Jurnalpantura.Com, Kudus - Mengeliminir penyebab banjir, Masyarakat Desa Jekulo bersama relawan BPBD, Anggota Polsek dan Koramil Jekulo bahu membahu turun ke sungai membersihkan sampah-sampah yang ada di sepanjang aliran sungai Logung.
Banyaknya tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai kerap memicu air sungai meluap kala hujan deras mengguyur karena aliran air tersumbat.
"Untuk mengurangi banjir maka kami bersama masyarakat mengadakan Bersih-bersih sungai," kata Atok Dharmobroto, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kudus.
Untuk membersihkan tumpukan sampah yang memenuhi sungai, Dinas Cipkataru membantu dengan menyediakan mobil Cren, Ahad 04/02/2018.
Kepala Desa Jekulo berharap kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai.
"kalau sungai bersih, air pasti mengalir lancar dan tidak akan terjadi banjir saat debit air tinggi disebabkan hujan deras," pungkas Idris Kepala Desa Jekulo. (J02)
Februari 04, 2018
Februari 03, 2018
by Unknown
Februari 03, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Upaya mematangkan personil Dalmas Polres Kudus Dalam rangka pengamanan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 27/07/2018 nantinya, terus dilakukan oleh pihak Polres Kudus.
Bertempat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, gladi bersih dilakukan untuk memantau persiapan akhir kesiapan pasukan sebelum pelaksanaan simulasi.
Kompol Tugiyanto kabag Ops Polres Kudus menyatakan, kesiapan pengamanan Pemilukada ini akan ditampilkan dihadapan Forkopimda yang rencananya akan digelar besuk selasa, 06/02/2018, dengan kekuatan sebanyak 600 personil.
"Pelatihan personil Dalmas Polres Kudus ini dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk saat pelaksanaan pemilukada nanti," cetusnya di sela-sela Gladi Sispamkota, Sabtu 03/02/2018.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Gladi Sispamkota di awali dengan pencoblosan di TPS 14 Desa Burikan. Saat pelaksanaan pencoblosan selesai karena sudah pukul 13.00, datang massa yang memaksakan kehendak untuk melakukan pencoblosan, dengan sigap pihak anggota kepolisian berhasil memberikan pemahaman kepada massa sehingga massa mau membubarkan diri.
Tidak hanya sampai di situ, saat pelaksanaan penghitungan suara di kantor KPU, salah satu pendukung calon Kepala Daerah yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara, melakukan unjuk rasa anarkis yang berakhir bentrok dengan petugas kepolisian.
Dengan menggunakan Water Canon pihak kepolisian berhasil meredam aksi unjuk juga rasa sehingga suasana kembali normal.
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik yang hadir dalam Gladi Sispamkota ini menyampaikan,"Pihak Polres Kudus akan menerjunkan personilnya di semua tahapan pemilukada, pihaknya juga secara aktif melakukan pemantauan agar semua bisa berjalan dengan baik dan sukses, " ucap Agusman Gurning.
Selebihnya juga meminta kerja samanya dengan masing-masing Bakal calon bersama pendukungnya agar tidak menggunakan cara-cara yang bisa memicu gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Kudus, tambahnya. (J02)
Bertempat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, gladi bersih dilakukan untuk memantau persiapan akhir kesiapan pasukan sebelum pelaksanaan simulasi.
Kompol Tugiyanto kabag Ops Polres Kudus menyatakan, kesiapan pengamanan Pemilukada ini akan ditampilkan dihadapan Forkopimda yang rencananya akan digelar besuk selasa, 06/02/2018, dengan kekuatan sebanyak 600 personil.
"Pelatihan personil Dalmas Polres Kudus ini dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk saat pelaksanaan pemilukada nanti," cetusnya di sela-sela Gladi Sispamkota, Sabtu 03/02/2018.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Gladi Sispamkota di awali dengan pencoblosan di TPS 14 Desa Burikan. Saat pelaksanaan pencoblosan selesai karena sudah pukul 13.00, datang massa yang memaksakan kehendak untuk melakukan pencoblosan, dengan sigap pihak anggota kepolisian berhasil memberikan pemahaman kepada massa sehingga massa mau membubarkan diri.
Tidak hanya sampai di situ, saat pelaksanaan penghitungan suara di kantor KPU, salah satu pendukung calon Kepala Daerah yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara, melakukan unjuk rasa anarkis yang berakhir bentrok dengan petugas kepolisian.
Dengan menggunakan Water Canon pihak kepolisian berhasil meredam aksi unjuk juga rasa sehingga suasana kembali normal.
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik yang hadir dalam Gladi Sispamkota ini menyampaikan,"Pihak Polres Kudus akan menerjunkan personilnya di semua tahapan pemilukada, pihaknya juga secara aktif melakukan pemantauan agar semua bisa berjalan dengan baik dan sukses, " ucap Agusman Gurning.
Selebihnya juga meminta kerja samanya dengan masing-masing Bakal calon bersama pendukungnya agar tidak menggunakan cara-cara yang bisa memicu gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Kudus, tambahnya. (J02)
Februari 02, 2018
by Unknown
Februari 02, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Usai dilaksanakannya verifikasi faktual terhadap Partai Politik yang ada di Kabupaten Kudus mulai 30/01/2018 hingga 01/02/2018 yang lalu dan juga penyerahan Hasil Verifikasi Faktual Parpol di kantor KPU Kudus.
ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, Untuk hasil keseluruhan verifikasi faktual parpol yang mempunyai kursi di DPRD Kabupaten ada 11 partai yang dinyatakan MS(memenuhi syarat) ditambah partai baru ada tiga dan satu partai baru dinyatakan BMS(belum memenuhi syarat).
"Dua partai baru yang telah dinyatakan Memenuhi syarat yaitu Perindo dan Berkarya, sedangkan PSI dinyatakan MS karena telah melengkapi syarat bersamaan verifikasi faktual parpol kemarin dan satu parpol baru dinyatakan BMS yaitu PKPI," terang Ketua KPU sesaat setelah penyerahan Hasil verifikasi faktual parpol di Gedung KPU, Jumat 02/02/2018.
Untuk PKPI yang masih BMS (Belum memenuhi syarat) di berikan kesempatan melengkapi persyaratan mulai 03/02 - 05/02/2018.
Tanggal 17 Februari 2018 akan di umumkan secara nasional parpol yang berlaga di 2019 dengan akumulasi di masing-masing kabupaten yang dijadikan pijakan. Verifikasi di laksanakan dengan memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan di terapkan kepada parpol lama maupun parpol baru, lanjut ketua KPU menambahkan. (J02)
ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, Untuk hasil keseluruhan verifikasi faktual parpol yang mempunyai kursi di DPRD Kabupaten ada 11 partai yang dinyatakan MS(memenuhi syarat) ditambah partai baru ada tiga dan satu partai baru dinyatakan BMS(belum memenuhi syarat).
"Dua partai baru yang telah dinyatakan Memenuhi syarat yaitu Perindo dan Berkarya, sedangkan PSI dinyatakan MS karena telah melengkapi syarat bersamaan verifikasi faktual parpol kemarin dan satu parpol baru dinyatakan BMS yaitu PKPI," terang Ketua KPU sesaat setelah penyerahan Hasil verifikasi faktual parpol di Gedung KPU, Jumat 02/02/2018.
Untuk PKPI yang masih BMS (Belum memenuhi syarat) di berikan kesempatan melengkapi persyaratan mulai 03/02 - 05/02/2018.
Tanggal 17 Februari 2018 akan di umumkan secara nasional parpol yang berlaga di 2019 dengan akumulasi di masing-masing kabupaten yang dijadikan pijakan. Verifikasi di laksanakan dengan memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan di terapkan kepada parpol lama maupun parpol baru, lanjut ketua KPU menambahkan. (J02)
by Unknown
Februari 02, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus telah menyelesaikan Verifikasi Faktual Partai Politik Peserta Pemilu 2014.
Hal itu disampaikan Ketua KPU Kudus Moch Khanafi saat menggelar rapat Penyampaian Hasil Verifikasi Faktual Parpol di Sekretariat KPU Kabupaten Kudus di Jln.Ganesha Purwosari kecamatan Kota.
"Selama tiga hari sejak tanggal 30/01 - 01/02/2018 anggota KPU yang dibagi menjadi 5 tim telah melaksanakan Verifikasi Faktual ke 11 Parpol peserta pemilu 2014 yang ada di Kabupaten Kudus dan dinyatakan Memenuhi Syarat," kata Moch Khanafi, Jumat 02/02/2018.
Anggota KPU yang dipimpin oleh komisioner KPU dengan didampingi anggota Panwas Kabupaten, mendatangi satu persatu sekretariat kantor parpol untuk mengecek keberadaan kantor parpol, Anggota parpol sesuai data Sipol dan 30% keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik, lanjut ketua KPU Kudus.
Sementara dari hasil Verifikasi Faktual ke 11 partai politik itu diantaranya, Gerindra, PKS, Demokrat, PBB, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Hanura, PAN, Nasdem dan Golkar. (J02)
Hal itu disampaikan Ketua KPU Kudus Moch Khanafi saat menggelar rapat Penyampaian Hasil Verifikasi Faktual Parpol di Sekretariat KPU Kabupaten Kudus di Jln.Ganesha Purwosari kecamatan Kota.
"Selama tiga hari sejak tanggal 30/01 - 01/02/2018 anggota KPU yang dibagi menjadi 5 tim telah melaksanakan Verifikasi Faktual ke 11 Parpol peserta pemilu 2014 yang ada di Kabupaten Kudus dan dinyatakan Memenuhi Syarat," kata Moch Khanafi, Jumat 02/02/2018.
Anggota KPU yang dipimpin oleh komisioner KPU dengan didampingi anggota Panwas Kabupaten, mendatangi satu persatu sekretariat kantor parpol untuk mengecek keberadaan kantor parpol, Anggota parpol sesuai data Sipol dan 30% keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik, lanjut ketua KPU Kudus.
Sementara dari hasil Verifikasi Faktual ke 11 partai politik itu diantaranya, Gerindra, PKS, Demokrat, PBB, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Hanura, PAN, Nasdem dan Golkar. (J02)
Februari 01, 2018
by Unknown
Februari 01, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP tertarik menggeluti bisnis budidaya lebah lanceng. Jenis lebah tidak bersengat tersebut merupakan penghasil madu yang berkhasiat bagi kesehatan, sekaligus mendatangkan keuntungan ekonomi.
“Wah, aku ya gelem bisnis madu lanceng. Dari 100 kotak rumah lebah setiap bulan bisa memperoleh uang Rp 6 juta. Ini prospek bagus untuk upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Gubernur Ganjar saat mengunjungi lokasi budidaya lebah lanceng di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu 31/01/2018.
Mengenakan kostum khas peternak lebah, Ganjar berdialog dengan para peserta pelatihan budidaya lanceng sambil memanen madu lebah yang dikembangkan Kelompok Tani Gubug Lanceng di tengah areal kebun pisang. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Jateng itu pun mencicipi madu yang pemasarannya hingga ke berbagai daerah itu.
Menurut Ganjar, melalui kegiatan pelatihan diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat, supaya mengenal dan memahami bagaimana budidaya lebah madu lanceng sebagai salah satu usaha yang memiliki potensi pasar yang besar dan ramah lingkungan.
“Kita tidak hanya bisa di sini atau sekadar budidaya, namun juga sektor industri rumahan dengan membuat produk turunan. Jika ini terjadi maka nilai tambah ekonomi masyarakat akan tinggi, bahkan desa ini akan menjadi sentra madu lanceng,” bebernya.
Ditambahkan, Pemprov Jateng siap memfasilitasi peserta pelatihan ternak lebah lanceng yang berasal dari Magelang dan beberapa kabupaten tetangga itu. Khususnya terkait pelatihan budidaya dan pengolahan madu lanceng menjadi propolis, serta bantuan kredit permodalan pengembangan usaha.
“Kendala budidaya lebah ini pada ilmu pengetahuan pengembangan dan pengolahan produk turunan. Pemprov siap memfasilitasi. Kami siap mengundang para ahli di bidang ini untuk pendampingan pembudidaya lebah lanceng,” terang gubernur.
Agar adu yang dihasilkan melimpah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, Ganjar mendorong setiap peternak agar menyediakan minimal 100 kotak rumah lebah. Apalagi lebah madu lanceng mudah diperoleh, seperti bayam raja, bunga matahari, dan bunga dari berbagai tanaman buah-buahan.
Ketua Kelompok Tani Gubug Lanceng, M Haris menyebutkan, satu kotak rumah lanceng mampu menghasilkan madu rata-rata 120 cc per bulan. Madu murni kemudian dijual seharga Rp125.000. Sedangkan membuat satu kotak rumah lebah membutuhkan modal kurang-lebih Rp 150 ribu.
“Jika ada 100 kotak dengan modal Rp 15 juta, maka pendapatan yang diperoleh rata-rata Rp 6 juta per bulan,” katanya.
Hari menerangkan, Kelompok Tani Gubug Lanceng dibentuk sejak November 2014 dengan jumlah anggota saat ini tercatat 29 orang. Hasil madu rata-rata 600 mililiter per tahun dengan masa panen sekitar tiga sampai empat bulan.
“Hasil panen madu dari lebah-lebah saya sebanyak 50 liter perbulan, dengan harga Rp 350 ribu per liter. Jadi pendapatan saya setiap bulan rata-rata Rp 17.500.000,” ujarnya.
Ke depan Kelompok Tani Gubug Lanceng akan mendirikan taman edukasi bagi siapapun yang berkunjung ke Kebonrejo. Dengan adanya taman edukasi, peternak tidak hanya memberdayakan dan menjual madu, namun juga bisa berbagi pengetahuan mengenai lanceng kepada masyarakat
“Kami berharap pemerintah memfasilitasi pelatihan pengolahan propolis, karena madu ini merupakan bahan baku pembuatan propolis,” imbuhnya. (J02)
by Unknown
Februari 01, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Warkop BINMAS salah satu program Kepolisian merupakan terobosan kreatif dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, dengan terjun langsung di tengah masyarakat yang dikemas dengan santai, masyarakat bisa menyampaikan laporan kejadian dan masukan kepada aparat keamanan baik kepolisian maupun TNI.
Seperti yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Berugenjang kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Rabu malam 31/01/2018.
Warkop Binmas (Warung Kopi Bincang-bincang Masyarakat) mengambil tema "Sinergitas TNI - Polri Dan Masyarakat Demi Kokohnya NKRI, Rorongan Radikalisme, Terorisme Dan Intoleransi Membahayakan Kesatuan Dan Persatuan Bangsa".
Kegiatan Warkop Binmas dihadiri oleh Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik, Dandim 0722 Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo, Perwakilan Tokoh Agama, Muspika, Kades dan BPD se-Kec Undaan. Selain itu dalam kegiatan tersebut mendapatkan antusias tinggi dari warga Berugenjang.
Dalam sambutannya Kapolres Kudus menyampaikan pesan kepada masyarakat yang hadir agar berhati-hati dalam berkendaraan serta patuhi rambu lalulintas. Menghadapi tahun politik seperti di tahun 2018 ini, Kapolres juga berpesan agar selalu bersama - sama menjaga diri demi kondusifitas kota Kudus.
"Pilihan boleh berbeda tapi jangan sampai memutus tali Persaudaraan, pilihlah Bupati dan Wakil Bupati sesuai hati nurani, pilih yang terbaik dari yang baik" Ungkap Agusman Gurning.
Dalam acara Warkop Binmas malam ini juga disampaikan kepada masyarakat agar waspada dan mencegah munculnya kelompok radikalisme, dengan memberikan informasi terkait ciri-ciri dan modus mereka dalam merekrut anggota. (J02)
Seperti yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Berugenjang kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Rabu malam 31/01/2018.
Warkop Binmas (Warung Kopi Bincang-bincang Masyarakat) mengambil tema "Sinergitas TNI - Polri Dan Masyarakat Demi Kokohnya NKRI, Rorongan Radikalisme, Terorisme Dan Intoleransi Membahayakan Kesatuan Dan Persatuan Bangsa".
Kegiatan Warkop Binmas dihadiri oleh Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik, Dandim 0722 Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo, Perwakilan Tokoh Agama, Muspika, Kades dan BPD se-Kec Undaan. Selain itu dalam kegiatan tersebut mendapatkan antusias tinggi dari warga Berugenjang.
Dalam sambutannya Kapolres Kudus menyampaikan pesan kepada masyarakat yang hadir agar berhati-hati dalam berkendaraan serta patuhi rambu lalulintas. Menghadapi tahun politik seperti di tahun 2018 ini, Kapolres juga berpesan agar selalu bersama - sama menjaga diri demi kondusifitas kota Kudus.
"Pilihan boleh berbeda tapi jangan sampai memutus tali Persaudaraan, pilihlah Bupati dan Wakil Bupati sesuai hati nurani, pilih yang terbaik dari yang baik" Ungkap Agusman Gurning.
Dalam acara Warkop Binmas malam ini juga disampaikan kepada masyarakat agar waspada dan mencegah munculnya kelompok radikalisme, dengan memberikan informasi terkait ciri-ciri dan modus mereka dalam merekrut anggota. (J02)
Langganan:
Postingan (Atom)





