Top Ad 728x90

Juni 29, 2018

Produk Makanan Olahan Anggota JBO Dinyatakan Bebas Formalin Oleh BP POM Jateng

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Demi menjaga kualitas produk dan jaminan keamanan mutu pengolahan ikan,  dinas kelautan dan perikanan provinsi Jawa Tengah, melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Kudus, menggelar pelatihan dan pembinaan penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan  bagi unit Pengolahan Ikan (UPI).‎ Acara tersebut digelar, Kamis 28/06/2018 di aula kantor Bidang  perikanan kabupaten Kudus.

Kepala dinas kelautan dan perikanan provinsi jawa tengah yang di wakili oleh Ir Santoso, MS.i dalam sambutan pembukaan acara diklat tersebut
menyampaikan, meski jarang menemui kendala namun pihaknya ingin agar Unit Pengolahan Ikan (UPI) tetap menjaga kualitas dan keamanan produknya.

Saat ini, jumlah UPI di kabupaten Kudus yang tergabung dalam  Asossiasi Pengolahan Ikan dan Pemasar Ikan (APPI) mencapai 35 anggota ‎dan produk mereka sudah mencapai kawasan Jawa tengah, Jawa Barat, Jakarta, Surabaya, Bali dan malaysia.

Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan yang di wakili oleh Kepala Bidang perikanan Fajar S.P  dalam pemaparanya menyampaikan

"‎Kami ingin kompetensi Quality Control di perusahaan pengolahan ikan meningkat demi kepentingan perusahaan ikan itu sendiri, terutama agar produk perikanan mereka terjamin mutu, keamanan dan  bisa diterima di kota tujuan," jelas Fajar. mengenai alasan digelarnya acara ini.

Nantinya, peserta kegiatan ini akan menerima bimbingan dan pembinaan lanjutan, kami berharap kedepan para anggota yang tergabung dalam APPI Assosiasi Pengolahan dan Pemasaran Ikan  kabupaten Kudus akan mendapatkan SMP.

"Materi pelatihan sendiri meliputi Good Manufacturing Practice (GMP), Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) dan HACCP, serta peningkatan kualitas kesehatan UPI  melalui cek BP POM Prov Jateng dilanjutkan observasi lapangan ke kampung Bandeng di desa wisata Loram kulon" sambung Fajar.

Menurut keteranngan M Iqbal, "Beberapa produk dari anggota APPI adalah bandeng presto, otak otak bandeng, bandeng asap, krupuk kulit ikan, teri kering, kripik cumi, rengginang ikan, fish bone, abon ikan, ikan asap dan beberapa reseller' ungkap ketua APPI Kudus, BM Iqbal.

Selain itu, dalam kesempatan acara diklat hadir dan  diramaiakn juga oleh anggota komunitas JBO Jual Beli Online dengan membawa  beberapa  sample produk olahan khas dari bahan baku ikan, seperti Siomey ikan goreng produksi Deby, orak arik pedo produksi Yayuk, juga ceker ayam kombinasi tepung ikan produksi Nok dan bakso ikan oleh maryam, semua dilakukan cek/test oleh BP POM dan dinyatakan bebas formalin. (md/A02)

Pentas Monolog Cut Nyak Dhien Di Sepuluh Kota

by
Jurnalpantura.Com, Kudus – Pertunjukan seni merupakan media paling efektif untuk menyuarakan, mempresentasikan, dan/atau menyampaikan sebuah opini. Semakin baik apresiasi masyarakat terhadap seni, maka semakin maju peradaban sebuah bangsa. Berangkat dari hal tersebut, Sha Ine Febriyanti tergerak untuk berbagi talenta di bidang seni pertunjukan untuk mengadakan roadshow yang menghadirkan Pentas Monolog Cut Nyak Dhien dan mengadakan workshop atau diskusi di sepuluh kota di Indonesia.

Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 27 April 2018 di Gianyar, Bali kemudian berlanjut pada bulan Mei ke Makassar, Solo, dan Surabaya. Di bulan Juni, Cut Nyak Dhien akan bertandang ke Kudus sebelum ke Tasikmalaya dan Bandung pada awal Juli dan Medan di akhir Agustus serta Padang dan berakhir di Padang Panjang pada September 2018.  

“Sebagai seorang pejuang dan juga seorang ibu, Cut Nyak Dhien, melalui cerita sejarahnya banyak memberikan inspirasi bagi saya. Inilah yang menggerakan saya untuk memperkenalkan cerita beliau kepada khalayak ramai. Dari Cut Nyak Dhien, kita belajar tentang keberanian, prinsip serta perlawanan sekuat-kuatnya dan tak henti,” ujar Sha Ine Febriyanti, Aktor dan Sutradara Monolog Cut Nyak Dhien.

Pada hari ini, pentas Monolog Cut Nyak Dhien diselenggarakan di Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah juga didukung oleh Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) dan bekerja sama dengan Kajian Kreativitas Seni Obeng Fakultas Teknik Universtas Muria Kudus juga turut mendukung pementasan ini. Sha Ine Febriyanti akan tampil dalam panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus. Selain pertunjukan, adapula workshop yang diperuntukan untuk para generasi muda teater Kudus dan sekitarnya. Dalam workshop, pengunjung akan diberikan materi tentang pemeranan dan pengkreasian dalam teater monolog. Sha Ine Febriyanti yang telah berpengalaman dalam dunia seni peran, akan berbagi semangat, ilmu dan segala hal kaitannya dengang teater untuk memunculkan para bibit-bibit baru di generasi berikutnya.

Ketua Badan Pekerja FASBuK, Arfin AM menjelaskan “Sebagai ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat dengan masyarakat sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.”

Berdiri sejak 12 Januari 2009, setiap bulannya FASBuK rutin menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputai apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan masih banyak lagi. “Kehadiran Sha Ine Febriyanti di Kudus dengan membawakan pentas monolog ini, tentunya memberikan pengalaman menarik bagi kami. Totalitas Sha Ine Febriyanti dalam membawakan monolog ini juga patut diacungi jempol dan  workshop yang diadakan pun mendapat antusias yang luar biasa dari generasi muda di Kudus. Kami harap kedepannya semakin banyak pelaku seni pertunjukan Indonesia yang mengadakan pentas dan berbagi pengalaman seni di Kudus,” tambah Arfin AM

Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang istri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya. Dikenal sebagai seorang perempuan pejuang perkasa, Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya, sang suami, Teuku Ibrahim ataupun Teuku Umar. Sebagai seorang ibu, Cut Nyak Dhien harus tetap terlihat tegar di depan anaknya, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya.

“Nama Cut Nyak Dhien sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Sejak berada di bangku sekolah dasar, Cut Nyak Dhien diperkenalkan kepada kita sebagai seorang perempuan pejuang perkasa dari Nanggroe Aceh Darussalam yang pantang menyerah. Dalam monolog ini, Sha Ine Febriyanti akan mengenalkan sisi lain Cut Nyak Dhien yang juga merupakan seorang perempuan, seorang istri dan ibu yang tangguh. Pentas ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih dalam mengenai sosok Cut Nyak Dhien serta menginspirasi masyarakat luas melalui semangat dan kegigihan yang beliau miliki,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Sebagai seorang istri, Cut Nyak Dhien acap kali gelisah ketika suaminya pamit ke medan perang dan tak terdengar kabar keberadaannya. Meski dirinya memahami risiko yang akan dihadapi suaminya berhadapan dengan para khape di medan juang, Cut Nyak Dhien tetaplah perempuan yang punya rasa, yang hatinya hancur, dan menangis kala yang datang adalah kabar duka.

Setelah kematian Teuku Umar, Cut Nyak Dhien bangkit untuk meneruskan jejak dan semangat juang suaminya, bergerilya bersama pasukannya hingga dirinya ditangkap dan dijauhkan dari tanah kelahirannya, diasingkan ke pulau Jawa.

Kisah ini dituturkan Cut Nyak Dhien dari hutan Sumedang, tempatnya menjalani masa-masa pengasingan hingga tutup usia pada 6 November 1908. Didukung juga oleh Subdit Seni Pertunjukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Panitia Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018, Swiss-Belhotel Makassar serta komunitas-komunitas teater di daerah. Karya ini disutradarai dan dimainkan oleh Sha Ine Febriyanti dan dipentaskan pertama kali pada tahun 2014 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dan dibawa berkeliling ke beberapa kota di Indonesia Pada 2015. Tahun ke-109 kepergian Cut Nyak Dhien, monolog ini dipentaskan kembali pada 16 November 2017 di Bentara Budaya, Jakarta dan Kuala Lumpur pada 7 Februari 2018.

Juni 28, 2018

Kemenangan Pasangan TOP Semakin Nyata, Pasca KPU Rilies Hasil Hitung Cepat

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kudus Tamzil - Hartopo (TOP) semakin tak terbantahkan, hal ini dapat diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus melalui infopemilu.kpu.go.id mempublikasikan hasil perolehan suara yang telah masuk 100 %. Kamis, 28/06/2018 sore.

Pasangan yang diusung oleh PKB, PPP, dan Hanura ini semakin tak terkejar perolehan suaranya dari pasangan lainya.

Dari 1.941 TPS yang tersebar di 132 PPS, Pasangan TOP meraup 214.213 suara, jauh meninggalkan empat pasangan lainya. Sedangkan pasangan Annor mendapat 194.205 suara, Hartini - Bowo mendapatkan 76.904 suara, pasangan AKHI mendapatkan 11.315 suara dan pasangan Harjuna 7.369 suara.

Menurut ketua KPU Kabupaten Kudus Moh Khanafi mengatakan, secara umum pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 berjalan lancar dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya termasuk tinggi yaitu lebih dari 84%.

"Untuk Hitung cepat yang dilakukan KPU ini masih hasil sementara dan belum bersifat final, karena masih menunggu rekapitulasi faktual dari hasil C1."kata Khanafi.

Terkait rekapitulasi, hari kamis, 28/06/2018 ini sudah mulai dilaksanakan di tingkat PPK di sembilan kecamatan, tambahnya.

Sedangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 nomor urut Lima, H Mohammad Tamzil mengatakan, selain dari hasil hitung cepat dari KPU, pihaknya juga mempunyai data perolehan suara dari masing-masing TPS.

"Dari data yang Jami miliki, kami unggul di Enam Kecamatan."tambahnya.
Pihaknya bersyukur atas kemenangan ini dan mengucapkan terima kasih kasih kepada masyarakat Kudus yang sudah mempercayakan suaranya untuk dirinya. (J02 /A01)

Pasangan TOP Unggul Di Pilkada Kudus

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Masyarakat Kabupaten Kudus akan memiliki Bupati dan Wakil Bupati baru periode 2018-2023. Pasca Pilkada Serentak 2018 yang dilaksanakan, Rabu 27/06/2018 kemarin.

Dari hasil hitung cepat yang di rilis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus, Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kudus nomor urut lima Tamzil-Hartopo (TOP), nampaknya bakal menjadi pemenang dalam gelaran Pilkada Kudus 2018. TOP memperoleh suara terbanyak mengungguli empat paslon lainnya berdasarkan hitung cepat sementara.

Hingga siang ini, Kamis 8/06/2018, TOP memperoleh 207.315 suara atau 42,47 persen. Data yang tercatat sudah mencapai 96,78 persen atau 1443 dari 1491 TPS yang ada di Kota Kretek.

TOP mengungguli pesaing kuatnya paslon nomor urut 1 Masan-Noor Yasin (An-Noor) yang memperoleh 187.394 suara atau 38,39 persen. Diikuti pasangan Hartini-Bowo yang memperoleh 75.427 suara atau 15,45 persen, Akhwan-Hadi Sucipto 10.919 suara atau 2,24 persen, dan terakhir Hartoyo-Junaidi 7.065 suara atau 1,45 persen.

TOP berhasil menang di lima kecamatan sedangkan empat kecamatan lainnya dimenangkan An-Noor. Paslon yang didukung koalisi PKB, Hanura, dan PPP ini unggul di Kecamatan Bae, Jekulo, Dawe, Kota, dan Gebog. Sedangkan kecamatan Undaan, Kaliwungu, Jati, dan Mejobo kalah dari An-Noor.

"Kemenangan ini milik masyarakat Kudus, sudah saatnya kita bersatu untuk membangun Kudus semakin maju. " Kata Calon Bupati H.M Tamzil saat ditemui di Tamzil Center, kompleks Ruko PO Haryanto, Rabu 27/06/2018 malam.

Kemenangan tersebut disambut gembira pendukung TOP yang langsung berkumpul di Tamzil Center di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Tamzil dalam pernyataan mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini dan berterima kasih kepada masyrakat Kudus yang kembali memberikan amanah untuknya lima tahun ke depan. (J02 /A01)

Juni 26, 2018

Doa Bersama Digelar Muspika Kecamatan Gebog Di rumah Dinas Camat Gebog

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Muspika Kecamatan Gebog menggelar doa bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menjelang pilkada Kabupaten Kudus.

Doa bersama ini digelar di Rumah Dinas Camat Gebog Arif Suwanto, S.Sos, Selasa 26/6/2018.

Pada kesempatan tersebut Danramil Gebog Kapten Inf A. Bashir yang menghadiri acara Doa Bersama mengatakan bahwa Pilkada besuk hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 sudah dilaksanakan.

Masa kampanye kata Danramil, sudah berakhir. Kemarin dan hari ini merupakan masa tenang sebelum tepat pada 27/06/2018 akan dilangsungkan pesta demokrasi di Indonesia.

Untuk itu pada 26 Juni, kata dia, Kodim Kudus yang bersinergi dengan Polres Kudus telah melakukan pergeseran pasukan. Baik personel dari unsur TNI maupun Polri serta dari unsur linmas di tempat pemungutan suara (TPS)," ujarnya.

Upaya dari TNI dan Polri diwilayah Kecamatan Gebog beserta seluruh stake holder sambungnya, dalam rangka pengamanan pelaksanaan tahapan pilkada Kabupaten Kudus sudah dilakukan secara maksimal. Tujuannya tercipta suasana Kamtibmas yang kondusif dalam perayaan pesta demokrasi di wilayah Kecamatan Gebog khususnya di Kabupaten Kudus.

Menurut Kapten A. Bashir deklarasi dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah telah dilakukan. Itu dilakukan demi bentuk keseriusan kita ingin menciptakan wilayah Kabupaten Kudus yang aman dan damai.

“Indeks kerawanan pemilu wilayah Kecamatan Gebog relatif aman dan kondusif. Untuk itu kita harus buktikan dengan seluruh dukungan dan keseriusan Muspika Gebog, Koramil dan Polsek Gebog bisa menjadikan Kecamatan teraman dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018,” tuturnya.

Oleh karena itu tambah dia, sebagai upaya terakhir dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban serta kelancaran Pilkada, Muspika Kecamatan Gebog bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama. Semoga kata dia, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan limpahan rahmatnya agar segala bentuk upaya dan kerja keras demi mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di wilayah Kecamatan Gebog dapat berjalan aman dan kondusif.

“Semoga apa yang kita harapkan dan kita impikan dapat terwujudnya Pilkada yang berjalan aman lancar damai dan sejuk", pungkasnya

Selesai Doa Bersama jajaran Muspika Kecamatan Gebog, yang didampingi tim terkait melaksanakan peninjauan dan patroli ke desa-desa di wilayah Kecamatan Gebog. (J02/A01)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Dinas Perdagangan Liburkan Aktifitas Jual Beli Saat Pilkada Serentak 2018

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Seperti diketahui sebagian besar daerah di Indonesia akan berlangsung perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Ada 171 Pilkada yang di gelar serentak besuk Rabu 27/06/2018.

Tak terkecuali dengan Kabupaten Kudus yang pada tahun 2018 ini menyelenggarakan Dua Pemilihan,yaitu Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Sebagaimana Keppres no 15 tahun 2018 tentang hari hari Pemungutan Suara sebagai hari libur Nasional, dengan tujuan agar masyarakat berkesempatan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2018 dan menekan angka golput.

Untuk itu Sudiharti, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, membuat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya saat hari Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kudus 2018 dan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang jatuh esuk hari, Rabu 26/06/2018 demi mensukseskan Pilkada Serentak 2018.

“Saya memang membuat surat edaran agar seluruh pasar tradisional menghentikan kegiatannya, demi mensukseskan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa 26/06/2018 di kantornya.

“Saya sudah berikan surat edaran ini kepada para kepala pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus, dulu memang ada TPS  yang di dirikan oleh penyelenggara Pemilu di kawasan pasar-pasar tradisional, namun kini tidak lagi ada TPS di pasar,” terang Eti panggilan akrab Sudiharti.

Ditambahkan oleh Sudiharti, dirinya tak mau kesibukan akibat operasional dan transaksi di pasar tradisional dituding sebagai penyebab berkurangnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada besok.

Dengan di liburkanya aktifitas di Pasar-pasar diharapkan kehadiran para pemilih di TPS-TPS untuk nyoblos menjadi meningkat, harapnya.

Menurut salah satu pekerja di Bubut Ayam "Banjir Rejeki", Ahmad Zainudin (31) yang sehari-hari menjalankan kegiatan di Pasar Baru membenarkan tentang pengumuman yang di sampaikan Rabu esuk aktivitas sementara di hentikan. (J02/A01)

Top Ad 728x90