kalau rumah sakit bisa,” katanya.
Obligasi ini, lanjut Bambang dapat menghasilkan sumber dana langsung dari masyarakat dan pembiayaannya jauh lebih murah dibanding pembiyaan melalui perbankan. Selain itu, masyarakat juga bisa ikut andil mengawasi proyek infrastruktur dan merasa memiliki bersama.
Dalam waktu dekat ini OJK juga akan membuat tim untuk menyosialisasikan obligasi daerah ini kepada pemerintah daerah dan DPRD  serta mendampingi mereka untuk menerbitkan obligasi. Sehingga mereka paham tentang obligasi daerah dan keuntungan yang didapat darinya.(J02) 

November 21, 2017

Anggota Komisi IX DPR RI Kunjungi PT Djarum

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Industri rokok merupakan salah satu industri yang cukup berkontribusi bagi perekonomian Indonesia, Dimana salah satu wilayah sebagai kota industri rokok adalah Kabupaten Kudus.

Salah satu pabrik rokok terbesar yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Kabupaten Kudus pada khususnya dan masyarakat yang ada di pantai utara Jawa adalah PT Djarum.

Tidak salah apabila komisi IX DPR RI yang membidangi Tenaga kerja dan Kesehatan pagi tadi, Selasa 21/11/2017, Mengadakan kunjungan kerja ke PT Djarum.

Dipimpin oleh Dede Yusuf Effendi. Si.MI.Pol dari fraksi Demokrat, Anggota komisi IX mengunjungi tiga tempat produksi yang ada di PT Djarum.
Brak Karangbener PT Djarum turut Desa Karangbener, Kecamatan Bae menjadi tempat yang dikunjungi oleh Anggota Komisi IX DPR RI. Kemudian rombongan komisi IX menuju Brak Gondangmanis dan terakhir di Main Office Oasis.

Kedatangan Anggota komisi IX DPR RI di Main Office Oasis di sambut oleh, Thomas Budi Santoso (Presdir PT.Djarum Kudus), FX Supanji (Manager PT.Djarum Kudus) beserta jajaran Direksi dan Manajer PT Djarum.(J02)

Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Di Saluran Irigasi

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Saluran Irigasi Sidourip yang berada di Desa Glagah waru RT 01 RW IV Kecamatan Undaan Kab Kudus, Pagi tadi ramai oleh warga.Hal tersebut dipilih oleh peristiwa penemuan sesosok mayat perempuan yang oleh warga diketahui bernama Mbah Suripah (75), Selasa 21/11/2017.

Jenazah mbh Suripah pertama kali diketahui oleh Anak Hidayah, Tetangga korban.Saat itu Saksi sedang berjalan menuju sawah miliknya.Ketika Anak melihat ke saluran Irigasi, Betapa terkejutnya saat melihat sesosok jasad manusia dalam posisi tertelungkup di dalam saluran air tersebut.

Sontak dirinya berteriak minta tolong kepada warga sekitar, Untuk membantu mengevakuasi jenazah mbh Suripah yang merupakan tetangganya sendiri.Beberapa warga yang lain berinisiatip menghubungi pihak berwajib, Dalam hal ini Polsek Undaan.

Mbh Suripah, Sebelumnya diketahui sebagai nenek jempol yang sering kali pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.
Dari hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Undaan kidul Dr. Sugeng korban meninggal dunia murni karena kecelakaan terpeleset ke saluran air.(J02

Akibat Korsleting Listrik kandang Ayam Habis Di Lahap Si Jago Merah

by
JURNALPANTURA.COM, Kudus - Sebuah kandang ayam yang berada di persawahan Desa Pasuruan Kidul pagi tadi habis dilalap si jago merah, Selasa 21/11/2017.Saat kejadian berlangsung pemilik kandang ayam tersebut H Arifin (50) yang beralamat di Desa Pasuruan Kidul RT 03 RW IV sedang berada di luar kota.

Menurut saksi Rosyid yang juga penjaga di kandang ayam tersebut menceritakan, Sekitar jam 04.45  api mulai terlihat dan  dengan cepat langsung membakar bangunan beserta isinya.
"Saat itu api dengan cepat membakar kandang, karena alas kandang terbuat dari papan dan juga banyak sekam".,Katanya.

Empat buah mobil pemadam yang berasal dari PT Nojorono dan BPBD Kudus tiba dilokasi,  Selama dua jam baru  berhasil memadamkan api yang membakar kandang ayam seluas 3000m2.

Bangunan kandang ayam permanen seluas 3000 M² yang berkapasitas 80 ribu ekor ayam habis terbakar dan diperkiraan kerugian ditaksir sekitar 3,5 Milyar.
Kebakaran itu sendiri di perkirakan dari Korsleting listrik.(J02)

November 20, 2017

Perlu Keberanian Kepala Daerah Untuk Mengatasi Kemiskinan Yang Ada

by
JURNALPANTURA.COM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah melantik Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Aulia Rahman serta Wakil Walikota Pekalongan yang dilantik menggantikan Walikota terdahulu yang meninggal dunia, Achmad Ali Arslan Djunaid.

Dalam pelantikan tersebut Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa, Pekerjaan rumah pemerintah kabupaten/kota masih banyak yang belum terselesaikan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, sektor kesehatan, pendidikan, serta penanggulangan kemiskinan. Butuh koordinasi dengan banyak pihak guna menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, Saat pelantikan di Grhadhika Bhakti Praja Semarang, Ahad 19/11/2017.

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Cilacap terpilih pada pilkada serentak 2017, Tatto Suwarto dan Aulia Rahman dilantik setelah habis masa kepemimpinan pejabat sebelumnya, yaitu Tatto dan Ahkmad Edi Susanto. Tatto kembali terpilih pada Pilkada Februari lalu. Sementara Wakil Wali Kota Saelany Machfudz menjabat Wali Kota Pekalongan mengantikan Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid meninggal pada 7 September 2017 lalu.

“Saya nderek titip kepada bupati dan wakil bupati serta wali kota untuk membuat lompatan-lompatan terkait penanggulangan kemiskinan serta membangun infrastruktur daerah. Apalagi pekerjaan rumah banyak yang belum selesai dikerjakan. Butuh koordinasi betul-betul agar bisa menyelesaikan persoalan yang ada,” ujar gubernur.

Menurutnya, terobosan yang bisa ditempuh antara lain dengan meminjam dana dari PT SMI atau Bank Jateng untuk pembangunan prioritas dalam waktu satu tahun. Artinya, dengan adanya dana pinjaman bank, program-program yang jika didanai APBD kabupaten/kota membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, pembangunan fisiknya akan bisa diselesaikan dalam waktu setahun.

Langkah itu telah dilakukan Kabupaten Temanggung untuk membangun rumah sakit, kemudian pemkab mengangsur setiap tahun dari APBD yang dimiliki. Sementara Sragen dan Grobogan juga meminjam dana dari Bank Jateng sebesar Rp 200 miliar – Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur.

“Kalau cara kita mengelola keuangan linier atau bergantung pada pendapatan yang selama ini ada dan kecil, maka terobosan sulit dilakukan. Karenanya, upaya itu bisa dilakukan dengan cara utang kemudian pengembaliannya bisa dicicil dalam satu periode jabatan,” terangnya.

Ganjar mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten dan kota terhadap pembangunan di provinsi ini sehingga komplain, khususnya menyangkut infrastruktur, semakin berkurang. Selama ini Jateng berkompetisi dengan Jawa dan Jatim di berbagai sektor, namun soal infrastruktur Jateng boleh dikatakan yang tertinggi.

Hadir pula dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs Heru Sudjatmoko MSi beserta istri Sudarli Heru Sudjatmoko, Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP dan istri, Rini Sri Puryono, Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) setempat.

Pemprov Jateng Keluarkan Program Sak Uwong Selawe Uwit

by
JURNALPANTURA.COM, Semarang - Bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan, Pemprov meluncurka program Sak Uwong Selawe Uwit. Kegiatan yang melibatkan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), TNI dan masyarakat itu merupakan aksi nyata.

Wakil Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP pada apel penanaman pohon bersama Korpri Provinsi Jawa Tengah, TNI, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Sak Uwong Selawe Uwit“, di Lapangan Tembak Kodam IV Diponegoro, Tembalang, Semarang, Senin 20/11/2017. Tak sekadar menanam, namun masyarakat diminta dapat menjaga dan memeliharanya.

“Kepada seluruh masyarakat yang hadir pada kesempatan ini, saya mengajak untuk bisa menjadi pelopor dalam penanaman pohon dan memeliharanya,” katanya.

Kegiatan bhakti sosial penghijauan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 itu, merupakan bagian dari gerakan menanam ”Sak Uwong Selawe Uwit”,  dengan target minimal jumlah yang perlu ditanam selama hidup, yaitu 25 pohon. Aksi penanaman dilakukan melalui berbagai acara dan di manapun berada.

Menurutnya, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk aksi menanam bersama. Baik saat hari ulang tahun, upacara wisuda, pernikahan, melahirkan, talak atau cerai, mengikuti pendidikan dan latihan (diklat), seminar, promosi, sertijab, dan sebagainya. Baik di lahan kritis maupun produktif dan lahan kosong, sehingga menjadi kawasan hijau dan bermanfaat bagi semua.

“Mengenai lokasinya, perlu koordinasi lebih lanjut, sehingga tidak menyalahi aturan. Aja nganti karepe dhewe, nandur kanggo penghijauan, tapi ternyata itu adalah calon lapangan sepak bola, sing dhuwe ora trima, sehingga akan sia-sia,” terang wagub.

Dalam pelaksanaan “Sak Uwong Selawe Uwit, Selawase Urip”, sebagai kelanjutan program penanaman ”One Man One Tree” pada 2009 dan One Billion Indonesian Trees (OBIT) 2010, pohon yang ditanam tidak harus jenis tanaman keras. Bisa juga jenis lain yang multiguna, seperti buah-buahan, sehingga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Heru berharap, melaluu aksi penanaman di berbagai kegiatan, akan semakin banyak pohon yang ditanam dan membawa berkah. Setidaknya dapat mencegah banjir dan tanah longsor, penyerapan air di dalam tanah, bertambahnya oksigen, serta berkah memanen pohon yang ditanam.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jateng menyebutkan, dalam kegiatan bertema “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa” ini dilakukan penanaman berbagai jenis pohon sebanyak 12 ribu batang. Dengan rincian 8.000 pohon telah dilaksanakan Kodam IV Diponegoro, dimulai 10 -16 November 2017. Sedangkan penanaman di Lapangan Tembak Tembalang pada Senin 20/11/2017 sebanyak 1.500 batang pohon.

“Kegiatan tanam pohon bersama Korpri dan TNI ini merupakan kali pertama di Indonesia,” tandasnya.

Bermacam pohon yang ditanam di antaranya mahoni, mangga, jambu kristal, trembesi, jati, petai, dan randu. Lokasi penanaman tersebar di beberapa daerah di Jateng, seperti zona I Armed- 3/105, zona II Dim 0714/SLT termasuk pers atau wartawan, zona III Dim 0733 BS/Smg, zona XI Paldam IV/DIP, Zona XII Yonar-hanudse, zona XIII Yonarhanude, serta Lapbak Perbakn Yonar-handuse.

Usai apel yang diikuti TNI, anggota Korpri Jateng, pelajar, dan masyarakat tersebut, wagub menyerahkan pohon secara simbolis kepada Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjaruli. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama-sama di kawasan lapangan tembak.

Top Ad 728x90