Top Ad 728x90

Maret 08, 2018

Pasar Tiban, Transaksi Pakai Batok Kelapa

by
Jurnal pantura.com Kudus – Crew Jual beli Online Kudus (JBO) dan koperasi Sukses Mandiri Sejahtera (SMS)  Kabupaten Kudus, merupakan organisasi atau wadah bagi para pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdiri dari pemilik, penjual, akademisi, petani hingga peternak, mahasiswa, dosen  untuk bersinergi membangun masyarakat berwirausaha secara mandiri.

Berbagai aktivitas ekonomi kemasyarakatan telah dilakukan oleh lembaga ini, salah satu program terbaru nya adalah, aktivitas pasar Tiban dengan menggunkan duit batok .

Menurut Juru Bicara Pasar Tiban, Bambang di Kudus akan menjadi percontohan strategi pemasaran produk-produk UKM di kota kretek. Salah satu kiatnya adalah jual beli dengan memanfaatkan  tehnologi dan informasi melalui wadah JBO.
Komunitas JBO binaan Para pengusaha Mandiri ini merupakan kumpulan wirausahawan berbagai jenis produk-produk khas dan unik di Kudus yang memperdagangkan produknya melalui jalur online, Selasa 06/03/2018.

“Dalam waktu 3 bulan, komunitas jual beli online di bawah naungan Komunitas Pengusaha Mandiri Kudus ini, telah menghimpun lebih dari seratus duapuluh orang wirausahawan di Kudus, tiap hari Jumat sore dan hari hari tertentu mereka berkumpul,  berkreasi dan melakukan monitoring serta evalausi di Pendopo /aula  kantor JBO yang berada Desa Purworejo, Bae, Kudus,” jelas Bambang.

Aktivitas yang dilakukan crew JBO ini, selain upaya membangkitkan ekonomi mandiri di lingkungan mereka, melalui pemasaran dan jual beli produk UKM, juga dilakukan kegiatan-kegiatan produktif lainya, seperti arisan Guyub Rukun, praktek pembuatan berbagai resep makanan, tukar informasi berbagai produk baru, diskusi, perkenalan sesama anggota baru dan lain sebagainya.

Dijelaskan oleh Bambang “Seperti hari minggu lalu , mereka berkumpul di halaman sekretariat untuk melaksanakan gladi bersih guna mempersiapkan kegiatan pasar Tiban yang unik dengan menggunakan alat tukar duit batok",

Dilanjukan pada hari selasa, 6 -3-2018 mereka berkumpul lagi mematangkan langkahnya untuk melakukan evaluasi dan berdiskusi serta melakukan penataan dan undian peserta yang mau bergabung untuk ikut meramaikan pasar tiban yang akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 11 Maret 2018 di halaman sekretariat .

Selain itu, komunitas JBO ini juga menyelenggarakan kegiatan koperasi sukses mandiri sejahtera yakni simpan dan pinjam, ditetapkan simpanan pokok Rp 100 ribu dan simpanan wajib Rp 20 ribu tiap bulannya. Maka sebagai sarat peserta yang boleh menjual di area pasar tiban dengan duit batok adalah mereka yang sudah mendaftar sebagai anggota koperasi sengan dibuktikan melunasi simpanan pokok dan simpanan wajibnya.

"Disepakati koperasi ini dikelola dengan cara Syar’i yakni si peminjam tidak dikenakan bunga, namun dengan sistem bagi hasil dan di kehendaki setiap peminjam memberikan sedekah suka rela dengan cara dimasukan ke dalam kaleng infaq yang di sediakn oleh panitia. hingga saat ini simpanan pokok dan simpanan wajib, sudah tekumpul Rp 9.220.000 dari 65 anggota,”  jelas Aryo ketua koperasi yang juga pengusaha susu kambing ini.


Keunikan dan daya tarik dari kegiatan transaksi jual beli produk unggulan dari komunitas anggota JBO ini adalah, setiap penjual yang sudah laku dan selesai transaksi harus memberikan fee secara suka rela untuk dimasukan dalam kas koperasi.

Sehingga pemasukan koperasi tidak hanya diperoleh dari simpanan wajib dan pokok saja, namun juga mendapatkan pemasukan dari fee setiap terjadi transaksi jual beli. Hingga sekarang fee dari hasil transaksi jual beli di JBO ini sudah mencapai Rp 1.300.000 lebih dalam kurun waktu 5 minggu saja.

“Guna menyemarakkan dan dalam rangka meningkatkan penjualan produk, kegiatan pasar unik ini, akan dilakukan kegiatan membuka Pasar Krempyeng dengan metode barter pakai alat tukar, yakni dengan koin batok , jadi panitia menyediakan koin batok kelapa yang ditukar dengan uang Rp 5 ribu oleh seluruh anggota yang tergabung dalam anggota JBO," jelasnya".

 Dalam kegiatan pasar tiban ini di tunjuk sebagai kordinator H maskur dan di bantu Ony.
Kemudian dari panitia meyediakan sarana prasarana berupa tenda, meja kursi dan gerai untuk memajang produk-produk milik anggota. Sehingga, setiap anggota wajib untuk membeli produk-produk tersebut yang ditukarkan dengan koin atau batok kelapa tadi.

“Semoga usaha dan kreasi kegiatan Pasar Online dan Pasar tiban ini, akan menjadi tren baru di Kudus ini. Guna meningkatkan geliat UKM dan bisa menjadi proyek percontohan, gerakan ekonomi mandiri yang sehat dan dinamis di masa yang akan datang,” pungkasnya.

" Ditegaskan pasar tiban yang akan di buka pada minggu tanggal 11/03/2018 ini untuk umum. Kepada masyarakat yang mau berkunjung dan ikut meramaikam, di pasar tiban meyediakan  jajanan unik dan khas dengan menggunkan alat tukar batok kelapa", tegas Bambang. (mad/J02)

Maret 07, 2018

Kudus Kota kedua Terapkan Aplikasi SIPADES

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - 132 Bhabinkamtibmas yang tersebar di 132 Desa dan kelurahan serta 64 Pendamping Desa yang ada di Kabupaten Kudus ikuti Sosialisasi Aplikasi SIPADES (Sistem Informasi Pendampingan Dana Desa) di Gedung Exs kawedanan Cendono Jln Sunan Muria turut Desa Bae, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dalam sambutannya menyampaikan, bahwa aplikasi ini merupakan MOU antara Kapolri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia. "Aplikasi SIPADES ini akan diresmikan langsung okeh Kapolri tanggal 22/03/2018 di Polda Jawa Tengah," kata Agusman Gurning.

Setelah itu, Bhabinkamtibmas bisa langsung mengunduh aplikasi tersebut di Play Store melalui hp Android, jelasnya dihadapan para Bhabinkamtibmas, Kades dan para Camat se Kabupaten Kudus, Rabu 07/03/2018.

 SIPADES sendiri merupakan aplikasi pendampingan dana desa yang nantinya digunakan oleh para Bhayangkara Pembina Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat dalam hal ikut mengawasi penggunaan dana desa.

Dengan demikian transparansi penggunaan dana desa untuk pembangunan bisa terwujud dan bisa mencegah penyimpangan dana desa tersebut. Dana Desa sendiri berasal dari APBN. SIPADES sendiri akan disinkronkan dengan SISKEUDES atau Sistem Keuangan Desa. Kabupaten Kudus merupakan Kabupaten kedua setelah Kabupaten Batang yang menjadi percontohan dalam pemakaian aplikasi SIPADES. (J02 /A01)

Muslimat NU Selenggarakan Pelayanan KB Gratis

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - 191 akseptor KB mengikuti kegiatan pelayanan KB gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bekerjasama dengan Muslimat NU.

Kegiatan pelayanan KB gratis diselenggarakan dalam rangka Bhakti Sosial Muslimat NU dilaksanakan Klinik Masyitoh Jln kyai Telingsing No 51 Desa Sunggingan kecamatan Kota Kabupaten Kudus.

Tampak hadir dalam kegiatan Pelayanan KB Gratis tersebut Pasiter Kodim Kudus Kapten Inf Heru Cahyono, Dewi Masyitoh Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial P3AP2KB, Ruliono, S.Pd Kasi Pelayanan KB Dinas Sosial P3AP2KB, tim medis UPT Puskesmas Kabupaten Kudus dan para pendamping akseptor KB.

Dalam keterangannya Ir Dewi Masyitoh, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial menyambut baik kegiatan ini. Dewi Masyitoh juga menyampaikan bahwa dalam bakti sosial ini telah memberikan pelayanan akseptor KB dengan rincian, Akseptor KB Implan sejumlah 144 dan Akseptor KB IUD ada 47. (J02 /A01)

Tingkatkan Kesadaran Berlalulintas, Polres Kudus Gencarkan Razia

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Guna meningkatkan kesadaran masyarakat Kudus dalam berlalu lintas dan menciptakan masyarakat tertib berlalulintas, Satlantas Polres Kudus melakukan razia kendaraan yang di gelar di Depan kantor Samsat Jln Mejobo, Kabupaten Kudus.

Dipimpin oleh Kaur Bin Ops lantas Iptu Sucipto dengan melibatkan 23 anggota Satlantas Polres Kudus. Dalam razia ini petugas menindak 94 kendaraan bermotor dengan rincian penindakan SIM 17, STNK 74 dan Sepeda Motor 1 buah.

"Razia kepolisian ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dengan mematuhi peraturan lalu lintas, satu contoh tadi ada ibu-ibu yang memboncengkan dua orang anaknya tanpa memakai helm, di situ kita beri pemahaman dan pengertian tentang keselamatan berlalu lintas," kata Sucipto saat memimpin Razia, Selasa sore 06/03/2018.

Kaur Bin Ops lantas juga menghimbau agar tiap individu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mendahulukan keselamatan daripada kecepatan, tambahnya. (J02 /A01)

Maret 06, 2018

Mengentaskan Kemiskinan, Memajukan Perekonomian Pedesaan Merupakan Tujuan Dana Desa

by
Jurnalpantura.Com, Pati - Pada tahun Anggaran 2018, total dana transfer yang digelontorkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Pati hampir setengah triliun. "Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 226/PMK.07/2017, tentang Perubahan Rincian Dana Desa Kabupaten atau Kota", ujar Bupati Pati Haryanto di hadapan para Kades se-Kabupaten Pati pada acara Sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Pendopo Kabupaten Pati, Senin  05/03/2018. 
Dalam kesempatan itu Bupati juga mengingatkan kembali mengenai arahan presiden terkait pelaksanaan Dana Desa yang dilakukan dengan skema padat karya tunai (Cash for Work) minimal 30% dari kegiatan pembangunan desa.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan", imbuhnya.
Guna mendukung arahan Presiden tersebut menteri keuangan juga telah menetapkan, PMK No.225/PMK.07/2017 tentang perubahan kedua atas PMK No.50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.
Haryanto selaku kepala daerah menyakini bahwa pelaksanaan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Pati bertahap akan berjalan semakin baik, transparan dan akuntabel." Harapan itu bukan tanpa alasan lantaran selama ini Pemkab sering mengadakan sosialisasi dengan kepala desa. Berbagai informasi up to date juga kerap kami sampaikan kepada kepala desa",  terang Haryanto.
Turut hadir dalam pula dalam acara sosialisasi tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadispermades), Kasat Binmas, dan para narasumber dari instansi terkait. (J02 /A01) 

Maret 05, 2018

Polres Kudus Gelar Operasi Keselamatan Selama 21 Hari

by
Jurnalpantura.Com, Kudus - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Wilayah hukum Polres Kudus, Polres Kudus melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018, Senin 05/03/2018 di halaman Mapolres Kudus Jl Jenderal Sudirman No 78 Kudus.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasi Polres Kudus, anggota Kodim 0722 Kudus, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Sebagai tanda bahwa Ops Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 sudah dimulai, AKBP Agusman Gurning Sik menyematkan pita kepada perwakilan dari TNI, Polri dan Dishub.

Menurut Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik, saat membacakan amanat dari Kepala Korp lalu lintas Irjen Pol Drs Royke Lumowa, M.M tujuan dari Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 yaitu Meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas dan terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang pelaksanaan pilkada di wilayah tahun 2018.

Hal tersebut merupakan beberapa point yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang diterima dan dijalankan oleh semua pihak.

Pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Tahun 2018 kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yaitu melawan arah lalu lintas khususnya kendaraan motor (R2), menggunakan handphone waktu mengemudi, berboncengan lebih dari 1 (satu) dan berkendaraan belum cukup umur.

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Diakhir sambutannya Kakorlantas Polri yang di bacakan Kapolres Kudus menyampaikan penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas Operasi Zebra Candi yaitu senantiasa bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas, tingkatkan disiplin anggota Polantas, wujudnya Polantas yang bersih dari Kolusi Korupsi dan nepotisme, terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintasApel gelar pasukan ini kita laksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh satuan personel lalu lintas dan peralatan dalam pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas tahun 2018 di Kabupaten Kudus.

Di samping itu, apel ini juga merupakan representasi dari kesiapan kita atas tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus untuk menjamin keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Saya ingatkan kembali kepada seluruh personel yang terlibat dakam kegiatan operasi keselamatan lalu lintas Candi 2018 agar benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik baiknya, sehingga saat pelaksaanya tidak mengalami hambatan.

Apel Gelar Pasukan selesai dilanjutkan dengan simulasi operasi keselamatan lalu lintas oleh personel Satlantas Polres Kudus. (J02 /A01)

Top Ad 728x90