Jurnalpantura.Com, Kudus - Seratus Tiga Puluh Dua Anggota Pengawas Pemilu Desa (PPD) yang tersebar di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Kudus mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini di sampaikan oleh ketua Panwas Kabupaten Kudus M Wahibul Minan, saat mendampingi ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menerima secara simbolis penyerahan Sertifikat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Tino Angga Kusuma.
Dalam keterangan nya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan, tugas pengawas pemilu itu sangat berat, mereka harus mobile ke sana dan kemari demi menjaga jalanya pemilu berjalan dengan lancar.
"Oleh sebab itu, agar pengawas yang ada di lapangan merasa tenang, izinkan kami ikut berpartisipasi dengan cara menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas sebagai anggota PPD," ungkapnya sesaat setelah penyerahan simbolis Sertifikat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu 24/01/2018. (J02)
Januari 25, 2018
Januari 24, 2018
by Unknown
Januari 24, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Panitia Pengawas Pemilu adalah lembaga yang ditunjuk secara resmi untuk mengawasi pemilu. Namun partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengawasan juga sangat diharapkan demi suksesnya Gelaran Pilkada Serentak 2018.
Atas hal tersebut Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kudus, Rabu siang tadi 24/01/2018, menggelar Launching Pojok Pengawas.
Pengguntingan Pita sebagai tanda diresmikannya pojok Pengawas yang dilakukan oleh ketua Bawaslu Jateng, fajar Saka dengan di dampingi oleh ketua Panwas Kabupaten Kudus M Wahibul Minan beserta komisioner Panwas Kudus lainya dan Anggota Panwascam serta Panitia Pengawas Desa/Kelurahan se Kabupaten Kudus di halaman Kantor Panwas Kabupaten Jln GOR Bung Karno turut Desa Mlati Kidul.
Dalam sambutannya Wahibul Minan menyampaikan, Untuk menciptakan pemilu yang Demokratis dengan melibatkan peran aktif masyarakat, Panwas Kudus mendirikan pojok Pengawas, dengan harapan keterlibatan secara langsung dalam mengawasi jalanya pemilu secara langsung, bebas dan Rahasia.
"Kami menyadari, keterbatasan personil Pengawas hingga tingkatan yang paling bawah sangat terbatas, oleh sebab itulah, keterlibatan secara langsung masyarakat sangat di perlukan,"katanya.
Sedangkan ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menjelaskan, tugas Panitia Pengawas Pemilu tidak hanya pengawasan tapi juga pencegahan, salah satunya adalah melibatkan partisipasi masyarakat.
Dengan adanya pojok pengawasan, memudahkan masyarakat melaporkan jika menemukan pelanggaran yang terjadi di lapangan, ungkapnya. (J02)
Atas hal tersebut Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kudus, Rabu siang tadi 24/01/2018, menggelar Launching Pojok Pengawas.
Pengguntingan Pita sebagai tanda diresmikannya pojok Pengawas yang dilakukan oleh ketua Bawaslu Jateng, fajar Saka dengan di dampingi oleh ketua Panwas Kabupaten Kudus M Wahibul Minan beserta komisioner Panwas Kudus lainya dan Anggota Panwascam serta Panitia Pengawas Desa/Kelurahan se Kabupaten Kudus di halaman Kantor Panwas Kabupaten Jln GOR Bung Karno turut Desa Mlati Kidul.
Dalam sambutannya Wahibul Minan menyampaikan, Untuk menciptakan pemilu yang Demokratis dengan melibatkan peran aktif masyarakat, Panwas Kudus mendirikan pojok Pengawas, dengan harapan keterlibatan secara langsung dalam mengawasi jalanya pemilu secara langsung, bebas dan Rahasia.
"Kami menyadari, keterbatasan personil Pengawas hingga tingkatan yang paling bawah sangat terbatas, oleh sebab itulah, keterlibatan secara langsung masyarakat sangat di perlukan,"katanya.
Sedangkan ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menjelaskan, tugas Panitia Pengawas Pemilu tidak hanya pengawasan tapi juga pencegahan, salah satunya adalah melibatkan partisipasi masyarakat.
Dengan adanya pojok pengawasan, memudahkan masyarakat melaporkan jika menemukan pelanggaran yang terjadi di lapangan, ungkapnya. (J02)
by Unknown
Januari 24, 2018
Jurnalpantura.Com, Kudus - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati serta Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam Pilkada Serentak 2018 sangat diharapkan, hal tersebut disampaikan oleh M Wahibul Minan, Ketua Panwas Kabupaten Kudus.
Selain netral para ASN juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif demi kesuksesan dan kelancaran Pilkada Serentak Kabupaten Kudus.
"Jangan sampai kebeperpihakan seorang ASN pada balon tertentu membuat situasi tidak kondusif dan mencintai nilai-nilai kejujuran dan keadilan " lanjutnya.
Penegasan ketua Panwas tersebut disampaikan saat menyampaikan materi dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dalam Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus 2018.
Acara yang diselenggarakan oleh Panwaskab Kudus di Hotel Abbas Jln KH R Asnawi, Rabu 24/01/2018, juga menghadirkan pembicara Ketua Bawaslu Jateng yaitu Fajar Saka di hadapan kepala KUA, UPT Pendidikan dan UPT Puskesmas sekabupaten Kudus.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwa sosialisasi ini digelar dengan maksud memberikan pemahaman kepada para ASN untuk netral dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Netralitas harus ditegakkan agar tidak ada kesalahpahaman dalam pelaksanaan Pilkada,” tutur Fajar Saka.
Bawaslu juga mengimbau kepada seluruh ASN dan untuk turut berkontribusi jika menemui pelanggaran-pelanggaran dengan melaporkannya ke Bawaslu setempat, sehingga pelaksanaan Pilkada daerah di Kota Kudus dapat berlangsung dengan sukses. (J02)
by Unknown
Januari 24, 2018
Jurnalpantura.Com, Sukoharjo - Warga Jawa Tengah siap menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram. Tidak perlu ada gegeran karena semua bersaudara. Berbeda pilihan semestinya tidak dijadikan masalah. Yang penting justru meningkatkan kerukunan dan ukhuwah islamiah. Jangan sampai perbedaan membuat perpecahan.
Hal itu diungkapkan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di sela-sela Jateng Bersalawat di Alun-alun Sukoharjo, Senin 23/01/2018 malam. Selain ribuan syekher mania dari berbagai daerah, hadir pula dalam acara rutin yang diselenggarakan Pemprov Jateng tersebut, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, serta Forkompinda setempat.
Ditambahkan, pada pemilihan kepala daerah dan presiden, masyarakat yang mempunyai hak pilih diberi kebebasan memilih calon yang disuka. Namun bukan untuk saling berkelahi atau berselisih. Dia meminta warga untuk memilih calon pemimpin dengan sadar dan hati nurani yang baik, jangan terpancing oleh informasi-informasi hoax, hujatan, menjelek-jelekan orang, serta hal-hal bersifat provokatif lainnya.
“Berita hoax kok dipercaya semua. Sudahlah tutup semua yang seperti itu, jadilah orang yang bisa memberi manfaat. Sudah tahu itu berita bohong dan tidak memberi manfaat, tapi disebar ngalor-ngiduldiceritakan semua orang,” terangnya.
Ulama kelahiran Surakarta itu meminta seluruh masyarakat agar tidak saling menghujat maupun menjelek-jelekkan orang lain. Menurutnya, manusia itu sumber kejelekan, sehingga tidak perlu mengumbar kekurangan orang lain. Jika ada yang menceritakan kejelekan orang lain, lebih baik berdiam atau jangan didengarkan.
“Anda adalah mbah-mbahnya wong elek, kamu itu sumber kejelekan kok mengumbar kejelekan orang lain,” sorotnya.
Habib menegaskan, masyarakat jangan gampang percaya dan terpancing terhadap apapun yang terjadi. Apabila ada yang tidak baik maka didoakan bersama-sama supaya menjadi baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik. Sehingga hati menjadi tenteram dan tidak pusing memikirkan berbagai informasi yang ada.
Senada disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo. Dengan bersalawat, tahun politik akan berjalan lancar dan tidak geger. Karena dalam bersalawat semua berdoa meminta agar kondusivitas tetap terjaga, ada orang saling hujat, selalu menjaga kerukunan, dan menjaga NKRI,
“Ini nilai-nilai yang penting karena di situlah ketenteraman berbicara. Salawatan ini menggugah kita semua semakin mendekatkan diri pada Allah, kita harus belajar menjadi orang yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Berkat sering bersalawat, kata Ganjar, mampu membangun dan memperbaiki mental spiritual ASN di lingkungan Pemprov Jateng. Salah satunya dengan terkumpulnya dana pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Zakat, infaq, dan sadaqah yang semula Rp 600 juta per bulan sekarang mencapai Rp 2,1 miliar per bulan.
Potensi inilah yang bisa dimanfaatkan yang membantu warga miskin yang membutuhkan berbagai bentuk bantuan.
“Melalui cara ini setidaknya ada solidaritas ASN dalam menjalankan tugas-tugas sosialnya. Yang berobat tidak bisa membayar bisa dibantu Baznas, yang sekolah butuh biaya bisa dibantu, pondok pesantren, serta guru madrasah,” tandasya. (J02)
Januari 23, 2018
by Unknown
Januari 23, 2018
Jurnalpantura.Com, Klaten - “Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pernyataan yang dilontarkan oleh sang proklamator Bung Karno tersebut bukanlah kata-kata bijak belaka. Realitanya, saat ini prestasi generasi muda merupakan kunci untuk dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara yang unggul di kancah dunia.
“Mengguncang dunia di era sekarang adalah melalui prestasi. Itu perlu dilakukan dengan akal sehat, intelektualitas, dan hati yang bersih serta jiwa mulia,” terang Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Orasi Kebangsaan Generasi Millenial “Pemuda sebagai Aset Bangsa dalam Menggenggam Indonesia Emas” Blast Out 2018 di GOR Gelar sana.
Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) itu menegaskan, generasi muda tidak boleh menutup mata dengan persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satunya adalah persoalan energi yang juga menjadi masalah negara-negara di dunia.
“Sekarang kita sudah bebas (merdeka) tetapi urusan energi apakah kita sudah bebas? Belum, karena sampai hari ini harga minyak naik turun tidak karu-karuan. Dulu kita anggota OPEC, bahkan sekjen OPEC-nya adalah kita. Dulu kita adalah bagian dari negara pengekspor minyak. Itu dulu, sekarang kita justru menjadi importir,” ungkap Ganjar.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap, generasi muda dapat melakukan terobosan-terobosan jitu untuk mengembangkan energi baru terbarukan sebagai solusi terhadap persoalan energi saat ini.
“Saya mengajak semua teman di sini untuk memikirkan (persoalan energi) ini sebagai salah satu PR kita hari ini. PR yang harus diselesaikan bersama karena lingkungan eksternal dunia juga sedang bergejolak. Belanda sebagai negara maju pun pusing dengan persoalan (energi) ini. Saya memimpikan teman-teman besok punya ide-ide brilian untuk membantu menyelesaikannya,” harapnya.
Ganjar pun berdialog dengan lulusan SMA/SMK yang menjadi peserta try out seleksi masuk perguruan tinggi favorit pada acara tersebut. Salah seorang di antaranya adalah Nurul, alumnus SMAN 2 Klaten. Gadis berhijab itu mengaku bercita-cita melanjutkan studi di jurusan teknik industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dan bertekad memajukan teknologi, khususnya di bidang maritim dan pertanian.
“Kira-kira apa mimpimu kalau kamu kuliah? Apa yang ingin kamu berikan kepada republik ini?” tanya Ganjar.
“Indonesia itu kaya sumber daya agraris dan maritim. Karena itu, saya ingin teknologi di Indonesia maju, seperti halnya Amerika. Khususnya (teknologi) sektor kelautan dan pertanian agar dikembangkan lebih baik lagi,” beber Nurul.
Penjelasan Nurul pun diacungi jempol oleh Ganjar. Alumnus UGM itu berpendapat, Nurul memahami benar potensi tanah airnya dan serius untuk memajukan bangsa dengan mengembangkan sektor teknologi pertanian dan maritim.
“Nurul punya mimpi di track yang benar untuk hari ini. Tinggal kemudian mengasahnya. Saya rasa Nurul perlu di-coaching agar bisa masuk ITB. Saya punya teman-teman yang tergabung dalam himpunan alumni perguruan tinggi negeri (Himpuni). Untuk kader anak bangsa seperti ini kita hunting, kita cari ke seluruh pelosok negeri. Nurul sekolah yang tinggi, balik lagi, dan wujudkan mimpi Indonesia sebagai negara agraris dan maritim yang besar,” pesan mantan anggota DPR RI itu.
“Insya Allah saya siap (mewujudkan mimpi saya), Pak,” jawab Nurul mantap diiringi gemuruh tepuk tangan para hadirin. (J02)
“Mengguncang dunia di era sekarang adalah melalui prestasi. Itu perlu dilakukan dengan akal sehat, intelektualitas, dan hati yang bersih serta jiwa mulia,” terang Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Orasi Kebangsaan Generasi Millenial “Pemuda sebagai Aset Bangsa dalam Menggenggam Indonesia Emas” Blast Out 2018 di GOR Gelar sana.
Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) itu menegaskan, generasi muda tidak boleh menutup mata dengan persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satunya adalah persoalan energi yang juga menjadi masalah negara-negara di dunia.
“Sekarang kita sudah bebas (merdeka) tetapi urusan energi apakah kita sudah bebas? Belum, karena sampai hari ini harga minyak naik turun tidak karu-karuan. Dulu kita anggota OPEC, bahkan sekjen OPEC-nya adalah kita. Dulu kita adalah bagian dari negara pengekspor minyak. Itu dulu, sekarang kita justru menjadi importir,” ungkap Ganjar.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap, generasi muda dapat melakukan terobosan-terobosan jitu untuk mengembangkan energi baru terbarukan sebagai solusi terhadap persoalan energi saat ini.
“Saya mengajak semua teman di sini untuk memikirkan (persoalan energi) ini sebagai salah satu PR kita hari ini. PR yang harus diselesaikan bersama karena lingkungan eksternal dunia juga sedang bergejolak. Belanda sebagai negara maju pun pusing dengan persoalan (energi) ini. Saya memimpikan teman-teman besok punya ide-ide brilian untuk membantu menyelesaikannya,” harapnya.
Ganjar pun berdialog dengan lulusan SMA/SMK yang menjadi peserta try out seleksi masuk perguruan tinggi favorit pada acara tersebut. Salah seorang di antaranya adalah Nurul, alumnus SMAN 2 Klaten. Gadis berhijab itu mengaku bercita-cita melanjutkan studi di jurusan teknik industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dan bertekad memajukan teknologi, khususnya di bidang maritim dan pertanian.
“Kira-kira apa mimpimu kalau kamu kuliah? Apa yang ingin kamu berikan kepada republik ini?” tanya Ganjar.
“Indonesia itu kaya sumber daya agraris dan maritim. Karena itu, saya ingin teknologi di Indonesia maju, seperti halnya Amerika. Khususnya (teknologi) sektor kelautan dan pertanian agar dikembangkan lebih baik lagi,” beber Nurul.
Penjelasan Nurul pun diacungi jempol oleh Ganjar. Alumnus UGM itu berpendapat, Nurul memahami benar potensi tanah airnya dan serius untuk memajukan bangsa dengan mengembangkan sektor teknologi pertanian dan maritim.
“Nurul punya mimpi di track yang benar untuk hari ini. Tinggal kemudian mengasahnya. Saya rasa Nurul perlu di-coaching agar bisa masuk ITB. Saya punya teman-teman yang tergabung dalam himpunan alumni perguruan tinggi negeri (Himpuni). Untuk kader anak bangsa seperti ini kita hunting, kita cari ke seluruh pelosok negeri. Nurul sekolah yang tinggi, balik lagi, dan wujudkan mimpi Indonesia sebagai negara agraris dan maritim yang besar,” pesan mantan anggota DPR RI itu.
“Insya Allah saya siap (mewujudkan mimpi saya), Pak,” jawab Nurul mantap diiringi gemuruh tepuk tangan para hadirin. (J02)
by Unknown
Januari 23, 2018
Jurnalpantura.Com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan istri Hj Atikoh Ganjar Pranowo, telah menjalani pencocokan dan penelitian yang diselenggarakan KPU Jateng, untuk pemutakhiran data pemilih pada Pilkada Juni mendatang.
Dalam Coklit tersebut, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo datang bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kelurahan Gajahmungkur, Camat Gajahmungkur, dan KPU Kota Semarang. Mereka mendatangi rumah dinas gubernur di Jalan Gubernur Boediono dan langsung diterima gubernur bersama istri.
Saat melakukan coklit petugas memastikan kecocokan data pemilih yang sudah dimiliki dengan mewawancara pemilih. Antara lain jumlah pemilih dalam satu keluarga, nama masing-masing pemilih, dan tempat tanggal lahir pemilih. Selanjutnya, pemilih menunjukkan e-KTP. Bagi yang belum memegang e-KTP, bisa menunjukkan surat keterangan dari kecamatan. Apabila data yang dipegang petugas dan pemilih sudah cocok, maka pemilih membubuhkan tanda tangan dan petugas akan memasang stiker di depan rumah.
Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menjelaskan, Coklit yang dilaksanakan pada hari pertama, Sabtu 20/01/2018 ini menyasar tokoh-tokoh nasional. Tujuannya untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
“Hari ini ada gerakan Coklit secara nasional. Di Jateng melibatkan 92.480 personel. Kita sampai sore ini memenuhi target. Targetnya 320 ribu rumah, ini sudah masuk ke 400 ribu rumah lebih, termasuk Pak Gub,” tuturnya.
Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan serentak oleh KPU. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa kesadaran warga untuk menjadi peserta calon pemilih bisa diingatkan.
“Sehingga kalau beberapa tokoh sudah dicoklit, benar saya punya hak pilih, ditempel di rumah masing-masing, semua sudah terdata, berarti verified clear. Siap milih. Siap nyoblos. Mudah-mudahan dengan ini yang belum, bisa ngacung. Saya kok belum. Ada kesadaran biar mereka hak pilihnya nggak hilang,” tuturnya. (J02)
Langganan:
Postingan (Atom)





